Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Jadian


__ADS_3

"Gloria..., Aku mencintaimu." Ungkap Luis dengan satu kali tarikan napas kata itu akhirnya meluncur juga dari bibirnya.


"Aku mencintaimu hingga aku tidak bisa tertidur nyenyak karena setiap saat hanya wajahmu yang ada dalam pandanganku. Kamu tahu akan bahkan sampai merindukanmu dengan gila." Ungkap Luis dengan menatap dalam mata Gloria yang juga menatap ke arahnya.


"Aku juga merindukan El, aku juga mencintai El." Kata Gloria dengan menundukkan wajahnya yang memerah seperti tomat.


"A....APA..?" Luis tergagap entah harus berekspresi seperti apa menghadapi kepolosan dan keluguan Gloria yang begitu blak-blakan tentang perasaannya.


Uhuk uhhuk


Rasa rasanya Louis sampai tersedak air liurnya sendiri. Dirinya senang karena Gloria memiliki perasaan yang sama dengannya. Akan tetapi, dia juga merasa lucu dan kaget saat Gloria dengan gamblang dan mudah mengakui apa yang dia rasakan tidak seperti wanita ataupun gadis di luar sana.


Luis lupa dengan sifat Gloria yang begitu blak-blakan dengan apa yang dia rasakan. Pria itu sampai lupa jika wanita yang dia cintai itu memiliki sifat yang begitu terbuka tanpa bisa menutup apa yang dia rasakan.


"Terima kasih aku sangat bahagia karena kamu juga berbalas perasaanku" Ungkap Luis yang memeluk erat Gloria dengan senyum lebar yang terbit di bibirnya.

__ADS_1


"Aku juga senang bertemu dengan El kembali." Ucap Gloria lirih yang membalas pelukan Louis takala eratnya.


Cup


Tak tahan lagi Luis langsung menarik tengkuk Gloria melabuhkan bibirnya di atas bibir tipis milik Gloria. Awalnya hanya dimulai dengan menempelkan saja hingga karena tidak menerima penolakan dari sang gadis Luis memberanikan diri untuk menggerakkan bibirnya di atas bibir Gloria. Luis dengan pelan ******* lembut bibir atas dan bawah Gloria secara bergantian.


Gloria yang merasakan pergerakan dari Luis hanya diam membiarkan apapun yang ingin di lakukan oleh Luis. Lama kelamaan Gloria pun mulai membalas apa yang di lakukan oleh Luis. Dengan pelan mulai membalas ******* Luis membuat pria itu semakin gencar memainkan bibirnya dia tas bibir Gloria. Tak hanya bibir Luis mulai memainkan l*dahnya di dalam rongga Gloria hingga tanpa sadar Gloria mundur ke belakangkan karena desakan dorongan dari Luis.


Brukk


Akhhhhhh


"Aku mencintaimu." Ungkap Luis yang bersamaan langsung menarik tengkuk Gloria kembali melabuhkan bibirnya di atas bibir Gloria.


Kali ini Gloria sudah langsung membalasnya membuat Luis semakin bersemangat untuk mencium Gloria. Ciuman itu lama kelamaan mulai merambat turun di dagu, rahang dan berakhir di leher jenjang yang begitu putih.

__ADS_1


Ah.....


Suara kecil itu keluar dari bibir tipis Gloria saat Luis yang menghisap kulit lehernya dengan sedikit kasar. Sedangkan Luis pria itu telah berkabut tapi berusaha untuk mengendalikan diri agar tidak melukai wanita yang dia cintai.


Cup


Luis kembali mencium Gloria dengan gerakan pelan dan tidak terburu-buru pada awal menciumnya. Setelah merasa cukup Luis melepaskan bibir tipis Gloria yang sudah bengkak karenanya. Luis menjauhkan wajahnya dari wajah Gloria tak lupa memberi senyum tipis dari wajahnya.


"Mulai sekarang, jam ini, menit ini, dan detik ini, kamu kekasihku dan aku kekasihmu." Bisik Luis dengan senyum tampan.


Gloria yang mendengar pengakuan dari Louis hanya diam dan memberi senyum tulus ke arah pria itu. Tangan Gadis itu terangkat berapa wajah tampan dan rupawan yang berada di atasnya itu. Gloria tidak menyangka jika pria yang ditolongnya beberapa bulan lalu akan terjadi pria yang mencintainya dan pria yang sekarang menjadi kekasihnya.


Louis tersenyum manis mengambil tangan Gloria dan mengecup telapak tangan gadis itu. Gadis yang dia impikan siang dan malam kini berada tepat di depan matanya.


"Mandilah, jika tidak. Aku tidak tahu apakah aku bisa menahannya lebih lama lagi dengan terus menatap wajah cantikmu ini." Bisik Luis yang beranjak bangun dari tubuh Gloria.

__ADS_1


Setelah Louis bangun Gloria langsung berdiri dan berlari masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri meninggalkan Louis yang tengah tersenyum dengan menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri.


"Akhirnya aku bisa mengungkapkan beban ini." Guman Louis yang mendudukan dirinya di atas sofa dengan wajah yang berseri-seri seperti sedang baru memenangkan lotre.


__ADS_2