Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Di tolak?


__ADS_3

""selamat siang semua" Suara Antony memenuhi aula besar itu.


"Siang Tuan."


Di aula besar itu telah berjejer rapi orang yang berpakaian serba hitam dengan tato di tubuh mereka. Gloria menatap mereka yang di perkirakan sekitar seribu orang.


"Kedatangan saya disini ingin menyampaikan sesuatu yang terkait dengan kelangsungan dari organisasi kita ini." Ucap Antony lantang.


"Nona muda kemarilah." Panggil Antony kepada Gloria sedari tadi hanya diam memerhatikan keadaan sekitar.


Gloria yang merasa namanya di panggil segera berjalan mendekat ke arah Antony. Sampai di dekat Antony Gloria langsung berdiri tegak dengan memasang wajah datar miliknya menatap orang-orang yang berada di depannya itu.


"Dia adalah keturunan terakhir dari Tuan Gerald putri dari Nona Vanessa." Ucap lantang Antony yang membuat kerumunan itu langsung ricuh.


Antony langsung memberi kode kepada Gloria untuk memperkenalkan diri yang langsung di terima oleh Gloria.


"Gloria Adela Leticia!" Ucap Gloria padat dan jelas.


"Mulai saat ini nona Gloria yang akan mengambil alih organisasi ini." Kata Antony yang semakin membuat orang ricuh.


"Tidak bisa! Aku tak sudi jika harus di pimpin dan harus tunduk pada perintah seorang wanita." Teriak salah satu orang dalam barisan yang menatap nyalang Gloria.


"Ada apa dengan wanita?" Gloria bertanya dengan nada santai kepada pria itu.

__ADS_1


"Pokoknya aku tidak mau di pimpin dan tunduk pada wanita. Apa kata organisasi lain jika mengetahui kelompok yang begitu di takuti justru di ketuai oleh seorang wanita." Teriak orang itu lagi yang tetap pada pendiriannya.


"Jadi kamu meragukan kekuatan wanita?" Tanya Gloria yang tersenyum ke arah pria yang berteriak itu entah apa maksudnya hanya Gloria yang tahu.


"Karna wanita memang lemah di bandingkan dengan pria." Terang pria itu menatap sinis Gloria.


"Jangan lupa jika lahir dari rahim seorang wanita. Katamu pria lebih hebat dari wanita? Apa kamu pernah melihat seorang pria melahirkan seorang anaknya? Apa kamu pernah melihat seorang pria yang menyusui dan merawat anaknya? Apa kamu pernah merasakan saat seorang wanita harus berjalan dengan perut besar yang bahkan menghalangi jalannya?" Gloria memberi pertanyaan yang berurutan kepada pria itu dan tentunya untuk membungkam mulut anggota yang lain.


Sedangkan pria yang menentang Gloria hanya bisa menunduk dalam diam. Apa yang di katakan oleh Gloria adalah kebenaran.


"Kalian pria tidak merasakan itu tapi wanita merasakannya. Kalian pria tidak merasakan sakitnya melahirkan saat lubang bahkan yang bahkan hanya sebesar 3 jari harus mengeluarkan anak yang sebesar tempurung kepala. Di saat kebenaran itu telah kalian ketahui masih mengatakan juga jika wanita lemah?" Sarkas Gloria yang menatap tajam pria yang meremehkannya tadi.


'Tapi tetap saja kami tidak mau di pimpin seorang wanita. Benar bukan?"


"Benar.....? Sahut beberapa orang yang berada di barisan.


Beberapa orang langsung keluar dari barisan dan bergabung dengan pria yang sejak awal sudah membuat Gloria kesal.


Gloria menatap datar sekitar 25 orang di depannya dengan tajam. Apalagi saat menemukan hal yang aneh dan janggal pada orang-orang di depan mereka itu.


"Jadi kalian tidak ingin aku memimpin organisasi ini?" Tanya Gloria dengan tajam.


"Benar! Saya tidak ingin memiliki pemimpin seorang wanita."

__ADS_1


"Itu benar aku juga tidak ingin di pimpin dengan wanita ini."


"Apalagi aku, apa kata dunia tahu jika pemimpin kita adalah seorang wanita. Kelompok ini akan menjadi bahan tertawaan di organisasi lainnya.


Protes demi protes telah di layangkan kepada Gloria yang hanya diam menatap mereka datar.


"Jika begitu silahkan keluar dari kelompok ini." Ucap Gloria enteng membuat semua orang tertegun apalagi anggota pemberontak.


"Sialan....! Bahkan belum menjadi ketua saja anda telah sombong. Bagaimana bisa anda menjadi ketua bagi kami." Hina pria itu lagi.


"Lalu menurut mu siapa yang harus menjadi ketua organisasi ini?"


"Intinya harus laki-laki." Ucap pria itu dengan gugup.


"Apa orang yang berada di belakang kamu?" Tanya Gloria yang melempar senyum penuh kemenangan kepada pria di depannya itu.


Glek


Sontak ke 25 orang itu langsung menegang dengan mata melotot saat Gloria menyebut orang yang berada di belakang mereka. Gloria semakin melebarkan senyumnya saat melihat wajah pucat ke 25 orang di depannya itu.


"Kenapa pucat? Takut nanti ketahuan? Atau ada sesuatu yang di sembunyikan.?" Semakin pucatlah mereka melihat Gloria tersenyum manis ke arahnya. Entah kenapa orang-orang itu merasakan perasaan was-was kepada Gloria.


"Aku akan tetap menjadi dari Scorpio baik kamu atau para antek-antek mu menolak. Bagiku kalian bukan bagian dari kelompok milikku." Ucap sinis Gloria.

__ADS_1


"Dasar ****** sialan.....!"


Dorr


__ADS_2