
Prang
"Aw sakit...!"
Kau.., dasar sialan..1"
Plak
Sebuah tanparan mendarat sempurna pada wajah Fenia membuat wanita itu manggung tersungkur di lantai. Luis menatap nyalang ke arah Fenia yang tersungkur di lantai.
Aku memang tak pernah menyakiti wanita sebelumnya namun aku tak akan segan jika ada ada yang berani menyakiti wanitaku," desis Luis.
"A..ku tidak melakukan apapun," kata Fenia dengan terbata-bata.
"Luis yang mendengar itu hanya tersenyum sinis, "Kamu fikir mataku buta begitu? Jelas-jelas aku melihat kamu mendorong Gloria hingga sup pelayan itu mengenai wanitaku..." sentak Luis dengan emosi yang membara.
“Tapi aku…,”
__ADS_1
“Berhentilah mengelak Fenia, sedari dulu amu memang selalu menyingkirkanku sampa seperti Ibumu yang menyingkirkan Mommy ku. Namun aku akan mengingatkan kamu untuk tidak menyamakan aku dengan mommy ku karena mommy ku terlalu baik hingga tak curiga dengan si pria tua bangka itu. Sedangkan aku tentu saja merasa lebih pintar dari mommy ku. Aku tak mungkin menampung benalu di dalam rumahku tapi tunggu tanggal mainnya.” kata Gloria dengan nada sinis.
Fenia yang mendengar nada sinis dan juga penuh penghinaan Gloria padanya hanya bisa menggertakan gigi menahan amarah.
Fenia tak menyangka Gloria akan dengan terang-terangan seperti saat ini mengekspos sifat aslinya di depannya di saat banyak para pelayan yang menyaksikan. Terlebih tak menyangka lagi Gloria bahkan sampai menunjukan sifat aslinya di depan Luis.
“Wanita sialan, kenapa dia dengan berani menghinaku dengan kalimat yang penuh akan penghinaan ini. Pria ini juga, harusnya dia merasa jijik dan tak menyukai karena Gloria yang memiliki sifat tercelah seperti Gloria. Kenapa pria ini tak menolongku?” teriak Fenia dalam hatinya.
Fenia merasa bingung dengan respon Luis yang saat Gloria menunjukan sifat aslinya itu. Harusnya Luis menolongnya karena pria pada dasarnya menyukai wanita yang lemah lemut dan juga penurut bukan wanita yang memiliki sifat liar seperti Gloria.
“Kenapa menatapku? Kamu fikir kekasihku akan menolongmu begitu? Mimpi saja..!” sarkas Gloria yang menghampiri Luis.
Sedangkan Gloria gadis itu dengan langkah ringan menghampiri sang kekasih yang sedang menunggu kedatangannya.
“Kamu masak apa sayang?” tanya Gloria dengan senyum manis di bibirnya.
“Masakan yang aku bisa saja,” jawab Luis dengan apa adanya.
__ADS_1
“Terlihat lezat,” guman Gloria yang melihat ayah goreng di depannya itu.
“Ayu bantu aku membawanya di atas meja nanti disana kamu bisa memakan semuanya dengan puas.” kata Luis dengan segera mengajak Gloria untuk membantunya membawa makanan di atas meja.
“PELAYAN SIALAN…! CEPAT BANTU AKU BERDIRI..!” bentak Fenia yang melototi pelayan yang masih berada di dapur/.
“Tidak perlu sombong kamu hanya benalu di rumah ini tak perlu memerintah kami.” sinis salah satu pelayan yang menatap sinis ke arah Fenia.
“Kami itu di gaji oleh Nona Muda Gloria bukan kamu, Mommy mu yang katanya l4cur itu, bukan daddy mu yang suka berselingkuh,” sentak pelayan lain yang langsung di sambut tawa dari beberapa pelayan.
“Ada muda anda pandai memasak juga ternyata,” kata Julindo yang saat Luis dan Gloria duduk di meja makan yang saman.
Juliando sengaja melakukan itu membuat basa basi dan membuat Luis tertarik padanya. Namun sepertinya Juliando harus menerima kenyataan pahit saat Luis bahkan tak menoleh sedikit pun.
“Kelihatannya sepertinya enak, saya akan mencobanya dulu,” kata Juliando yang mengulurkan atngannya.
“Tunggu…!” seru Luis.
__ADS_1
“Ada apa lagi anak muda? Aku hanya memastikan jika makanan kamu layak untuk di makan atau tidak,” kata Juliando.
“Bisa di makan atau tidak itu urusan saya dan juga Gloria. Aku memasak ini bukan untuk para benalu melainkan untuk wanitaku,”