Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Terbalik


__ADS_3

"Selama ini, aku tak pernah sekalipun menganggap kamu adik, Luisa." Terang Javier.


Deg


Luisa yang mendengar ucapan dari Javier langsung tertegun. Mata Gadis itu menatap ke arah pria yang baru saja mengatakan kalimat itu. Luisa merasakan perasaan sakit dan nyeri secara bersamaan saat mengetahui jika pria di depannya itu tidak pernah menganggapnya adik.


"Kenap? Apa karena aku nakal? Atau karena aku sering merepotkan kamu dan Kak Louis sehingga kamu tidak bisa menganggapku adik?" Tanya Luisa dengan menatap nanar Javier.


Javier yang mendengar pertanyaan dari Luisa hanya mampu terdiam. Pikirannya saat ini berterbangan entah ke mana.


"Aku tahu aku selalu merepotkan kalian, merepotkan dirimu yang harus menjagaku beberapa bulan yang lalu. Selalu harus menemaniku di manapun aku berada dan tanpa peduli apa yang kamu kerjakan. Aku tahu aku hanya....."


Luisa menghentikan kalimatnya saat mendengar yang menghentikan ucapannya. Terlihat wajah pria itu datar dan dingin dengan tatapan yang entah apa artinya hanya Javier sendiri yang mengetahui arti tatapan itu.


"Stop! Bukan itu, bukan alasan itu membuat ku tidak menganggap kamu adik." Potong Javier yang mengusap wajahnya dengan kasar.

__ADS_1


"Lalu apa..? Apa yang membuat..."


"Karena aku mencintai mu Luisa..!"


Deg


"A...apa?" Luisa tergagap dan menatap Javier dengan tatapan bingung.


"Aku tidak bisa menganggap kamu adik karena sedari dulu aku menganggap kamu sebagai wanita yang aku kasihi bukan seorang adik. Bagaimana aku bisa menganggap wanita yang aku cintai selama 7 tahun lamanya hanya sebagai seorang adik. Bertahun-tahun aku memendam rasa itu, berharap rasa itu akan memudar dengan seiringnya berjalannya waktu. Namun, aku salah karena semakin lama perasaan itu semakin tumbuh dan berkembang sehingga tidak menyisakan ruang kosong untuk wanita lain selain dia." Terang Javier yang menatap Luisa dengan pandangan tulus lalu kembali memandang bibir pantai.


"Kamu tahu? Aku jatuh cinta pada pandangan pertama denganmu saat kamu masih mengenakan seragam sekolah menengah pertama. Lucu bukan? Bagaimana seorang pria yang berusia 21 tahun menyukai seorang gadis kecil yang bahkan mungkin umurnya masih sekitaran 13 sampai 14 tahun. Jangan tanya kenapa aku tidak membuang perasaan itu. Dengarkan aku, jangan menyela biarkan aku menyelesaikan apa yang ingin aku katakan." Kata Javier yang memotong saat melihat Luisa membuka mulut untuk bicara.


Javier berkata dengan menunjuk dadanya tak lupa menepuk-nepuk letak jantungnya yang seakan-akan memberitahu Luisa Jika dia benar-benar kesakitan telah memendam perasaan itu.


"Aku mencintaimu lebih dari yang kamu tahu Luisa. Bahkan Jika kamu meminta nyawaku maka akan aku berikan dengan sukarela." Ungkap Javier dengan menundukkan kepala menyembunyikan matanya yang telah memerah dan berkaca-kaca karena air mata.

__ADS_1


Sedangkan Luisa yang mendengar pengakuan dari Javier hanya bisa terdiam kaku dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Tidak bisakah kamu membalas perasaanku sedikit saja Luisa?" Ucap Javier yang mendongak menatap lurus pada Luisa.


"Tidak bisakah kamu memberiku kesempatan untuk kamu memandangku sebagai seorang pria untuk menjadi seorang kekasih dibanding menjadi seorang kakak?"


"Kamu mencintaiku?" Ucap Luisa dengan suara rendah seakan-akan tidak percaya terhadap pengakuan dari pria di depannya itu.


"Tatap mataku, apa di sana kamu menemukan sebuah kebohongan? Aku benar-benar mencintai kamu sampai ke akar-akarnya." Ungkap Javier degan mengelus pipi mulus wanita yang di cintainya.


"Jadi perasaanku bukan perasaan bertepuk sebelah tangan?" Pekik Luisa yang mengguncang tubuh kekar Javier.


"A...apa ma...maksudnya?" Tanya Javier linglung.


"Kamu mencintaiku dan aku juga mencintai kamu Javier. Akhirnya aku tidak perlu memendam rasa ini lagi. Aku mencintaimu Javier..!" Teriak Luisa yang langsung berdiri.

__ADS_1


"Javier Gustaro bersediakah kamu menjadi keasihku?"


Deg


__ADS_2