Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Ancaman Gloria


__ADS_3

"Apa kabar Tuan Juliando yang terhormat?" Tanya pria tua itu menatap tajam Juliando yang terdiam di pojokan.


"Anda masih mengingatku bukan? Jika tidak akan saya perkenalkan diri ulang bagaimana?"


Diam....


Juliando hanya bisa terdiam dengan tubuh yang berdiri kaku menatap pria tua di depannya itu. Juliando pikir pria tua ini telah mati bersama Tan Gerald nyatanya pria tua itu masih hidup sampai sekarang.


"Sepertinya anda melupakan saya setelah selama puluhan tahun tidak bertemu. Baiklah perkenalkan saya adalah Antony orang kepercayaan Tuan besar Gerald ayah dari Nona Vanessa dan kakek dari Nona Gloria."Ucap pria tua itu lantang membuat Juliando diam tak berkutik.


Tak


Terlihat Antony yang melempar beberapa kertas di atas tengah-tengah meja sehingga membuat orang-orang yang berada di dalam ruangan itu kaget menatap kertas yang berada di atas meja itu.


"Itu adalah fotocopy dari surat wasiat yang di tinggalkan oleh Tuan besar Gerald dan juga surat wasiat dari Nona Vanessa yang mengatakan jika seluruh harta beserta aset miliknya akan jatuh kepada Nona Gloria selaku putrinya bukan Juliando yang merupakan suaminya. Bahkan di surat itu Nona Vanessa tidak mencantumkan nama Juliando sebagai penerima asetnya walau sedikitpun."


Mendengar penuturan Antony yang terlihat sangat serius dan tidak ada tanda-tanda berbohong membuat mereka semua saling pandang satu sama lain. Dengan keraguan yang ada di hati masing-masing mengambil kertas itu lalu membaca isinya. Di detik berikutnya mereka langsung membulatkan mata hinga sampai keluar dari tempatnya. Berulang kali mereka melihat dan membaca tulisan yang tertulis di kertas itu lalu pandangan mereka naik menatap Gloria yang dengan santai duduk di atas meja.


"Tuan Juliando bagaimana ini...? Kami tidak mau di pimpin olehnya."

__ADS_1


"Yah benar."


"Atau begini saja, biarkan Tuan Juliando yang memimpin perusahaan ini. Anda nona kecil silahkan keluar dan bermain di tempat lain biarkan ayah Nona kecil yang mengelola perusahaan ini."


"Dan membiarkan kalian semakin memakan uang perusahaan mommy saya begitu? Hati-hati bagi orang-orang yang memakan uang perusahaan ini dengan uang korupsi. Jika sampai ku menemukannya adanya korupsi di perusahaan ini maka siapkan diri kalian untuk bermalam di penjara. Aku tidak akan pernah membiarkan kalian hidup enak setelah memeras uang perusahaan ini."


Glek


Jika tadi mereka semua nampak sombong dan arogan kini mereka satu persatu mulai bergetar ketakutan. Bukan hanya itu di antara mereka sudah berwajah pucat pasi dengan keringat dingin yang menetas di jidat mereka sebesar biji jagung.


Gloria yang melihat itu hanya diam-diam tersenyum sinis. Ternyata seperti yang dia duga di perusahaan sang mommy ternyata penuh dengan para hama. Wajah datar Gloria semakin datar degan bersamaan munculnya senyum miring di sudut bibirnya.


Gading dan Anthony saling melirik satu sama lain dengan bulu kuduk yang merinding. Keduanya sangat yakin akan terjadi hal-hal yang tak akan disangka-sangka oleh orang-orang yang berada di depannya itu.


"Jika masih ada orang yang tidak setuju aku memimpin atau menjadi presiden di perusahaan ini. Maka, silakan angkat kaki dari perusahaan saya ini. Akan tetapi, pastikan dulu jika kalian yang ingin keluar dari perusahaan ini merupakan orang yang jujur dan tidak berbuat curang kepada perusahaan milik mommy saja. Jika, sedikit saja kalian melakukan kecurangan maka saya tidak akan segan-segan membawa kasus itu ke jalur hukum."


Dhuaaaar


Ucapan Gloria bagaikan sambaran petir di siang bolong yang menyambar mereka satu persatu hingga sulit untuk bergerak. di satu sisi mereka tidak ingin Gloria menjadi pemimpin perusahaan namun di sisi lain Jika mereka tetap kekeh untuk terus memberontak tidak menyetujui Gloria menjadi pemimpin perusahaan maka dipastikan mereka semua akan berakhir di penjara yang dingin itu.

__ADS_1


Terlihat orang-orang yang berada di dalam ruangan itu mulai gelisah satu persatu. Namun, Gloria yang melihat itu hanya acuh tak acuh.


"Saya siap berada di bawah kepemimpinan anda Nona. Selain itu, ada beberapa mata uang yang saya ambil dari perusahaan ini akan tetapi akan segera saya ganti. Saya harap Nona Gloria bisa mempercayai ucapan saya seperti saya yang mempercayai Nona tanpa bertanya kemampuan anda." Ucap Pria tua yang bernama Adam itu langsung berjalan ke arah Gloria dan berdiri tegak di samping gadis muda itu.


"Aku akan memberi Paman waktu selama seminggu untuk melunasi apa yang Paman ambil dari perusahaan ini." Terang Gloria.


Gloria sengaja memberi waktu kepada tuan Adam untuk mengembalikan apa yang diambilnya di perusahaan. Gloria cukup kagum dengan keberanian pria tua itu yang mengakui kesalahannya bahkan dengan lapang dada mengatakannya secara terang-terangan di depan para petinggi dan pemegang saham perusahaan yang lain.


"Saya tidak membutuhkan waktu selama itu nona, Nona hanya perlu memberikan saya nomor rekening anda maka saya akan langsung mentransfernya kepada anda. walaupun saya sering mengambil secara curang akan tetapi saya tidak pernah menggunakan uang itu sepeserpun. Saya hanya mengambil uang itu untuk berjaga-jaga bila suatu hari nanti keturunan sah dari Tuan besar Gerald kembali uang itu bisa berguna untuknya nanti." Terang Adam yang membuat dahi Gloria mengkerut penuh tanda tanya namun Gloria memilih untuk mengesampingkan rasa penasarannya itu.


"Katakan siapa yang tidak setuju aku memimpin perusahaan ini? Silakan keluar dari ruangan ini karena saya akan melakukan rapat penting." Usir Gloria kepada orang-orang yang berada di ruangan itu.


Tak punya pilihan lain orang-orang itu kembali duduk di kursi mereka masing-masing dengan wajah masang. Mereka tidak berani mengambil resiko dengan menentang Gloria dan keluar dari perusahaan Itu karena itu akan membahayakan mereka jika sewaktu-waktu Gloria memiliki tentang mereka satu persatu.


Gloria yang melihat kepatuhan mereka yang kembali duduk di kursi masing-masing hanya menyunggingkan senyum sinis. Walaupun mereka menyetujui Gloria memimpin perusahaan. Namun, tidak akan membuat Gloria menurunkan niatnya untuk mencari tahu siapa saja yang menjadi tikus berdasi di perusahaan itu.


"Tuan Juliando mohon berdiri dari kursi itu, karena kursi itu merupakan kursi pemimpin perusahaan yang seharusnya diduduki oleh Nona Gloria."


Deg

__ADS_1


__ADS_2