Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Musuh


__ADS_3

"Tidak perlu karna aku sudah berada disini...!"


Juana yang mendengar suara asing langsung menoleh ke arah asal suara. Matanya langsung melotot sempurna melihat siapa sosok yang berdiri tenang bersandar di salah satu tiang mension dengan sangat santai.


"Ka....kamu...! Untuk apa kamu kesini...?" Juana menatap tajam Gloria yang berdiri di depannya.


"Aku..? Kesini…? Tentu saja aku kesini karna ini adalah rumahku." Jawab Gloria enteng membuat Juana melototkan matanya.


"Apa maksudmu sialan…. Rumahmu? Rumah mana yang rumahmu…?"


"Tentu saja rumah ini…."


Hahahaha


"Apa kamu gila…. Atau kamu bodoh rumah ini sekarang milikku."


"Kata siapa…? Dari awal sampai sekarang rumah ini adalah rumah Vanessa Leticia dan aku Gloria Adela Leticia berhak dan pantas mendapatkan semua hak aku yang telah kalian rebut secara paksa.!"


Deg


Juana yang mendengar penuturan dari Gloria langsung menegang. Matanya menatap horor Gloria yang kini menatapnya dengan tatapan yang super tajam.


"Kau…… Tidak….! Tidak mungkin. Kamu pasti bukan anak sialan itu… Anak sialan itu pasti sudah mati… yah pasti sudah mati." Juana menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak percaya kepada Gloria.


Juana masih meyakini jika anak dari wanita yang telah ia singkirkan beberapa puluh tahun lalu sudah mati.


Sedangkan di sisi lain Gloria yang melihat jika Juana sepertinya tidak mempercayai apa yang di katakan ya hanya bisa tersenyum sinis. Wanita ini adalah salah satu orang yang sudah membuatnya hidup tanpa kasih sayang ibu. Wanita ini… wanita yang telah membuang dirinya.


"Sayangnya…. Tuhan masih menyayangi nyawaku hingga sampai saat ini aku masih bisa hidup untuk membalaskan dendam Momyku" Ucap Gloria dengan penuh penekanan.


"Sialan…. Harusnya kamu mati menyusul ibumu yang ****** itu ke neraka dasar…."


Dor…..


"Jangan sekali-kali mulut motormu itu menghina ibuku…. Jika tidak bukan pistol ini yang akan menembus kepalamu tapi belatiku yang akan merobek-robek mulut busukmu itu."

__ADS_1


Gloria menatap tajam Juana dengan niat membunuh yang kuat. Matanya memerah menahan amarah yang meluap-luap.


Cukup bagi Gloria mengetahui kebenaran ibunya yang di bunuh oleh orang-orang di dalam mension ini. Gloria tidak akan membiarkan mulut busuk siapapun untuk mengkritik apalagi menghina ibunya.


Di lantai atas Juliando yang baru selesai berpakaian rapi kaget mendengar suara tembakan. Tanpa memperdulikan keadaannya yang masih belum rapi sempurna Juliando berlari keluar kamar menuju lantai satu.


Saat di tangga Juliando berpapasan dengan putri tirinya yaitu Josefenia alias Fenia.


"Dad…. Aku mendengar suara tembakan…!" Ucap Fenia dengan napas yang tersengal-sengal karna berlari dari kamarnya.


"Kita lihat ke bawah!" Juliando segera berlari menuruni tangga di ikuti Fenia di belakangnya.


"MOM….!" Fenia berteriak histeris saat melihat sang Mommy sedang di todongkan pistol oleh gadis yang membuat kacau pestanya tadi malam.


Gloria yang mendengar suara teriakan langsung menolehkan kepalanya ke asal suara.


"Wah… kalian sudah datang ya….. Keluarga yang begitu sempurna."


Prok prok prok


Gloria bertepuk tangan seakan-akan sangat senang dengan situasi saat ini. Matanya menatap wanita paruh baya yang berdiri dengan badan gemetar di sampingnya.


Bruk


"Mom…!"


Juliando dan Fenia langsung berlari membantu Juana untuk berdiri. Juliando menatap tajam sosok gadis cantik yang berdiri di depannya itu. Di tatapnya wajah gadis di depannya yang sangat mengingatkannya pada wanita yang telah lama pergi meninggalkannya.


Wajah gadis di depannya itu sangat mirip dengan mendiang istri pertamanya. Untuk sesaat dia merasa menyesal karna menelantarkan putrinya itu.


Putrinya…..?


Yups tanpa melakukan tes DNA pun Juliando tahu jika gadis itu adalah anak kandungnya bersama mendiang istri pertamanya yaitu Vanessa. Walau pun wajahnya mirip dengan Vanessa Namun, Mata dan warna rambutnya sama persis seperti dirinya.


"Kalian sangat harmonis bukan..? Sayangnya mungkin itu hanya bersifa sementara." Ucap Gloria sinis.

__ADS_1


"Anak sialan beraninya kamu mendorongku ha…..?" Teriak Juana yang berusaha berani karna ada sang suami.


Juana yakin jika Juliando akan membelanya dan tentunya akan menghukum gadis di depannya itu.


"Anak sialan…? Kamu lupa jika anak kamu itu anak haram.." Balas Gloria dengan sinis.


"CUKUP…!"


Juana tersenyum penuh kemenangan saat Juliando sang suami membentak Gloria begitu pula Fenia. Juana sudah yakin suaminya itu pasti akan membelanya ke timbang anak tak tahu asal usulnya itu.


"Selamat datang…" Ucap Juliando datar.


"Sudah pasti karna ini adalah milikku selebihnya hanya numpang termasuk anda dan istri beserta anak haram anda." Kata Gloria dengan santai namun bernada sinis.


"Aku bukan anak haram sialan…." Teriak Fenia yang tidak terima di katakan anak haram oleh Gloria.


"Nyatanya kamu memang anak haram! Bahkan wanita yang kamu panggil itu hanya seorang pelacur yang menggoda dan menaiki ranjang para pria kaya!" Sarkas Gloria.


"CUKUP GLORIA..! DIA KAKAK MU DAN DIA IBUMU…!"


"BERHENTI MENERIAKIKU SIALAN….! SIAPA YANG KAKAKKU? AKU HANYA ANAK TUNGGAL! DAN SIAPA IBUKU? DIA…! DIA HANYA SEORANG WANITA MURAHAN YANG MEREBUT POSISI MOMMY."


"GLORIA….!" Juliando yang tak terima istri dan anaknya di rendahkan oleh Gloria langsung mengangkat tangannya bermaksud untuk memberi tamparan ke arah Gloria.


Sret


"Tampar dan ku ledakan kepala anda!"


Deg


Juliando mematung saat merasakan kulit jidatnya bersentuhan langsung dengan moncong pistol. Tangannya terhenti di udara menatap tertegun gadis kecil di depannya yang tak lain dan tak bukan adalah putrinya. Namun, putrinya yang dengan berani menyodongkan pistol ke arahnya.


"Kamu berani menyodongkan senjata ke arah Daddy kamu sendiri?" Ucap Juliando yang menatap dalam Gloria.


"Secara Biologis anda memang Daddy saya Namun secara kenyataan anda adalah musuh saya." Balas Gloria datar.

__ADS_1


"A….apa maksud kamu..? Bagaimana bisa kamu memusuhi Daddy kamu sendiri…?"


"Bisa! Tentu saja bisa, karena anda yang membunuh Mommy saya…!"


__ADS_2