
"LION.....!"
Gloria tanpa ragu segera berlari kencang bersamaan dengan itu Lion yang juga berlari kencang ke arah Gloria.
"Nona...!" Gading berteriak histeris saat melihat Lion yang mengambil ancang-ancang melompat.
Sebenarnya Gading bisa saja menembak Lion dengan pistolnya yang berada di balik jaz nya. Akan tetapi, mengingat apa yang di dapatkan beberapa hari lalu karna melukai singa itu membuat Gading menurunkan niatnya.
Gading dan beberapa orang yang menyaksikan apa yang di lakukan oleh Gloria menahan napas.
Brukkk
HAHAHAHA
Gading yang menutup mata langsung membuka matanya saat mendengar suara tawa yang berasal dari Gloria sang ketua Scorpio.
Semua orang bernapas lega saat melihat ketua mereka semua baik-baik saja. Tanpa terluka, tanpa ada lecet sedikit pun.
"Bulu mu semakin lebat dan bertambah tebal saja Lion." Ucap Gloria yang berbaring di atas tubuh besar Lion.
GRRRR
"Baiklah mari kita pulang." Gloria segera berdiri di ikuti Lion yang berdiri di samping Gloria menggerak-gerakkan badannya hingga bulunya yang tebal bertebangan.
"No.....nona..." Gading menatap takut ke arah Gloria di belakangnya Lion berjalan dengan gagah.
Wanita yang berjalan di depan ya itu bagi Gading sama seperti Dewi kematian di tambah dengan adanya Lion membuat semua orang semakin takut. Bahkan singa itu selalu mengamuk di kamar karna di kurung tapi lihat saat bertemu dengan Gloria. Singa itu berubah seperti kucing yang jinak terlihat lucu dan tunduk. Namun,itu hanya pada Gloria karna jika orang lain maka dapat di pastikan singa itu akan kembali pada identitasnya yakni si raja hutan.
"Kenapa bengong? Cepat masuk!" Sentak Gloria yang mengagetkan Gading.
"Baik Nona..."
__ADS_1
Gading segera masuk ke dalam mobil begitu pula Gloria yang masuk ke dalam mobil di ikuti Lion. Bersyukur karna mobil yang mereka bawah adalah mobil yang mempunyai kapasitas yang luas di luarnya membuat Lion bisa masuk dan berbaring nyaman di dalam mobil itu.
Gading berusaha tenang mengemudi mobilnya walau pun ada hewan buas di belakangnya.
Sampai di markas Gloria langsung turun ari mobil di ikuti Gading dan Lion yang terakhir turun.
Antony yang melihat seekor singa di dekat sang ketua sontak langsung terkejut begitu pula anggota Scorpio yang ada di aula itu.
"NONA AWAS...! ADA SINGA DI BELAKANG NONA...!" Teriak Antony yang berjalan cepat ke arah Gloria dengan mengeluarkan pistolnya.
"Tenanglah paman dia temanku...!" Ucap Gloria yang menghentikan Antony.
"Teman Nona..?" Ucap Antony yang kurang percaya.
"Yah paman. Dia LIon teman aku di hutan dulu... Aku dan dia sudah berteman sejak aku masih kecil.Jadi, dia tidak berbahaya untukku." Terang Gloria yang mengelus kepala Lion yang seperti kucing .
Antony yang mendengar penuturan dari Gloria hanya bisa melongo menatap bergantian antara Gloria dan singa itu. Namun, jika di lihat-lihat singa itu memang tidak berbahaya karna terlihat jinak.
"Ada apa Tuan..? Kenapa wajah TUan semurung itu..?" Gading yang melihat wajah murung dan sendu Antony langsung bertanya pada pria tua itu.
"Aku terlambat... Kita semua terlambat... Andaikan kita cepat menemukan Nona mungkin.... Nona muda tidak akan hidup bertahun-tahun dalam hutan. Bahkan untuk berteman saja Nona muda hanya mempunyai seekor singa bukan manusia." Ucap Antony yang panjang kali lebar.
Gading yang mendengar itu hanya bisa menghembuskan napasnya ringan. Apa yang di katakan Antony ada benarnya juga. Jika saja mereka semua lebih cepat menemukan nona muda mereka mungkin Gloria tidak akan hidup di hutan dan berteman dengan hewan buas sekalipun yang kapan saja bisa membunuhnya.
"Mungkin ini sudah takdir dari ketua sendiri. Walaupun hidup di dalam hutan tapi ketua menjadi pribadi yang kuat karna di latih keras oleh keadaan yang memaksa ketua untuk terus bertahan hidup salah satunya dengan berburu di hutan dan sudah pasti ketua pernah bertarung dengan salah satu dari hewan buas di hutan itu." Terang Gading yang mencoba menghibur Antony agar tidak terlalu merasa bersalah pada Gloria.
"Ah.... Kamu benar juga. Walaupun hidup di hutan tapi anak itu lebih kuat dari yang kita bayangin." Balas Antony yang tersenyum tipis.
Sedangkan di tempat lain Gloria ternyata membawa Lion menuju kamarnya yang berada di dalam markas itu terletak pada lantai kedua.
"Masuklah.." Gloria membuka pintu kamarnya lebar-lebar hingga Lion bisa masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Lion masuk ke dalam kamar Gloria yang begitu luas. LIon yang melihat sebuah kasur di dekat ranjang langsung merebahkan dirinya di atas kasur itu. Kamar Gloria begitu luas karna kamar itu sebenarnya 2 kamar tapi Gloria merenovasinya menjadi satu kamar yang begitu luas.
Gloria tidak akan mengurung Lion di dalam sangkar. Justru Gloria akan membiarkan Lion berkeliaran dan tidur di kamar yang sama dengannya.
"Kamu menyukainya...?" Gloria bertanya dengan mengelus dan berbaring di atas perut Lion seperti anak kucing.
Grrrrrr
"Baguslah kamu menyukainya. Aku sengaja membuatkannya untuk kamu tiduri." Ungkap Gloria yang memang sengaja membuatkan tempat tidur Lion disitu.
"Haaaaa aku jadi merindukannya...." GUman Gloria yang menutup matanya hingga bayangan wajah Luis muncul dalam pikirannya.
Jika di tanya rindu ataukah tidak? Gloria rindu. JUstru sangat merindukan sosok Luis pria yang di kenalnya baru beberapa bulan tapi berhasil mengambil hatinya.Sosok pria yang berhasil mengajarkannya cinta untuk pertama kalinya.
Grrrrr
Seperti mengerti jika temannya sedang merindukan seseorang. Lion dengan tenang mengaung dan menggesek-gesekkan kepalanya di ceruk leher Gloria.
"Kamu tahu Lion aku merindukannya apa.... Dia juga merindukan aku..?" Bisik Gloria yang nyaris tak terdengar.
Deg
Luis yang sedang fokus bekerja tiba-tiba jantungnya berdetak begitu kencang. Entah kenapa kerinduannya pada Gloria semakin menggila.
"Apa disana dia juga merindukan aku...? Aku sangat merindukannya..." Ungkap Luis yang memilih bersandar pada kursi kebesarannya.
Luis menutup matanya hingga bayangan wajah Gloria menari-nari di kepalanya hanya cara itu yang bisa Luis lakukan setiap dia merindukan Gloria. Sosok wanita yang menarik perhatiannya, sosok wanita yang berhasil mendapatkan hati dan cintanya secara utuh.
"Bersabarlah... Sedikit lagi setelah ini aku akan menjemputmu." Guman Luis yang membuka matanya dan mulai bekerja kembali.
Luis memutuskan untuk menyelesaikan semuanya dengan cepat karna dia takut Gloria tidak bisa menunggunya disana.
__ADS_1