
Seorang wanita tengah terbaring di atas rumput hijau menatap bulan dengan seekor dengan singah temannya. Sosok gadis itu tak lain dan tak bukan adalah Gloria yang berbaring di atas tubuh Lion sebagai bantalnya.
Gloria yang tak bisa tidur memilih turun ke taman belakng mension menatap rembulan malam yang begitu memancarkan sinarnya.
"Baby apa yang kamu lakukan di tempat ini?"
Gloria yang sedang melamun menatap bulan langsung tersadar saat mendengar suara itu. Matanya mendongak melihat pria tampan yang berdiri di depannya itu yang tak lain adalah Luis kekasihnya sendiri.
"Loh kamu ngapain kesini?" Bukannya menjawab pertanyaan Luis sebaliknya Gloria justru bertanya balik pada Luis.
Luis hanya tersenyum memakaikan selimut pada Gloria lalu masuk ke dalam selimut yang sama membawa Gloria masuk ke dalam pelukannya.
"Aku tak bisa tidur entah kenapa aku kepikiran tentang kamu hingga aku tak sengaja melihatmu dari jendela sana." Kata Luis yang menunjuk jendela kamar ia tempati.
Gloria yang melihat itu hanya menganggukan kepala samar karena memang kamar di lantai dua kebanyakan langsung menghadap taman belakang jadi tidak memungkinkan jika Luis tidak melihatnya.
"Hm aku melupakan fakta itu," guman Luis yang masih di dengar oleh Luis.
"Kenapa kamu kemari?" tanya Luis yang mengelus lembut surai panjang Gloria.
"Aku tak bisa tidur setelah ingatan masa kecil aku terbuka," kata Gloria yang menarik napas berat.
"Kau tidak ingin cerita padaku? Ceritakanlah, walaupun aku tak bisa membantumu setidaknya dengan menceritakannya kamu akan sedikit melepaskan beban di pundakmu."
__ADS_1
Gloria terdiam saat mendengar apa yang di katakan oleh Luis. Tak ada yang tahu jika Gloria yang terlihat kuat dan tak terpengaruh apapun itu menyimpan sebuah beban yang sangat berat di pundaknya.
Hahhhhh
Gloria menarik napasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan pelan-pelan. Saat ini dia benar-benar ada dimana titik rendah untuknya.
"Dulu aku mengira aku hanya di buang di dalam hutan karena saat aku terbangun aku berada di dalam hutan itu tanpa siapapun di sisiku. Aku hanya berpikir jika aku benar-benar di buang namun aku tak menyangka jika selama ini ada sebagaian ingatan yang tak aku ingat,"
"Mengenai kamu di jual oleh mereka?"
"Benar, aku melupakan peristiwa itu. Aku tidak tahu kenapa bisa aku melupakan hal yang cukup menyakitkan padahal seingatku aku tak pernah terbentur dengan keras."
"Baby tidak semua ingatan akan terhapus atau terkubur karena di sebabkan oleh sebuah kecelakaan."
"Maksudnya bagaimana?" Gloria menatap Luis dengan pandangan yang penuh tanda tanya.
"Ada beberapa kejadian yang membuat kita melupakaningatan kita tanpa kita mengalami sebuah kecelakaan. Seperti kenangan pahit dan menyakitkan, di saat otak kita tidak bisa menerima ingatan itu maka dengan alami otak kita akan mendorong ingatan itu di dasar paling jauh membuat kita tak bisa mengingat ingatan itu. Aku tidak tahu namanya apa karena aku bukan dokter namun aku pernah mendengarnya kurang lebih seperti itu," terang Luis dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Gloria hanya diam sambil memikirkan semuanya anak sekecil itu memang tidak akan bisa menerima kenyataan jika ia di jual oleh ayahnya sendiri. Gloria sekarang tahu kenapa dia tidak mengingat kenangan itu karena otaknya yang tidak mampu menerima membuat ingatan itu terkubur dalam diri Gloria.
Gloria mendongak menatap Luis yang menatap bulan dengan damai. [Pria yang membawa sebuah warna baru untuknya, pria yang membawa setitik terang dan kebahagiaan untuknya namun apakah pria di depannya itu tidak akan berubah?.
"Luis," panggil Gloria dengan suara yang pelan.
__ADS_1
"Ada apa?" Luis menunduk menatap lembut wanita yang di cintainya itu.
"Apa kamu tidak akan berubah?"
Luis yang mendengar pertanyaan itu tentu saja merasa bingun dan terdengar ambigu. Matanya menatap Gloria yang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan. Luis diam dengan kerutan di dahi yang semakin berkali lipat. Namun Luis tidak ingin menjawab sembarangan hingga membuat dirinya nanti salah di artikan oleh Gloria.
"Berubah seperti apa hmmm? Aku akan menjadi Pria yang terus mencintaimu, pria yang melindungimu dan pria yang akan selalu mendukungmu kapanpun itu baik mu berada di jalan manapun." Jawab Luis dengan yakin dan terdengar tegas.
"Apa kamu akan terus mencintaiku? Apa kamu tidak akan pergi meninggalkanku? Apa kamu tidak akan mendua? Apa jany mmmp..,"
Gloria tidak lagi melanjutkan kalimatnya saat Luis membungkam mulutnya dengan mulutnya. Luis sangat kesal dengan pertanyaan Gloria di tambah dengan tatapan mata sang kekasih yangsangat putus asa dengan semua hal yang dia hadapi. Sejauh ini satu hall yang bisa Luis hadapi sekuat apapun Gloria tetap ada trauma dalam dirinya terutama soal pengkhianatan.
Memikirkan akan trauma yang di alami wanita yang di cintainya membuat Luis mengepalkan tangannya dengan erat menahan gejolak amarah di dalam dirinya. Luis berusaha meredam amarahnya dengan mencium bibir sang kekasih dengan sedikit tuntutan membuat Gloria kewalahan menghadapi Luis saat ini.
Setelah puas memainkan bibir Gloria dengan pelan Luis melepaskan tautan bibir mereka. Luis bisa melihat jika bibir sang kekasih bengkak karena ulahnya. Luis merasa bersalah karena membuat Gloria kesakitan.
"Maaf aku membuatmu kesakitan," bisik Luis yang mengecup lembut bibir Gloria.
"Dengar baby, aku tak bisa menjamin jika bersamaku kamu tidak akan pernah menangis. Namun selama aku hidup aku hidup aku akan berusaha membuatmu bahagia dengan caraku sendiri. Kamu tidak percaya aku akan setia? Tak apa aku akan membuktikannya dengan caraku sendiri."
Gloria hanya diam mencoba tersenyum menyakinkan hatinya jika Luis tidak akan sama seperti Juliando yang brengsek.
"Lalu bagaimana dengan balas dendammu?"
__ADS_1