
"El sini! Aku mempunyai sesuatu untukmu" Kata Gloria yang memanggil El untuk datang mendekat ke arahnya.
Sedangkan El hanya menurut melangkahkan kakinya mendekat ke arah Gloria
"Lihat! Aku membelikanmu pakaian baru" Ucap Gloria dengan senyum manis di bibirnya langsung memberikan kresek hitam di tangannya pada pangkuan El.
El yang melihat itu segera mengambil dan membukanya. Di ambilnya dua baju kaos dan juga dua celana panjang lengkap dengan boxernya membuat El langsung tersipu malu hingga wajahnya memerah sampai ke telinga.
"Untuk apa membeli ini semua? Pasti uang kamu habis karena membelikan ku pakaian?" Ucap l lembut tidak enak hati kepada Gloria.
Padahal El tidak keberatan menggunakan pakaian lusuh bekas pakaian milik almarhum kakek Gloria.
"Tidak apa-apa nanti aku cari lagi. Kamu masih muda tidak seharusnya memakai pakaian lusuh milih kakekku. Aku minta maaf hanya bisa memberimu pakaian yang dengan harga murah mungkin di kehidupan kamu sebelumnya kamu memiliki segalanya" Ucap Gloria dengan sedih namun di tutupi dengan raut tersenyum.
El yang mendengar penuturan Gloria hanya bisa menghela nafas sepertinya Gloria adalah tipe wanita yang keras kepala dan sedikit susah diatur. El juga merasa bersalah jika menolak pemberian dari Gloria.
__ADS_1
" Itu apa?" Tanya El saat melihat benda yang sedikit memanjang dan seperti sarung pisau atau sarung belati sedangkan Gloria yang mendengar pertanyaan El langsung melihat ke arah yang di tunjuk El.
"Eh tadi ada memberikan ku ini katanya untuk jaga diri nanti kalau berburu di hutan lagi" Jawab Gloria dengan senyum manis di bibirnya.
El yang melihat itu jelas terpaku namun tatapan terpesona El langsung berganti dengan tatapan datar saat melihat darah kering di kening samping Gloria.
"Kening Kamu kenapa?"
El bertanya dengan datar tangannya terulur untuk mengelus lembut luka dan darah kering di kening Gloria yang sudah mengering.
"Masalah apa?" Tanya El dengan suara datar dan dingin menatap tajam Gloria.
"Itu.... Beberapa minggu yang lalu aku menghajar komplotan mereka karena memalak bapak-bapak tua" Ucap Gloria yang melihat ke arah lain.
" Memang Apa yang kamu lakukan selain menghajar mereka?" tanya El yang menatap curiga dan penuh selidik kepada Gloria yang tengah bergerak gelisah.
__ADS_1
"Emmmm aku membuat mereka babak belur hingga masuk rumah sakit karena tangan dan Gigi mereka patah hehe" ucap Gloria yang hanya tertawa tanpa dosa.
El yang mendengar itu sontak menepuk jidat sendiri karena kepolosan Gloria malah membuat petaka untuk dirinya sendiri. Pantas saja di hadang ternyata dia duluan yang membuat masalah dengan membuat anggota orang itu masuk rumah sakit pikir El.
"Lalu bagaimana kelanjutan masalah kamu sama mereka?" Tanya El.
"Sudah selesai. Paman botak juga meminta maaf kepadaku dan menyuruh teman-temannya untuk mengantar aku pulang tadi" Jawab Gloria santai namun tidak dengan El yang menatap melotot ke arah Gloria.
"Mengantar kamu pulang?"
"Iya tuh obor tadi di kasih paman gondrong hehehe" jawab Gloria dengan sampai.
Sedangkan El lagi-lagi hanya bisa melongo mendengar penuturan Gloria yang begitu santai. Bagaimana bisa gadis selugu dan sepolos Gloria bisa berteman dengan orang yang notabenenya adalah seorang penjahat. El baru saja akan membuka mulutnya untuk bicara namun lagi-lagi Gloria sudah tidak ada di depannya.
"Astaga bagaimana bisa Gadis itu bisa berteman dengan seorang penjahat?" Guman El benar-benar tidak percaya akan hal itu.
__ADS_1
Sedangkan Gloria orang yang menjadi objek sedang enak-enak tertidur lelap padahal baru beberapa saat terbaru di atas panjang.