Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Kisah masa lalu


__ADS_3

"Dan kamu...... Mulai saat ini aku akan memanggilmu Kak Gading."


Uhuukkk uhuukkk


Gading yang baru 3 suap memasukan makanan dalam mulutnya langsung tersedak saat mendengar perkataan Gloria yang begitu santai tanpa beban. Gading mengambil air minum lalai meminumnya hingga tandas. Matanya menoleh ke arah pria paruh baya itu yang hanya menganggukan kepalanya tanda untuk mengikuti ke inginkan dari sang Nona muda.


"Terserah anda Nona muda...." Balas Gading apa adanya.


"No....no.... Bukan Nona muda tapi Gloria!" Tekan Gloria yang menunjuk Gading dengan garpu yang di pegangnya.


"Tapi itu tidak pantas Nona muda."


Bukan Gading yang protes akan tetapi pria paruh baya itu langsung mengeluarkan isi pikirannya.


"Sudah aku katakan, kalian harus menuruti keinginanku. Lagipula aku sudah hidup menyendiri dari kecil apa kalian tidak mau menuruti keinginan kecil dari gadis malang sepertiku?" Ucap Gloria dengan memasang ekspresi cemberut.


Melihat itu sontak membuat kedua pria beda usia di depannya itu kaget.


"Baik Nona kami akan memanggil anda dengan sebutan Glo....ria." Ucap pria tua itu dengan memaksa senyum.


"Baguslah." Balas Gloria yang melanjutkan makannya.


Setelah makan pria tua itu mengajak mereka ke ruangan lain yang di yakini Gloria jika ruangan itu adalah ruang rahasia. Ruangan itu berada di bawah tanah untuk masuk ke dalam sana harus masuk lewat gudang.

__ADS_1


"Silahkan duduk Nona muda!"


"Paman....."


"Di ruangan ini Anda Nona muda atasan kami dan kami hanya bawahan." Potong pria tua itu dengan datar dan tegas.


Gloria yang mendengar itu hanya bisa diam lalu duduk di kursi yang di tunjuk oleh Pria tua itu. Gading yang berada di belakang kursi kosong itu langsung menariknya sedikit untuk mempermudah Gloria duduk.


"Perkenalkan saya adalah Antony orang kepercayaan Kakek anda terdahulu." Ucap Pria tua itu yang langsung membungkukkan badannya 90 derajat kepada Gloria.


"Orang kepercayaan?" Beo Gloria yang menatap bingun ke arah Antony.


"Benar Nona. Semua aset rahasia yang di miliki oleh keluarga besar Leticia ada di tangan saya. Dan semua aset itu akan segera jatuh pada tangan anda sebagai pewaris yang sah dari semua ini."


Keluarga Leticia adalah keluarga terpandang dan orang terkaya nomor 2 di negara Jerman. Namun yang dapat di lihat oleh publik hanya aset umum yang berupa perusahaan Leticia Company yang merupakan perusahaan terbesar nomor 2 di Jerman.


Vanessa Leticia adalah nama ibu kandung dari Gloria. Vanessa merupakan pribadi yang begitu baik dan berhati lembut pada siapa pun. Vanessa jatuh cinta pada pria biasa yang bernama Juliando Kiel yang merupakan ayah kandung dari Gloria.


Vanessa yang merupakan pribadi yang welcome sama siapa saja jatuh hati pada Juliando karna pria itu pekerja keras. Setelah berkenalan cukup lama Vanessa dan Juliando akhirnya resmi menjalin hubungan sebagai kekasih.


Tuan Gerald selaku Kakek Gloria awalnya menyukai sosok Juliando yang pekerja keras tapi tidak lagi saat mengetahui pekerjaan lain dari Juliando yang merupakan gigolo dan simpanan tante-tante Kaya.


Gerald yang mengetahui akan hal itu langsung menentang hubungan Vanessa dan Juliando dengan keras. Gerald yang sangat menyayangi Vanessa tidak ingin putri satu-satunya itu salah memilih jodoh. Apalagi menikah dengan pria brengsek seperti Juliando.

__ADS_1


Vanessa yang sangat mencintai Juliando tentu menolak keinginan Ayahnya untuk memutuskan hubungannya dengan Juliando. Gerald yang kehilangan cara memisahkan Vanessa dari Juliando akhirnya merencanakan perjodohan untuk putri semata wayangnya itu.


Namun entah bagaimana rencana itu sampai di ketahui oleh Vanessa selaku putrinya. Vanessa yang sangat mencintai Juliando tentu tidak setuju dengan hal itu.


Vanessa yang mengetahui rencana ayahnya nekat langsung kabur dari rumah Li menikah diam-diam dengan Juliando tanpa pengetahuan dari Gerald sendiri.


Gerald sangat murka saat mengetahui jika putrinya sudah menikah dengan pria brengsek yang sangat dia benci itu. Amarahnya semakin memuncak saat mengetahui jika Putri semata wayangnya, putri yang sangat dia cintai itu tengah mengandung dari anak si brengsek Juliando.


Gerald yang sangat menyayangi Vanessa tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi putrinya itu tengah mengandung. Gerald bisa saja membunuh Juliando masa saat itu tapi bagaimana kehidupan putri dan cucunya nanti.


Gerald yang marah dan kecewa langsung memutuskan hubungan dengan Vanessa hanya memberi perusahaan untuk putrinya itu.


Sejak saat itu Juliando mulai membuat rencana jahat dan membunuh Gerald dalam sebuah insiden dalam kecelakaan. Tanpa Vanessa ketahui jika semua aset telah di berikan kepadanya.


Juliando lagi lagi mulai merencanakan pembunuhan terhadap Vanessa di bantu selingkuhannya. Juliando lakukan itu untuk menguasai seluruh aset Vanessa. Bahkan pria itu dengan tega menjatuhkan Vanessa di lantai 2 mension mereka.


"Menjatuhkan?"


"Benar, pria bajingan itu dan selingkuhannya menjatuhkan Nona Vanessa dari lantai dua."


"Lalu Mommy ku?"


"Ibu anda meninggal di tempat karna kepalanya pecah menghantam batu."

__ADS_1


Deg


__ADS_2