Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Terpesona


__ADS_3

"Gloria, dia adikku." Kata Luis yang menunjuk Luisa yang sedang berada di depan Gloria.


"Ha...hallo kakak ipar, namaku Luisa." Sapa Luisa dengan tersenyum kaku.


Luisa sebenarnya sedikit malu bertemu dengan Gloria saat ini. Bagaimana tidak? Luisa masih mengingat dengan jelas apa yang di lakukannya kemarin saat dengan percaya dirinya mengatakan akan melindungi Gloria. Tanpa Luisa sadari jika Gloria lebih hebat di banding dengan dirinya.


Bahkan dengan sekali pertemuan Luisa langsung menyukai wanita yang di cintai oleh kakaknya itu. Luisa dapat melihat dan merasakan jika gadis di depannya adalah benar-benar gadis yag tulus dan akan sangat cocok bila bersanding dengan Luis sang kakak.


"Gloria, kamu bisa memanggilku dengan Gloria bukan dengan panggilan kakak ipar." Kata Gloria dengan senyum manis ke arah Luisa.


Deg


Luisa yang melihat senyum manis dari Gloria langsung tertegun. Ternyata bukan hanya Luisa yang tertegun, namun Javier juga sampai mematung di tempat melihat senyum gadis di depannya itu sangat indah.


Sedangkan Gloria, gadis itu sengaja meminta Luisa untuk memanggilnya dengan sebutan Gloria karena ia tidak merasa nyaman dengan panggilan kakak ipar yang di sematkan oleh adik dari pria yang menjadi kekasihnya saat ini.


"Jaga matamu jika tidak ingin aku colok." Bisik Luis di telinga Javier.

__ADS_1


Glek


Javier yang sedang terpesona pada kecantikan Gloria langsung merinding mendengar bisikan Luis seperti mendengar bisikan malaikat maut saja. Dengan kepala yang patah-patah Javier menoleh ke arah Luis yang menatapnya seperti tatapan seekor singa yang lapar saja kepada mangsanya.


"Becanda bos, kagak ada yang ambil juga." Bisik Javier namun dengan pelan segera bersembunyi di samping Luisa.


"Baiklah aku akan memanggilmu dengan nama Gloria." Putus Luisa yag tersenyum kecil ke arah Gloria.


"Itu terdengar jauh lebih baik daripada panggilan kamu yang sebelumnya." Balas Gloria yang berjalan menghampiri Toni dan Gading yang seperti sedang membahas sesuatu yang penting.


"Ada apa?" Tanya Gloria saat sampai di dekat kedua pria yang berwajah datar iru.


"Ada apa? Apa ada masalah?" Tanya Gloria ulang.


"Tua bangka itu Nona," Kata Gading dengan wajah datar dan dingin tatapan penuh kebencian.


"Ada apa lagi dengan mereka itu? Apa mereka membuat masalah lagi?" Tanya Gloria dengan dahi yang menyatu.

__ADS_1


"Tua bangka itu merencanakan akan melakukan sesuatu yang buruk. Pertama mereka merencanakan akan mencelakai Tuan Antony. Kedua Tua bangka bau tanah itu berencana akan menghasut para pemegang untuk terus menolak anda menjadi pemimpin Perusahaan itu." Terus terang Gading dengan menahan amarah dalam dirinya.


Sedangkan Gloria gadis muda itu mengepalkan tangannya erat-erat dengan tatapan yang sangat tajam dan aura dingin yang menyeruak membuat orang-orang yang berada di dalam ruangan itu tertegun. Terutama Luis yang tidak menyangka jika Gloria datang dengan identitas yang begitu misterius.


Gloria tiak menduga jika orang-orang itu tidak pernah puas dengan apa yang mereka miliki sekarang. Bahkan tanpa sadar diri dengan apa yang mereka lakukan bertahun-tahun. Kini mereka kembali merencanakan untuk membunuh dan merenggut nyawa orang lain lagi hanya karena sebuah harta.


Entah apa yang ada di otak para manusia kotor itu hingga tak pernah sadar dengan apa yan mereka lakukan. Gloria tidak habis pikir dengan otak dan akal kedua orang-orang seperti mereka. Kenapa bisa membunuh seseorang di anggap hal sepele oleh kedua orang itu.


"Toni, segera ingatkan Paman Antony untuk berhati-hati. Pastikan anggota kita mengawal ketat Paman Antony!" Perintah Gloria.


Tidak ada lagi tatapan lembut dan polos Gloria kini tatapan itu telah berganti dengan tatapan tajam dan dingin.


"Baik ketua." Toni dengan segera merebus aku celananya mengambil benda persegi empat itu. Toni dengan cepat mulai mengotak-atik benda itu.


Sedangkan Gloria, gadis itu anggota ke adik ponselnya dan meletakkannya di samping telinganya.


"Kirim peringatan dengan tanda merah pada kediaman Leticia!"

__ADS_1


Deg


__ADS_2