Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Tidak bisa!


__ADS_3

"Luisa....!?"


"Jawab Kak! Gloria siapa?" Desak Luisa yang duduk di depan meja Luis.


Huhhhh


Terlihat Luis yang menghela napas dan membuang muka secara kasar. Sebenarnya bukan bermaksud ingin menyembunyikan tapi Luis takut itu akan membuat amarah sang adik. Luis tahu Luisa sangat posesif padanya bukan satu atau dua wanita yang mendekati di beri pelajaran oh Luisa. Adiknya itu memang penakut tapi akan bergerak seperti kelinci liar bila ada wanita yang mendekati.


Sedangkan Javier yang berada di belakang Luisa hanya menatap Luis dengan wajah datar. Javier juga sangat penasaran dengan sosok itu terlebih Luis akan selalu mengatakan merindukan sosok itu setiap saat. Ini bukan pertama kalinya Javier mendengar Luis mengucapkan nama Gloria itu.


"Kak ayo katakan!" Desak Luisa lagi yang seperti gadis itu begitu penasaran.


"Duduklah Vier!" Kata Luis yang mempersilahkan Javier untuk duduk di samping Luisa.


Javier yang mendengar itu sontak langsung tersenyum. Javier tahu jika sudah seperti ini berarti Luis menganggapnya sebagai sahabat bukan bawahan.


"Dengar....! Apapun yang katakan jangan memotongnya." Pesan Luis yang menatap tajam Luisa


Luis tau adiknya itu akan selalu saja memotong kalimatnya jika dia penasaran.


"Baik Kak." Jawab Luisa tersenyum manis.


"2 bulan lalu aku kecelakaan dan di tolong oleh sosok gadis yang bernama Gloria. Setelah 2 Minggu aku sadar tapi aku tidak mengingat apa-apa termaksud namaku......" Kalimat Luis langsung terpotong dengan suara Luisa yang cempreng.


"Hilang ingatan kak!" Pekik Luisa.


"Eh lanjut..... Lanjut...." Luisa segera menutup mulutnya saat melihat tatapan tajam Luis padanya yang sudah seperti singa kelaparan.

__ADS_1


Sedangkan Javier yang berada di samping Luisa hanya bisa geleng-geleng kepala dengan sifat Luisa.


"Intinya dia yang nolongin Makan dan merawat kakak selama 2 bulan lebih." Kata Luis yang sudah kehilangan mood untuk bercerita.


"Lalu?"


"Apanya? Begitu saja." Balas Luis ketus.


Haaaah


Luisa dan Javier yang mendengar jawaban Luis sontak membulatkan mata. Kedua orang itu sudah sangat penasaran dengan sosok itu tapi Luis justru hanya mengatakan hal singkat itu.


"Kak Luis....!" Rengek Luisa yang menatap kesal sang Kakak.


"Apalagi adikku tersayang?" Balas Luis yang menatap wajah Luisa.


"Gadis yang mana?"


"Itu Gloria!"


"Gadis hutan!"


"Kakak ihhhh."


"Huuuh mau kamu apa sih Luisa?" Frutasi Luis menatap kesal gadis di depannya itu dengan kesal.


"Aku mau Kakak ceritakan tentangnya."

__ADS_1


"Namanya Gloria dari kecil tumbuh di hutan bersama kakeknya tapi kakeknya sudah meninggal beberapa tahun lalu jadi dia hidup sendri di hutan sekarang." Terang Luis.


Jah di lubuk hatinya Luis sangat merindukan dam cas secara bersamaan dengan kondisi gadis yang di cintainya. Tak bisa pungkiri jika dia sangat merindukan sosok itu setiap saat.


"Kakak menyukainya?" Tanya Luisa yang setelah diam beberapa saat.


"Kakak tidak hanya menyukainya tapi Kakak juga mencintainya. Kakak tahu selama ini kamu selalu tidak membiarkan orang lain mendekati Kakak Selama ini pula kakak diam karna Kakak tidak menyukai para wanita itu. Namun, sekarang kasusnya berbeda kakak tidak hanya menyukai tapi mencintai gadis itu. Jadi, kamu mau belajar untuk menerima sosoknya Kakak yakin kamu akan menyukainya." Terus terang Louis yang tak ingin menyembunyikan apapun dari kedua orang di depannya itu.


Louis memang membiarkan sang adik Luisa selama ini untuk berlaku sesukanya kepada para wanita yang mendekatinya dan tentunya Louis hanya diam saja tanpa berniat untuk ikut campur. Karena baginya apa yang dilakukan oleh sang adik adalah benar para wanita yang mendekatinya tidak ada satu orang pun yang benar-benar tulus datang padanya murni karena ingin membangun sebuah hubungan. Para wanita itu datang padanya dengan maksud dan tujuan yang jelas Louis tau yaitu hanya karena mengejar harta dan tahta semata.


Namun untuk kasus Gloria itu tidak akan sama karena Louis mencintai gadis itu. Walaupun pria itu menyayangi sang adik akan tetapi dia juga tidak akan membiarkan wanita yang di cintainya di sakiti termasuk oleh adiknya sendiri yaitu Luisa. Gloria dan Luisa merupakan dua orang wanita yang yang di cintainya dengan porsi yang sama dan posisi masing-masing.


Luisa yang Luis sayangi dan cintai sebagai seorang adik Sedangkan untuk Gloria sebagai sosok yang Louis cintai sebagai seorang lawan jenis seperti seorang kekasih.


Sedangkan untuk Luisa dan Javier kedua orang itu tertegun mendengar penuturan dari Louis yang begitu serius. Luisa tahu selama ini sang kakak sengaja membiarkan dirinya untuk menyingkirkan para wanita yang mendekatinya. Akan tetapi, mendengar dari perkataan sang kakak barusan dapat Luisa tebak jika sang kakak benar-benar mencintai sosok itu.


Luisa tidak masalah dengan wanita mana yang di cintai oleh sang kakak. Asalkan wanita itu berhati baik dan benar-benar tulus kepada kakaknya maka Luisa makan dengan senang hati restuinya. Tanpa memandang siapa dan apa latar belakang dari wanita itu bahkan jika seorang yatim piatu sekalipun.


"Kenapa kakak tidak membawanya kesini?" Tanya Luisa dengan suara pelan.


"Tidak bisa! Bukan aku tidak ingin akan tetapi keselamatannya lebih terjamin berada di tengah hutan daripada berada di sekitar kita." Jawab Luis yang menghembuskan napas kasar.


"Tapi di sana juga berbahaya Kak! Bagaimana bisa seorang wanita tinggal di tengah-tengah hutan?"


"Setidaknya walau di tengah-tengah hutan hewan-hewan buas di sana tidak akan menyakitinya karena mereka berteman. Sedangkan di sini kamu juga tahu bagaimana keadaan kita. Gloria merupakan gadis lugu dan polos walau dari segi umur sudah terlihat dewasa akan tetapi pemikirannya begitu polos. Gadis itu tidak akan bisa membedakan mana yang jahat dan mana yang baik. Jika Kakak membawanya ke sisi kita maka itu sama sajakah kamu mendorongnya jatuh ke jurang. Walaupun tinggal di hutan tetapi Gloria selalu hidup tentram dan damai di sana tidak seperti keadaan kita yang terus berperang antara hidup dan mati bahkan dengan keluarga sendiri." Ucap Luis panjang kali lebar menatap langit-langit ruang kerja miliknya.


Luisa dan Javier lagi-lagi tertegun mendengar kalimat panjang dari Louis. Keduanya tahu apalagi Javier tentu dia mengetahui bagaimana kerasnya dan kejamnya dunia bisnis bahkan di dalam bisnis tidak ada namanya keluarga.

__ADS_1


__ADS_2