Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
01.Menolong


__ADS_3

Hingar bingar suara house music di sebuah club terdengar memekakan telinga..hingga orang-orang yang berkerumun di floor dance ikut asik menghentak-hentakan kepalanya mengikuti alunan music


"Are you reaaaadddyyyyyy!!!!!" teriak seorang DJ dari balik jokey tablenya


teriakan DJ itu disambut dengan teriakan gemuruh para penghuni floor dance dibawahnya


Segala hingar bingar di club tersebut..sepertinya tidak menarik minat seorang pemuda yang tengah duduk di kursinya yang berada di pojokan


Dia mendorong pelan kepala seorang gadis muda yang tengah melendot manja di pundaknya..sepertinya gadis itu dibawah pengaruh alkohol dari minuman yang berserakan di atas meja


Kemudian..pemuda itu bangun dari duduknya


"Mau kemana bro?" tanya temannya yang duduk di depannya sambil memeluk seorang gadis


"Gua balik Ko.." jawabnya malas


"Laaah..gimana sih lo?..baru juga jam berapa?" protesnya


"Lu lanjut ajah..nyantai aja lu..gua mau balik.." jawabnya


"Lu mau kemana Stu?" tanya gadis yang tadi melendot manja di pundaknya


Stewart Jodi Wijaya..biasa disapa Stu..nama pemuda itu..tidak menjawab pertanyaan gadis itu..dia melangkahkan kakinya menuju ke toilet


"Nanti gua ke apartement lu yaaak?" teriak teman Stu yang bernama Riko Suseno..bisa dibilang Riko adalah asisten merangkap bodyguard Stu yang merupakan CEO Wijaya Holding..sebuah korporasi terbesar di ibukota


Mereka berteman akrab sejak mereka sekolah di sekolah dasar


Stu hanya melengoskan tangannya menjawab teriakan Riko..dia teruskan langkahnya menuju toilet


"Hai handsome..lonely?" sapa seorang wanita muda sambil menghampiri Stu


Stu tidak menggubrisnya..dia teruskan langkahnya


"Bule KW!!" umpat wanita itu sambil menghisap rokoknya melihat Stu masuk ke dalam toilet


Stu meraup air di mukanya untuk mengembalikan kesegaran di raut mukanya


Dia sibak rambut lurus hitam ke kuningannya dengan sisa air yang ada di telapak tangannya..separuh darah Kanada dan separuh darah Indonesia..membuat rambutnya berwarna hitam bercampur kuning khas blonde


Wajah putih dengan rahang keras dan hidungnya yang mancung menghiasi wajahnya yang kebule-bulean


"Bule KW!!" desis Stu pelan sambil tersenyum miring


Setelah cukup segar..Stu keluar dari toilet dan segera keluar dari club tersebut


Dia acuhkan beberapa panggilan wanita yang berpakaian cukup seksi ketika dirinya lewat di depan mereka


Stu menuju ke sebuah sedan sport Maserati hitam yang parkir di depan club tersebut


Tak lama..sedan sport itu segera meluncur membelah lalu lintas ibukota yang mulai lengang


"Ooooh...*****!!" umpat Stu yang kaget sambil menginjak remnya karena mobilnya dihadang oleh seorang petugas sambil melambai-lambaikan warning light berwarna merah di tangannya


"Ada apa pak?" tanya Stu kepada petugas yang menghampirinya begitu kaca mobilnya dia turunkan


"Mohon maaf pak..jalan di depan ditutup karena ada perbaikan..bapak silahkan ambil jalan lain.." jawab petugas itu


Sejenak Stu melihat ke sekelilingnya


"Kalau belok kiri bisa nggak pak?" tanya Stu


"Bisa pak..bapak tinggal lurus ajah..nanti begitu bapak ketemu under pass..bapak belok kanan..nanti bapak ketemu lagi dengan stadion di depan sana.."


"Terima kasih ya pak.."


"Iya pak..sama-sama"


Kemudian Stu membelokan mobilnya ke kiri..sesuai arahan petugas itu


Sebetulnya dia merasa asing lewat jalan ini..karena dia mempuyai kebiasaan dan jadwal yang tertata..sampai urusan jalan pun harus melalui jalan yang sering dia lewati..tidak mau lewat jalan lain..walaupun jalan itu lebih singkat


Dipersimpangan lampu merah..Stu membuka setengah jendela mobilnya


Dia nyalakan rokoknya sambil melihat daerah di sekitarnya yang sepi dan sunyi..dia merasa hanya mobilnya yang berhenti di persimpangan lampu merah itu


"Braak!!.."


Mata Stu melotot ke sisi kiri depan mobilnya..dia lihat seorang gadis muda tiba-tiba menabrak bumper kiri mobilnya..tapi jangankan minta maaf..gadis itu malah berlari melintas di depan mobilnya menuju ke pinggir jalan


Di belakang gadis itu..segerombolan anak punk berjumlah 4 orang berlari mengejarnya sambil berteriak-teriak kegirangan..seperti mendapat mangsa baru


"Bocah sialan!!" umpat Stu sambil keluar dari mobilnya


Dia periksa bumper mobilnya yang habis ditabrak gadis muda tadi


Setelah dirasa tidak ada yang lecet dan rusak dengan mobilnya..Stu masuk kembali masuk dan dia jalankan mobilnya


"Toloooong!!"


Stu menoleh ke arah sumber suara yang berasal dari sebelah kanannya


"Bomat!!..bukan urusan gua.." ketus Stu sambil kembali konsen menyetir

__ADS_1


Tiba-tiba..terlintas di matanya..saat pandangannya beradu dengan mata gadis yang telah menabrak bumper mobilnya


Mata itu menyiratkan permintaan tolong ke dirinya


Mata yang mengingatkan dirinya dengan seseorang


"Aaaah...fuuuuu**k!!!" umpat Stu sambil memutar mobilnya


Stu arahkan ke tempat anak punk yang tengah mengerubungi gadis itu yang sudah terpojok di tembok


"Mau kemana luu?..berani-beraninya lu nampar gua"


"Pagangin dia Luk!!"


"Lepasin!!..lepasin saya!!.." teriaknya begitu dua anak punk meringkus dirinya


Salah satu dari mereka melemparkan tas ransel kepunyaan gadis itu


"Tolooooong!!"


Plaaaak!!..


Sebuah tamparan cukup keras mendarat di pipi putihnya..darah menetes di sudut bibirnya


Plaaak!!..


Sebuah tamparan lagi mendarat di pipinya yang lain..hingga jilbab yang dipakai agak bergeser dan menutup wajahnya


Keempat anak punk itu menoleh kearah lampu mobil yang menyinari mereka


"HEEEI!!!" teriak Stu begitu sudah diluar mobilnya


Teriakan yang membuat keempat anak punk menoleh ke arah Stu


"Pergi dari sini bang..ini bukan urusan lu!!" kata anak punk yang tadi menampar gadis itu


"Lepasin dia.." pinta Stu sambil melangkahkan kakinya mendekati mereka


Sebetulnya mereka berempat gentar begitu melihat perawakan badan Stu yang tinggi besar..pundak kekar dan otot bisep yang menonjol di kedua lengannya..tapi karena merasa mereka berempat..cukuplah untuk meladeni laki-laki besar yang ada di depan mereka


Tapi mereka salah sangka..tidak membutuhkan waktu lama..keempat anak punk itu sudah tersungkur dengan muka babak belur di aspal jalan


"Pergi nggak luh!!..apa mau gua abisin disini lu pada?" bentak Stu


"Ii..iya bang..maa..maaf bang.."


Dengan menahan sakit..keempat anak punk itu meninggalkan Stu yang masih meradang mengepalkan tangannya


"Bikin tangan gua kotor ajah..ciih.." umpat Stu sambil melihat tangannya


Dia hampiri dan dia periksa gadis itu dengan hati-hati..jilbabnya sudah terbuka dan dia lihat ada bekas tamparan di kedua pipinya dan darah yang menetes di sudut bibirnya


Stu melihat gadis itu membawa sebuah ransel hitam yang sudah lusuh dan sebagian sudah robek


Entah apa yang ada dipikiran Stu saat ini..dia membawa gadis itu dan dia masukan ke dalam mobilnya


Dia hanya tidak bisa melihat seorang wanita di lecehkan di depan dirinya


Tak lama..Maserati hitam telah meninggalkan tempat itu


Sekitar 30 menit..Maserati itu berhenti di depan pagar sebuah rumah mewah atau lebih tepatnya Mansion


Seorang satpam membuka pintu itu setelah Stu memberikan kode klaksonnya


Stu mengarahkan mobilnya ke garasinya yang besar..disana ada beberapa mobil mewah tengah terparkir


"Mbak Puuurrr.." panggil Stu sambil menggendong gadis itu menuju ke lantai dua


"Iya deeen.." jawab seorang wanita berkisar berumur 60 tahun dari dalam dapur


"Ikut saya mbak.." pinta Stu


"Eeh...ii..iya den.." jawab mbak Pur yang heran melihat majikannya membopong sesosok gadis


mbak Pur mengekor di belakang Stu menuju ke lantai dua dan dia rebahkan gadis itu di ranjang yang ada di sana


"Tolong gantiin bajunya ya mbak..sekalian dibersihkan badannya.." perintah Stu


"Ini siapa denn?.." tanya mbak Pur


"Udah buruan mbak..nggak usah banyak tanya" jawab Stu sambil keluar dari kamar


"Baik den.."


Sepeninggal Stu..mbak Pur segera melaksanakan perintah Stu menggantikan baju gadis itu


Stu masuk ke dalam kamarnya yang berada di lantai dasar..dia lihat jam di tangannya sudah menunjukan pukul 11 malam


Sekitar 30 menit..Stu yang sudah mengganti dengan kaos dan celana boxernya keluar dari kamar


"Tuan..tuan muda mau makan?" tanya salah seorang pelayan wanitanya yang berdiri di dekat tangga utama


"Nggak usah Tika..saya masih kenyang..buatkan saya kopi.." jawab Stu

__ADS_1


"Baik Tuan muda.."


Stu menuju ke mobilnya..dia lupa membawa tas ransel gadis itu yang masih berada di mobilnya


Dia bawa tas ransel yang sudah dekil dan kumal ke ruang tengah rumahnya


"Tuan muda.." sapa seorang wanita muda yang sepertinya kepala urusan rumah tangga disini


"Iya Sel?..belum tidur?" tanya Stu


"Belum tuan muda..Riko mana?" tanya Sela soal Riko..asisten Stu


Riko dan Sela merupakan pasangan suami istri dan mereka berdua bekerja untuk dirinya


Stu menyunggingkan senyuman miringnya sesaat


"Masih di Butterfly..coba kau telpon dia"


"Baik tuan muda..saya permisi" pamit Sela


Stu membuka resleting tas ransel itu..dia lihat di dalamnya ada sebuah map hijau lusuh dan beberapa potong baju dan celana serta dalaman milik gadis itu


"Kanaya Puspa Alexandria..hmmm..nama yang bagus.." monolog Stu membaca ijazah SMP yang ada di tangannya


Stu berpikir heran..kenapa gadis itu sampai membawa-bawa ijazah dan dokument-dokukent penting lainnya di dalam tas ranselnya


"..1996" ujar lirih Stu melihat tahun kelahiran Kanaya yang tertera di Ijazahnya..sesaat dia pejamkan matanya perlahan


"Kopinya tuan muda.." kata Tika yang membuyarkan lamunan Stu


"Terima kasih Tika.."


"Ada lagi tuan muda yang bisa saya bantu?"


"Tidak Tika..terima kasih"


Tika lalu kembali masuk ke dalam


Dari lantai dua mbak Pur turun menghampiri tempat Stu berada


"Anak itu sudah saya ganti bajunya den.." kata mbak Pur


"Iya mbak..terima kasih" jawab Stu sambil menaruh map hijau di meja


"Entah apa yang terjadi dengan dirinya..badannya terutama kaki dan tangannya penuh dengan luka lebam den.." kata mbak Pur


Stu tersentak kaget


"Haaah!!..yang bener mbak?" kaget Stu


Stu segera beranjak dari duduknya menuju ke lantai dua..mbak Pur kembali mengekor di belakangnya


Sesampainya di kamar..Stu tertegun melihat Kanaya terbaring di ranjang..mbak Pur menggantikan bajunya dengan daster tidur bermotif polkadot


"Maaf den..tadi saya bingung mau pakai baju siapa..jadinya saya pinjam bajunya non Sita yang tertinggal disini" kata mbak Pur


"Iya mbak..nggak apa-apa"


Stu lalu mendekati ranjang..dia lihat benar apa yang dibilang mbak Pur..di sekujur tangan dan kaki Kanaya terdapat luka-luka lebam kebiruan


Tadi sewaktu dia menggotong Kanaya..dia tidak melihat luka lebam di tangan dan kaki Kanaya..karena gadis itu memakai baju lengan panjang dan rok panjang juga


"Ambilin kotak p3k ya mbak.." pinta Stu begitu duduk di sebelah Kanaya


"Baik den.."


Stu memperhatikan Kanaya yang masih tergolek pingsan di sisinya


Dia lihat wajah manis Kanaya


"Cantik.."


Aiiissh..Stu menggeleng-gelengkan kepalanya


"Ini Den.." kata mbak Pur sambil menyerahkan kotak p3k ke Stu


Lalu dengan telaten..Stu mengolesi setiap lebam yang ada di kedua tangan dan kaki Kanaya dengan salep


Stu merasakan lembut dan halus kulit Kanaya begitu dia mengolesi salep di paha Kanaya


Sebuah desiran halus langsung menghampiri hatinya..desiran aneh yang dia sendiri tidak tahu..dengan cepat Stu halau desiran aneh itu dengan menggeleng-gelengkan kepalanya


Mbak Pur sebenarnya ingin menggantikan Stu yang mengolesi salep tapi dicegah oleh Stu


Setelah dirasa sudah semua di olesi salep..Stu keluar dari kamar diikuti oleh mbak Pur


"Maaf den..siapa gadis itu sebenarnya?" tanya mbak Pur


"Nggak tahu mbak..saya nggak kenal.." jawab Stu santai


"Haaaah???"


Stu meninggalkan pintu kamar menuju ke lantai satu

__ADS_1


Tinggalah mbak Pur tercenung heran mendengar jawaban Stu


__ADS_2