
Setelah membeli cemilan di minimarket..Ambar melanjutkan membawa Ferrari Kanaya menuju Bandung. Dimana Ferrari berwarna abu-abu metalic itu sudah melaju di jalan tol Cipularang
"Kakak mau minum?.." tanya Kanaya
"Nanti aja Nay.." jawab Ambar
"Kita ke Bandung tempat siapa sih kak?.." tanya Kanaya penasaran sambil membuka botol minumannya
"Ke tempat ibunya Max.." jawab Ambar
"Max?..mas bule?.." tanya Kanaya lagi
Ambar sontak menoleh ke Kanaya
"Kamu kok tahu mas bule-mas bule an segala sih Nay?..tahu dari siapa kamu?.." tanya Ambar selidik
"Dari kak Stu sama mommy Angel kak.." jawab Kanaya
"Terus..sama kak Stu kemarin juga ngasih unjuk ke aku video rekaman kak Ambar nyium mas bule di teras..kata kak Stu..kak Ambar maen nyosor ajah kayak soang" sambung Kanaya
Merah padam muka Ambar menahan malu..karena Kanaya sampai tahu kalau dirinya mencium Maxwel terlebih dahulu saat Maxwel pamitan pulang
"Awaaaas aja nanti kak..." geram Ambar dalam batinnya
"Eh..iya Nay..kamu mulai kuliah kapan sih?.." tanya Ambar berusaha mengalihkan topik pembicaraan
Kanaya memicingkan kedua matanya menatap Ambar
"Kakak nggak lagi ngalihin topik pembicaraan kita kan?..kita kan lagi ngomongin mas bule..kenapa kakak langsung berubah nanyain kuliah aku?.." tanya Kanaya
Skakmat!!
Ambar gelagepan dan berusaha mengatur nafasnya yang memburu..niat dia ketahuan oleh Kanaya
"Tinggal jawab doang apa salahnya sih Nay?" elak Ambar
"Bulan September kak.." jawab Kanaya
"Masih lama yaah?..berarti kamu jadi pengangguran sekarang dong.."
Kanaya menganggukan kepalanya..karena mulutnya tengah asyik mengunyah keripik kentang
"Oh iya kak..aku penasaran..kakak kok bisa dipanggil sama kak Stu si Juminten gimana ceritanya kak?.." tanya Kanaya
Ambar menahan senyumannya karena Kanaya menanyakan asal muasal dirinya di panggil Juminten oleh Stu
"Ceritanya sudah lama Nay..waktu kakak kelas 2 SMP..sedangkan kak Stu baru lulus SMA. Kebetulan di sekolah kakak ada pentas seni untuk pesta kelulusan siswa kelas 3. Dan kakak diminta untuk memainkan melodrama tentang perjuangan tahun 45 dulu..kamu tahu nggak?..siapa ketua panitianya?.." tanya Ambar
"Kak Stu.." jawab Kanaya
"Benar Nay..kak Stu yang diminta sama pihak sekolah kakak untuk menjadi ketua panitia pesta perpisahan sekolah kakak.."
"Kok bisa kak?..kan kakak beda sekolah sama kak Stu.." tanya Kanaya
"Bisa Nay..karena sekolah kita kan dulu satu yayasan..di Wijaya Education Centre.." jawab Ambar
"Tempat aku sekolah dong kak.."
"Iya betul..eh..kita ngopi dulu yuk Nay..mulut kakak udah asem nih.." ajak Ambar
Tak terasa mobil Ferrari mereka memasuki rest area KM 88 tol Cipularang arah Bandung. Ambar mengajak Kanaya untuk membeli kopi sambil melepas lelah mereka. Di Starbuck mereka membeli kopi dan roti untuk menemani ngopi mereka. Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan..mereka menuju ke meja kosong yang ada di luar cafe
"Ayo dong kak..ceritanya diterusin lagi.." pinta Kanaya yang sudah tak sabaran
"Di pentas drama itu..kakak mendapat peran sebagai pejuang wanita yang menyamar sebagai penjual sayur mayur yang menyelundupkan senjata buat para pejuang dan di dalam ceritanya ada tentara Belanda yang suka sama kakak.."
Kanaya sangat antusias mendengarkan cerita Ambar
"Di cerita itu kakak dapat peran pejuang wanita yang bernama Juminten?.." tanya Kanaya
"Bukan..nama peran kakak Kartika dan nama cowok Belanda yang suka sama kakak namanya Robert..naaah..pas pentas..saat ada adegan dialog antara kakak sama cowok yang jadi tentara Belanda di panggung..dari belakang panggung panggung kak Stu berteriak.."Ciiieeeee..Romeo lagi ngegombal sama Juminten.."
Kanaya sontak tertawa terbahak-bahak
"Pasti semua penonton pada ketawa ya kak?.." gelak Kanaya
"Iya Nay..nyebelin tahu..semenjak itu Nay..nama kakak dikenal sama teman-teman sekolah sebagai Juminten.." kesal Ambar
Kanaya hanya tergelak tertawa melihat Ambar bersungut-sungut kesal
"Kak Stu mah ada-ada aja..bagusan juga Kartika.." kekeh Kanaya
__ADS_1
Tak lama terdengar ponsel Kanaya berbunyi. Kanaya lihat Stu memanggilnya
"Panjang umurnya nih kak Stu..baru juga di omongin..langsung nelpon nih orangnya.." kata Kanaya sambil memperlihatkan layar ponselnya ke Ambar..Stu menghubungi dirinya lewat sambungan video call
"Halo kak?.."
"Kamu sudah sampai dimana sayang?.."
"Baru sampe rest areaaa.."
Kanaya menjeda jawabannya dan melihat ke Ambar untuk meminta jawaban tempat rest area yang mereka singgahi sekarang ini
"KM 88.." jawab Ambar
"KM 88 kak.."
"Berarti masih lama dong.."
"Masih lama kak?.." tanya Kanaya ke Ambar
"Nggak..palingan setengah jam lagi juga sampai.."
Kanaya menyodorkan ponselnya ke Ambar
"Halo kak?..setengah jam lagi juga sampai.." kata Ambar setelah menerima ponsel Kanaya
"Kamu jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya dek..nyantai ajah..kayaknya udah kebelet banget sih pengen ketemu sama mas bule.."
Ambar memutar bola matanya
"Nanti Ambar pengen ajak Naya kenalan sama cogan-cogan di Bandung..kali ajah ada yang kecantol satu.." goda Ambar
"Hmmmm..nggak bakalan mempan..coba ajah.." tantang Stu
"Beneran nih?.." tanya Ambar
"Nay?.." panggil Stu
"Iya kak?.." jawab Kanaya sambil memunculkan wajahnya di depan layar ponselnya
"Nanti kamu kata Ambar mau dikenalin sama cogan-cogan Bandung..kamu mau nggak?.." tanya Stu
"Cowok ganteng.." jawab Ambar
"Ooooh..cowok ganteng..nggak mau kak.." jawab Kanaya
"Tuh kan..apa yang kakak bilang.." ucap Stu membusungkan dadanya
"Kok kamu nggak mau sih Nay?..nanti disana banyak deh yang kinyis-kinyis..sama yang macho-macho.." bujuk Ambar
"Nggak kak..soalnya yang paling ganteng..hmmm..cuma kak Stu doang.." jawab Kanaya malu-malu
Stu pun tertawa terbahak-bahak..lain halnya dengan Ambar..dia langsung mengembalikan ponsel kepunyaan Kanaya dengan mulut menggerutu nggak jelas
"Kamu kalau nanti diajarin sama Ambar yang nggak-nggak..jangan mau ya sayang..kalau nggak telpon kakak.." pinta Stu
"Iya kak.." jawab Kanaya
"Sudah dulu yaah?..nanti kita telponan lagi.."
"Kakak sekarang dimana?.." tanya Kanaya
"Kakak lagi di lapangan golf Bogor Raya sayang..daaah yaah?..muaaaach.." pamit Stu sambil memberikan ciumannya di layar ponsel
Ambar yang mendengarnya hanya memutar kedua bola matanya melihat kebucinan Stu
"Daaaaaa..." jawab Kanaya
"Kamu sudah belum Nay?..kalau sudah kita jalan lagi yuk?.." ajak Ambar
"Ayo kak.."
Mereka berdua segera mengangkat pantat mereka dari bangku Starbuck. Begitu sampai di dekat mobil Kanaya..mereka berdua melihat ada beberapa anak muda yang berpose di depan mobil Ferrari kepunyaan Kanaya
"..Guy's!!..Ferrari GTC4 Lusso guys..mantep nggak?.." ucap salah satu pemuda yang sepertinya sedang membuat konten dengan latar belakang Ferrari Kanaya
"Mobil Ferrari terbaru nih guy's.." sambungnya
Sedangkan dua orang temannya yang sepertinya sepasang kekasih berfoto di samping mobil Kanaya dengan pose alaynya
"Mas?..permisi.." kata Kanaya sambil mencolek pundak anak muda yang sedang merekam konten di depan mobilnya
__ADS_1
"Napa mbak?..mau ikutan bikin konten juga?..sabar kenapa sih?..gantian.." jawab pemuda itu dengan tatapan sinis ke Kanaya
"Konten?.." tanya Kanaya sambil saling berpandangan dengan Ambar
Anak muda itu tak memperdulikan Kanaya..dia kembali merekam dirinya dengan ponselnya
"Mas?..permisi..saya mau jalan.." pinta Kanaya lagi
"Jalan..jalan aja mbak..napa gangguin saya sih?.." jawab anak muda itu yang mulai kesal
Merasa dirinya terganggu oleh Kanaya..anak muda itu mendekati Kanaya dan mendorongnya..karena Kanaya masuk ke dalam rekamannya
"Heeiii!!.." teriak Ambar yang merasa anak muda itu sudah kelewatan
"Siapa lu?..lu temannya mbak ini?" tanya anak muda itu
Melihat keributan antara Kanaya dan temannya..sepasang kekasih yang tengah berfoto di samping mobil Kanaya..menghampiri Kanaya dan Ambar
"Ada apaan Ta?.." tanyanya
"Tahu nih..gua lagi bikin konten..main gangguin ajah..kalau mau bikin gantian mbak..saya dulu.." jawab anak muda itu sambil berkacak pinggang di depan Kanaya dan Ambar
Kanaya segera menahan Ambar yang ingin maju menghampiri anak muda itu
"Mas ini..Sota Geledek kan?..yang kerjanya jadi youtuber itu?.." tanya Kanaya
"Lha itu lu tahu..kalau gua lagi kerja disini.." jawab Sota sambil mengangkat dagunya
"Lu kalau mau bikin konten juga gantian.." sambung temannya Sota
"Yang mau bikin konten siapa mas?..saya kan sudah bilang sama teman mas ini..kalau saya mau jalan.." kata Kanaya ke temannya Sota
"Ya sudah..kalau mau jalan..jalan ajah.." selak temannya Sota
"Gimana saya mau jalan..kalau teman mas ini menghalangi mobil saya yang mau keluar.." kata Kanaya
"Mobil ini punya mbak?.." tanya Sota tak percaya
"Iya..kenapa memangnya?.." tanya Kanaya
Sejenak Sota dan temannya melihat Kanaya dari ujung kepala sampai ujung kaki..setelah itu sontak Sota dan kedua temannya itu tertawa terbahak-bahak..setelah mendengar kalau Kanaya mengaku sebagai pemilik Ferrari GTC4 Lusso yang dijadikan konten oleh mereka. Apalagi mereka melihat Kanaya yang hanya mengenakan kaos dan celana jeans saja
"Hahahahaha..kalau ngehalu..jangan ketinggian mbak..nanti sakit kalau jatuh.." gelak Sota sambil memegangi perutnya yang terasa kram
Tluiit
Tluiit
Kanaya sengaja memencet alarm mobil Ferrari nya di depan wajah Sota dan temannya. Dan sontak membuat Sota dan kedua temannya bungkam dari tawanya
"Sudah puas mas..ketawanya?.." tanya Ambar sambil tersenyum smirk
Ambar ternyata diam-diam merekam aksi Kanaya dan Sota dengan ponselnya. Sota dan kedua temannya memerah wajahnya..malu akan perbuatan mereka
"Siap-siap aja ya mas?..kehilangan subcriber nya.." kata Ambar sambil menggoyang-goyangkan ponselnya
Setelah menerima kunci mobil dari Kanaya..Ambar menjalankan Ferrarinya
"Oh iya mas..coba cari di mbah Google..siapa yang punya mobil ini.." kata Ambar yang sengaja menghentikan mobilnya di samping Sota Geledek
"Ke..kenapa memangnya mbak?.." tanya Sota
"Siap-siap nangis darah lu.." jawab Ambar
Setelah menjawab pertanyaan Sota..Ambar melajukan Ferrari nya keluar dari rest area
"Ta?..gawat nih Ta.." ucap teman Sota yang sepertinya menuruti perkataan Ambar yang mencari nama pemilik Ferrari GTC4 Lusso berwarna grey metalic yang barusan dibawa Ambar
"Kenapa Ko?.." tanya Sota ke temannya
Teman Sota lalu memberikan ponselnya ke Sota. Sontak muka Sota memutih pucat pasi
"Kassandra Prunella Alexandria..putri bungsu dari tuan Stephano Alexander..bos SA Corp.." desis Sota yang membaca keterangan yang ada di layar ponsel
"Mampus kita Ta.."
Teman Sota mengusap mukanya dengan kasar..karena membuat masalah dengan putri dari tuan Stephano Alexander..salah satu crazy rich di Indonesia dan jangan pernah sekali pun mencari masalah dengannya
.
.
__ADS_1