
Beberapa orang menaikan bagasi ke dalam mobil MVP yang standby di depan apartement. Utari memastikan kalau semua barang bawaan rombongan yang dia kawal terangkut ke dalam bagasi mobil. Tak lama kemudian rombongan Kanaya keluar dari apartement dan langsung masuk ke dalam MPV yang akan membawa mereka ke stasiun kereta TGV yang bernama Austerlitz Stasiun di kota Paris. Kanaya dan teman-temannya melanjutkan perjalanannya menuju ke kota Madrid, Spanyol dengan menggunakan kereta cepat TGV
"Gimana nona-nona sekalian?..senang selama berada di Paris?" tanya Marcela yang berdiri di sebelah driver MVP yang sudah bergerak meninggakan apartement
Kabin penumpang MPV ini mempunyai tinggi hampir 2 meter lebih..jadi bisa membuat Marcela berdiri tegak dengan leluasa
"Senang kak.." jawab mereka serempak
"Sekarang kita akan menuju ke destination selanjutnya yaitu kota Madrid..Spanyol..setelah dari Madrid besoknya kita ke Barcelona dan kita kesana akan menggunakan kereta cepat TGV.."
"Kita berapa lama kak perjalanan ke Spanyol?" tanya Rita
"Kurang lebih 2 jam non.." jawab Marcela
Tak terasa mereka telah tiba di Austerlitz Station..masing-masing mereka membawa koper mereka ke dalam station
"Jangan sampai ada yang ketinggalan yaah?" ucap Utari
Mereka mengikuti Marcela untuk menuju ke peron yang sudah dia pesan sebelumnya. Setelah memberikan gate pass ke petugas yang berjaga..Marcela mempersilahkan rombongan untuk masuk ke dalam peron satu persatu. Di dalam peron mereka terpana melihat Kereta TGV di depan mereka tengah langsir untuk mengantarkan mereka ke negara Spanyol
.
(Gambar hanya pemanis)
.
"Sandra?..kamu mau kemana?" tanya Alf yang melihat Kanaya berbelok ke sebuah kedai kecil yang menjajakan aneka makanan dan minuman
"Aku mau beli kopi kak.." jawab Kanaya
Alf mengajak Cindy untuk mengikuti Kanaya yang ingin membeli kopi. Alf nggak mau melakukan kesalahan kedua kalinya..dengan membiarkan adiknya berkeliaran sendirian
"Memangnya kamu bisa mesennya?" tanya Alf
"Nggak.." jawab Kanaya sambil memperlihatkan deretan giginya yang putih
"Huh..dasar!..tunggu disini..biar kakak yang pesenin" kata Alf sambil menjawil hidung Kanaya
Alf lalu memesan kopi di kedai kopi yang ada di dalam stasiun
"Nay?..kita nanti jadi ke Itali?" tanya Cindy
"Jadi kak..soalnya oma Izel udah nggak sabaran pengen ketemu sama aku.." jawab Kanaya sambil memfoto kereta TGV
Tak lama kemudian Alf kembali dengan membawa tiga gelas kopi di tangannya dan tiga potong roti sandwich
"Ayo kita gabung sama yang lainnya..kayaknya sebentar lagi keretanya mau berangkat" ajak Alf
Marcela mengajak rombongan menuju ke gerbong khusus kelas bisnis. Di dalam..Utari menunjukan bangku mereka masing-masing yang berada di lantai 1. Kanaya duduk bersama Liona, Jessica dan Maria. Bangku mereka saling berhadapan. Disamping bangku mereka..Alf, Cindy dan Rita..sedangkan Utari dan Marcela duduk di bangku yang ada di belakang bangku Alf dan Cindy
"Kalian deg-degkan nggak sih?..apa Jessi doang?..soalnya baru pertama kali ini Jessi naik TGV" tanya Jessi
"Sama Jess..aku juga.." jawab Kanaya
Kereta mulai bergerak secara perlahan..Kanaya memejamkan matanya yang merasakan kereta mulai bergerak dengan kecepatan cepat dan bergerak seperti peluru. Kanaya menahan teriakannya sambil tertawa..merasakan sensasi pertama kali naik kereta cepat TGV
"Cepat banget ya Jess.." ucap Kanaya yang duduk di sisi jendela yang dijawab oleh anggukan kepala Jessica
Kanaya melihat pemandangan rumah-rumah yang bergerak dengan cepat. Maria yang duduk di sebelah Liona..matanya melirik ke layar ponsel Liona yang tengah melakukan chatingan dengan seseorang. Maria berusaha memfokuskan matanya ke nama kontak yang jadi teman chatingan Liona
"Hans?..hmmmm..mau ngapain tuh anak?" batin Maria yang melihat nama Hans di layar ponsel Liona
"Chatingan sama siapa lu Li?" tanya Maria
"Kepooooo.." jawab Liona sambil mematikan ponselnya dan dia kantungi di saku jaketnya
"Hmmmm..gitu lu yaah?.." kesal Maria
"Ada apa Maria?" tanya Kanaya
"Ada yang lagi chatingan ama pawangnya.." jawab Maria asal
"Pawang?..maksud kamu apa sih Mar?..aku nggak ngerti.." tanya Kanaya
"Liona kan punya pawang sekarang Nay.." jawab Maria sambil melirik sebal Liona
Kanaya makin mengkerut keningnya
"Pawang harimau?..Liona punya pawang harimau Maria?"
"Pacar Nay..maksud Maria..pawang tuh pacar.." jelas Jessica
Kanaya membulatkan bibirnya yang paham maksud Maria
"Hans ngapain Li?..minta oleh-oleh?" tanya Kanaya
Liona hanya menganggukan kepalanya
"Nanti pas di Madrid..kita ke Stadion Santiago Bernabeu nggak Nay?" tanya Liona
"Nggak tahu..coba tanya kak Sela" jawab Kanaya
"Kak Sela?.." panggil Liona
Marcela menengok ke arah Liona
"Iya non?.."
"Nanti kita pas di Madrid..ke Stadion Santiago Bernabeu nggak kak?" tanya Liona
"Bisa non..kalau non Liona mau nanti kita mampir ke Stadion Santiago Bernabeu..mau beli jersey Real Madrid yaah?"
__ADS_1
"Iya kak.." jawab Liona
Liona mengepalkan tangan kanannya di depan mukanya
Yessss
"Kenapa lu?..mukanya biasa ajah dong.." tanya Liona yang melihat Maria mendengus kesal
"Memangnya Hans fansnya Real Madrid?" tanya Maria
"Iya..nanti gua mau beliin dia jerseynya Real Madrid..asli bo!!..bukan KW" jawab Liona
"Huuuu..sombong luh!!" sentak Maria sambil menoyor kening Liona
"Iri bilang bossss.." ledek Liona
"Rio fansnya Madrid apa Barca yaah?" batin Maria sambil menoleh ke jendela
"Mendingan lu tanya Rio gih..dia fansnya Madrid apa Barca?" ucap Liona yang seolah tahu isi pikiran Maria
"Apa sih lu..sotoy lu ah.." kilah Maria yang gengsi
Kanaya hanya tertawa geli melihat raut muka Maria yang merah merona. Jessica yang mendengar Liona menyebut nama Rio..hanya bisa tersenyum kecut. Dia pun berusaha memejamkan matanya untuk tidak ikut perdebatan antara Liona dan Maria yang membahas pacar mereka masing-masing. Kanaya yang melihatnya..menyenggol betis Maria yang ada di depannya..Maria pun menoleh ke Kanaya yang memberikan kode lirikan ke Jessica yang ada di sampingnya
"Ganti topik Mar..jangan ngomongin Rio..nggak enak sama Jessica"
Kanaya mengirimkan pesan WA ke Maria..dia pun mengirimkan pesan yang sama ke Liona. Keduanya pun mengangguk ke Kanaya mengerti maksud Kanaya
"Elu sih yang mula-mula.." bisik Maria sambil menyenggol lengan Liona
"Laah..kok gua?..dia nya ajah yang baper.." balas Liona
Debatan mereka terhenti dengan kedatangan waiters yang menawarkan sajian pembuka yang dibawanya di atas sebuah troley makanan untuk para penumpang TGV
"Amusez-vous...(Silahkan dinikmati)" pinta waiters setelah selesai menyajikan makanan di meja mereka
Tempat duduk Kanaya dan Liona hanya dibatasi oleh sebuah meja..begitu juga tempat duduk yang lainnya di gerbong bisnis. Kanaya merasakan ponselnya bergetar..dia ambil dan dia lihat oma Izel menghubungi dirinya lewat sambungan video call
"Halo oma Izeeeelll?..." sapa Kanaya sambil melambaikan tangannya ke arah layar ponselnya
Alf menoleh ke arah Kanaya begitu adiknya memanggil nama omanya
"Sandraaa?..sekarang kamu sedang ada dimana?" tanya oma Izel
"Aku sekarang ada di kereta TGV oma..lagi mau menuju ke Madrid.." jawab Kanaya
"Habis itu ke Barcelona?"
"Iya oma..ada apa oma?"
"Nanti kamu dari Barcelona..oma kirimkan Yacht untuk jemput kamu yaah?..jadi kamu sama Alf bisa naik Yacht dari Barcelona ke Roma..ke rumah oma dan opa.."
"Iya oma?..asyiikk..terima kasih ya oma.."
"Iya oma.."
"Bagus sayang..oma sama opa sudah tidak sabar ingin berjumpa denganmu..nanti sudah oma siapkan ramen special buatmu.."
"Waaaah..terima kasih oma.."
Kanaya melihat sekilas..teman-temannya sedang menikmati makan siang mereka
"Oma?..aku makan siang dulu yaah?..nanti kita telponan lagi.."
"Ooooh..kamu belum makan siang?..aiyaiyai..maafkan oma ya sayang..ya sudah..kamu makan siang dulu yaah?..setelah itu istirahat..yaaah?.."
"Iya Omaaa..daaaa omaaa.."
"Daaaa Sandraaaaa..."
Kanaya meletakan ponselnya dan mulai menyantap makan siangnya
.
_______________________
.
Sesampainya di Madrid..Marcela mengajak Kanaya dan rombongan untuk check-in di Four Season Hotel yang ada di Madrid..sebelum mereka keliling di kota Madrid. Marcela sudah membooking kamar sebanyak 9 kamar. Jadi masing-masing mereka menempati kamar mereka sendiri-sendiri. Karena Kanaya dan Liona yang sudah tidak sabar untuk keliling Madrid..setelah menaruh koper mereka di kamar..mereka langsung keluar dari hotel untuk menuju ke obyek wisata yang ada di kota Madrid. Alf sebetulnya malas untuk ikut keliling dengan Kanaya..tapi karena dia mendapatkan hukuman dari ibunya..akhirnya Alf mau nggak mau ikut juga keliling bersama Kanaya
.
(Gambar hanya pemanis)
.
Kesinilah mereka di ajak oleh Marcela..Royal Palace of Madrid atau Istana Kerajaan Spanyol yang ada di kota Madrid..pusat obyek wisata di kota Madrid dan tujuan utama para turis yang bertandang ke Madrid. Kanaya dan yang lainnya tidak mau menyianyiakan kesempatan yang ada untuk berfoto disana
"Non Liona jadi ke Stadion Santiago Bernabeu?" tanya Marcela
"Jadi kak?..dari sini dekat ya kak?" jawab Liona
"Dekat non..kita tinggal naik kereta kesana"
Setelah puas melihat dekorasi yang ada di dalam Istana Kerajaan Spanyol..Marcela mengajak mereka ke stasiun kereta untuk menuju ke Stadion Santiago Bernabeu..stadion kebanggaan warga kota Madrid..sekaligus menjadi homebase dari klub sepak bola terkenal yang berasal dari kota Madrid..Real Madrid
.
(Gambar hanya pemanis)
__ADS_1
.
Mereka segera menuju ke official store dari klub bola Real Madrid begitu sampai di Stadion Santiago Bernabeu untuk membeli jersey kebanggan klub Real Madrid
"Non Sandra nggak mau beli?" tanya Utari
"Nggak kak..aku nggak ngerti bola" jawab Kanaya
"Aku kesini cuma mau nganterin Liona ajah.." sahut Kanaya
Kanaya melihat keempat teman-temannya sedang memilih jersey yang akan mereka beli. Termasuk Liona yang memilih jersey sambil melakukan panggilan video call dengan Hans. Marcela mengajak Kanaya ke sebuah cafe yang ada di dalam Official Store selama menunggu keempat teman Kanaya memilih jersey yang akan di beli sambil ditemani oleh Utari
"Nanti malam non Sandra mau kemana?" tanya Marcela sambil memanggil waiters untuk memesan minuman
"Nggak kemana-mana kak..aku capek..mau tidur ajah kayaknya malam ini.." jawab Kanaya
Marcela menyebutkan beberapa pesanannya ke seorang waiters yang berdiri di sisinya..setelah mencatat pesanan Marcela..waiters itu kembali ke tempatnya. Marcela mengambil ponselnya yang berdering
"Halo bu?..selamat siang.." sapa Marcela
"Siang Sela..sekarang Sandra ada dimana?" tanya nyonya Delores
"Non Sandra sedang ada di Stadion Santiago Bernabeu bu.."
"Ooo..Sandra beli jersey Real Madrid?"
"Tidak bu..non Sandra hanya mengantarkan teman-temannya non Sandra yang ingin kemari.."
"Apa Alfonso ikut dengan kalian Sela?"
"Iya bu..mas Alfonso ikut dengan kami" jawab Marcela sambil tersenyum
Waiters mengantarkan pesanan Marcela di mejanya
"Gracias..(Terima kasih)" ucap Marcela ke waiters
"Por favor, disfruta..(Silahkan dinikmati)" jawab waiters itu
"Kalau Alfonso membiarkan Kassandra jalan-jalan sendirian lagi..telpon saya ya Sel"
"Baik bu.."
"Nanti malam kalian mau kemana?"
"Non Sandra tidak mau kemana-mana bu..dia bilang mau istirahat di hotel malam ini.."
"Oh..begitu..ya sudah Sel..itu dulu saja..besok saya telpon lagi.."
"Baik bu.."
"Selamat siang Sel.."
"Selamat siang bu ."
*
Jessica mendekati Maria yang sedang memilih Jersey Real Madrid
"Maria mau pilih nomor berapa?" tanya Jessica
Maria sontak menoleh ke arah Jessica
"Eh..elu Jess..berapa yaah?..gua juga bingung nih.." jawab Maria
"Ini ajah Mar..no 7..punyanya Christiano Ronaldo.." kata Jessica sambil menyaut sebuah Jersey yang mempunyai nomor punggung 7..yang merupakan nomor kebanggaan Christiano Ronaldo dan dia berikan ke Maria
"Rio pasti suka.." sambung Jessi sambil tersenyum
Maria tersenyum kecut melihat Jessica membantunya memilih Jersey untuk Rio. Dia tahu kalau sebelumnya Jessica gencar mengejar-ngejar Rio..tapi oleh Rio tidak pernah di tanggapi. Dan sekarang Rio sedang mendekati dirinya..Maria tahu kalau Jessica masih ada hati sama Rio tapi oleh Jessica sengaja di pendam karena tidak enak hati ke dirinya yang sedang didekati oleh Rio
"Iya Jess.." kata Maria sambil menerima Jersey dari tangan Jessica
Jessica hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya..dia meneruskan memilih Jersey yang ada di depannya
"Jessi beli buat siapa?" tanya Maria
"Buat adik Jessi..kebetulan dia suka bola.." jawab Jessica
"Apa buat Rio?" tanya Maria
Jessica sontak menoleh ke Maria sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya
"Ng..nggak Maria..betul kok..ini buat adik Jessi" jawab Jessi kikuk
"Jess?..kalau kamu mau beliin buat Rio..nggak apa-apa kok..asal lu tahu ya Jess..gua ama Rio nggak ada hubungan apa-apa..belum jadian..dia belum nembak gua.."
"Mariaa?.."
"Udah..nyantai aja lu yaak..jangan gara-gara cowok..kita berantem dan jadi musuhan.." kata Maria sambil tersenyum
Jessica tersenyum haru sambil menganggukan kepalanya. Maria memeluk Jessica dengan hangatnya
"Terima kasih ya Maria..udah mau nerima Jessi jadi teman Maria.." isak Jessica di pelukan Maria
Maria mengurai pelukannya dan menganggukan kepalanya
"Maafin Jessi yang dulu..yang suka jahat sama Maria.." pinta Jessica
"Iyaa..yang udah..udah..biar jadi masa lalu.." jawab Maria
"Eeh..kita foto dulu yuk Mar.." pinta Jessica sambil mengeluarkan ponselnya dan melakukan selfie berdua dengan Maria
"Yuk..kita bayar..nggak enak sama Naya nungguin kita kelamaan.." ajak Maria
__ADS_1
Jessica menganggukan kepalanya dan menggandeng tangan Maria menuju ke kasir. Selagi menunggu antrian di kasir..Jessica mengunggah foto selfienya dengan Maria barusan di halaman IG nya dengan caption "Best Friend Forever"