
Tuan Stephano mengelap bibirnya menggunakan serbet dengan lembut. Setelah itu dia melihat ke semua yang hadir di meja
"Mohon perhatian semuanya.." pinta tuan Stephano
Semua memperhatikan ke arah tuan Stephano
"Di siang hari ini..saya sengaja mengajak berkumpul disini untuk merayakan moment berbahagia bagi Alf dan Cindy..dimana saat ini Alf akan melakukan lamaran ke Cindy di hadapan ibu Retno.." kata tuan Stephano
"Saya sebagai orangtua dari Alfonso..meminta ijin kepada ibu untuk meminang putri ibu Retno yang bernama Cindy sebagai istri dari putra saya yang bernama Alfonso..apakah lamaran putra kami ini diterima?" tanya tuan Stephano ke bu Retno
Bu Retno sesaat menyunggingkan senyumannya
"Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada keluarga bapak Stephano yang sudah mengundang saya ke acara ini.."
Ibu Retno sejenak menatap satu persatu semua yang ada di meja
"Mengenai lamaran bapak untuk ananda Alfonso kepada putri saya..saya sebagai orangtua dari Cindy hanya bisa merestui apa yang sudah terjalin diantara mereka..biar bagaimana pun semua itu saya serahkan ke Cindy..karena dia yang akan mengarungi bahtera rumah tangga bersama kekasih pilihannya..yaitu ananda Alfonso.." sambung ibu Retno
Cindy menggenggam erat tangan ibunya sambil tersenyum. Tuan Stephano tersenyum mendengar jawaban ibu Retno. Di mata tuan Stephano walaupun bu Retno berasal dari kampung..tapi bu Retno memiliki wawasan dan pandangan hidup yang luas
"Bagaimana Cindy?..ibu mu menyerahkan jawaban lamaran Alf ke kamu.." tanya tuan Stephano ke Cindy
"Karena ibu sudah memberikan restu ke Cindy..jadi..lamaran bapak untuk Alf saya terima pak.." jawab Cindy tersipu malu
"Alkhamdulilaaaaah..."
Semua yang hadir mengucapkan puji syukur kepada Tuhan YME karena Cindy menerima lamaran Alf
"Alf?..berikan cincin tunangan kamu ke calon istrimu.." pinta tuan Stephano
Alf mengambil dua buah kotak kecil berwarna merah dari saku blazernya. Satu dia serahkan ke Cindy. Alf buka kotak kepunyaannya dan terlihat sebuah cincin berlian yang indah dan Alf kenakan di jari manis Cindy. Begitu pula Cindy..mengenakan cincin emas di jari manis Alf. Kemudian Alf mencium kening Cindy dengan lembut..semuanya pun mengucapkan syukur sambil memberikan selamat kepada Alf dan Cindy
"Kak Cindy..selamat yaah?.." kata Kanaya yang menghampiri Cindy dan memeluknya
"Iya Nay..terima kasih yaah?.." jawab Cindy membalas pelukan Kanaya
Kanaya menghampiri kakaknya
"Kak Alf?.."
Alf tidak menjawab panggilan Kanaya..dia langsung menarik Kanaya ke dalam pelukannya
"Selamat ya kak?.."
"Iya dek..terima kasih yah?.." balas Alf
Semua yang hadir tersenyum haru melihat Alf memeluk Kanaya. Setelah itu Kanaya kembali duduk di kursinya
"Bu Retno?..mengenai kelanjutan lamaran Alf ini..bagaimana kalau bulan depan..mereka kita nikahkan?.." tanya tuan Stephano ke bu Retno
__ADS_1
Alf dan Cindy saling pandang setelah mendengar usulan tuan Stephano ke ibu Retno
"Boleh pak..lebih cepat lebih baik..karena supaya menghindari fitnah di antara mereka berdua.." jawab bu Retno sambil menoleh ke Cindy
"Nah..Alf?..Cindy?..sudah dengar kan?..keputusan kami?..jadi bulan depan kalian akan menikah..persiapkan diri kalian.." kata tuan Stephano sambil tersenyum
"Iya ayah.." jawab Alf dan Cindy berbarengan
Stu berdiri dari duduknya dan membetulkan jas nya sebentar
"Perhatian semuanya.." ucap Stu
Semua kini mengalihkan perhatiannya ke arah Stu
"Setelah kita mendengar pengumuman yang disampaikan uncle Stephano mengenai lamaran Alf ke Cindy..saya juga mempunyai sebuah pengumuman penting untuk kita semua.." kata Stu
"Uncle..aunty..saya pribadi mewakilkan daddy dan mommy..mengutarakan maksud saya ke uncle dan aunty..bahwa saya mau melamar putri uncle dan aunty yang bernama Kanaya atau Kassandra untuk dijadikan calon istri saya.." ucap Stu dengan mimik muka seriusnya
Tuan Stephano dan nyonya Delores hanya bisa tersenyum dan saling memandang mendengar niat Stu yang mau melamar putri mereka. Berbeda dengan Kanaya..dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya terkejut mendengar Stu yang melamar dirinya saat ini
"Uncle dan aunty hanya bisa memberikan restu kepada kalian..seperti jawaban bu Retno tadi..jadi diterima atau tidaknya lamaran kamu..kami serahkan ke Kassandra sendiri.." jawab tuan Stephano sambil melihat ke arah Kanaya
Stu menghampiri daddy Toni..daddy Toni yang sudah mengerti maksud Stu menghampiri dirinya..merogoh saku jasnya dan memberikan sebuah kotak kecil berwarna merah hati ke Stu. Stu lalu menghampiri Kanaya yang masih diam terduduk di kursinya. Stu menggeser kursinya yang berada di sebelah Kanaya dan langsung berlutut dengan satu lututnya didepan Kanaya
"Kanaya?..maukah kamu menjadi istriku?" tanya Stu sambil menyerahkan kotak kecil yang sudah dia buka sebelumnya
Dan tampaklah sebuah cincin berlian yang sangat indah dan mewah di depan Kanaya. Semua menunggu jawaban Kanaya dengan senyuman di bibir mereka masing-masing
Stu langsung memakaikan cincin berlian itu di jari manis Kanaya dan membawa Kanaya ke pelukannya. Semua yang hadir kembali mengucapkan puji syukur karena Stu dan Kanaya telah resmi bertunangan. Stu mengurai pelukannya dan mencium kening Kanaya dengan lembut
"Uncle?..aunty?..kalau Alf dan Cindy akan melangsungkan pernikahan mereka bulan depan..maka saya akan menunggu Kanaya selesai kuliah terlebih dahulu untuk mempersuntingnya uncle..aunty.." kata Stu sambil melihat Kanaya
"Uncle setuju Stu..kami juga berharap Kassandra menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu..kau bagaimana Toni?.." tanya tuan Stephano ke daddy Toni
"Aku dan Anggie juga setuju Steve..biar Kanaya menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu.." jawab daddy Toni
Nyonya Delores menganggukan kepalanya ke mommy Angel sambil menggenggam tangan suaminya
"Alkhamdulillah..semuanya berjalan lancar Yaah.."
"Iya bu.."
Acara lamaran Alf dan lamaran dadakan Stu ke Kanaya berjalan lancar sesuai harapan tuan Stephano dan nyonya Delores
.
***
.
__ADS_1
Setelah bersantap siang..tuan Stephano mengajak mereka ke lounge VVIP yang ada di Marriot..melanjutkan ramah tamah mereka
"Cindy?.." panggil nyonya Delores
Cindy yang tengah membantu ibunya membuat teh hijau..menoleh ke nyonya Delores
"Iya bu?.." jawab Cindy
"Kemari sebentar sayang.."
"Iya bu.."
Bu Retno yang sudah mendapat teh hijaunya..mengajak Cindy ke nyonya Delores. Cindy duduk diantara kedua wanita paruh baya itu
"Ada apa bu?.." tanya Cindy
"Tadi ibu sudah ngomong sama Stu..kalau besok kamu ikut ibu ke Boutiq mommy Angel untuk mengukur gaun pengantin kamu.." jawab nyonya Delores
"Iya bu..besok bareng sama mas Alf bu?.." tanya Cindy lagi yang sudah mulai memanggil Alf dengan panggilan Mas
"Iya sayang..besok Alf akan ikut sama kita ke sana..biar dia sekalian ngukur buat jas nya.."
Nyonya Delores yang sedari tadi memperhatikan jari manis Cindy yang sudah mengenakan cincin berlian..selain cincin berlian yang barusan di sematkan Alf sewaktu lamaran tadi..memegang tangan kiri Cindy dengan lembut. Cindy yang merasa tangan kirinya disentuh oleh nyonya Delores..menoleh kearah tangannya
"Cindy?..ibu lihat cincin ini sepertinya baru yaah?.." tanya nyonya Delores
"I..iya bu..mas Alf memberikan waktu kami di Paris kemarin.." jawab Cindy
"Jadi Alf..sudah melamar kamu sebelumnya?.."
"Iya bu..ibu tidak setuju?.." tanya Cindy takut-takut
Nyonya Delores hanya tersenyum haru..nyonya Delores lalu memeluk Cindy
"Tidak sayang..ibu setuju kok.." ucap nyonya Delores sambil mengusap-usap punggung Cindy dengan lembut
Nyonya Delores mengurai pelukannya
"Ibu senang Cindy..kalau Alf sudah mantap menentukan pilihan hatinya ke kamu.." sambung nyonya Delores sambil membelai pipi Cindy dengan lembut
"Terima kasih bu.." jawab Cindy tersenyum haru
Ibu Retno mengusap-usap punggung Cindy
"Jeng?..besok ikut juga yaah?..biar sekalian kita bikin seragam kebaya buat resepsi besok.." pinta nyonya Delores ke ibu Retno
"Iya Jeng..terima kasih.." jawab bu Retno
Bu Retno merasa terharu akan ketulusan keluarga tuan Stephano Alexander. Walaupun dirinya berasal dari kampung..tapi mereka menerima dirinya tanpa memandang status sosial yang ada diantara mereka
__ADS_1
.
.