
"Oma?.." panggil Kanaya ke oma Izel
"Iya sayang?.." jawab oma Izel
"Aku mau tanya boleh oma?.." tanya Kanaya
"Tanya apa sayang?..hmmm?" tanya oma Izel sambil membelai lembut pucuk surai Kanaya
"Tadi aku lihat..ibu sama aunty Faleria akrab sekali?..dan tadi ibu minta sama aunty Faleria..supaya memanggil ibu dengan panggilan kakak..ada cerita apa di balik itu semua oma?.." tanya Kanaya penasaran
Oma Izel tersenyum sesaat setelah mendengar pertanyaan Kanaya barusan
"Cerita ini bermula sekitar..hmm..kira-kira waktu ibumu berumur 7 tahun. Pada suatu malam seorang penjaga menemukan sesosok bayi mungil yang masih berwarna merah yang di taruh di dalam keranjang dan dengan sengaja di tinggalkan di depan gerbang mansion opa. Maid melapor kepada oma kalau ada sesosok bayi yang ditemukan di depan gerbang. Oma bersama ibumu bergegas menuju ke gerbang depan dan disana oma melihat sendiri bayi mungil itu menangis kehausan dan mungkin juga kelaparan. Dan entah kenapa..ibumu merengek kepada oma agar membawa bayi itu ke dalam mansion.." kata oma Izel
"Terus oma?.." tanya Kanaya yang penasaran
"Di dalam mansion ibumu meminta kepada maid untuk membuatkan susu dan bubur bayi untuk bayi itu dan ibumu pula yang memberikan nama untuk bayi itu.."
"Siapa namanya oma?.."
"Faleria..ibumu memberikan nama bayi itu Faleria..yang artinya gadis yang mandiri.."
Oma Izel menghela nafasnya sejenak..bibirnya tersungging senyuman haru
"Mungkin karena ibumu putri tunggal oma dan opa..ibumu sangat senang dengan kehadiran Faleria di mansion dan ibumu meminta kepada oma dan opa untuk menganggap Faleria adalah adik kandungnya. Kemana-mana setelah mereka dewasa..mereka selalu berdua"
"Aunty Faleria saat ini sudah berkeluarga oma?"
"Belum..Faleria bertekad tidak ingin membina rumah tangga dengan pria mana pun..dia ingin mengabdi untuk oma dan opa sampai akhir hayatnya.."
"Kok bisa begitu oma?.."
"Karena Faleria merasa berhutang budi kepada oma dan opa..karena sudah merawatnya dari kecil sampai dia dewasa..walaupun oma tidak pernah mempermasalahkan itu semua dan menyuruhnya untuk membina rumah tangga dengan pria pujaan hatinya..tapi dia tetap dengan pendiriannya. Oma kala itu murni menolong dia karena oma merasa kasihan melihat bayi mungil yang sudah dibuang oleh orang tuanya.."
"Aunty Faleria tidak berusaha mencari orangtuanya oma?"
"Hati Faleria sudah tertutup terhadap kedua orangtuanya..tepatnya ayah kandungnya..dan Faleria memilih mengganti baktinya kepada oma dan opa yang sudah mengasuh dirinya dari sewaktu dia masih bayi. Padahal opa mu itu sudah menemukan keluarga ayah kandung Faleria..tapi Faleria tetap tidak mau menerima mereka. Karena Faleria berpikir kehadiran dia di dunia ini tidak diinginkan oleh mereka dan memilih membuang dirinya sewaktu masih bayi..dan keluarga besar ayah kandunglah yang menjadi dalang kematian ibu kandung Faleria. Jadi hati Faleria sudah menganggap tidak pernah ada kehadiran ayah kandungnya di kehidupannya.."
"Opa kenal sama ayah kandung aunty Faleria?" tanya Kanaya ke opa Enzo
"Tahu sayang..dan opa sudah memberikan pelajaran kepada mereka.." jawab opa Enzo
__ADS_1
"Mereka?..mereka siapa opa?.."
"Ayah kandung Faleria dan keluarga besarnya" jawab opa Enzo
"Kenapa bisa begitu opa?"
"Ternyata kelahiran Faleria adalah hasil dari hubungan gelap dari seorang pria yang berasal dari sebuah keluarga yang cukup terpandang di kota Roma dengan salah satu pegawai wanita di kantornya. Keluarga besar pria itu yang tidak mau nama keluarga mereka tercoreng akibat dari skandal itu lalu dengan kejam dan teganya mereka membunuh ibu kandung Faleria sesaat setelah melahirkan Faleria ke dunia ini dan menyuruh seseorang untuk membuang bayi mungil Faleria.." ucap opa Enzo yang menerawang masa lalu Faleria
Opa Enzo sampai saat ini masih merasa kesal dan marah kalau mengingat kekejaman keluarga besar dari ayah kandung Faleria terhadap ibu kandung Faleria
"Kasihan aunty Faleria.." gumam Kanaya
"Terus?..kelanjutannya gimana opa?.." tanya Kanaya yang penasaran
"Penasaran sekali siiih?..hmmmm?.." goda opa Enzo sambil menarik gemas ujung hidung Kanaya
"Aaaah opaaaa...sakit kan.." rajuk Kanaya sambil bibirnya mengerucut
Opa Enzo dan oma Izel tertawa geli melihat Kanaya merajuk kesal di goda oleh opa Enzo
"Dengan tangannya sendiri..Faleria berhasil membalaskan dendamnya atas kematian ibunya dengan menghancurkan keluarga besar ayah kandungnya.." sambung opa Enzo
"Pasti karena bantuan opa.." tebak Kanaya
"Opa aku gitu lhoooo.." bangga Kanaya
Sontak opa Enzo tertawa terbahak-bahak mendengar Kanaya membanggakan dirinya
"Sandra?.."
"Iya oma?.." jawab Kanaya sambil menoleh ke oma Izel
"Oma perhatikan..kamu sepertinya perhatian sekali dengan cerita Faleria?.."
Kanaya tersenyum sesaat sebelum menjawab pertanyaan oma Izel
"Kisah hidup aunty Faleria mirip dengan kisah aku oma..sama-sama tidak merasakan kasih sayang dari seorang ibu dari sejak kecil. Bedanya aku masih diberikan kesempatan untuk bertemu lagi dengan ibu Delores dan ayah Stephano..oma..opa dan juga oma Aya..opa Stephanus dan kak Alf. Sedangkan aunty Faleria tidak mungkin lagi untuk bertemu dengan ibu kandungnya.."
Sontak oma Izel memeluk Kanaya dengan terisak haru
"Maafkan kami ya sayang..yang sampai kehilangan dirimu dulu.." sesal oma Izel
__ADS_1
"Tidak apa-apa oma..sekarang kan kita sudah berkumpul lagi..yang lalu biarlah berlalu.." hibur Kanaya di pelukan oma Izel
Opa Enzo hanya mengelus-elus lembut pucuk rambut Kanaya yang masih berada di pelukan oma Izel
"Jadi ini alasan kamu..kalau kamu nggak mau kuliah di luar negeri?..hanya karena kamu nggak mau berpisah dengan ibumu lagi?.." tanya oma Izel setelah mengurai pelukannya
Kanaya menganggukan kepalanya. Oma Izel mengecup kening Kanaya dengan sedikit lama dan dalam
"Terima kasih sayaang..terima kasih.." ucap oma Izel terharu
"Tuan?..maaf mengganggu.." kata Enrico yang duduk di samping pengemudi sambil memutar badannya ke belakang
"Iya Enrico.." jawab opa Enzo
"Tuan Dominico menelpon..ingin berbicara dengan anda tuan.." kata Enrico sambil menoleh ke belakang
"Bilang padanya jangan ganggu saya malam ini..suruh dia telpon kembali esok hari.." pinta opa Enzo
"Baik tuan.."
"Enrico?.." panggil opa Enzo
"Saya tuan.." jawab Enrico yang memutar kembali badannya menghadap ke belakang
"Bilang padanya..jangan beritahu ke siapa pun masalah kedatangan saya ke Indonesia.."
"Baik tuan.."
"Oma?.." panggil Kanaya lirih di telinga oma Izel
"Iya sayang?.."
"Tuan Dominico itu siapa oma?.." tanya Kanaya yang kepo
"Dia pejabat di Kedutaan Italia yang ada disini sayang.." jawab oma sambil tersenyum
"Kok dia kenal sama opa sih oma?"
"Sebelum dia bertugas di Kedutaan Italia..dia dulu bekas anak buah opa mu sayang.." jawab oma Izel sambil tersenyum
Kanaya hanya membulat bibirnya seraya mengangguk-anggukan kepalanya
__ADS_1
.
...****************...