Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
60.Terbaring Di Rumah Sakit


__ADS_3

Euuughhh...


Seorang gadis menggeliat sambil berangsur-angsur bangun dari tidurnya. Matanya mengerjap menyesuaikan dengan cahaya yang masuk ke dalam netranya.


"Dimana aku?..kok putih semua?..apa aku di rumah sakit?..eh..rumah sakit?"


EKHEEEMM..


Sebuah deheman berat membuat dirinya terkejut dan menoleh ke arah sumber suara


"Ka..kak..Stu?" cicitnya setelah melihat Stu berdiri di sisi ranjangnya sambil tangannya bersidekap di depan dadanya..mata Stu menatap tajam seperti meminta penjelasan kenapa dirinya sampai bisa terbaring di ranjang rumah sakit


"Bisa kamu jelasin ke kakak dek?..kenapa bisa badan kamu penuh luka-luka seperti itu.." tanya Stu dengan mata yang masih menatap tajam ke dirinya


Ambar melihat dirinya..tangan kanannya dibalut perban dari pangkal lengannya sampai ke bahu. Tangan kirinya hanya mendapat perban di pundak dan sikunya..dan Ambar bisa merasakan beberapa balutan perban di badannya dibalik baju pasien yang dia kenakan


"A..aku ada dimana ini kak?" tanya Ambar


"Jangan jawab pertanyaan kakak dengan pertanyaan yang lain..sekarang jawab pertanyaan kakak..kamu kemana semalam?"


Ceklek


Belum juga Ambar membuka mulutnya..pintu ruang rawat VVIP nya terbuka dan munculah mommy Angel dan daddy Toni


"Sayaaang?..kamu sudah bangun nak?" tanya mommy Angel dengan muka sendunya


Mommy Angel duduk di tepi ranjang dan mencium kening Ambar dengan lembut


"Kamu kenapa bisa begini sayang?..kata Imron kamu bawa motor lagi yaah?" tanya mommy Angel sambil melihat badan Ambar


"Kamu jatuh lagi nih pasti.." sambung mommy Angel


"Ambar nggak apa-apa mom..cuma luka lecet kok.." jawab Ambar yang tidak mau menambah khawatir mommy Angel


"Badan kamu penuh luka tembakan dek..sama penuh luka kena pecahan granat..kamu bilang cuma luka lecet?.." sergah Stu


"Kakaaak.." rengek Ambar


"Haah?..kamu kena tembak sayang?..siapa yang menembak kamu?" tanya mommy Angel


"Nggak mom..mommy jangan nangis yaah?..luka-luka di badan Ambar nggak apa-apa kok..aaaaaah..."


Ambar menjerit karena Stu dengan sengaja memencet perban yang membalut tangan kanannya


"Sakit kak!!...huft..mommyyy.." rengek Ambar ke mommy Angel


Mommy Angel hanya bisa menghela nafasnya karena Ambar berusaha menutupi suatu masalah ke dirinya


"Sekarang jawab pertanyaan mommy..kamu kemana semalam?" tanya mommy Angel lembut


"Ambar..hmm..momny jangan marah yaah?" pinta Ambar sebelum meneruskan perkataannya


"Tergantung..kalau kamu jujur..mommy nggak akan marah.." jawab mommy Angel


Ambar mengerucutkan bibirnya


"Ambar..semalam nyari Heru mom.." jawab Ambar


Mommy Angel hanya bisa menghela nafasnya kembali..sabar..apa yang dia khawatirkan ternyata kejadian


"Seharusnya kamu dengar omongan kakak dek..ck..terus..kenapa kamu bisa kayak gini..seharusnya Heru dengan mudah kamu ringkus kan?.." ucap Stu


"Ambar nggak ngira..kalau Heru sekarang ngumpet di markasnya Yakuza Jepang kak..Ryu Kanemoto namanya.." sahut Ambar


"Ryu Kanemoto?.." tanya Stu


Ambar menganggukan kepalanya

__ADS_1


Stu melihat ke daddy Toni..setelah mendengar nama orang yang melindungi Heru. Daddy Toni hanya bisa diam sambil menghela nafasnya. Stu merasa kalau daddy Toni tahu soal jati diri Ryu Kanemoto


"Semalam Ambar kenapa kak?..kok Ambar bisa dibawa kesini?.." tanya Ambar


"Teman kamu..siapa namanya..si Son..Sontoloyo itu..bawa kamu kesini.." jawab Stu


"Namanya Soni kak..iiih..sembarangan kakak main ganti-ganti nama orang.." potong Ambar kesal


"Whatever..semalam dia hubungi kakak..kalau kamu terluka dan di bawa kesini.."


.


*Flashback On*


Bugh..


Badan Ambar jatuh ketanah cukup keras begitu mendarat di atas lapangan yang tak jauh dari gedung kepunyaan Ken..parasut yang dia gunakan perlahan melayang turun menutupi badannya. Van hitam segera berhenti di sebelah Ambar yang masih tergeletak tertutup kain parasut


"Mammm!!.." teriak seorang pria begitu pintu samping van itu terbuka


Dia segera menyibak kain parasut yang masih menutupi badan Ambar


"Mam!!..anda tak apa-apa?" tanyanya sambil membalikan badan Ambar yang tertelungkup


Dia melihat jaket kulit yang dikenakan Ambar terkoyak di bagian perut dan dadanya.. sepertinya pecahan granat dari lemparan Shino mampu merobek jaket kulitnya dan menembus lapisan jaket anti peluru yang Ambar kenakan. Soni menyusul menghampiri Daniel dan Ambar yang diikuti oleh seorang pria yang turun dari sisi pintu pengemudi dan langsung mengawasi keadaan sekitar van dengan senjata di tangannya..berjaga-jaga kalau anak buah dari Ken mengejar Ambar sampai kesini


"Madam??..are you oke?" tanyanya sambil berusaha mendudukkan Ambar


Ambar hanya bisa meringis pelan


"I'm oke Niel..aarggh.." erang Ambar saat dia menggerakan tangan kanannya


Ambar lihat lengan kanannya terluka cukup parah..karena tadi dia berusaha melindungi wajahnya dari ledakan granat dan dia juga melihat ada beberapa pecahan granat mengoyak kulitnya dan membuat darahnya mengucur merembes ke baju hitamnya


"Kita harus segera ke rumah sakit mam..luka-luka anda cukup parah.." pinta Daniel


"Joe!..kita berangkat!!.." panggil Soni ke temannya yang masih berjaga-jaga di dekat mobil dengan moncong M4A1 terhunus ke depan


Joe segera masuk ke dalam mobil dan dengan cepat membawa van itu meninggalkan lapangan. Di dalam mobil..Soni mengambil ransel perlengkapan P3K yang tersedia di dalam mobil. Soni mengambil sebuah tabung silver berukuran kecil berbentuk seperti pena insulin yang ada semacam jarum suntik di ujungnya


"Tahan sebentar mam.." pinta Soni


Aaaarrggh...


Ambar menggeram menahan sakitnya ketika Soni menancapkan ujung tabung silver ke paha kanannya dan menyuntikan cairan bening seperti pereda sakit. Belum sempat Ambar menarik nafasnya..Daniel menancapkan tabung silver lainnya ke lengan kanan Ambar. Setelah itu Daniel dengan cepatnya memakaikan masker oksigent ke Ambar. Tak lama Ambar terkulai pingsan. Melihat Ambar pingsan..Soni bangun dan memencet keyboard komputernya dan memakai headset di kepalanya


"Halo?.."


"Halo..selamat malam..dengan tuan Stewart?.." jawab Soni yang ternyata menghubungi Stu


"Iya..siapa ini?.."


"Nama saya Soni tuan..mohon maaf..nyonya Ambar terluka cukup parah..mohon tuan segera datang ke Alex's Hospital sekarang.."


"App..."


Soni segera mematikan sambungan teleponnya sebelum Stu bertanya lebih lanjut.. dan juga mengacak sinyal dari jaringan telepon yang barusan dia gunakan untuk menelpon Stu


"Gimana Niel?" tanya Soni sambil bangun dan kembali ke samping Daniel


"Syukurlah..kondisi madam stabil Son.." jawab Daniel


"Apa madam tidak tahu?..kalau tadi dia akan berhadapan dengan kelompok Yakuza?" tanya Daniel ke Soni


"Kurasa tidak tahu Niel..karena informasi yang aku dapat dari HQ..kalau orang yang diburu madam ada di gedung itu..dan aku juga baru tahu kalau gedung itu adalah kepunyaan dari seorang anggota Yakuza.." jawab Soni seperti merasa bersalah melihat Ambar yang terluka


"Bisa kau percepat mobilnya Joe?" pinta Daniel ke Joe yang tengah mengemudikan mobil

__ADS_1


"Oke.." jawab Joe singkat


"Apa kondisi madam memburuk Niel?" tanya Joe sesekali menengok ke belakang


"Tidak Joe..tapi kalau kita tidak segera membawa madam ke rumah sakit..kondisi madam bisa memburuk.." jawab Daniel


Dengan sigapnya..Joe menembus lalu lintas Jakarta yang cukup lengang di malam itu


*Flashbac Off*


.


"Sudah..sekarang kamu istirahat dulu yaah?..nanti biar mommy minta bu Pur nemanin kamu disini.." pinta mommy Angel sambil membelai rambut Ambar dengan lembut


"Iya mom..maafin Ambar ya mom.." pinta Ambar yang merasa bersalah karena telah membuat momny Angel sangat khawatir


Mommy Angel menganggukan kepalanya


"Iya..sudah jangan kamu pikirkan lagi..mommy hanya minta..kamu harus berhati-hati lagi lain kali.."


"Iya mom.." jawab Ambar sambil tersenyum


"Nanti malam kamu mommy tinggal yaah?..soalnya mommy, daddy dan Stu akan menghadiri acara ulang tahunnya Kanaya.." kata mommy Angel


"Iya mom..salam buat adik..eh..kakak ipar ya mom.." pinta Ambar sambil melirik Stu


Stu hanya mencebik malas


"Coba kamu nurut omongan kakak..kamu kan bisa kakak kenalin ke Kanaya malam ini.."


"Iya kak iya..Ambar salah..Ambar minta maaf yaah?" bujuk Ambar sambil menyodorkan tangan kirinya..karena tangan kanannya kaku diperban


"Maaf diterima.." jawab Stu sambil menyambut uluran tangan Ambar dan tersenyum


Mommy Angel tersenyum sambil menjembel pipi Ambar dengan gemas


Ceklek


Pintu kamar terbuka dan masuklah Alf yang mengenakan jas putih seragam Dokternya


"Gimana aunty?..si cengeng udah siuman?" tanya Alf sambil menghampiri ranjang Ambar


"Kak Alf!..huft.." rengek Ambar sambil mengerucutkan bibirnya..karena Alf memanggilnya dengan panggilan si cengeng..panggilan dirinya saat kecil dulu


"Kakak nggak kangen sama Ambar?" tanya Ambar sambil merentangkan tangan kirinya


Alf menghampiri Ambar dan memeluknya dengan hati-hati


"Kakak kangen banget dek..tapi sekalinya ketemuan sama kakak..badan kamu penuh luka begini sih dek?" ucap Alf


"Eh..kak Alf..memang bener?..kalau kak Alf punya adik perempuan?" tanya Ambar


"Iya..namanya Kassandra.." jawab Alf


"Kassandra?..kata mommy Angel..namanya Kanaya kak..kok Kassandra?" tanya Ambar heran


"Iya..nama pemberian ibu Delores adalah Kassandra..sedangkan nama Kanaya adalah pemberian dari bi Rosida..yang bawa lari Kassandra dulu.." jawab Alf


Mulut Ambar hanya bisa membulat mendengar penjelasan Alf tentang adiknya


"Memangnya kakak setuju?..kalau adiknya kak Alf pacaran sama kak Stu?" tanya Ambar sambil menahan senyumannya dan melirik ke Stu


"Kenapa memangnya?..kamu nggak setuju?" tanya Alf


"Nggaaak..kalau Ambar sih setuju-setuju ajah kak..cuma Ambar kasihan sama adik kak Alf nantinya..soalnya dia jadi punya pacar kayak modelan kulkas 5 pintu begini..aaaaaaahh.."


Ambar kembali berteriak karena Stu dengan sengaja memencet lagi luka Ambar yang ada di tangan kanannya. Alf, mommy Angel, daddy Toni hanya bisa tergelak tawa melihat Ambar berteriak kesakitan

__ADS_1


__ADS_2