
Kanaya mendekati kudanya..dia elus-elus leher dan badan kuda itu
"Aku boleh naik opa?" tanya Kanaya
Opa Enzo menganggukan kepalanya
"Signore?...(Tuan?)" tanya Phillipo yang mempertanyakan maksud opa Enzo yang mengijinkan cucunya untuk menaiki kuda barunya
"Prepara la sella per mio nipote Phillipo..(Siapkan pelana untuk cucuku Phillipo)" pinta opa Enzo
"Si signore..(Baik tuan)" jawab Phillipo
Tiba-tiba..Kanaya dengan sekali hentak dia menaiki punggung kudanya..dimana membuat semua yang melihat menahan nafas mereka melihat keberanian Kanaya yang naik ke atas punggung kuda barunya
"NAYAAAA!!..." teriak keempat teman Kanaya serempak
Hanya opa Enzo yang terdiam melihat cucunya yang berani naik ke atas punggung kudanya. Ada senyuman bangga tersungging di bibir opa Enzo
"Jadi kau memang benar-benar cucuku Kassandra.." batin opa Enzo
Kanaya yang sudah ada diatas punggung kuda..hanya bisa tertegun heran..bagaimana bisa dirinya yang baru pertama kali memegang kuda sudah bisa dan tahu caranya naik ke atas punggung seekor kuda dengan begitu mudahnya..dan tanpa pelana di punggung kudanya. Sepertinya naluri alami dalam dirinya yang menggerakan Kanaya untuk naik ke atas punggung kudanya
"Aku kok bisa naik sih?" batin Kanaya heran
Phillipo yang datang tergopoh-gopoh membawa pelana untuk Kanaya..tersentak kaget melihat Kanaya yang sudah ada diatas punggung kudanya
"Signore?..perché ha fatto salire la signora sul cavallo?..pericoloso signore..(Tuan?..kenapa tuan biarkan nona naik ke atas kudanya?..berbahaya tuan)" cemas Phillipo
"E..come si fa signore?..signorina salire lassù?..(Dan..bagaimana caranya tuan?..nona naik kesana?)" sambung Phillipo
Opa Enzo hanya memberikan senyuman ke Phillipo
"Che Filippo..Kassandra è davvero mio nipote..solo della stirpe de Marco riesce a sottomettere Fusaichi Pegasus..il cavallo dei nobili..lo sai..(Biarkan Phillipo..Kassandra memang cucuku..hanya dari garis keturunan de Marco yang mampu menundukan Fusaichi Pegasus..kuda para bangsawan..kau tahu itu)" jawab opa Enzo yang menatap Kanaya yang tengah mengelus-elus surai yang ada di leher kudanya
"Nay..turun Nay..nanti lu jatuh.." pinta Maria
"Nggak apa-apa Maria..si Kliwon jinak kok.." jawab Kanaya
"Kliwon?..siapa itu Kliwon?" monolog Maria yang keningnya berkerut bingung
"Kuda aku namanya Kliwon Maria..ayo Kliwon..ckckckck..jalan pelan-pelan yaaah.." pinta Kanaya sambil menepuk-nepuk pelan leher Kliwon
Seperti mengerti perintah Kanaya..Kliwon melangkahkan kakinya dengan pelan ke depan. Kanaya dengan senangnya merentangkan kedua tangannya ketika Kliwon mulai melangkahkan kakinya dengan sedikit lebih cepat..menyusuri rumput halaman depan Istal. Opa Enzo tidak ketinggalan merekam aksi Kanaya dengan ponselnya dan mengirimkan ke nomor nyonya Delores dan tidak membutuhkan waktu lama..nyonya Delores langsung menelpon opa Enzo lewat sambungan video call
"Papà!!..perché papà ha lasciato che Kassandra andasse a cavallo?..non ha mai cavalcato papà..più tardi Sandra potrebbe cadere..(Papa!!..kenapa papa biarkan Kassandra naik kuda?..dia belum pernah naik kuda papa..nanti Sandra bisa jatuh)"
Nyonya Delores langsung mengomel ke opa Enzo begitu sambungan video call tersambung..yaa..sepertinya kiriman video opa Enzo membuat nyonya Delores tidak tenang. Opa Enzo hanya tertawa melihat nyonya Delores ngomel-ngomel ke dirinya
"Adel?..dimenticato?..Kassandra è il nipote di papà..discendenti di de Marco..devi aver dimenticato che tutti i discendenti di de Marco devono poter andare a cavallo..(Adel?..kamu lupa?..Kassandra itu cucu papa..keturunan de Marco..kamu pasti lupa kalau semua keturunan de Marco harus bisa naik kuda)" ucap opa Enzo sambil tersenyum geli
"Ma Sandra non ha mai cavalcato il cavallo di papà.. E se cadessi?..(Tapi kan Sandra belum pernah naik kuda papa..nanti kalau jatuh gimana?)" tanya nyonya Delores cemas
"Già..ti calmi..lascia tutto a papà..Kassandra andrà bene..(Sudah..kamu tenang saja..serahkan semua sama papa..Kassandra pasti tidak apa-apa)" jawab opa Enzo
Nyonya Delores sepertinya tidak puas akan jawaban opa Enzo..nyonya Delores mencebik kesal
__ADS_1
"Più tardi Sandra dirà ad Adel papà di chiamare..(Nanti Sandra suruh telpon Adel papa)" pinta nyonya Delores
"Non arrabbiarti con il nipote di papà Adel..eh.. per un secondo..vediamo..(Kamu jangan marahin cucu papa Adel..eh..sebentar..coba kamu lihat..)"
Opa Enzo mengarahkan layar ponselnya ke arah Kanaya yang menunggangi Kliwon yang kini sudah mulai mempercepat derap langkah kakinya. Dengan berpegangan dengan surai yang ada di leher Kliwon..Kanaya memutari halaman Istal opa Enzo. Nyonya Delores hanya bisa memanggil Kanaya agar berhenti dan turun dari atas punggung Kliwon
"Adel?..già yaah?..(Adel?..sudah yaah?)" kata opa Enzo sambil memutuskan sambungan video call nya
Phillipo yang berdiri di samping opa Enzo hanya bisa takjub melihat Kanaya yang berputar-putar di halaman Istal. Karena baru Kanaya saja yang bisa naik ke punggung Kliwon..semua pegawai di Istal tidak ada yang bisa dan sanggup untuk menaklukkan Kliwon. Ditambah..walaupun Kanaya tidak menggunakan pelana..dia tampak nyaman di atas punggung Kliwon dan Kliwon tidak berlaku agresif selama Kanaya ada diatas punggungnya
"Sandra?" panggil opa Enzo
Kanaya mengarahkan Kliwon untuk menghampiri dimana opa Enzo berdiri
"Woooo..berhenti Kliwon.." pinta Kanaya
Dengan patuh Kliwon berhenti di depan opa Enzo
"Kliwon?..siapa itu Sandra?" tanya opa Enzo sambil menghisap cerutunya
"Kuda ini opa..aku kasih dia nama Kliwon..tidak apa-apa kan opa?" jawab Kanaya
"Tidak apa-apa sayang..Kliwon nama dari Indonesia?" tanya opa Enzo
"Iya opa.." jawab Kanaya sambil menepuk-nepuk pelan leher Kliwon..Kliwon membalas dengan mendengus dan menganggukan kepalanya di depan opa Enzo
"Naya mah bener-bener ya Li..mosok kuda mahal-mahal dikasih nama Kliwon?.." kata Jessica sambil menghela nafasnya
"Cucu Sultan mah bebas Jess.." jawab Liona
Opa Enzo menyuruh Kanaya untuk turun dari atas punggung Kliwon..karena akan di pakaikan pelana terlebih dahulu oleh Phillipo. Kanaya yang berdiri di depan Kliwon..mengelus-elus kepala Kliwon sambil mengajaknya berbicara selagi Phillipo memasangkan pelana di punggung Kliwon
"Apa benar?..kalau Kassandra belum pernah naik kuda selama di Indonesia?" tanya opa Enzo ke teman-teman Kanaya
"Belum pernah opa..saya juga heran..kok Naya sudah langsung bisa naik kuda..seperti joki profesional saja ya opa.." jawab Maria
Setelah selesai dipakaikan pelana..Kanaya naik lagi ke atas punggung Kliwon
"Kamu mau ke mansion sama Kliwon Kassandra?" tanya opa Enzo
"Iya opa.." jawab Kanaya sambil menarik tali cencang Kliwon untuk berjalan menuju ke mansion opa Enzo
"Teman-teman..aku duluan yaaah?" pamit Kanaya sambil menyentak Kliwon untuk mulai berlari
"Naya nggak apa-apa itu opa?" tanya Rita yang masih tak percaya kalau Kanaya sudah langsung mahir menaiki kuda
"Tidak apa..Kliwon akan selalu menjaga tuannya..sama seperti pendahulunya dulu" jawab opa Enzo
Opa Enzo mengajak ke empat teman Kanaya untuk menaiki golfcart untuk kembali ke mansion
"Kalian disini berapa hari?" tanya opa Enzo
"Tergantung Naya opa..kami hanya ikut schedulenya Naya.." jawab Liona
"Opa ada hadiah buat kalian..karena menurut mamahnya Kassandra..kalian mau menerima Kassandra waktu di sekolah.." ucap opa Enzo sambil menoleh dan tersenyum ke Liona yang duduk di sebelahnya
__ADS_1
Sontak keempat gadis itu saling adu pandang sambil tersenyum merekah
"Waaah...terima kasih ya opa.." kata Liona yang mewakilkan teman-temannya
"Oh iya..opa mau tanya sama kalian..Kilwon itu artinya apa kalau dalam bahasa Inggris?" tanya opa Enzo
"Soalnya opa baru mendengar nama Kliwon setelah opa kursus bahasa Indonesia.." sambung opa Enzo
Opa Enzo keningnya berkerut..mengingat-ingat apa adakah suku kata Kliwon yang opa Enzo pelajari saat dirinya mengikuti kursus bahasa Indonesia yang diminta khusus datang ke mansionnya. Ya..nyonya Delores meminta keluarganya yang ada di Italia harus bisa berbahasa Indonesia saat Kanaya datang berkunjung kesana
"Errr..apa ya opa?..saya susah untuk jelasinnya.." jawab Liona yang bingung
Liona menoleh ke belakang dan mencolek lengan Maria untuk membantunya menjelaskan ke opa Enzo..Maria hanya menggelengkan kepalanya
"Gua enggak tahu.." jawab Maria dengan isyarat bibirnya
.
__________________
.
Sementara itu disebuah apartement kecil yang terletak di lantai 20..lebih tepatnya di sebuah kamar yang berukuran kecil..pak Gatot Atmojo duduk merenung sambil melihat ke arah jendela kamarnya dengan tatapan kosongnya. Gurat wajahnya yang biasa terawat rapi saat ini terlihat tak terawat dengan bulu-bulu halus yang mulai tumbuh di dagunya
Ceklek
Pintu kamar terbuka dengan diiringi Sita yang masuk ke dalam kamar sambil membawakan sepiring nasi beserta lauk pauk sederhananya. Sita berhenti di sisi pak Gatot yang acuh dengan kehadiran Sita disisinya
"Pah?..papah makan dulu yaah?.." pinta Sita sambil menaruh piringnya di sebuah meja kecil yang ada di depan pak Gatot
Pak Gatot masih diam bergeming memandangi jendela kamar. Sita berjongkok di depan papahnya
"Pah?..papah harus makan..soalnya tadi pagi papah nggak sarapan..nanti papah bisa sakit" ucap Sita yang matanya mulai basah oleh airmata
Sita terpaksa membawa kedua orangtuanya untuk tinggal di apartement sederhana ini setelah mereka diusir dengan paksa oleh Stu dari rumah mereka. Sita masih bisa menyelamatkan apartement miliknya karena dia membelinya dengan hasil jerih payah dia sendiri..tanpa bantuan dari pak Gatot. Oleh karena itu Stu tidak bisa menyita apartement ini karena apartement milik Sita ini tidak ada di pembukuan Betara Land
"Papah?..papah makan dulu yaah?" pinta Sita sekali lagi
Pak Gatot menoleh ke arah Sita tanpa ekspresi di mukanya dan dia kembali memandangi jendela kamar. Hati Sita perih menjerit melihat keadaan papanya yang seperti tidak mempunyai semangat hidup lagi semenjak Betara Land di ambil paksa oleh Wijaya Holding. Ditambah lagi kakaknya sampai sekarang tidak ada kabar beritanya semenjak Heru dan Ken menyulik Kanaya dan Cindy. Keberadaan kedua orang itu beserta Keyla hilang seperti ditelan bumi. Sita akan berusaha membujuk kakaknya agar melepaskan Kanaya dan Cindy..setelah itu dia akan menemui dan memohon kepada Stu untuk mengembalikan apa yang sudah Stu rebut dari keluarganya. Sita ambil piring yang tadi dia bawa dan dia suapi pak Gatot dengan sabar. Sita tersenyum getir melihat papahnya mau membuka mulutnya saat Sita menyuapinya dengan sesendok nasi
"Nanti Sita akan mencari mas Heru pah..Sita akan menyuruh mas Heru untuk melepaskan Kanaya dan Cindy dari sekapan Ken.." kata Sita sambil menyuapi kembali pak Gatot
"Buat apa?" tanya pak Gatot datar tanpa menoleh ke Sita
"Ini semua gara-gara mas Heru pah..gara-gara mas Heru menyuruh Ken untuk menyulik Kanaya dan Cindy..Stu marah dan kita yang kena getahnya" jawab Sita agak keras
Pak Gatot menarik ujung bibirnya sedikit
"Biarkan..jangan kau cari mas mu itu..papah sudah lupa kalau papah punya anak laki-laki di keluarga papah.." ucap pak Gatot sambil memejamkan matanya
Pak Gatot menggelengkan kepalanya saat Sita menyodorkan sendok nasinya. Sita taruh piringnya dan bangun
"Sita mau keluar dulu pah.."
"Kemana?"
__ADS_1
"Mau ke tempat Stu.." jawab Sita sambil keluar dari dalam kamar pak Gatot