
Sebuah sedan mewah berhenti di depan gerbang mansion Stu..seorang security menghampiri
"Selamat malam sore tuan.." sapa security kepada pengendara mobil itu
"Selamat sore" jawabnya
"Ada keperluan apa anda datang kemari?"
"Saya diundang tuan Stewart untuk datang kemari pak.."
"Atas nama siapa?"
"Lukman pak..Lukman Hadi"
"Oh iya..tuan Lukman..silahkan masuk"
Security kemudian membukakan pintu gerbang untuk tuan Lukman memasukan mobilnya
"Waaah..rumahnya besar sekali pah?" ucap Jessica tanpa sadar begitu melihat mansion Stu yang ada di hadapannya
Tuan Lukman tidak menanggapi omongan Jessica..dia hanya berpikir..ada keperluan apa dirinya dipanggil oleh Stu secara mendadak untuk datang ke kediamannya sesegera mungkin..dan juga dia diharuskan mengajak putrinya tak kala menghadap Stu
"Ulah apa lagi yang kau lakukan Jess?..sampai-sampai tuan Stewart memanggil kita?"
Di carport..tuan Lukman menghentikan mobilnya..dia bersama Jessica menuju ke teras dimana mereka sudah ditunggu oleh Sela
"Selamat sore bu.." sapa tuan Lukman
"Selamat sore tuan Lukman..mari silahkan masuk..anda sudah ditunggu oleh tuan muda" jawab Sela
Jessica menelisik heran begitu melihat Sela
"Ibu ini bukannya yang setiap sore ada di sekolahan..ngapain dia ada disini?"
Tuan Lukman mengikuti Sela yang mengajak dirinya menuju ke ruang kerja Stu
Kembali Jessica dibuat takjub melihat dekorasi mansion Stu
"Silahkan tuan..silahkan tuan dan nona Jessica menunggu disini.." pinta Sela begitu mereka sampai di dalam ruang kerja Stu
"Ibu itu kok tahu nama Jessi sih?"
"Baik bu..terima kasih.."
Sela meninggalkan tuan Lukman dan Jessica berdua di dalam ruang kerja Stu
"Kita mau ngapain sih pah?" tanya Jessica sambil duduk di kursi yang kosong disebelah papahnya
"Papah nggak tahu Jessi..tadi tuan Riko hanya memerintahkan papah untuk segera datang ke sini.." jawab tuan Lukman sambil melihat-lihat keadaan ruang kerja Stu
"Apa yang sudah kau lakukan disekolah Jess?..papah takut pemanggilan tuan Stewart kepada kita gara-gara kelakuanmu di sekolah" tanya tuan Lukman
"Nggak ada pah..Jessi belajar lah kalau di sekolah..iya kali Jessi jualan cilok.." bantah Jessi acuh
"Tadi kenapa kalian pada masuk ke ruangan papah?..kalian sepertinya habis lari-larian?" tanya tuan Lukman lagi..seakan-akan tidak percaya apa yang sudah diutarakan Jessica
"Nggak ada pah..Jessi kan cuma pengen bareng papah pulangnya" jawab Jessi
Interaksi antara ayah dan putrinya di ruang kerja Stu ternyata di pantau oleh beberapa buah CCTV yang sengaja di pasang secara tersembunyi oleh Stu
Stu yang melihatnya dari ruang pribadinya..hanya tersenyum smirk
Stu bisa mendengar percakapan mereka..karena CCTV dilengkapi dengan audio
Suara ketukan terdengar dari arah pintu
"Masuk.." ucap Stu yang tidak mengalihkan pandangannya dari layar monitor
Terbukalah pintu dan masuklah Sela
"Tuan muda..makan malam sudah siap"
"Baik Sela..terima kasih"
Stu lalu bangun dan keluar dari ruang pribadinya diikuti oleh Sela di belakangnya
"Maria dimana Sel?" tanya Stu
"Ada di kamar non Naya tuan muda.." jawab Sela
Sela bertanya dalam hatinya..kenapa tuan mudanya malah melewati meja makan utama..apakah dia tidak jadi makan malam
Stu menuju ke kamar Kanaya..sesampainya disana dengan perlahan Stu mengetuk pintu kamar
"Iya..masuk.." jawab seseorang dari dalam
Stu membuka pintu kamar..dia lihat Kanaya tengah ngobrol dengan Maria di ranjang..Maria yang tahu diri..turun dari ranjang dan berdiri di sisi ranjang
"Kalian makan dulu yaah?" pinta Stu
"Iya kak.." jawab Kanaya
Maria yang melihat Kanaya akan turun..dia membantu Kanaya untuk turun
"Lu bisa jalan sendiri nggak?..kalau nggak gua ambilin kursi roda.." tanya Maria yang masih memapah pundak Kanaya
"Nggak usah Mar..aku bisa kok" jawab Kanaya
Stu tersenyum melihat interaksi keduanya
Stu menyingkir sambil membukakan pintu kamar lebar-lebar untuk Maria dan Kanaya lewat
"Ayo..kita makan malam dulu.." ajak Stu
Sesampainya di meja makan..Kanaya menyuruh Maria duduk di sebelahnya
Para pelayan melayani mereka satu persatu
"Kak Stu.." panggil Kanaya
__ADS_1
"Hmmm.." jawab Stu sambil mengunyah makanannya
"Nanti Maria mau menginap disini boleh?" tanya Kanaya
"Boleh..Maria sudah ijin sama orangtua Maria?" tanya Stu ke Maria
"Belum kak..nanti saya akan nelpon mamah untuk minta ijin..sekalian minta di bawakan baju ganti" jawab Maria
Stu menganggukan kepalanya
"Oh iya Naya..nanti saya akan menyuruh Alf untuk datang kemari..untuk memeriksa keadaan kamu.."
"Nggak perlu kak..aku nggak apa-apa kok.." jawab Kanaya
"Nggak Naya..nggak boleh bantah.." pinta Stu
Kanaya mengerucutkan bibirnya
"Iya Nay..nggak apa-apa..kali ajah badan kamu yang bagian dalam ada yang luka..memangnya kamu bisa ngelihat?" bujuk Maria
"Ya udah deh.."
Stu tersenyum melihat Kanaya akhirnya menyetujui permintaan dirinya untuk diperiksa oleh Alf
Dimanakah tuan Lukman dan Jessica?..kenapa hanya ada Stu yang ditemani oleh Kanaya dan Maria tengah bersantap makan malam..mereka berdua ternyata sengaja dibiarkan oleh Stu di ruang kerjanya..membiarkan mereka menunggu dirinya tanpa jelas disana
Mingkin kalau Stu melihat rekaman CCTV di ruang kerjanya..pasti dia bisa melihat Jessica yang uring-uringan kelamaan menunggu Stu bersama papahnya
"Papah..masih lama nggak sih?..Jessi lapar nih paah!..huuuh!!" kesal Jessica sambil menendang meja kerja Stu
"Jessi!!..jaga tingkah lakumu!..ini bukan dirumah!.." sentak tuan Lukman
"Papah marahin Jessi?..nanti Jessi ngomong sama mamah.."
Tuan Lukman hanya bisa menghela nafasnya kasar..putrinya terlalu dimanja oleh istrinya..apa pun kemauan Jessi pasti dituruti oleh istrinya
Cklek..
Pintu ruang kerja Stu terbuka...masuklah Tika yang membawakan nampan berisikan makan malam dan dia taruh di meja yang ada di sana
"Tuan..nona..silahkan di nikmati makan malamnya.." pinta Tika sambil mengangguk hormat
"Heeeh!!..kamu!..kamu siapa yang suruh bawakan makanan kayak gini?..Jessi nggak suka.."
"Saya hanya disuruh oleh bu Sela untuk mengantarkan makanan buat nona dan ayah nona.."
"Buang!..Jessi mau muntah liat makanan ini!" sewot Jessica
Sebelum Tika membuka suara..tiba-tiba Jessica mengambil teh yang ada di nampan dan langsung mengguyur ke Tika
Byuuurr..
Untung secara refleks..Tika menutup mukanya dengan tangannya..hingga mukanya tidak terkena siraman teh manis panas..walau itu mengakibatkan lengannya melepuh
"Aaaaah...ssshhh" erang Tika memegang lengannya yang terasa panas
"Nona?..apa salah saya?" tanya Tika menahan perih di lengannya
"Coba saja kau lakukan itu nona..aku jamin..tanganmu itu tak akan bisa kau gunakan lagi.."
Suara bariton Stu terdengar di belakang Tika
Tuan Lukman yang melihat Stu masuk ke ruang kerjanya..segera bangun dan menahan Jessi untuk menghentikan niatnya
"Maafkan kelakuan putri saya tuan muda.." kata tuan Lukman
Stu mengacuhkan permintaan maaf tuan Lukman
"Kau tidak apa-apa Tika?" tanya Stu sambil melihat lengan Tika yang memerah
"Tidak apa tuan muda..hanya sedikit panas.." jawab Tika sambil meringis
"Sela..kau obati Tika..kalau perlu kau antarkan dia ke rumah sakit" pinta Stu ke Sela
"Baik tuan muda.."
Sela lalu membawa Tika keluar dari ruang kerja Stu
Stu dengan tatapan dinginnya menatap ke arah tuan Lukman dan Jessi yang sudah kembali duduk di kursinya
"Apa dia seperti itu kalau dirumah tuan Lukman?..berbuat semaunya?" tanya Stu sinis
"Maaf tuan muda..maafkan putri saya..mungkin dia sedang jengkel karena lapar tuan muda.." jawab tuan Lukman
Stu lalu bersender di lemari yang ada di belakangnya
"Apa kalian tahu..kenapa kalian saya panggil kemari?" tanya Stu
"Ti..tidak tahu tuan muda" jawab tuan Lukman
"Jessica?..mungkin kamu tahu..kenapa kamu saya panggil ke rumah saya?" tanya Stu ke Jessica
"Tidak..Jessi mana tahu.." jawab Jessica acuh
Sepertinya Jessica belum tahu..siapa pria dingin yang berdiri di hadapannya
"Begitu?..kalau dengan rekaman ini..kamu tahu?" tanya Stu
Stu memencet remote yang ada di tangannya dan layar monitor yang ada di belakang tuan Lukman menyala
Disana diperlihatkan rekaman CCTV saat Kanaya mendapatkan bullyan dari Jessica and the gank
"Bisa kamu jelaskan Jessica?.." tanya Stu
Mata tuan Lukmam membulat sambil menutup mulutnya dengan tangannya..tidak percaya apa yang dia lihat
"Oooh..itu karena anak baru itu sudah kurang ajar dengan Jessi pak..dia mau mendekati Iyo..padahalkan Iyo punya Jessi seorang..anak baru itu nggak boleh deket-deket sama Iyo.."
"Begitu?" tanya Stu dengan senyuman menyeramkannya
__ADS_1
Tuan Lukman seperti tidak percaya..apa yang telah diperbuat oleh putrinya terhadap Kanaya
"Ya Tuhan Jessi..kamu nggak tahu..siapa itu Kanaya?"
"Kamu tahu?..siapa anak baru itu?" tanya Stu
"Nggak..Jessi nggak tahu dan nggak mau tahu..papah!!..sudah belum sih?..Jessi lapar paah.."
"Kamu bisa makan malam dengan yang tadi dibawa Tika untuk kamu.."
"Nggak mau!!..Jessi nggak doyan.."
Jessi dengan angkuhnya menendang nampan yang ada di atas meja..hingga isinya berantakan di lantai
"JESSSIIII!!" bentak tuan Lukman
Plaaaak!!
Sebuah tamparan mendarat di pipi Jessica
"Kurang ajar kamu!!..percuma kamu papah sekolahin mahal-mahal..kalau nggak punya etika sama sekali..jaga harga diri papah di depan tuan Stewart.." bentak tuan Lukman
"Pa..papah..nampar..hiks..nampar Jessi..hiik" isak Jessica sambil memegang pipinya yang terkena tamparan dari papahnya
Stu tersenyum puas melihat tamparan yang diberikan tuan Lukman kepada Jessica
"Sudah..sudaaah..kalau tuan Lukman ingin melanjutkan pertengkaran kalian..lebih baik lanjutkan dirumah saja..jangan disini..saya muak melihatnya" kesal Stu
Tuan Lukman tercekat diam melihat raut muka Stu yang dingin dan menyeramkan
"Jadi kau tidak tahu Jessica?..siapa anak baru itu?" tanya Stu
Jessica yang tengah menahan tangisnya hanya diam dan membuang mukanya
"Tuan Lukman..beri tahu putrimu..siapa itu Kanaya.." titah Stu
"Jessi..Kanaya itu adalah adik dari tuan Stewart..pemilik WEC..bos papah.." ucap tuan Lukman dengan muka yang begitu pias
Seketika mata Jessica membulat..tak percaya kalau tuan muda yang dingin dan menyeramkan di depan dia adalah pemilik WEC dimana tempat dia belajar dan yang membikin dia makin lemas..ternyata Kanaya adalah adik dari tuan muda bos papahnya
Jessica dengan mulut bergetar melihat ke arah Stu yang masih bersender di lemari
"Ma..maafin..saya tuan..saya tidak tahu..kalau Naya adalah adik tuan.." ucap Jessica dengan terbata-bata
Stu membuang mukanya..malas melihat muka Jessica yang dirasa sangat memuakan
"Sekarang kamu tahu?..apa kesalahan kamu?" tanya Stu
"Ii..iya tuan..saya minta maaf.." jawab Jessica sambil menundukan wajahnya
"Jangan minta maaf sama saya..ayo ikut saya.." pinta Stu
Jessica dan tuan Lukman mengikuti Stu yang keluar dari ruang kerjanya..mereka berdua hanya mengekor Stu tanpa mengeluarkan suara sedikit pun
Didepan pintu kamar Kanaya..Stu mengetuk perlahan dan membukanya
"Kamu minta maaf sama Naya..apa yang sudah kamu perbuat" pinta Stu yang masih berdiri di ambang pintu kamar
Kanaya dan Maria hanya bisa saling pandang dan terkejut..karena di depannya ada Jessica dan tuan Lukman..yang notabene adalah Kepala Sekolah mereka
Dengan langkah gontai..Jessica menghampiri ranjang tempat Kanaya berada
"Na..Naya..Jessi minta maaf" pinta Jessica lirih
"Yang keras!..mana bisa Naya dengar kalau suara kamu pelan kayak tikus kegencet begitu.." omel Stu
Maria punya ide usilnya..dia ingin merekam moment permintaan maaf Jessica ke Kanaya
"Naya.." ucap Jessica sambil mengangkat wajahnya dan menatap Kanaya
"Jessi minta maaf Naya..sudah berbuat yang tidak baik sama Naya.."
Hilang sudah keangkuhan Jessica yang selama ini dia bangga-banggakan di depan Kanaya
"Iya Jessi..Naya maafkan..jangan diulang lagi yaah?" pinta Kanaya
"Ii..iya Naya.."
"Rasain lu sekarang..kena batunya kan luh!!"
Maria menyunggingkan senyuman puasnya melihat Jessica meminta maaf ke Kanaya
"Jessi..hp Naya dimana?" tanya Kanaya
"Bu..bukan sama Jessi Naya..mung..mungkin sama Lula atau Wenda.." jawab Jessi
"Sudah..kamu keluar..biar Naya istirahat" pinta Stu agak keras
Jessica menuruti perintah Stu..keluar dari dalam kamar Kanaya
Diruang tengah..Stu berhenti dan menoleh ke arah pak Lukman dan Jessica
"Kalian berdua boleh pulang sekarang..besok saya akan datang ke WEC dan memutuskan hukuman apa yang akan saya berikan untuk anda tuan Lukman..dan kamu Jessica..kamu cari dimana keberadaan hp kepunyaan Naya..besok pagi sudah harus ada di tangan saya.." perintah Stu
"Ba..baik tuan.." jawab Jessica
"Baik tuan muda..kami permisi dulu..saya pribadi memohon maaf atas kelancangan putri saya kepada non Kanaya tuan muda.." pinta tuan Lukman sambil menundukan badannya
"Ck..sudahlah..bawa pergi putrimu dari sini..bikin saya muak!!.."
Tuan Lukman segera beranjak dari depan Stu sambil mengajak Jessica
"Riko.." panggil Stu ke Riko yang berdiri dekat tangga hanya memperhatikan kejadian yang berlangsung
"Iya bos.." jawab Riko sambil menghampiri Stu
"Besok kau tarik semua fasilitas WEC dari tangan tuan Lukman..berhentikan dia dengan tidak hormat dari kepala sekolah dan jadikan dia penjaga perpustakaan.." titah Stu
"Baik bos..kalau Jessica nya bos?" tanya Riko
__ADS_1
"Biar kutanya Naya dulu..mau diapakan anak itu..bagaimana pun juga..Naya kan yang jadi korbannya.." jawab Stu sambil menyalakan rokoknya
"Baik bos"