Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
95.Belajar Setir Mobil


__ADS_3

Sebuah mobil City Car berjenis Fiat 500L berhenti di depan gerbang mansion kediaman keluarga tuan Stephano dan membunyikan klaksonnya untuk memberitahu keberadaannya kepada Security yang berjaga


"Selamat pagi pak.." sapa Maria yang sudah menurunkan kaca jendela mobilnya


"Selamat pagi non Maria..silahkan masuk non.." jawab Security itu sambil memencet tombol otomatis pembuka gerbang


"Terima kasih ya pak.." ucap Maria sambil melajukan mobilnya ke dalam halaman mansion


"Iya non.." jawab Security


Setelah tiba di carport..Maria memarkirkan mobilnya di tempat yang sudah disediakan. Dengan bergegas Maria menuju ke pintu utama mansion dan memencet bel yang ada


Ting


Tong


Tak lama pintu utama mansion terbuka dan munculah pak Dan di balik pintu


"Selamat pagi pak Dan.." sapa Maria


"Selamat pagi non Maria..silahkan masuk..nona sudah ditunggu oleh nona Kassandra di dalam" jawab pak Dan mempersilahkan Maria masuk


Maria mengikuti pak Dan yang mengajak dirinya menuju ke ruang keluarga..disana sudah ada nyonya Delores beserta Kanaya yang sedang bercengkrama


"Selamat pagi nyonya besar..nona Kassandra..ada nona Maria.." ucap pak Dan sambil sedikit membungkukan badannya


"Eh..Maria..sini sayang..duduk disini..terima kasih Dan.." jawab nyonya Delores


"Baik nyonya.." jawab pak Dan seraya meninggalkan ruang keluarga


"Selamat pagi tante.." sapa Maria sambil menghampiri nyonya Delores dan mencium tangan nyonya Delores


"Pagi sayang..kamu sudah sarapan?" tanya nyonya Delores


"Sudah tante tadi di rumah..terima kasih.." jawab Maria sambil duduk di sebelah Kanaya


"Oh iya tante..mamah titip salam buat tante dan om.." sambung Maria sambil tersenyum


"Ooh?..Waallaikumsallam..terima kasih Maria.." jawab nyonya Delores


"Iya tante.."


"Kalian mau kemana sih hari ini?..hmmm?..kayaknya sudah janjian yaah?.." tanya nyonya Delores


"Iya bu..aku sama Maria mau nyari sepatu sama tas buat aku kuliah besok.." jawab Kanaya


"Oooh..gitu?..kamu mau bawa mobil yang mana sayang?.." tanya nyonya Delores lagi


"Aku mau nebeng sama Maria ajah bu..ayo Maria..kita jalan..keburu siang.." ajak Kanaya


Kanaya dan Maria pamit ke nyonya Delores..nyonya Delores pun mengantar mereka sampai di teras


"Daaaa ibuuuu..." pamit Kanaya sambil melambaikan tangannya dari dalam mobil Maria


"Daaa sayaaang..hati-hati yaaah?"


Setelah memastikan mobil Maria menghilang di balik pagar mansion..nyonya Delores masuk ke dalam mansion


.


__________________


.


"Kita mau kemana sih Nay?" tanya Maria sambil melihat ke depan arah jalan raya


"Kita cari tas sama sepatu ya Mar?.."


Kanaya memperlihatkan foto sebuah Mall yang ada di ibukota ke Maria. Maria yang melihat sekilas membulatkan matanya setelah melihat Mall yang jadi tujuan Kanaya dan dirinya


"Lu beneran mau kesitu?" tanya Maria tak percaya


Maria tahu kalau Mall yang akan dia datangi adalah Mall untuk kalangan menengah ke bawah


"Kenapa nggak di Wijaya Hall aja sih?" tanya Maria


"Nggak Maria..kalau disitu..barang-barangnya mahal semua..nggak masuk di rencana aku nanti.." jawab Kanaya


Maria yang sudah tahu rencana Kanaya selama akan kuliah nanti..hanya mengangkat kedua bahunya saja


"Terserah elu dah.." sahut Maria


Kanaya lalu melihat-lihat interior mobil Maria yang baru dia lihat sekarang


"Ini mobil yang dari opa Enzo kan?" tanya Kanaya


"Iya..kenapa?"


"Cakep juga yaaah?" kata Kanaya yang mengagumi panel instrument yang ada di dashboard


"Memangnya?..punya elu belum pernah elu pakai Nay?" tanya Maria


"Belum..masih ada di garasi tuh.."


"Kenapa nggak elu pakai?"

__ADS_1


"Males..aku kan nggak bisa bawa mobil Maria.." jawab Kanaya


Maria memutar kedua bola matanya


"Ikut kursus laaah!!..males banget sih jadi orang!.." kesal Maria


"Nggak mau..enakan nebeng..kayak sekarang .." kata Kanaya tanpa beban


Maria menggigit kepalan tangan kirinya menahan kesal mendengar jawaban Kanaya barusan


"Jadi elu..anggap gua supir elu?..gitu?" sewot Maria


"Hmmm..kalau kamu maunya kayak gitu..nggak apa-apa sih Mar..nanti aku bilang sama ayah supaya ngasih kamu gaji bulanan.." sahut Kanaya sambil memperlihatkan deretan giginya yang putih


Mungkin kalau terlihat..sudah ada kepulan asap di atas kepala Maria..otaknya melepuh..mendidih mendengar perkataan Kanaya


"Nggak bisa dibiarin ini.." batin Maria


"Lu mulai sekarang harus belajar nyetir mobil.." kata Maria dengan nafasnya yang memburu


"Dimana?.." tanya Kanaya


"Nanti kita cari tanah lapang..buat elu belajar mobil.." jawab Maria


"Memangnya Maria mau ngajarin aku?" tanya Kanaya


"Iya..supaya elu bisa pinter bawa mobil sendiri.." jawab Maria yang matanya konsen mencari tanah lapang untuk belajar mobil


"Nanti nyari tas sama sepatu aku?..bagaimana?.." tanya Kanaya


"Gampaaang..siang-siangan juga bisa.."


Tak lama kemudian..Maria memasuki sebuah lapangan sepak bola yang kebetulan sedang kosong dan menghentikan mobilnya


"Kita pindah posisi.." pinta Maria sambil membuka seatbelt nya dan keluar memutari mobilnya


Mereka pun bertukar posisi..kini Kanaya yang berada di belakang kemudi


"Sebelum kita mulai..elu harus pahami dulu..apa-apa yang akan elu gunain supaya mobil ini jalan.."


Maria lalu menerangkan pedal gas dan rem yang ada di kaki Kanaya..lalu dia menerangkan sistem transmisi automatic yang ada di mobilnya..serta beberapa instrument seperti panel lampu sein dan panel wiper


"Sudah ngerti kan?" tanya Maria


"Sudah Maria.." jawab Kanaya


"Sekarang elu stater mobilnya.." pinta Maria


"Inget..jangan lupa injek pedal rem sebelum elu stater mobilnya.." sambung Maria


"Eittss!!..jangan lupa..Seatbelt!!.." kata Maria sambil memakai seatbeltnya


Setelah mesin mobil menyala..dengan arahan Maria..Kanaya memasukan tuas perseneling automatisnya ke huruf D


"Yaak..pelan-pelan lu lepas pedal rem nya Nay.."


Mobil itu melaju perlahan. Maria mengintruksikan Kanaya agar menambah sedikit kecepatan mobilnya. Tangan kanan Maria tidak lepas dari tuas handbrake..untuk berjaga-jaga kalau Kanaya nyelonong dan lepas kontrol


"Mariaaaaa!!...aku bisa!!...yaaaaaaa!!.." pekik Kanaya yang senang karena dia bisa menjalankan mobilnya Maria


"Nyantai aja Nay..nggak usah grogi..kalau elu grogi malah nggak bisa konsen nantinya.." kata Maria yang tersenyum geli melihat posisi Kanaya yang kaku di belakang kemudi


Maria meminta Kanaya memutari lapangan sepak bola saja. Maria tidak lupa merekam aksi Kanaya yang tengah belajar membawa mobil. Dan langsung dia kirim ke group WA mereka. Tidak menunggu lama..Liona langsung menghubungi Maria lewat sambungan video call


"Lagi pada ngapain lu berdua?..kok nggak ngajak-ngajak gua sih?"


"Naya lagi belajar mobil Li..mayan..private sama gua.." jawab Maria


"Sharelok di group Mar..gua mau nyusul kesana.."


Liona langsung memutuskan sambungan video call nya dan Maria segera membagikan lokasi tempat dia dan Kanaya belajar mobil di group WA mereka. Karena bosan hanya memutari lapangan sepak bola saja..Maria meminta Kanaya untuk membawa mobilnya keluar ke jalan raya


"Nggak Maria..aku takut.."


"Takut kenapa?"


"Takut nabrak.."


"Ya jangan sampai nabrak..ayo jalan.."


Kanaya menoleh ke Maria dan menggeleng-gelengkan kepalanya


"Ayo Nay..kalau nggak jalan..Ferrari lu gua ambil ntar.." ancam Maria


"Ambil aja gih Mar..dari pada nanti aku nabrak.." jawab Kanaya pasrah


Maria menepuk keningnya


"Ayo Naaaay..nanti gua beliin cilok.."


"Beneran yaah?.."


Maria hanya mengerjapkan matanya berulang kali mendengar jawaban Kanaya..otaknya sesaat blank. Ancaman dia perihal mobil Ferrari baru Kanaya akan dia ambil kalau Kanaya tidak berani bawa mobilnya ke jalan raya tidak di indahkan oleh Kanaya..tapi ketika hanya dengan di iming-imingi akan di belikan cilok..Kanaya akhirnya mau keluar ke jalan raya


"Nih bocah..kepalanya isinya makanan mulu kali yaah?" batin Maria

__ADS_1


"Iya beneran..ayo jalan.."


"Bismillah.."


Kanaya memanjatkan doa terlebih dahulu sebelum mengarahkan mobilnya ke jalan raya


"Pelan Nay..nyantai ajah.." pinta Maria


Maria hanya bisa menahan tawanya melihat raut muka Kanaya yang nervous menatap jalan yang ada di depannya. Bulir-bulir keringat dingin muncul di kening Kanaya dan langsung dia usap dengan cepat menggunakan telapak tangannya


"Hahahahahaha.."


Maria tidak dapat menahan tawanya


"Kenapa Maria?..kenapa?.." tanya Kanaya panik tanpa menoleh ke Maria


Kanaya takut kalau dirinya menabrak sesuatu yang tidak dia sadari


"Muka lu Nay..hahahaha..nanti lu lihat sendiri ajah yaah?.." jawab Maria yang masih merekam Kanaya


.


________________


.


Sementara itu..Liona ternyata sudah tiba di lapangan sepak bola yang di share lokasinya oleh Maria di pesan group WA. Ternyata Liona tidak sendiri disana..sudah ada Rita dan Jessica juga yang datang


"Maria sama Naya mana Li?..katanya belajar mobilnya disini?.." tanya Jessica sambil mengedarkan pandangannya mencari Maria dan Kanaya


"Nggak tahu gua..tapi bener kan?..tempatnya disini?.." jawab Liona


"Iya..sharelok yang Maria kirim disini tempatnya.." jawab Rita


"Eh..itu kayaknya deh.." tunjuk Jessica ke sebuah Fiat 500L yang berjalan menghampiri lapangan tempat mereka berdiri


Dugaan Jessica benar..Fiat 500L itu kepunyaan Maria yang tengah di setiri oleh Kanaya


"Girl's!..ayo kita capcus.." ajak Maria yang sudah membuka kaca jendelanya


Ketiga gadis itu segera masuk ke pintu belakang mobil dan Kanaya segera menjalankan mobilnya kembali


"Lu udah bisa Nay?" tanya Rita


"Lumayan Rita.." jawab Kanaya sambil melirik ke spion tengah mobil


"Mangkanya..lu mesti sering-sering bawa mobil lu Nay..supaya makin lancar elu bawa mobilnya.." usul Liona


"Iya Li.." jawab Kanaya sambil tersenyum


"Eh..ngomong-ngomong..kita mau kemana sih?" tanya Jessica sambil melongok ke depan


"Nemenin Naya nyari tas sama sepatu buat kuliah besok.." jawab Maria


"Dimana?.." sambung Jesiica lagi


"Di Mall XYZ.." jawab Maria


"Disitu?..kenapa nggak di Wijaya Hall aja sih Nay?" tanya Jessica ke Kanaya


"Enggak Jess..barang-barang disana mahal-mahal semua..nanti rencana aku gagal kalau aku pakai sepatu dari Wijaya Hall.." jawab Kanaya


Jessica hanya membulatkan bibirnya mengerti akan rencana Kanaya


"Kita cari makan dulu yuk.." ajak Kanaya


Tiba-tiba..Kanaya menginjak pedal rem dengan sangat kuat


Cieeeeetttt


"Tukang ciloooook!!..." pekik Kanaya sambil menunjuk ke arah seorang penjual cilok yang mangkal di pinggir jalan


Maria beruntung karena dirinya memakai seatbelt sehingga dirinya tidak menghantam dashboard..tapi tidak dengan ketiga temannya yang duduk di belakang. Mereka serentak menabrak jok depan yang diduduki oleh Maria dan Kanaya akibat Kanaya mengerem mendadak mobilnya


"NAYAAAAAAA!!..." teriak Liona, Rita, dan Jessica berbarengan


"Lu kenapa ngerem mendadak sih?..aduuuh.." kesal Liona sambil mengelus-elus keningnya yang terasa nyeri menghantam jok yang diduduki Kanaya


"Ada tukang cilok Li.." jawab Kanaya tanpa merasa bersalah


"Terus?..apa hubunganya tukang cilok sama elu ngerem mendadak?.." tanya Liona


"Maria ngutang sama aku Li..buat beliin cilok.." sahut Kanaya sambil menunjuk Maria


"Nanti gua ceritain..panjang ceritanya.." ucap Maria yang melihat ketiga temannya melihat dengan tatapan kesal ke dirinya


"Untung dibelakang nggak ada mobil.." kata Rita sambil melihat ke belakang


"Mobilnya parkir yang bener dulu Nay.." pinta Maria


"Okeee.."


.


.

__ADS_1


__ADS_2