
Menjelang senja..acara makan siang itu selesai. Keempat manusia berjalan menuju loby Marriot..Stu ditemani oleh Ambar sedangkan Maxwel ditemani oleh Nina
"Pak Stewart..bolekah saya mengajak Ambar hangout?..sekalian saya antarkan dia pulang " tanya Maxwel
"Silahkan pak Maxwel..kebetulan ini sudah jamnya pulang kantor.." jawab Stu sambil tersenyum
Ambar sontak mendelik ke Stu karena mengijinkan ke Maxwel untuk mengajak dirinya hangout..Stu hanya acuh menjawab delikan mata Ambar
"Thankyou pak Stewart.." kata Maxwel
Setelah mengantar Stu masuk ke dalam Mercedeznya..Maxwel mengalihkan perhatiannya ke Nina
"Kamu bisa pulang pakai taksi..saya mau lanjut keluar dengan Ambar" pinta Maxwel ke Nina
Nina tidak menjawab permintaan Maxwel..dia hanya menatap sinis ke Ambar. Sudah dua kali dia disuruh pulang sendiri di depan Ambar oleh atasannya. Nina segera naik ke sebuah taksi yang standby di depan loby Marriot. Tak lama sebuah Mercedez berhenti di depan Maxwel dan Ambar
"Ayo Ambar.." ajak Maxwel sambil membukakan pintu untuk Ambar
"Thanks Max.." sahut Ambar sambil masuk ke dalam mobil
Setelah memastikan keduanya masuk ke dalam mobil..driver Maxwel menjalankan mobilnya
"Where we are going Sir?" tanya driver Maxwel
"Hmmm..Ambar?..kamu bisa kasih recomended tempat hangout yang asyik disini?" tanya Maxwel
Maxwel belum begitu hafal dengan lokasi-lokasi untuk ber hangout di Jakarta
"Bapak tahu Red Circle?" tanya Ambar ke driver
"Tahu nona.."
"Kita kesana ya pak.."
"Baik nona.."
"Waah..saya musti sering-sering ajak hangout kamu Ambar..supaya saya bisa hafal tempat-tempat seperti itu di Jakarta.." ucap Maxwel sambil menatap takjub ke Ambar
Ambar hanya menjawab dengan senyumannya
"By the way..kamu disini berapa lama Max?" tanya Ambar
"Saya mau stay disini Ambar..kebetulan mommy sudah bosan tinggal di New York..dia mau pindah untuk tinggal disini..di tanah kelahiran mommy.." jawab Maxwel
"Oh ya?..bagaimana dengan daddy mu?"
"Daddy pasti ikut kemana pun mommy pergi" jawab Maxwel sambil tersenyum
***
Tak berapa lama sampailah mereka di tempat yang Ambar maksud. Sebuah bangunan modern 3 lantai dan ada lingkaran merah besar yang terpampang di tengah-tengah gedung itu. Walaupun hari baru beranjak malam..tapi beberapa kerumunan orang sudah mengantri untuk masuk kedalam. Ambar dan Maxwel keluar dari dalam mobil dan beranjak ke pintu masuk yang dijaga oleh beberapa staff yang berperawakan besar dan berbadan tegap
"Tunggu disini Max.." pinta Ambar ke Maxwel agar menunggu tidak jauh dari pintu masuk
Maxwel melihat Ambar menyapa salah satu staff yang berjaga dan staff itu memberikan anggukan hormatnya ke Ambar..Ambar memberikan kode ke Maxwel agar mendekatinya dengan gedikan kepalanya. Maxwel tersenyum melihat Ambar yang sepertinya mempunyai akses khusus di Red Circle..karena dirinya dan Ambar melewati antrian para pengunjung yang mau masuk ke dalam Red Circle
"Selamat malam Mister.." sapa salah satu staff sambil menganggukan kepalanya ke Maxwel
Setelah melewati pintu masuk..mereka disuguhi oleh suasana restoran mewah yang ada di lantai 1
"Kamu mau dinner dulu apa mau langsung clubing?" tanya Ambar
"Dinner first of course.." jawab Maxwel
Ambar kemudian meminta ke salah satu staff restoran untuk menunjukan meja yang masih kosong
"Silahkan nyonya..tuan.." kata staff itu mempersilahkan Ambar dan Maxwel untuk duduk dan memberikan daftar menu ke mereka
Setelah memilih menu makanan..mereka memberikan kembali daftar menu ke staff restoran
"Hmmm..saya baru tahu..kalau ada tempat sebagus ini di Jakarta Ambar.." ucap Maxwel sambil melihat-lihat suasana restoran
Salah satu staff mengantarkan sebotol wine ke meja Ambar dan Maxwel
"Yaa..walaupun wine disini tidak semahal yang ada di Marriot.." jawab Ambar sambil memperlihatkan botol wine yang di pesan ke Maxwel
"Hahahah..its oke Ambar.." gelak Maxwel
Ambar menuangkan wine ke gelas Maxwel dan mengadu gelasnya dengan kepunyaan Maxwel sebelum mereka minum. Tak lama kemudian pesanan mereka tiba di meja makan
"Silahkan dinikmati nyonya..tuan.." pinta staff restoran sebelum undur diri dari meja mereka
Mereka lalu menyantap makan malam mereka yang berupa olahan steak waghyu yang menjadi andalan di restoran ini
"Bagaimana rasanya Max?" tanya Ambar
"Hmmm..its delicius..like my home made.." jawab Maxwel
"Oh ya?" tanya Ambar sambil tersenyum
"Yup..kamu harus coba sekali-kali..masakan my mommy..its delicius..trust me.." jawab Maxwel
"Oke..sometime i will try yours mommy cooking.." sahut Ambar sambil menyesap winenya
"Really Ambar?..oooh..i'll tell my mom..she has to cook a special menu for you.."
Keduanya pun tergelak bersama
"Oh iya Ambar..kalau boleh saya tahu..kamu kerja di tempat pak Stewart sudah berapa lama?" tanya Maxwel
"Baru Max..ada apa?" jawab Ambar
"Bagaimana kalau kamu kerja di tempat saya?..jadi asisten pribadi saya?" tanya Maxwel
Ambar mengelap bibirnya sesaat dengan serbetnya sebelum menjawab pertanyaan Maxwel
__ADS_1
"Bukannya kamu sudah ada nona Nina?" tanya Ambar
"I dont like her.." jawab Maxwel singkat
"Kenapa?.."
"She is..anoying.." jawab Maxwel
Ambar menarik ujung bibirnya
"Dia bagus Max..cantik..anggun..dan juga.." puji Ambar
"She is my cousin.." potong Maxwel
Ambar membulat kedua matanya
"Really?"
"Yup..da..anak bibi ku dari mommy..bibi ku memaksa agar dia bisa bekerja di tempatku" sambung Maxwel
Ambar hanya tersenyum setelah mendengar kalau Nina adalah sepupu dari Maxwel
"Dan saya tahu..dia tidak suka dengan kamu..benar?" tanya Maxwel
"I dont now Max.." jawab Ambar sambil mengangkat kedua bahunya
Datanglah seorang wanita cantik seumuran dengan Ambar mengenakan seragam formal
"Ambar?" panggilnya
"Hai..Ta?.." jawab Ambar sambil bangun dan cipika cipika dengan wanita itu
"Sudah lama?"
"Lumayan..nih baru selesai..oh iya Ta..kenalin..Maxwel..Max..ini Tata..yang kelola tempat ini.." ucap Ambar sambil memperkenalkan Tata ke Maxwel
"Mareta.." sapa Tata menjulurkan tangannya
"Maxwel.." balas Maxwel sambil menjabat tangan Tata
Tata berputar untuk duduk di sebelah Ambar..tapi begitu dia di belakang Maxwel..Tata memberi kode ke Ambar dengan gerak bibirnya dan dua jempol dia acungkan ke arah Ambar
"Its HOT!!.."
Ambar hanya memutar malas kedua bola matanya
"Saya lihat anda seperti bukan orang Indonesia tuan Maxwel?" tanya Tata setelah duduk di sebelah Ambar
"Call me Max..iya..saya kelahiran New York..tapi mommy saya orang asli Indonesia..dia kelahiran kota Bandung.." jawab Maxwel sambil tersenyum
"Indo boooo.." desis Tata dengan ujung bibirnya menggoda Ambar yang dibalas Ambar dengan cubitan kecil di paha Tata
Salah satu staff restoran mengantarkan segelas minuman ke hadapan Tata
"Anda teman Ambar?" tanya Maxwel
Mereka pun melanjutkan obrolan mereka setelah selesai dengan makan malam Ambar dan Maxwel
***
Ambar mengajak Maxwel untuk menuju ke lantai 3..dimana tempat itu dijadikan tempat clubing oleh pihak Red Circle. Sesampainya disana Maxwel mengajak Ambar untuk duduk di depan meja bar saja..yang kebetulan meja disini sudah terisi penuh semua oleh para cluber yang sudah datang terlebih dahulu
"Dua botol He*neken please.." pinta Maxwel ke bartender
Bartender yang kebetulan seorang wanita segera menyajikan dua botol He*neken pesanan Maxwel ke hadapan mereka berdua
"Silahkan.." ucap bartender itu seraya memberikan anggukan kepalanya ke Ambar
"Cherrsss.." ucap Maxwel sambil mengadu botolnya dengan botol bir kepunyaan Ambar
Selagi Ambar dan Maxwel asyik mengobrol..terdengar teriakan wanita yang dibarengi dengan suara pecahan gelas dari salah satu meja yang tak jauh dari meja bar. Maxwel melihat seorang waiters tengah dilecehkan oleh salah satu pengunjung yang sudah berada dibawah pengaruh alkohol
"*****!!..some of j*rk!.." umpat Maxwel
Tiba-tiba bartender menghampiri Ambar dan Maxwel dari balik meja barnya
"Kak Ambar..tolong kak..Rahma lagi dilecehkan sama seorang pengunjung.." pintanya dengan wajah cemas dan ketakutan
Maxwel heran dan kaget..kenapa bartender ini mengenal Ambar
"Tunggu disini Max.." pinta Ambar sambil bangun dan menghampiri meja yang tengah terjadi keributan
Maxwel hanya diam dan melihat apa yang akan dilakukan Ambar disana. Ternyata di sana sudah ada Tata yang tengah beradu mulut dengan salah satu pria yang berpenampilan rapi khas orang kantoran
"Lepasin staff saya tuan!!..anda kalau ingin membuat kacau..silahkan keluar dari sini!!" bentak Tata
"Diam lu B*tch!!.." sentak pria itu sambil berusaha menyiram Tata dengan minumannya
Dagh
Tapi tangan yang tengah terayun itu tiba-tiba tersentak ke arah lain..karena sebuah tendangan mendarat di tangan pria itu dan alhasil membuat minumannya tumpah ke arah temannya yang duduk di depan dia
"S*alaaaan!!.." umpat pria itu berbarengan dengan temannya yang tersiram minuman
Pria itu ingin bangun tapi segera didorong oleh Ambar hingga duduk kembali di kursinya
"Saya minta semua yang ada di meja keluar dari sini..disini nggak nerima orang kampungan seperti kalian.." kata Ambar yang sudah berdiri di depan Tata
Mata Ambar membulat melihat seorang waiters tengah di pangku oleh salah satu pria dan sebagian roknya tersingkap ke atas. Ambar segera menyeruak kearah pria yang tengah memangku waiters yang tengah ketakutan dan menangis lalu menarik paksa waiters itu dari pangkuan pria itu dan menyerahkan ke Tata
"Bawa pergi dari sini Ta.." pinta Ambar
Tata segera membawa waiters itu pergi dari meja. Pria yang merasa kesenangannya diusik oleh Ambar..meradang..dia bangun untuk memukul Ambar. Tapi gerakannya kalah cepat oleh Ambar yang langsung memiting lengan pria itu dan mendorongnya dengan kasar ke arah bangku
"Cukup!!..jangan bikin gara-gara disini..lebih baik kalian keluar sebelum kesabaran saya habis!!.." bentak Ambar
__ADS_1
Laki-laki yang berjumlah lima orang itu tidak terima karena diremehkan oleh Ambar yang notabene seorang wanita. Mereka serempak bangun sambil mengambil botol bir yang kosong untuk menyerang Ambar
Dagh
Bugh
Bugh
Pyaar
Aaaaaaaah
Dengan gerakan secepat kilat..Ambar memberikan tendangan dan pukulannya ke arah masing-masing kelima pria itu dan alhasil kelima pria itu terkapar di lantai sambil memegangi kepala mereka yang mendapat hadiah dari Ambar. Ambar terkejut tak kala salah satu pengunjung yang dia hajar bangun dan wajahnya tersorot lampu yang ada di atasnya
"Fathur?..cih.." batin Ambar tersenyum sinis
Fathur yang sudah dibawah pengaruh alkohol..menggelengkan kepalanya dan berusaha menghampiri Ambar walau dengan jalan yang sempoyongan
"Eh!!..s*tan!!..lu nggak tahu siapa gua?..hah!!" bentak Fathur sambil berusaha melayangkan pukulan ke Ambar
Ambar dengan santai mengelak ke samping sambil di dorong Fathur dan tak lupa dia saut salah satu kaki Fathur dengan kakinya hingga terjerembab ke depan. Ambar menatap Fathur yang sudah terjerembab sambil merapihkan jas nya. Melihat Fathur yang sudah terjerembab di lantai..salah satu teman Fathur gelap mata mengambil pistol yang ada di balik jasnya dan langsung dia todongkan ke belakang kepala Ambar
Krek
Para pengunjung berteriak tak kala melihat ada sepucuk pistol yang diarahkan ke Ambar
"Diam ditempat lu b**ch!!..walaupun elu cewek..gua nggak segan-segan meledakan kepala lu sampai hancur!!.." ancamnya
Tiba-tiba..dengan gerakan secepat kilat..Ambar berbalik dan merampas pistol dari tangan pria itu sambil dia pelintir pergelangan tangannya
Kreteeek
"Aaaaaaaah..." jerit pria itu merasakan pergelangan tangannya seperti patah
Ambar kembali berbalik dan dengan mudahnya dia banting pria itu melewati pundaknya dan menghantam meja kaca dan langsung hancur seketika
Pyaaaaaar
Pengunjung makin histeris melihat pria itu menghantam meja kaca dan diam tak bergerak. Dengan santainya Ambar melepaskan magazine dari pistol yang ada di tangannya dan dia pereteli pistol itu hingga menjadi beberapa bagian jatuh ke lantai
"Bawa teman kalian ini..dan jangan kembali lagi!!.." sentak Ambar ke arah Fathur yang terduduk di lantai
"Ambar?.." ucap Fathur yang bangun dan melihat Ambar berdiri di depannya
"Bawa teman-teman anda tuan Fathur..dan jangan pernah sekali-kali datang kesini lagi.." pinta Ambar dengan tatapan tajamnya ke Fathur
Dengan mendengus marah..Fathur mengangkat temannya yang pingsan dan dia bawa untuk keluar dari sini
"Jangan kira ini sudah selesai Ambar.." bisik Fathur di depan muka Ambar
Ambar hanya diam sambil tersenyum sinis melihat ke arah Fathur. Tak lama sepeninggal Fathur dan teman-temannya..datang Tata dengan beberapa pria berbadan tegap
"Ambar?..lu nggak apa-apa?" tanya Tata sambil memegang pundak Ambar
"Nggak apa-apa Ta.." jawab Ambar sambil tersenyum
"Kalian..tolong beresi ini..dan ganti dengan meja yang baru.." pinta Tata pada para bodyguard yang datang dengannya untuk memberesi pecahan meja dan kaca yang ada di depannya
"Baik bu.." jawab mereka
"Maaf..kalian bisa dilanjutkan lagi acaranya.." pinta Tata pada para pengunjung yang masih melihat ke arahnya
"Gua balik ke meja gua yaak?.." pinta Ambar
Tata menganggukan kepalanya
"Terima kasih ya Mbar.."
Ambar menjawab dengan anggukan kepalanya. Dia kembali ke meja bar..dimana Maxwel yang menunggunya memandangi dirinya dengan sejuta pertanyaan di sorot matanya
"Woooow..you'r amazing Ambar.." ucap Maxwel sambil bertepuk tangan
Ambar ambil botol bir nya dan dia angkat ke arah Maxwel..kemudian dia minum bir nya
"Kak Ambar?.." panggil seorang wanita yang berdiri di samping Ambar duduk
"Yaaah?" jawab Ambar sambil memutar ke samping
"Terima kasih ya kak..atas pertolongannya.." ucap wanita itu sambil agak membungkukan badannya
"Iya sama-sama..kamu nggak apa-apa kan?" tanya Ambar sambil memegang pundak wanita itu yang ternyata waiters yang tadi dilecehkan oleh Fathur
"Nggak apa-apa kak..terima kasih..saya balik kerja lagi ya kak?.."
Ambar menganggukan kepalanya
"Permisi tuan.." pamitnya ke Maxwel
Maxwek menganggukan kepalanya
.
.
.
◾◾◾◾◾
Halo para reader yang Author sayangi. Terima kasih atas doanya para reader sekalian sehingga Author sekeluarga bisa melewati kunjungan Omicron dan sehat kembali seperti sedia kala..Author ucapkan terima kasih.
Semoga para reader semua di lindungi oleh Alloh SWT dari pandemi yang tengah kita hadapi ini dan semoga pandemi ini cepat berlalu dari negara tercinta kita ini..Amiin..Amin..Amin Ya Robal Allamin
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
.
◾◾◾◾◾