Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
89.Cucu Kesayangan


__ADS_3

Sekumpulan mobil mewah berjajar rapi terparkir di parkiran khusus mobil di dermaga Marina,Ancol. Di sebuah restoran yang tak jauh dari kumpulan yacth yang sandar di dermaga..tampak ramai oleh para orangtua teman-teman Kanaya..termasuk tuan Stephano dan nyonya Delores. Mereka duduk semeja dengan mommy Angel dan Ambar. Sedangkan Stu tengah menelpon seseorang tak jauh dari meja mommy nya. Nyonya Delores menyaut ponselnya yang berdering..dia lihat putrinya menelpon


"Halo sayang?..kamu sudah sampai?" tanya nyonya Delores


"Iya bu..Naya sudah masuk Dermaga nih..kata kak Alf..nanti kapalnya sandar di dock 7 ya bu.."


"Oh..kamu sudah masuk Dermaga?..dock 7?" tanya nyonya Delores melihat ke arah pintu masuk Dermaga


Para orangtua teman-teman Kanaya menghampiri meja nyonya Delores karena mendengar kalau kapal yang dinaiki Kanaya sudah masuk Dermaga


"Iya bu..dock 7"


"Anak-anak sudah sampai mama Naya?" tanya mama Jihan tak sabar


"Iya mama Jessica..yacth nya baru masuk..mereka turun di dock 7.." jawab nyonya Delores


"Sudah ya bu..dikit lagi Naya sampai dock 7..daaaa ibu.."


Tak lama melintaslah yacth mewah yang dinaiki Kanaya di depan restoran. Kanaya beserta teman-temannya yang berdiri di ujung anjungan yacth..melambaikan tangan mereka ke arah restoran..tempat dimana orangtua mereka menunggu


"Ayo jeeeng..kita ke dock 7..anak-anak turun disana.." ajak mama Viona


Rombongan orangtua itu segera berjalan menghampiri dock 7..kebetulan restoran itu terletak tak jauh dari dock 7. Sesampainya disana..mereka menunggu yacth merapat dengan sempurna di dermaga. Kelima gadis sudah berdiri di ujung buritan..tidak sabar untuk menghampiri orangtua mereka


"Ibuuuu..." pekik Kanaya yang pertama kali turun sambil berlari menghampiri ibunya


Nyonya Delores merentangkan tangannya untuk memeluk Kanaya


Hmuaaach


Hmuaaach


Nyonya Delores mencium kedua pipi Kanaya yang sudah rindu dengan putrinya


"Gimana sayang?..enak liburannya?" tanya nyonya Delores setelah mengurai pelukannya


"Enak bu..seruuu.." jawab Kanaya


Tuan Stephano menghampiri Kanaya dan langsung memeluknya


"Ayaah.." ucap Kanaya sambil membalas pelukan tuan Stephano


Keempat teman Kanaya juga melepaskan rindunya ke orangtua mereka masing-masing. Setelah itu mereka bersama-sama menghampiri tuan Stephano dan nyonya Delores


"Mama Naya..papa Naya..kami semua mengucapkan terima kasih..karena Naya mengajak Liona dan teman-teman liburan.." ucap mama Viona


"Dan juga..kami mohon..titip salam ucapan terima kasih kami ke kakek Enzo..karena tadi Jessi bilang kalau kakek Enzo memberikan sebuah mobil untuk Jessi sebagai hadiah.." sambung mama Jihan


"Kami juga mama Naya.." sahut mama Viona, mama Marissa dan mama Poppy berbarengan sambil mengangguk hormat


"Iya mama-mama sekalian..papa Enzo memberikan hadiah buat anak-anak..karena mereka sudah mau menerima Kanaya sebagai sahabat mereka di sekolah.." jawab nyonya Delores sambil tersenyum


"Mengenai mobilnya..kalian bisa ambil dirumah Kassandra yaah?..kebetulan mobilnya sudah datang dan ada di rumah Kassandra.." sambung tuan Stephano sambil melihat ke empat teman-teman Kanaya


"Iya om..terima kasih.." jawab keempat gadis remaja itu


Tak lama kemudian teman-teman Kanaya pamit pulang..tak lupa mereka mencium punggung tangan kedua orangtua Kanaya bergantian


"Daaaa Nayaaaa...sampai ketemu besok.."


"Daaaa.." balas Kanaya sambil melambaikan tangannya


Tuan Stephano dan nyonya Delores masih berdiri di Dermaga..karena mereka masih menunggu Alf dan Cindy yang belum turun. Tak lama turunlah Alf dan Cindy bersama Marcela dan Utari. Mereka menghampiri tuan Stephano dan nyonya Delores. Alf dan Cindy bergantian memeluk tuan Stephano dan nyonya Delores..diikuti oleh Marcela dan Utari menyalami kedua orangtua Alf dan Kanaya


"Marcela?..Utari..saya ucapkan terima kasih yaah?..karena sudah menemani Kassandra selama dia liburan.." kata nyonya Delores yang memeluk pundak Kanaya

__ADS_1


"Iya bu..sama-sama..karena kami diperbolehkan ikut liburan bersama dengan non Kassandra.." jawab Marcela


"Kalian nanti jangan lupa ya Sel..Tari..kalian ambil mobil kalian dirumah.." ucap tuan Stephano


"Iya pak..kami ucapkan terima kasih.." jawab Marcela dan Utari berbarengan


Setelah pamit dengan tuan Stephano dan nyonya Delores..Marcela dan Utari meninggalkan Dermaga Marina bersama pasangan mereka masing-masing


"Mommy Angel mana bu?..katanya ikut jemput?" tanya Kanaya yang tidak melihat mommy Angel di antara mereka


"Mommy Anggie di restoran sayang..dia sama Stu menunggu di sana.." jawab nyonya Delores


***


Mommy Angel yang menunggu di meja bersama Ambar..bangun dan menghampiri Kanaya yang memasuki restoran


"Mommmmmyyyy..." pekik Kanaya


Mommy Angel segera memeluk Kanaya


"Gimana sayang?..enak liburannya?" tanya mommy Angel sambil mencium pipi Kanaya


"Enak myh.." jawab Kanaya


"Nayaaa?.." sapa Ambar yang berdiri di samping mommy Angel


"Kak Ambar.."


Ambar memeluk Kanaya dengan hangat


"Kak Ambar tinggi banget sih?.." ucap Kanaya yang mendongak melihat wajah Ambar


"Iya Nay..mommy ajah kalah tingginya.." sahut mommy Angel


Mereka tertawa bersama melihat Ambar menjembel pipi Kanaya


Suara deheman bariton mengalihkan attensi Kanaya dari Ambar..Kanaya menoleh ke belakang..senyuman langsung tersungging di bibirnya


"Kakaaaak.."


"Naya nggak kangen sama kakaak?" tanya Stu sambil merentangkan kedua tangannya


Kanaya beralih ke pelukan Stu..Stu memeluk Kanaya dan mencium keningnya dengan lembut


"Kangen kak..Naya kangen sama kakak.." jawab Kanaya yang wajahnya bersemu merah


"Ayo..kita makan siang dulu..baru itu kita pulang.." ajak nyonya Delores pada yang lainnya


Riko meminta pihak restoran menyiapkan meja khusus untuk keluarga tuan Stephano. Pihak restoran menyiapkan meja khusus dengan view Dermaga Marina. Alf dan Riko memesan menu yang akan disajikan untuk mereka


"Nay?..duduk dekat kakak sini.." pinta Ambar


"Ck..kamu kenapa gangguin aja sih dek?" kesal Stu


"Aiiish..Ambar kan juga kangen sama Naya kak..sini Nay.." jawab Ambar


Kanaya lalu duduk di sebelah Ambar. Yang ada di meja makan hanya tersenyum geli melihat Kanaya yang diperebutkan oleh Stu dan Ambar


"Kak?..memang bener yaah?..kalau kakak anggota TNI?.." tanya Kanaya


"Iya..kakak dinas di Angkatan Laut.."


"Pangkatnya apa'an kak?"


"Letnan.."

__ADS_1


"Waah..kakak hebat yaah?..bisa jadi anggota TNI..mana jadi Letnan lagi.." kagum Kanaya


"Tapi itu dulu Nay..sekarang kakak sudah nggak di TNI lagi..kakak pensiun dini.." kata Ambar


"Kok bisa kak?.." tanya Kanaya heran


"Iya..kakak disuruh mommy bantu-bantu kak Stu di kantor.." jawab Ambar


Mommy Angel hanya tersenyum mendengar dirinya dijadikan alasan oleh Ambar. Tak lama kemudian pesanan makanan tiba di meja. Mereka menikmati makan siang diiringi dengan obrolan ringan


***


Setelah makan siang..rombongan tuan Stephano meninggalkan kawasan Dermaga Marina dengan menggunakan mobil mereka masing-masing. Mungkin karena letih atau kekenyangan..Kanaya langsung tertidur dipelukan nyonya Delores. Nyonya Delores membelai rambut Kanaya dengan sesekali menciumnya..nyonya Delores mengingat kembali percakapan antara dirinya dengan opa Enzo dua hari yang lalu melalui sambungan telepon


.


-Flashback On-


"Adel?..papà ieri si è preso cura dell'avvocato di papà..se tutti i beni di papà sono stati trasferiti a **** di Cassandra...(Adel?..papa kemarin sudah mengurus ke pengacara papa..kalau semua aset kepunyaan papa sudah papa alihkan menjadi atas nama Kassandra)"


"Non è troppo papà?..Sandra è immatura..Adel ha paura che non sarà in grado di accettare tutti i beni di papà..e papà non dimenticare Alfonso..dopotutto è anche il nipote di papà..(Itu apa tidak berlebihan papa?..Sandra belum dewasa..Adel takut dia tidak kuat menerima semua aset papa..dan papa jangan lupakan Alfonso..bagaimana pun dia cucu papa juga)"


"No, Adel.. Papà è sicuro che Cassandra sarà saggia ad accettare tutti i beni di papà.. Se è un problema di Alfonso.. stai tranquillo.. Papà ha già diviso la sua parte per lui..(Tidak Adel..papa yakin kalau Kassandra akan bijaksana menerima semua aset papa..kalau masalah Alfonso..kamu tenang saja..papa sudah membagi bagian untuk dia)"


Nyonya Delores hanya bisa menghela nafasnya mendengar jawaban opa Enzo


"Scusa papà che è un po' egoista Adel..ti conosci vero?..a papà manca così tanto Kassandra quando dici a papà..che è stata portata via dalla sua tata?..(Maafkan papa yang sedikit egois Adel..kamu tahu sendiri kan?..papa begitu kehilangan Kassandra begitu kau beri tahu papa..kalau dia telah dilarikan oleh pengasuhnya?)"


"Si papa..(Iya papa)" jawab nyonya Delores


"E Cassandra viveva molto privata finché viveva nel villaggio..diversa da Alfonso con cui siamo stati benedetti sin da quando era piccola..e non c'è niente di male se ora tocca a papà dare la felicità a Cassandra..(Dan Kassandra dulu hidup sangat kekurangan selama dia tinggal di desa..berbeda dengan Alfonso yang sudah kita limpahi kebahagiaan dari dia kecil..dan tidak ada salahnya kalau sekarang giliran papa yang memberikan kebahagiaan ke Kassandra).."


"Papà mi ha dimenticato?..(Papa melupakan aku?).." tanya nyonya Delores sedikit merajuk


"Hahahahaha..papà ha dimenticato Adel.. hahaha..(Hahahahaha..papa lupa Adel..hahaha).." gelak opa Enzo di sambungan telepon


"Quali beni ha trasferito papà per conto di Cassandra?..(Aset mana saja yang papa alihkan atas nama Kassandra?)"


"Tutti Adel.. quelli in Europa e quelli in Asia.. compresi quelli a Jakarta..(Semua Adel..yang di Eropa dan yang di Asia..termasuk yang ada di Jakarta)"


"Mamma, sei d'accordo con la decisione di papà?..(Mama apa sudah setuju dengan keputusan papa ini?)" tanya nyonya Delores


"È già Adel...tua madre sostiene anche la decisione di papà..(Sudah Adel..mama kamu malah mendukung keputusan papa)"


"Va bene...se è una decisione di papà...Adel può guidare e dirigere Kassandra solo più avanti in futuro..(Ya sudahlah..kalau itu sudah menjadi keputusan papa..Adel hanya bisa membimbing dan mengarahkan Kassandra nanti ke depannya)"


"Dev'essere Adel.. Papà non vuole che il nipote di papà vada per il verso sbagliato dopo.. È passato un po', Adel.. questo è tutto ciò di cui papà vuole parlarti..(Harus Adel..papa nggak mau cucu papa salah jalan nantinya..sudah dulu ya Adel..itu saja yang mau papa bicarakan dengan kamu)"


"Sì papà.. saluti alla mamma..(Iya papa..salam buat mama).."


"Ciao Adel.."


"Ciao papa.."


Sambungan telepon terputus


-Flashback Off-


.


Nyonya Delores yang masih membelai rambut Kanaya..tersenyum sambil memperhatikan rambut brunette Kanaya


"Opa Enzo sangat sayang padamu Sandra..apa karena rambut kita sama dengan opa sayang?" batin nyonya Delores sambil membelai lembut rambut brunette Kanaya


"Ibu harap..kamu bisa bijaksana ya sayang?.. dalam menerima semua limpahan harta kekayaan opa Enzo ke dirimu.."

__ADS_1


.


.


__ADS_2