
Stu dan Riko dengan diiringi beberapa bodyguard melangkahkan kakinya keluar dari VVIP Lounge terminal kedatangan Bandara Soekarno-Hatta. Pak Dirman sudah menunggu Stu dengan berdiri di samping Maserati hitam kepunyaan Stu
"Selamat datang tuan muda.." sapa pak Dirman sambil membukakan pintu mobil buat Stu
"Halo pak.." jawab Stu
Seorang bodyguard membukakan pintu sebelah kanan buat Riko. Tak lama kemudian..Maserati hitam meninggalkan area parkir VVIP
"Kemana tuan muda?..pulang?" tanya pak Dirman
"Sebentar pak.." jawab Stu
Stu mengeluarkan ponselnya dan menelpon Kanaya
"Halo kak?.." sapa Kanaya begitu sambungan telepon Stu tersambung
"Halo sayang?..kamu dimana?.." tanya Stu
"Aku lagi jalan pulang ke rumah kak..kakak sudah pulang?.." tanya Kanaya
"Iya..baru saja mendarat..kalau begitu kakak langsung ke sana yaah?..kakak ada oleh-oleh buat kamu.."
"Iya kak?..kakak beliin aku apa'an?" tanya Kanaya
"Rahasia dong.." ledek Stu
Stu tergelak mendengar Kanaya merajuk di sambungan teleponnya
"Sudah yaah?..kakak lagi ontheway kesana.."
Stu menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat Kanaya langsung memutuskan sambungan teleponnya
"Ke mansionnya uncle Stephano pak.." pinta Stu ke pak Dirman
"Baik tuan muda.." jawab pak Dirman
"Besok kau sama Sela jadi ke Makasar Riko?.." tanya Stu ke Riko
"Jadi bos..soalnya Gilang kata neneknya sudah merengek minta dimasukan ke PAUD.." jawab Riko
"Berapa umurnya sekarang?..sudah lama aku nggak melihat keponakanku satu itu.." tanya Stu perihal Gilang..anak pertama Riko dan Sela
"Sudah mau lima tahun bos.." jawab Riko
Riko membuka galeri ponselnya dan menunjukan foto putranya ke Stu..Stu menerima ponsel Riko
"Hmmm..jagoan udah gede sekarang yaah?..mukanya mirip Sela ya Riko.." kata Stu sambil meng-zoom foto Gilang
"Iya bos.."
"Untung saja mukanya nggak mirip kau.." sambung Stu sambil mengembalikan ponsel Riko
"Memangnya kalau mirip aku kenapa bos?.." tanya Riko sambil menyipit matanya
"Bisa jatuh pasaran Gilang nanti.." jawab Stu santai
"Pfffft..."
Pak Dirman yang sedang menyetir berusaha menahan tawanya
"Bapak kayaknya seneng bener?.." tanya Riko kesal ke pak Dirman
"Nggak mas..mas Riko baperan banget sih.." elak pak Dirman yang fokus menatap jalanan
"Kalau Gilang sudah sekolah SD..bawa dia ke Jakarta Riko..aku mau sekolahkan dia di WEC" pinta Stu
"Aku maunya juga gitu bos..tapi nenek sama kakeknya pasti melarang kalau Gilang aku bawa ke sini.." keluh Riko
"Kenapa?.."
"Pabrik garment orangtuaku nggak bisa ditinggal bos..dan kalau Gilang aku ajak ke sini..mereka otomatis melarangnya..karena mereka akan berpisah dengan Gilang.." jawab Riko
"Kau ajak saja sekalian orangtua dan mertuamu pindah ke sini..kau ajak mereka untuk menempati rumahku yang ada di Darmawangsa.." usul Stu
"Terima kasih bos..nanti aku mau ngomong sama Sela dulu.." jawab Riko
"Memangnya Sela nggak kangen sama Gilang?.." tanya Stu
"Jangan ditanya..tiap malam dia videocall sama Gilang untuk ngilangin kangen.." jawab Riko sambil menghela nafasnya
"Kau tega melihatnya Riko?..Sela nahan rindu sama Gilang?.."
"Sebenarnya aku nggak tega bos..habis mau gimana lagi?..ibu ku yang paling sayang sama Gilang..soalnya Gilang kan cucu pertama ibuku.."
__ADS_1
"Ya sudah..kau tenang saja..biar aku nanti yang bicara sama orangtuamu dan orangtua nya Sela..supaya mereka mau pindah ke Jakarta bersama Gilang.." ucap Stu
"Terima kasih bos.." jawab Riko
.
***
.
Sampailah Maserati kepunyaan Stu di halaman mansion tuan Stephano. Stu dan Riko turun dan menuju ke teras mansion
Ting
Tong
Riko memencet tombol bel. Tak lama kemudian pintu terbuka munculah pak Dan
"Selamat datang tuan muda..mas Riko" sapa pak Dan sambil menunduk hormat
"Halo pak Dan..Kanaya nya ada pak?" tanya Stu
"Ada tuan muda..mari..silahkan masuk.." jawab pak Dan mempersilahkan Stu dan Riko masuk
"Silahkan duduk tuan muda..saya mau memanggil nona Kassandra sebentar.." pinta pak Dan begitu mereka tiba di ruang tengah
Sepeninggal pak Dan..Stu dan Riko duduk di sofa
"Bos?.." panggil Riko
"Iya.."
"Kau tadi lihat tidak?..tadi di depan ada beberapa pengawal yang sepertinya bukan orang Indonesia..seperti orang dari luar negeri.." tanya Riko
"Yang jaga di depan pos jaga sama yang di sepanjang jalan masuk?.."
"Iya bos.."
"Iya..aku lihat Riko..pengawal siapa ya mereka?..apa uncle Stephano kedatangan tamu penting dari luar?..tapi kok tadi hanya mobil kita saja yang parkir?.." jawab Stu bingung
Datang dua orang pelayan mengantarkan minuman dan makanan ringan ke ruang tengah
"Silahkan dinikmati tuan muda.." pinta salah satu pelayan
"Baik mbak..terima kasih.." jawab Stu
"Mohon tunggu sebentar tuan muda..nona Kassandra sedang mandi.." kata pak Dan
"Iya pak Dan.." jawab Stu
"Tuan muda dan mas Riko diminta untuk pindah ke ruang keluarga..nyonya besar ingin bertemu dengan tuan muda dan mas Riko.." kata pak Dan
"Aunty Delores ingin bertemu?.." tanya Stu
"Iya tuan muda.." jawab pak Dan
Stu dan Riko bangun untuk mengikuti pak Dan menuju ke ruang keluarga. Di ruang keluarga..nyonya Delores sedang duduk bersama opa Enzo dan oma Izel
"Nyonya besar..tuan muda Stewart dan mas Riko.." kata pak Dan begitu tiba di ruang keluarga
"Stu?..Riko?..mari duduk nak.." pinta nyonya Delores
Pak Dan undur diri dari ruang keluarga
"Aunty.." sapa Stu sambil memeluk nyonya Delores
Nyonya Delores membalas pelukan Stu
"Aunty?..Stu bawakan wine kesukaan aunty.." kata Stu sambil memberikan papperbag yang dia bawa
"Waah..terima kasih lho Stu.." jawab nyonya Delores sambil menerima papperbag dari tangan Stu
"Aunty.." sapa Riko sambil memeluk nyonya Delores
"Rikoo..apa kabar dirimu?..kamu kemana saja?..aunty sudah lama tidak bertemu dengan dirimu.." jawab nyonya Delores
"Kabar saya baik-baik saja aunty..mohon maaf..kalau saya jarang main kesini..aunty tahu sendiri kan..sibuknya Stu seperti apa?.." jawab Riko sambil tersenyum
"Bisa saja kamu..ayo duduk..oh iya Stu..Riko..kenalkan ini opa Enzo dan oma Izel..opa dan oma nya Kassandra yang ada di Italia.." kata nyonya Delores memperkenalkan opa Enzo dan oma Izel ke Stu dan Riko
Stu dan Riko menghampiri opa Enzo dan oma Izel untuk memperkenalkan diri mereka berdua
"Opa?..oma?.." sapa Stu dan Riko bergantian
__ADS_1
Rasa penasaran Stu tentang keberadaan pengawal yang berasal dari luar negeri terjawab sudah..ternyata mereka tengah mengawal kedatangan opa Enzo dan oma Izel ke mansion tuan Stephano. Opa Enzo dan oma Izel menyambut uluran tangan Stu dan Riko sambil tersenyum
"Kamu yang bernama Stewart?..putra dari Anggie?.." tanya oma Izel ke Stu
"Iya oma..panggil saja saya Stu.." jawab Stu sambil tersenyum
Setelah itu mereka duduk di sofa
"Mereka berdua teman sekolah Alfonso..papa..mama.." kata nyonya Delores
Opa Enzo dan oma Izel menganggukan kepalanya
"Dan Stu..adalah kekasih dari Kassandra" sambung nyonya Delores sambil tersenyum
Stu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya ke opa Enzo dan oma Izel. Opa Enzo membalas dengan anggukan kepalanya. Dari lantai dua..Kanaya berjalan menghampiri ruang keluarga
"Kakak sudah lama?.." tanya Kanaya sambil duduk di sebelah ibunya
"Baru..belum ada 10 menit.." jawab Stu
"Sandra?.." panggil opa Enzo
"Iya opa?" jawab Kanaya sambil menoleh ke opa Enzo
"Kekasih kamu kok?..belum kamu kenalkan ke opa?.." tanya opa Enzo
Dengan tersipu malu..Kanaya menghampiri Stu dan mengajaknya untuk berkenalan dengan opa Enzo
"Opa?..kenalkan..ini kak Stu..pacar aku.." ucap Kanaya malu-malu
Oma Izel dan nyonya Delores hanya bisa tersenyum geli melihat Kanaya memperkenalkan Stu ke opa Enzo
"Hmmm..tampan..gagah..kamu bisa saja nyari calon suami yang tampan seperti ini Sandra.." seloroh opa Enzo yang dibalas oleh rajukan Kanaya
"Aaaa..opa maaah...oma!!..opa tuh!!.." rajuk Kanaya mengadu ke oma Izel
Oma Izel yang tersenyum..membuka kedua tangannya meminta Kanaya untuk masuk kedalam pelukannya
"Opa mu benar sayang..calon cucu menantu oma kan memang tampan.." bujuk oma Izel
Datanglah tuan Stephano bersama Alf ke ruang keluarga
"Ada Stu sama Riko?" tanya tuan Stephano
"Uncle.." sapa Stu dan Riko
Mereka menghampiri tuan Stephano dan menyalaminya. Stu dan Riko tak lupa menyapa Alf. Nyonya Delores mengambil alih tas kerja dari tangan suaminya dan menemani tuan Stephano duduk di sofa
"Katanya kau dari Jerman Stu?.." tanya tuan Stephano
"Iya uncle..saya baru saja tiba hari ini.." jawab Stu
"Urusan bisnis?.." tanya tuan Stephano lagi
"Iya uncle..daddy mengakuisisi sebuah perusahaan telekomunikasi di sana.."
Pak Dan masuk ke ruang keluarga
"Nyonya besar..makan malam sudah siap.." lapor pak Dan ke nyonya Delores
"Baik Dan..ayo Stu..Riko..kita makan malam dulu sama-sama.." ajak nyonya Delores
Mereka menuju ke ruang makan
"Stu?.." panggil opa Enzo
"Iya opa?"
"Nanti setelah makan malam..kamu bisa ikut opa?..ada yang mau opa bicarakan dengan dirimu.." kata opa Enzo pada Stu yang berjalan di sampingnya
"Baik opa.." jawab Stu
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
Bagi para Reader yang dari kemarin menanyakan keberadaan Stu karena tidak hadir di beberapa chapter..Author hadirkan tuh. Stu juga meminta maaf ke para Reader atas absennya dia selama beberapa chapter ini..karena sedang sibuk perjalanan bisnis ke Jerman
__ADS_1
.
.