
Braaaak...
Pintu kelas terbuka lebar-lebar..Jessica berdiri didepan ambang pintu melihat ke arah Kanaya
Sebaliknya..semua mata dikelas termasuk bu guru yang sedang menerangkan pelajaran memandang ke arah Jessica dengan tanda tanya pada diri mereka masing-masing
"Mau ngapain lagi tuh ulet keket?" batin Liona
Jessica tanpa basa-basi menghampiri meja Kanaya..melihat itu Maria segera memeluk pundak Kanaya dan Liona segera menghadang Jessica
"Mau ngapain luh?..masih kurang puas lu yang kemarin?..nanti kita terusin di lapangan" hardik Liona sambil mendorong Jessica mundur
"Liona..Jessi cuma mau minta maaf sama Naya..sama mau ngucapin terima kasih ke Naya karena sudah mau maafin Jessi.." ucap Jessica dengan airmata yang sudah menggenang di pelupuk matanya
"Jangan bohong luh!!" tanya Liona
"Benar Li..Jessi nggak bohong" jawab Jessica
"Awas kalau lu bohong.." ancam Liona
Setelah Liona memberikan jalan..Jessica segera memeluk Kanaya
"Naya..maafin Jessi yaah?..maafin Jessi.."
Kanaya membalas pelukan Jessica sambil mengelus-elus punggung Jessica
"Iya Jessi..kamu sudah aku maafin kok.."
Jessi mengurai pelukannya
"Jessi mau bilang terima kasih ya Naya..karena Naya tidak laporin Jessi sampai ke Polisi" ucap Jessi dengan mata yang berkaca-kaca
"Iya Jessi..sama-sama.." jawab Kanaya dengan tersenyum
"Mulai sekarang Jessi harus berubah yaah?..jangan ulangi kelakuan Jessi kayak kemarin.." pinta Kanaya
Jessi memeluk kembali Kanaya sambil terisak
"Iya Naya..Jessi janji..hiks..Jessi akan berubah" janji Jessi di dalam isaknya
"Elu bertiga nggak usah pakai minta maaf ke Naya..urusan gua sama elu bertiga belom kelar.." ancam Liona sambil menunjuk Desi
"Mendingan pada balik luh!..bikin sumpek kelas gua ajah.." perintah Maria ke pada ketiga anak buah Jessica yang berdiri di belakang Jessica
Akhirnya Desi,Lula dan Wenda keluar dari kelas Kanaya untuk kembali ke kelasnya..ya..mereka bertiga memang berbeda kelas dengan Maria dan kawan-kawannya
"Dah ya Jessi..sekarang kita lanjutkan belajarnya.." pinta bu Guru yang berdiri di depan kelas
Dengan muka yang tertunduk sedih..Jessica
menuju ke bangkunya
Pelajaran dilanjutkan lagi setelah adegan permintaan maaf Jessica ke Kanaya selesai
_____________
Ancaman Liona kepada Desi,Wenda dan Lula ternyata benar adanya
Dia menghukum ketiganya dengan menyuruh mereka untuk berlari keliling lapangan atletik..tempat dimana mereka membully Kanaya
"Berapa kali Li?.." tanya Desi pasrah
"Sampai b*go!" jawab Liona tegas
"Buruan lari!!.." bentak Liona
Ketiganya langsung berlari dibawah terik matahari..dia melihat Rita datang menghampiri dirinya dengan menenteng kantong makanan cepat saji
"Maria dah ngajak Naya ke perpus kan?" tanya Liona sambil menerima kantong makanan
"Iya..kita bebas sekarang mau menghukum mereka.." jawab Rita
Liona menyuruh Maria mengajak Kanaya ke perpustakaan..karena dia tahu..kalau Kanaya melihat Liona memberikan hukuman kepada Desi dan kawan-kawan..pasti langsung ditolak oleh Kanaya
Dibawah tribun..mereka berdua menyaksikan Desi,Wenda dan Lula yang berlari sambil menikmati burger mereka
Begitu Desi sampai di depan tribun..Liona memanggil mereka untuk menghampirinya
Dengan nafas yang terengah-engah..mereka bertiga menghampiri Liona dan Rita
"Sekarang lu hitung 1 sampai 10.." pinta Liona sambil meminum cola nya
"1..2..3.." ucap Desi yang terengah-engah
"Haiiiss..belum b*go!..lari lagi!!" perintah Liona
Desi mengajak kedua temannya untuk kembali berlari keliling lapangan atletik
Rita menahan tawanya melihat Desi terjatuh dan dibantu berdiri oleh Lula untuk kembali berlari
"Sampai berapa putaran Li?" tanya Rita
"Sampai b*go..tadi gua suruh Desi berhitung masih bener..berarti belum b*go.." jawab Liona yang matanya mengawasi ke tengah lapangan..ketempat Desi dan kawannya berlari
Tergelaklah tawa Rita mendengar jawaban Liona
"Hahahaha..bisa ajah lu yaak?.." kata Rita
Liona hanya memberikan senyuman smirknya
Handphone Liona berdering..dia lihat Maria menghubunginya
"Ada apa Mar?" tanya Liona
__ADS_1
"Li..Naya ngelihat Desi lagi lari keliling lapangan atletik..sekarang dia lagi jalan ke sana.."
"Aaaah..lu kenapa Naya sampai bisa ngelihat sih?"
"Gua lupa..kalau jendela perpus sebelahnya lapangan.."
"Rese luh!..gua kan belum puas.." kesal Liona
Dia melihat Kanaya naik ke atas tribun tempat dia dan Rita duduk
"Kamu pasti ya Li?..yang nyuruh Desi sama Lula untuk lari?" tanya Kanaya begitu sampai di sebelah Liona
"Iya Nay.." jawab Liona sambil memasukan handphonenya ke dalam saku bajunya
"Jangan Li..kasihan..sudah ya?" pinta Kanaya
Tanpa menunggu jawaban dari Liona..Kanaya langsung turun dan menunggu Desi,Wenda dan Lula di pinggir lintasan lari
"Naya maah..belum juga puas gua.." kesal Liona yang masih duduk di tempatnya
Dari atas tribun..Liona melihat Kanaya menghentikan lari Desi,Wenda dan Lula dan menyuruh mereka kembali ke kelas
"Naya baik banget ya Li..udah tahu mereka yang bully dia kemarin..masih ajah dia maafin..kalau gua mah..dah gua habisin.." ucao Rita sambil memakan frenchfries nya
"Iya Rit..Naya memang baik banget..beda sama kita-kita.."
Liona hanya tersenyum mendengar perkataan Rita..matanya hanya melihat Kanaya yang kembali ke atas tribun bersama Maria
"Kalian makan apa sih?" tanya Kanaya melihat Rita memakan frencfries nya
"Burger..ama kentang goreng..nih..gua sengaja beli empat paket.." jawab Rita sambil memberikan kantong makanan ke Kanaya
"Waah..terima kasih ya Rit..tahu ajah..kalau aku belum makan.." ucap Kanaya sambil mengambil satu buah burger dan dia berikan ke Maria
"Eh Nay..hp lu dah dibalikin sama Lula?" tanya Liona
"Belum..katanya nanti sore mau dia kasihin ke aku.." jawab Kanaya
"Tadi gua lihat pak Lukman di perpus..terus gua tanya..katanya mulai sekarang dia yang jagain perpus" kata Maria sambil memakan burgernya
"Pak Lukman..bokapnya si ulet keket?" tanya Rita
Maria menganggukan kepalanya
"Dia kan kepala sekolah kita..kok jagain perpus?" tanya Rita lagi
"Kata pak Yono..pak Lukman dah dipecat dari kepala sekolah sama kak Stu..terus disuruh mulai jagain perpus" jawab Maria
"Kadang-kadang gua kasihan sama pak Lukman..gara-gara ngelindungin anaknya..sampai kehilangan pekerjaanya" kata Liona
"Anaknya aja yang nggak tahu diri.." ketus Maria
"Maria?..kentang goreng kamu..buat aku yaah?..aku masih laper nih.." pinta Kanaya
Maria menganggukan kepalanya
"Hutang apaan?" tanya Liona
"Hutang penjelasan sama kita-kita..sejak kapan lu sama Hans jadian?" tanya Maria dengan tatapan tajamnya ke Liona
Bluuussss..
Wajah Liona langsung merah merona
"Eeeh..anu..kapan yaah?"
Liona tampak berpikir keras mencari cara agar terhindar dari cecaran Maria
"Eh!..ada kak Alf noh..kak Alf!!..halo kak Alf!!" tunjuk Liona ke arah lapangan
Sontak Maria dan Rita mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjuk Liona
"Mana?..mana?" tanya Maria penasaran
Liona langsung menggunakan kelengahan Maria..dia langsung melarikan diri dari hadapan Maria berlari turun dari tribun
Kaburrrrr...
"YAAAAK!!..LIONAAAA!!..JANGAN LARI LUH!!" sentak Maria
______________
Setelah bertemu dengan tuan Stephano..Stu melihat jam tangannya sudah menunjukan pukul tiga sore
Stu masuk ke dalam mobilnya..tak lama Riko meninggalkan tempat itu
"Kemana nih bos?" tanya Riko
"Ke sekolahan Naya..kita jemput Naya dulu sebelum pulang.." jawab Stu
"Nggak balik kantor bos?"
"Nggak.." jawab Stu singkat
Stu mengambil handphonenya dan menghubungi Sela
"Halo Sela.."
"Selamat sore tuan muda.."
"Apakah kau sudah di sekolahannya Naya?"
"Sudah tuan muda..saya sama pak Dirman sedang menunggu non Naya tuan muda.."
__ADS_1
"Sore ini kau pulang saja..biar Naya nanti bisa pulang sama saya.."
"Baik tuan muda.."
"Sebelum kau tunggu saya sebentar yaah?"
"Baik tuan muda.."
Stu memasukan kembali handphonenya ke saku celananya
"Kau nanti bisa bareng Sela ke rumah Ko..biar nanti aku bawa sendiri mobilnya.."
"Oke bos"
______________
Bel sekolah berbunyi pertanda waktunya pulang
"Lu nanti mau kemana Li" tanya Rita sambil memberesi buku-bukunya
"Gua mau jalan ke Pasar Malam yang di taman kota.." jawab Liona
"Sama siapa?" tanya Rita lagi
"Hans.." jawab Liona santai
"Oooh.." ujar Rita
Satu detik..
Dua detik..
Tiga detik..
"Haaah!!..sama Hans?..seriusan?" tanya Rita
Liona yang sadar..tanpa sengaja berkata kalau dirinya akan pergi dengan Hans ke pasar malam
"Eeee..anu..gua duluan yaak?..kebelet pipis.."
Liona segera bangun dari bangkunya dan meninggalkan ketiga kawannya yang masih belum selesai memberesi buku mereka
"Rita..memangnya disini ada pasar malam?" tanya Kanaya yang mendengar percakapan antara Rita dengan Liona
"Iya..di taman kota" jawab Rita
"Lu mau kesana Nay?" tanya Maria
"Pengennya sih?.." jawab Kanaya
Setelah selesai mereka segera keluar dari kelas..di depan kelas..teryata sudah ada Ryo dan Mike yang menunggu mereka
"Hai girl's" sapa Ryo dan Mike berbarengan
Hanya Kanaya yang membalas sapaan mereka berdua dengan lambaian tangannya
"Rita..ee..lu mau nggak?..ee..anu..eee.." tanya Mike ragu-ragu
"Lu mau ngomong apa sih Mike?..dari tadi cuma dad..did..dud..dad..did..dud.." kesal Rita
Kanaya menahan tawanya melihat Rita yang sedang ngomel ke Mike
"Anu Rita..lu mau nggak jalan ke pasar malam sama gua?" tanya Mike
Rita terkejut mendengar keberanian Mike yang mengajak dirinya jalan ke pasar malam
Tanpa dia sadari mukanya merona menahan malu..karena baru kali ini ada seorang laki-laki yang mengajak dirinya untuk jalan
"Ma..mau Mike.." jawab Rita sambil membuang mukanya ke arah lain
"Oke..nanti jam tujuh gua kerumah lu yaak.." kata Mike yang mukanya berseri-seri
Maria yang melihat Ryo senyam-senyum hanya memutar bola matanya malas
"Napa lu Yo?..lu mau nggajak gua ke pasar malam juga?" tanya Maria to the point
"Ehh..kalau lu mau..kenapa nggak?" jawab Ryo spontan
"Nanti gua tunggu dirumah jam tujuh.." ucap Maria singkat
"Oke Mar.." sahut Ryo
Tinggal Kanaya yang sendirian..ditinggal sendiri oleh teman-temannya
"Yaaah..aku sama siapa dong?"
Begitu sampai di halaman parkiran sekolah..Kanaya mengedarkan matanya mencari Sela
Hingga matanya melihat Stu yang tengah berdiri di samping mobilnya
"Kak Stu?"
Stu melepaskan kacamatanya sambil melambaikan tangannya ke arah Kanaya
"Maria..Rita..aku duluan yaah?.." pamit Kanaya sambil menghampiri tempat Stu berdiri
Ryo melihat Kanaya menghampiri Stu yang berdiri di samping mobilnya hanya bisa menghela nafasnya..niat Ryo semula adalah mau mengajak Kanaya ke pasar malam..tapi setelah tahu siapa kakak Kanaya..Ryo berpikir untuk mengurungkan niatnya..dia tidak mau terlibat dengan Stewart Wijaya..pemilik WEC tempat dia belajar
"Kakak jemput aku?" tanya Kanaya setelah tiba didepan Stu
"Iya Naya..saya mau ngajak kamu nyari sesuatu di Mall" jawab Stu sambil membalas sapaan dari beberapa staff pengajar WEC
"Nyari apaan kak?" tanya Kanaya
__ADS_1
"Nanti kamu juga tahu..ayo..kita jalan" ajak Stu sambil memutar ke arah pintunya
Kanaya langsung masuk ke dalam mobil dan tak lama..mobil Mercedez S600 Pullman hitam meninggalkan halaman parkir WEC