
Melihat Cindy sudah kembali ke mejanya..Sisil segera menghampirinya
"Cin?..itu tadi siapa?" tanya Sisil
"Nggak tahu Sil..Cindy nggak berani tanya ke pak Stewart.." jawab Cindy sambil duduk di kursinya dan meneruskan pekerjaannya kembali
"Tapi tadi dia bilang calon istrinya pak Stewart..bener nggak sih?"
"Bukan..ibu tadi bukan calon istrinya pak Stewart" jawab Cindy yang fokus ke layar komputernya
"Yakin lu Cin?" tanya Sisil
Cindy menganggukan kepalanya
"Iya..soalnya Cindy kenal sama pacarnya pak Stewart.." jawab Cindy yang masih fokus mengetik di keyboard komputernya
"Haaah!!..pak Stewart sudah punya pacar?..siapa Cin?"
Deg..
Cindy hentikan pekerjaaanya..dia keceplosan menjawab pertanyaan Sisil
"Duh..ini mulut kenapa nggak ada remnya sih.."
Cindy merutuki keceplosan omongannya
"Cin..siapa?.." tanya Sisil penasaran
"Eh..anu..Cindy..nggak tahu Sil.."
Tiba-tiba..telepon meja Cindy berdering..Cindy memencet tombol jawab di teleponnya
"Halo pak?.."
"Calon kakak ipar?..tolo.."
Cindy segera menyaut gagang teleponnya..karena Stu memanggilnya dengan panggilan kakak ipar dan di depannya Sisil hanya diam melongo mendengar panggilan Stu ke Cindy
"Iya pak?.." tanya Cindy yang kini gagang telepon sudah ada di samping telinganya
"Tolong kamu siapkan dokument pembangunan hotel yang kemarin di ajukan sama Lexon Group.."
"Baik pak..ada lagi yang lainnya pak?"
"Nggak..itu ajah..terima kasih ya calon kakak ipar.."
"I..iya pak.."
Cindy taruh lagi gagang telpon di tempatnya..dia segera menyiapkan dokument yang diminta oleh Stu..mengindahkan pandangan penuh selidik Sisil
"Cin?.." panggil Sisil
"Eh..Cindy tinggal dulu ya Sil..Cindy sudah ditunggu sama pak Stewart " alasan Cindy yang ingin kabur dari pertanyaan-pertanyaan Sisil
Sisil memandang Cindy yang menuju ke dalam ruangan Stu
"Pak Stewart manggil Cindy calon kakak ipar?..kalau gitu..pacarnya pak Stewart adiknya Cindy..tapi kan..Cindy nggak punya adik..apa adiknya Dokter Alf?.."
Selagi Sisil membatin..dia lihat Mery keluar dari selasar lift menuju ke mejanya
"Mer..Mer..ada bahan gibah nih.." panggil Sisil sambil menyahut tangan Mery untuk menuju ke mejanya
"Gibah apaan?.." tanya Mery bingung sambil menaruh dokument yang dia bawa
"Pak Stewart Mer..kata Cindy pak Stewart punya pacar.."
"Ibu-ibu yang tadi bukan?" tanya Mery
"Bukan Mer..kata Cindy bukan ibu-ibu yang tadi..soalnya Cindy kenal sama pacarnya pak Stewart.."
Doddy yang melihat kedua wanita itu tengah menggibah ketimbang kerja..menyambit kepala Sisil dengan gumpalan kertas kecil
"Kerja woi..kerja!!..gosip aja luh kerjaannya!!" kesal Doddy
"Sirik aja luh!!.." sewot Sisil
"Jam kerja ini..ketahuan pak Riko apa nggak di omelin lu?..dia kan lagi di ruang metting" ucap Doddy yang mengingatkan Sisil dan Mery kalau Riko ada diruang metting yang letaknya ada di sebelah selasar lift
Sisil menuju ke mejanya sambil memberikan isyarat ke Mery untuk meneruskan gibahan mereka di handphone
"Dasar wadon..apa ajah di gosipin.." kesal Doddy sambil menghela nafasnya
________________
__ADS_1
Tok..Tok..Tok..
"Masuk.."
Pintu ruang kerja Stu terbuka dan masuklah Alf
"Ada apa Stu?..tadi Cindy bilang kau mau bertemu denganku?" tanya Alf sambil duduk di sofa
Stu bangun dari kursi kebesarannya dan menghampiri Alf disofa
"Tadi Sita datang kemari.." jawab Stu sambil duduk di seberang sofa tempat Alf duduk
"What?..jangan-jangan dia sadar kalau Betara Land lagi limbung sekarang.."
"Sepertinya..dia lambat laun pasti tahu kalau Betara Land akan tumbang tak beberapa lama lagi..dan..cecunguk itu pasti keluar dari sarangnya.."
"Iya Stu..orang-orang kita masih memantau sekitar bandara dan pelabuhan kalau-kalau si Heru kembali lagi ke tanah air.." sahut Alf
"Kalau dia kembali kemari..yang aku takutkan hanya satu Alf.."
"Apa itu?"
"Keselamatan Naya dan Cindy..secara tidak langsung mereka berdua berhubungan dengan kita Alf..apalagi kalau Heru sampai tahu..Naya itu adalah adikmu"
"Iya Stu..ayahku sudah mewanti-wanti semua media..agar jangan mempublish dulu keberadaan Kasandra sekarang ini.."
Tok..Tok..Tok..
"Masuk.." jawab Stu
Masuklah Cindy dengan membawa nampan yang berisikan dua gelas kopi
"Kopinya pak..Alf.." kata Cindy sambil menaruh kopi di meja
"Terima kasih ya calon kakak ipar.." ucap Stu sambil tersenyum
Cindy membulat matanya dan memberikan kode ke Alf..agar memberitahukan ke Stu jangan memanggil lagi dengan panggilan calon kakak ipar ke dirinya
"Kenapa sih?..biarin ajah.." ucap Alf sambil tersenyum ke arah Cindy
"Alf.." desis Cindy
"Kenapa Alf?..Cindy?" tanya Stu
"Tadi Cindy bilang ke aku..supaya ngomong ke kau jangan manggil Cindy calon kakak ipar selama masih di lingkungan kantor.." jawab Alf
"Saya nggak enak sama teman-teman kantor pak " sahut Cindy
"Udaaah..nggak apa-apa Cindy..saya kan juga gara-gara disuruh sama Naya..supaya dibiasain manggil kamu kakak ipar.."
"Tapi ini dikantor pak.." elak Cindy
"Udah..nyantai ajah kamu Cindy.." kata Stu sambil menyesap kopinya
Cindy melihat Alf menganggukan kepalanya
"Oh iya Alf..nanti Cindy makan siang sama Nabila,Mery,Sisil dan Andin yaah?.." pinta Cindy
"Kamu mau makan dimana?" tanya Alf
"Di Wijaya Hall.."
"Jadi nggak makan siang bareng sama aku nih?" tanya Alf
"Lain kali ajah yaah?..soalnya Andin ulang tahun hari ini..dia mau mentraktir Cindy sama teman-teman.." jawab Cindy
"Ya sudah.."
"Andin ulang tahun Cin?" tanya Stu
"Iya pak.." jawab Cindy sambil menganggukan kepalanya
"Nanti kamu pesenin kue ulang tahun yaah?..buat Andin..kamu mesennya diem-diem..jangan sampai Andin tahu.." pinta Stu
"Baik pak.."
"Usahakan kalian pulang makan..kue nya sudah sampai disini yaah?"
"Baik pak"
___________________
Disebuah ruang kerja yang mewah..tampak seorang laki-laki berumur kurang lebih 60 tahun tengah meluapkan amarahnya dengan melempari apa pun yang ada di atas mejanya ke berbagai arah
__ADS_1
Berberapa pria yang berdiri di depan mejanya hanya bisa menundukan wajahnya ketakutan melihat bosnya yang sedang murka
"KALIAN TIDAK BERGUNA!!..DASAR OTAK UDANG!!..buat apa saya gaji kalian..kalau kalian tidak bisa mencari tahu..kenapa para investor kita pada lari dan menarik dananya dari perusahaan kita..hah!!..JAWAB!!.."
Sebuah staples melayang ke arah seorang staffnya yang berdiri di depannya
Untung saja dia bisa menghindar..kalau tidak dipastikan kepalanya akan bocor kena lemparan staples
"Mohon maaf pak..kami sedang mencari tahu..kenapa semua investor pada serentak menarik dananya di kita pak.." ucap salah satu staffnya yang entah darimana...memiliki keberanian menjawab pertanyaan bosnya
Baru laki-laki itu akan membuka mulutnya..pintu ruang kerjanya terbuka dan muncul Sita
"Saya beri waktu 2 hari buat kalian..untuk mencari tahu..kenapa para investor pada lari.."
"Baik pak.."
"Sudah..keluar kalian semua.." perintahnya
Segera mereka beranjak keluar dari ruang kerja bos mereka yang bernama Gatot Atmojo
"Dari mana kamu Sita?" tanya pak Gatot ke Sita yang sudah duduk di sofa
Sita hanya diam menjawab pertanyaan papahnya
Pak Gatot bangun dan menghampiri sofa dan duduk di sebelah Sita
"Jangan bilang kau habis menemui Stu..soalnya tadi pak Yos lapor dia habis mengantar dirimu ke sana" tanya pak Gatot
"Iya pah..Sita habis dari tempat Stu..Sita kangen" jawab Sita sambil melihat ke arah lain
"Kau ceroboh Sita..kenapa kau perlihatkan dirimu di depan Stu sebelum dia menanamkan modalnya di tempat kita?" kesal pak Gatot
"Sekarang kau lihat akibatnya..rencana papah berantakan karena kamu..perusahaan kita sudah di ambang kebangkrutan..semua investor tiba-tiba menarik uangnya dari kita dan papah yakin ada peran Stu di belakang semua ini..kenapa kau tidak nurut kata papah Sita?" tanya pak Gatot geram
"Bukan urusan Sita pah..Sita lelah pah!!..Sita bosan mengikuti semua kemauan papah..Sita sudah cukup lama mengikuti kemauan papah..biarlah Sita ikuti kemauan hati Sita sendiri..kenapa papah tidak suruh saja mas Heru untuk membantu papah?..dari pada dia hanya makan tidur di negara orang.."
"Lancang kau Sita!!.." bentak pak Gatot
"Kenapa papah selalu membela mas Heru?..kenapa pah?..papah sampai teganya mengorbankan perasaan Sita anak papah ini..perasaan Sita ke Stu..papah korbankan demi ambisi papah yang sudah kelewatan.."
"Diam kau Sita!!.."
Tangan pak Gatot berhenti di udara..karena dia hentikan niatnya untuk menampar Sita
"Kenapa berhenti pah?.." tanya Sita yang sudah terlihat genangan mata air di matanya
Dengan tangannya yang masih bergetar..pak Gatot mengusap wajahnya dengan kasar
"Sudah cukup pah..mulai saat ini..Sita akan keluar dari permainan gila papah..papah silahkan suruh mas Heru..anak kesayangan papah itu..untuk meneruskan permainan papah.."
Sita keluar dari ruangan kerja pak Gatot dengan linangan airmata
Sepeninggal Sita..pak Gatot melampiaskan kemarahannya dengan menyapu apa yang ada di atas meja hingga berserakan di lantai..rencananya gagal total setelah kemunculan Sita yang menemui Stu waktu di Lombok
Pak Gatot sengaja menggunakan nama Betara Land untuk menyusup ke dalam lingkaran bisnis Wijaya Holding..tapi apa lacur..surat kontrak kerja sama yang sudah di tanda tangani Stu..dirobek sendiri oleh Stu setelah melihat kemunculan Sita di depannya
Sedangkan surat-surat berharga yang diambil Sita waktu itu ternyata sudah diblokir oleh daddy Tony melalui anak buahnya..jadinya surat berharga yang dia yakini sebagai jaminannya untuk melawan Wijaya Holding..hanya menjadi seonggok kertas bekas biasa..tidak ada nilainya sama sekali
Pikirannya sekarang buntu untuk mencari cara menyelamatkan Betara Land dari jurang kebangkrutan..pak Gatot tahu..Stu dan daddy Tony ada di balik larinya semua investor yang selama ini menyokong keuangan Betara Land
"S*alan kau Tony!!.." umpat pak Gatot
Tangannya meraih handphonenya yang berdering..dia lihat Heru memanggilnya
"Halo?.."
"Pah..kirimin Heru uang sekarang pah..uang Heru sudah hampir habis nih.."
"Kemarin papah kan baru kirim 500 juta..apa sudah habis mas?" tanya pak Gatot sambil memijit pangkal hidungnya
"Uang segitu..mana cukup untuk hidup disini pah?"
"Kurangi kebiasaan dirimu berjudi mas..mulailah hidup hemat.."
"Papah kok sekarang perhitungan sih?"
"Bukanya perhitungan..kamu harusnya ngerti dong?..keadaan keuangan kita kayak gimana sekarang?.."
"Heru nggak mau tahu pah..pokonya kirimkan uangnya sekarang.."
Pak Gagot memutuskan sepihak panggilan putranya dan dia lempar handphonenya ke sembarang arah
Pikirannya kalut..sudah keadaan Betara Land lagi limbung..ditambah sekarang anaknya merongrong meminta dikirimkan uang
__ADS_1
Putrinya yang diandalkan untuk membantunya..kini terang-terangan meminta keluar dari rencana busuknya
"Maafkan papah nak..sebelum rencana papah berhasil..kamu masih jadi bagian rencana papah untuk menghancurkan Wijaya Holding"