
Tuan Stephano dan rombongan teman-teman Kanaya berjalan beriringan melewati loby. Beberapa pegawai menyapa mereka dengan anggukan kepala hormatnya
"Halo?.." sapa Marcela di sambungan teleponnya
"......"
"Ada dimana?"
"......"
"Oke..kita akan kesana.."
Marcela memasukan handphonenya ke dalam saku celananya
"Pak?..mobil Ferrari pesanan bapak sudah sampai.." ucap Marcela yang berjalan di sisi tuan Stephano
"Sudah?" tanya tuan Stephano sambil menoleh ke Marcela
Marcela menganggukan kepalanya
"Ada dimana mobilnya?"
"Ada di sebelah mobil bapak..saya menyuruh mereka agar memarkir disebelah mobil bapak.."
Tuan Stephano menganggukan kepalanya
"Sandra?" panggil tuan Stephano
Kanaya yang tengah ngobrol dengan Rita..menoleh ke arah ayahnya
"Iya ayah?" jawab Kanaya
"Kamu mau lihat mobil baru kamu nggak?..mobilnya sudah sampai tuh.."
"Sudah sampai Yaah?"
"Iya sayang.."
"Mau Yaah..Naya mau lihat.."
"Mobil baru kamu ada di parkiran.."
Kanaya mempercepat langkahnya sambil menyaut tangan Rita untuk segera melihat mobil baru pemberian ayahnya
"Naya dibeliin mobil baru Li.." bisik Maria
"Iya Mar.."
Begitu sampai di loby luar..Marcela mengajak mereka ke arah parkiran Excekutif khusus untuk parkiran CEO
"Itu non..mobil nona.." kata Marcela menunjuk ke sebuah mobil Ferrari GTC4Lusso berwarna Grey Metalic yang parkir di sebelah Maserati hitam kepunyaan tuan Stephano
(gambar hanya pemanis)
.
.
"Itu kak?" tanya Kanaya
"Iya non.."
Kanaya dengan takjubnya melihat mobil barunya..begitu pula dengan keempat temannya..mereka tak percaya melihat sebuah Super Car terbaru terparkir di depan mereka. Kanaya memutari Ferrari barunya dan membuka pintu sebelah kanan..untuk melihat interior mobil
"Gimana Sandra?..kamu suka?" tanya tuan Stephano
"Suka Yaah.." jawab Kanaya sambil memeluk tuan Stephano
"Terima kasih ya Yaah.."
"Iya sayang..sama-sama.." jawab tuan Stephano sambil mencium pucuk rambut Kanaya
Kanaya mengurai pelukannya dan menghampiri mobilnya lagi
"Naya boleh masuk Yaah?" tanya Kanaya yang ragu-ragu untuk masuk ke dalam mobilnya
"Boleh sayang..itu kan mobil kamu.." jawab tuan Stephano sambil tersenyum
Kanaya lalu mulai masuk dan duduk di kursi pengemudi..teman-teman Kanaya sontak menghampiri Kanaya
"Nay?..ini beneran mobil kamu?" tanya Jessica yang takjub melihat interior mobil
Kanaya yang tersenyum hanya menganggukan kepalanya. Dia merasakan lembutnya kulit asli yang membungkus lingkar kemudi yang seperti kemudi mobil formula 1
"Ya Alloh..kayak gini rasanya kalau duduk di dalam mobil mahal.." batin Kanaya yang melihat canggihnya panel-panel instrument yang ada di dashboard
"Nay?..gua boleh masuk nggak?" tanya Maria
"Masuk ajah Mar.." jawab Kanaya
Maria segera memutar ke sebelah kiri dan dia langsung duduk di sebelah kiri Kanaya. Mata Maria memutari seperti menandai setiap inchi bagian dalam mobil.
"Waaaah..mimpi apa gua semalem?..bisa duduk di dalam Ferrari?"
Marcela menghampiri Kanaya dengan seorang pria
"Nona Kassandra..kenalkan..ini Luki..nona bisa minta diajarkan sama mas Luki untuk pengoperasian mobilnya.." kata Marcela sambil memperkenalkan Luki ke Kanaya
"Halo nona Kassandra..kenalkan saya Luki.." sapanya sambil menjulurkan tangannya
"Halo kak.." sahut Kanaya
Kemudian Luki menjelaskan satu persatu panel-panel instrument yang ada di dalam mobil ke Kanaya. Kanaya memperhatikan secara teliti penjelasan Luki
"Sekarang nona coba nyalakan mobilnya.." pinta Luki
Kanaya memencet tombol start berwarna merah dan tak lama mesin mobil menyala dan Kanaya menekan pedal gasnya
__ADS_1
Brooooaaaammm
Suara kenalpot khas Super Car menggelegar di pelataran parkir SACorp Building. Kanaya dan teman-temannya sempat terlonjak kaget begitu mendengar suara knalpot Ferrari GT4Lusso nya yang memekakkan telinga. Hingga membuat beberapa alarm mobil yang parkir di sekitar parkiran excekutif menyala..termasuk alarm mobil kepunyaan tuan Stephano yang parkir disebelah mobil Kanaya
"Maaf Yaah.." cicit Kanaya sambil memperlihatkan deretan giginya yang putih
Tuan Stephano hanya menganggukan kepalanya
"Sandra?..tutorialnya dilanjutkan nanti saja yaah?..ibu sudah nunggu kita untuk makan siang.." pinta tuan Stephano sambil mendekati Kanaya
"Iya ayah.." jawab Kanaya sambil keluar dari dalam mobilnya
"Nanti mobil ini kamu antar ke rumah saya yaah?" pinta tuan Stephano ke Luki
"Baik tuan..segera saya antarkan mobil ini ke rumah tuan Stephano" jawab Luki
Tuan Stephano lalu mengajak Kanaya dan teman-temannya untuk beranjak ke sebuah restorant yang sudah di booking oleh Lena
"Memangnya lu bisa bawa mobil Nay?" tanya Liona
"Nggak..kata kak Alf..aku bisa belajar dulu.."
"Ya Owoooooh..Naya belum bisa bawa mobil tapi udah dibeliin mobil ama bokapnya..mana Ferrari lagi.." jerit batin Maria yang jiwa misqueen nya meronta-ronta
"Berarti lu belum punya SIM dong?" tanya Rita
Kanaya menggelengkan kepalanya
"Nanti kalau aku sudah punya SIM..sama sudah lancar bawa mobilnya..kita pakai berlima untuk keliling-keliling kota yaaah?" usul Kanaya
"Keliling-keliling kemana Nay?" tanya Jessica
"Kemana ajah..sampai bensinnya habis.." jawab Kanaya
Sontak mereka berlima tertawa terbahak-bahak. Tuan Stephano, Marcela dan Lena hanya bisa tersenyum melihat interaksi lima gadis yang berjalan di depan mereka
_________________
Sore itu Mercedez hitam memasuki sebuah mansion megah berdesain Eropa timur abad pertengahan. Seorang pelayan membukakan pintu belakang kiri begitu berhenti di carport
"Selamat sore tuan muda.." sapanya sambil menganggukan kepalanya ke arah Stu
"Selamat sore..daddy sudah pulang?" tanya Stu
"Tuan besar sedang dalam perjalanan pulang dari kantor tuan muda..kalau nyonya besar sedang berada di taman.." jawabnya
Stu menganggukan kepalanya dan melangkahkan kakinya memasuki mansion daddy Toni. Stu tersenyum melihat keadaan mansion yang sudah cukup lama dia tinggalkan. Sudah hampir 5 tahun dia memilih tinggal di mansion pribadinya untuk hidup terpisah dengan kedua orangtuanya. Beberapa pelayan membungkukan badannya menyapa Stu yang melangkahkan kakinya menuju ke taman bunga yang berada di sisi selatan mansion. Sesampainya disana..Stu tersenyum melihat mommy Angel sedang menyirami bunga dengan selang air ditangannya
"Mom?" panggil Stu
Sontak mommy Angel menengok kearah sumber suara yang memanggilnya
"Stu?..kau sudah sampai dear?.." jawab mommy Angel
Mommy Angel memberikan selang airnya ke salah seorang pelayan wanita yang sedang mendampinginya
"Kamu teruskan yaah?" pinta mommy Angel
Mommy Angel segera menghampiri Stu dan memeluknya dengan eratnya
"Akihirnya kamu pulang juga dear.." ucap mommy Angel setelah mengurai pelukannya
Stu menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Mommy Angel mengajak Stu untuk duduk di sebuah bangku yang ada di taman bunga mansion
"Kamu nanti nginap kan?" tanya mommy Angel sambil membelai rambut Stu dengan lembut
"Iya mom.." jawab Stu
Mommy Angel menarik Stu ke dalam pelukannya dan mencium pucuk rambut Stu
"Seandainya waktu bisa mommy putar balik dan mommy hentikan..mommy ingin kamu tetap jadi bocah kecil mommy Stu.." ucap mommy Angel haru
"Kenapa mom?" tanya Stu mengurai pelukan mommy nya
"Biar mommy bisa memeluk kamu terus dan kamu tetap disisi mommy" jawab mommy Angel sambil tersenyum haru
Stu langsung memeluk mommy Angel dengan hangat dan mencium kening mommy Angel
"Stu nggak kemana-mana mom..Stu tetap di samping mommy.." hibur Stu
"Sampai kapan pun..kamu tetap momny anggap sebagai putra kecil mommy Stu.." sahut mommy Angel
Stu menganggukan kepalanya
"Stu mandi dulu ya mom..badan Stu sudah lengket nih.." pinta Stu sambil melepaskan pelukannya
"Iya dear..nanti mommy tunggu untuk makan malam yaah?" jawab mommy Angel
"Iya mom.."
Setelah mencium kedua pipi dan kening mommy Angel..Stu meninggalkan area taman untuk menuju ke kamarnya. Dua orang pelayan mengiringi Stu menuju ke kamarnya. Stu tersenyum melihat suasana kamarnya masih seperti dulu sebelum dia tinggal di mansion pribadinya. Dua orang pelayan minta ijin untuk menyiapkan persiapan Stu untuk mandi
"Kami permisi tuan muda.."
"Iya mbak..silahkan.."
Stu menghampiri salah satu gitar listrik koleksinya yang tergantung di dinding..dia usap dengan lembut tanda tangan milik seorang vokalis band metal ternama yang tertoreh di ujung body gitar listrik bermerk ESP Snakebyte Signature Series berwarna hitam legam. Matanya berpaling ke sebuah foto yang tergantung di dinding kamarnya. Foto yang menampilkan 4 orang remaja yang tengah berpose dengan background sebuah panggung konser sebuah band metal
"Metallica concert at Lebak Bulus 1993"
Sebuah tulisan yang tertulis di bagian bawah foto dengan menggunakan tinta spidol berwarna emas. Jari Stu menyentuh gambar seorang anak muda yang berpose di sebelah dirinya di foto itu
"Seno..semoga kau tenang disana man..maaf dendammu belum sempat aku balas..karena itu bukan wewenangku..tapi..tidak lama lagi dendammu akan aku balaskan..itu janjiku padamu Sen.."
Stu memejamkan matanya begitu kilas balik peristiwa tragis itu terlintas di matanya. Rahangnya mengeras saat mengingat Seno meregang nyawanya di pangkuannya.
.
-Flashback On-
__ADS_1
Dada Seno tertusuk sebuah belati kepunyaan Heru yang secara licik menyerang kediaman Seno malam itu yang mengakibatkan kedua orangtua dan seorang adik Seno meregang nyawa di tangan anak buah Heru. Stu merutuki kebodohan dirinya karena dirinya datang terlambat ke tempat kediamana Seno yang hanya mendapati orang-orang kesayangan Seno sudah bergelimangan darah. Sebelum Seno menghembuskan nafas terakhirnya..dia menitipkan adik bungsunya ke Stu yang kebetulan malam itu lolos dari maut karena dirinya sedang mengaji di Masjid di dekat rumahnya
"S..Stu..gu..gua titip..Ambar..ke elu yaah?" pinta Seno dengan nafas terputus-putus
"Iya man..tenang ajah..Ambar aman ditangan gua..lu tahan yaah?..Alf lagi manggil ambulance kemari.."
Seno memegang tangan Stu
"Lu..harus..ba..balas semua..ini..ke Heru Stu" pinta Seno dengan nafas tersengal
"Iya man..pasti gua balas si Heru..tenang ajah lu..yaah?.."
"Thanks men..haah..haaah" ucap Seno sambil berusaha tersenyum kepada Stu
"..bye Stu.."
Pegangan tangan Seno terlepas dengan seiring nafas terakhir Seno yang lepas dari kerongkongannya
"Seno?..hei..Seno!!..bangun men..SENOOOO!!"
Stu berteriak sambil memeluk tubuh Seno yang sudah tak bernyawa lagi. Alf berlari masuk kedalam rumah Seno setelah mendengar Stu berteriak memanggil nama Seno. Tubuh Alf menegang melihat tubuh Seno sudah terkulai di pelukan Stu..dia segera menghampiri Stu yang masih memeluk Seno yang sudah tak bernyawa
"Stu..hei..Seno udah nggak ada men.." bujuk Alf sambil memegang pundak Stu
"Kita balas si Heru Alf..ini udah kelewatan..kita harus bunuh baj*ngan itu..baj*ngan itu harus mati Alf..harus mati!!" teriak Stu dengan amarah yang sudah sampai di ubun-ubunnya
Sebelum Alf membuka mulutnya..Riko datang dengan beberapa petugas Polisi dan petugas ambulance. Alf meminta Stu untuk melepaskan tubuh Seno untuk dibawa oleh petugas. Dengan tidak rela Stu melihat tubuh Seno dibungkus dengan kantong mayat yang dibawa oleh petugas. Dibelakang mereka menyusul tiga kantong mayat yang berisikan kedua orangtua Seno dan adik laki-laki Seno yang nomor dua
-Flashback Off-
.
.
________________
Malamnya Stu kembali makan malam dengan kedua orangtuanya. Daddy Tony tersenyum melihat putra semata wayangnya kembali hadir untuk makan malam bersama dirinya
"Ada apa dad?" tanya Stu sambil menyesap wine nya
"Daddy hanya senang Stu..kamu bisa duduk disini untuk makan malam bersama daddy and mommy lagi" jawab daddy Tony
"Iya dad..mulai sekarang Stu akan berusaha meluangkan waktu untuk makan malam bersama daddy and mommy lagi.." ucap Stu
Mommy Angel tersenyum haru sambil menggenggam erat tangan Stu
"Thankyou dear.."
Stu merasa handphonenya berdering..dia ambil dan segera di rejeck panggilan masuk. Dia tidak mau diganggu selama dia makan malam. Setelah itu dia taruh handphonenya diatas meja. Kembali handphone itu berdering dan kembali Stu rejeck dan aktifkan silent modenya
"Who's is that my dear?" tanya mommy Angel
"Tidak tahu mom..nggak ada nama.." jawab Stu sambil mengelap mulutnya dengan serbet dan menyesap kembali winenya
"Oh iya Stu..kamu sudah tahu kan?..kalau lusa Kanaya ulang tahun?" tanya mommy Angel
"Sudah mom..kemarin Naya yang bilang sama Stu di telpon.." jawab Stu
"Kamu mau beri Naya hadiah apa?" tanya mommy Angel lagi
"Ada mom.." jawab Stu sambil tersenyum
"Hmmmm..mau kamu beri apa calon menantu mommy..hmmm?" ledek mommy Angel
"Rahasia mom.." jawab Stu
"Stu?..Alf kirim pesan ke nomor daddy..dia minta supaya kamu jawab panggilan telepon darinya.." ucap daddy Tony sambil melihat layar handphonenya
"Soalnya dia telepon ke kamu..nggak kamu angkat-angkat" sambung daddy Tony
Stu kening berkerut heran..ada masalah apa..sampai Alf meminta ke daddy Tony agar dirinya menjawab panggilan dari Alf. Stu melihat belasan panggilan tak terjawab. Tak lama..handphonenya bergetar
"Sebentar mom..dad.." pamit Stu sambil bangun dari duduknya
"Halo?" sapa Stu sambil berjalan ke ruang tengah
"Thanks God..dimana kau men?" tanya Alf
"Aku ada dirumah daddy..ada apa?"
"Segera kau kemari Stu..ke safe house..ada masalah gawat.."
"Kenapa?..baj*ngan itu berbuat ulah?"
"Bukan..rumah persembunyian Heru terbakar Stu"
"Haaaah!!..bagaimana bisa?"
"Entahlah..cepatlah kau kemari..Riko juga sudah ada disini.."
"Oke..oke..aku akan segera kesana.."
Stu mematikan sambungan teleponnya dengan Alf dan segera menuju ke kamarnya. Tak lama dia keluar dengan memakai jaketnya dan menuju ke meja makan untuk pamit dengan kedua orangtuanya
"Dad?..mom?..Stu mau keluar dulu..ada masalah penting.." ucap Stu sambil mencium kening mommy Angel
"Ada apa dear?..sepertinya gawat?.." tanya mommy Angel dengan muka yang khawatir
"Tidak ada apa-apa mom..mommy nggak usah khawatir..bye mom..dad.." pamir Stu sambil keluar menuju teras
"Hati-hati ya sayang.." wanti-wanti mommy Angel
Stu hanya mengangkat tangan kanannya menjawab permintaan mommy Angel sebelum hilang dibalik pintu depan
"Hon?" tanya mommy Angel ke daddy Tony meminta penjelasan
"Its ok honey..nothing to worry.." bujuk daddy Tony sambil memegang tangan momny Angel
"Following my son signal.."
__ADS_1
Ketik daddy Tony di pesan yang dia kirim ke orang kepercayaannya
"Yes boss.."