
Setelah makan malam..Ambar bergegas menuju ke kamarnya. Di dalam kamar Ambar segera mengganti bajunya dengan kaos hitam dan celana kargo hitamnya. Dia pakai rompi anti pelurunya dan dia tutup dengan jaket kulit dengan warna senada. Ambar saut backpacknya yang ada di atas ranjangnya dan dia kenakan di punggungnya
Dengan pelan Ambar menutup pintu kamarnya dan menuju ke garasi melalui tangga yang berada di belakang kamar baca lantai dua. Sepertinya keperluan Ambar malam ini tidak ingin di ketahui oleh para penghuni mansion..khususnya Stu dan kedua orangtuanya. Sesampainya di garasi..Ambar menyalakan sebuah saklar dan sebuah lampu menyala menyoroti sebuah sepeda motor yang di tutupi oleh kelambu parasit. Ambar ambil sebuah helm full facenya dan segera menarik kelambu parasit yang menutup motornya. Sebuah sepeda motor Ducati Panigale V4 berwarna hitam dop terpampang di depannya. Ambar sengaja mendorong keluar motornya dari dalam garasi..karena dirinya tidak ingin diketahui keluar mansion malam-malam dan juga dia tidak ingin mommy Angel melihat dirinya menaiki sepeda motornya lagi
"Mbak Ambar?..mbak Ambar mau kemana?" tanya seorang petugas Security yang menjaga gerbang depan mansion
"Saya mau ke tempat teman saya pak.." jawab Ambar sambil menaiki sepeda motornya yang sudah berada di luar gerbang mansion
"Ohh..hati-hati ya mbak.."
"Iya pak.."
Sebelum Ambar memakai helmnya..dia menyematkan terlebih dahulu sebuah earpiece di telinganya. Ambar taruh handphonenya di tangki motor yang sudah dia rancang untuk menaruh handphonenya
"Kalian sudah diposisi?" tanya Ambar melalui earpiece nya
"Sudah mam..kami 1 klik dari gedung target utama.."
"Oke..saya sudah mendapatkan posisi kalian.."
Ambar melihat titik biru berkedip di layar handphonenya yang sudah menampilkan peta Jakarta..dan ada titik merah lainnya yang berjarak tidak jauh dari posisi titik biru
Roaaaammmm
Ambar menyalakan mesin Ducati Panigale nya dan setelah menurunkan visor helmnya..Ambar segera memacu Ducatinya menuju ke posisi titik biru yang ditunjukan di layar handphonenya
.
____________________
.
Ducati Panigale berwarna hitam berhenti di belakang sebuah blind van Mercedez Sprinter yang juga berwarna hitam. Ambar mematikan mesin motornya dengan berbarengan pintu samping van itu bergeser terbuka
"Selamat malam mam.." sapa salah satu pria yang mengenakan seragam hitam-hitam sambil memberikan hormatnya ke Ambar
"Malam.." jawab Ambar sambil melepaskan helmnya dan merapikan rambut Bobnya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya
Ambar berdiri di samping pintu dan menerima sebuah tas dari seorang pria lagi yang menunggu di dalam van. Ambar segera membuka tas itu yang ternyata berisikan beberapa senjata seperti kepunyaan dirinya yang tengah di simpan oleh Stu
"Give me SitRep.." pinta Ambar sambil mempersiapkan senjatanya
"Gedung itu mempunyai pengamanan yang cukup ketat mam..beberapa dari mereka dibekali dengan senjata.." jawab pria yang memberikan tas ke Ambar sambil melihat ke sebuah monitor yang di pasang di dalam van
"Seriusly?.." tanya Ambar dengan raut muka yang tak percaya
"Yes mam..sepertinya gedung itu bukanlah gedung perkantoran biasa.."
Isi van itu ternyata dilengkapi beberapa perlatan canggih..laksana kantor pusat operasi sebuah misi militer yang berjalan
"Kau berikan blue print gedung itu ke PDA saya.." pinta Ambar sambil mengokang pistolnya dan dia masukkan ke sarungnya yang dia ikatkan di kedua pahanya
Ambar membawa 2 buah pistol bertipe Beretta M9 bersilencer dan beberapa magazine
"Woooo..woooo.." kaget pria yang di depan monitor ketika melihat data yang muncul di layar monitor..sedangkan tangannya tengah asyik menari-nari di keyboard komputer dan mouse
"Anda mungkin tidak akan percaya yang saya dapatkan mam.." katanya
"Apa?" tanya Ambar sambil memasukan magazine ke senapan M4A1 nya yang juga bersilencer
"Anda ingat Ryu Kanemoto?"
"Iya..anggota Yakuza Jepang yang di duga sebagai pelaku pemboman kedutaan Inggris di Jepang dua tahun yang lalu..kenapa?"
"Gedung itu kepunyaan dia.." jawabnya sambil menatap Ambar berbarengan dengan tangan Ambar melepaskan kokangan M4A1
Cklak..
"Hmmm..sekali pukul..dua lalat langsung mati.." sahut Ambar sambil tersenyum dingin
Setelah dirasa persiapannya selesai..Ambar menatap gedung yang ada di depannya
"Do you copy Agent SS1?.." bunyi panggilan di earpiece Ambar
"Loud and clear.." jawab Ambar seraya menengok ke arah dalam van dan menganggukkan kepalanya
Ambar segera berlari menuju ke belakang halaman gedung yang tadi pagi didatangi oleh dirinya dan Stu. Ambar merapatkan badannya ke pintu pagar yang membatasi jalan raya dan area loading dock..dia persiapkan M4A1 nya dengan menahan popornya di bahu kemudian Ambar bergerak maju menuju ke arah pintu masuk loading dock
Ambar yang berjalan cepat dan merunduk..sambil tetap mengawasi sekitarnya dengan moncong M4A1 terus dia acungkan ke depan
"Ada dua orang yang berjaga di pintu loading dock mam.." bunyi suara di earpiece Ambar yang berasal dari anggota team support Ambar yang berjaga-jaga di van
"Copy.." bisik Ambar
Ambar turunkan M4A1 nya dan dia segera ganti dengan Beretta M9 nya. Dengan gerakan yang cepat..Ambar bersembunyi di balik pintu masuk loading dock. Dia intip ada dua orang pria yang tengah mengobrol tak jauh dari posisinya bersembunyi sambil menikmati rokoknya
Sleep
Sleep
Bugh
Bugh
Dua pria itu roboh dengan peluru menembus tengkorak kepalanya
"Saya masuk.." bisik Ambar
"Hati-hati mam.."
Setelah menyembunyikan dua mayat penjaga ke tempat yang aman..Ambar dengan hati-hati dan waspada memasuki gedung dari pintu loading dock. Begitu tiba di ujung lorong..Ambar memeriksa lokasi yang akan dia tuju lewat PDA yang tersemat di lengan kirinya
"Posisi dia ada di lantai 20 mam.."
"Copy.." jawab Ambar sambil menyetel PDA nya untuk memandunya ke lantai 20
"Dilantai dasar ada sekitar 10 orang mam..bersenjata semua"
"Copy.."
__ADS_1
Ambar cabut belati yang dia sematkan di dadanya dan dia gabungkan dengan genggaman Baretta nya. CQC Master ready to action.
-CQC (Close Quarter Combat)-
Ambar mengikuti arahan team supportnya yang bisa menditeksi posisi penjaga guna melumpuhkan para penjaga yang berjaga lantai 1. Dengan tehnik CQC nya..Ambar menghabisi para penjaga tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Setelah melihat para penjaga bergelimpangan tak bernyawa lagi di lantai..Ambar menggunakan lift untuk naik ke lantai 20
"Soni..kau retas keamanan gedung ini..matikan listrik di lantai 20.." pinta Ambar sambil memeriksa sisa peluru yang ada di pistolnya
"Baik mam..tunggu sebentar.."
.
____________________
.
Sementara itu..satu jam sebelum kedatangan Ambar di gedung tempat Heru bersembunyi. Dilantai teratas dari sebuah gedung pencakar langit di daerah Kuningan. Seorang laki-laki tampan beraut muka dingin sedang memeriksa laporan bawahannya di sebuah tablet yang ada di hadapannya
Tok
Tok
Ceklek
Pintu ruangan kerjanya terbuka dan masuklah Heru dengan senyuman cerianya. Dia menghampiri sofa yang ada di tengah-tengah ruangan dan duduk disana
"Sudah makan lu?" tanya pria itu ke Heru
"Sudah bro.." jawab Heru sambil menyalakan rokoknya
Pria itu bangun dan menyahut sebuah gelas yang ada di dekat plakat nama "Ryu Kanemoto" yang ada di depan mejanya dan menghampiri Heru
"Apa yang lu bilang kemarin beda sama apa yang anak buah gua lihat di lapangan.." ucap Ryu Kanemoto atau biasa disapa Ken
"Mana gua tahu..kalau mengelabui mereka semudah itu.." jawab Heru sambil menyebulkan asap rokoknya ke udara
Ken menyesap Whisky yang ada di gelasnya
"Terus?..rencana lu selanjutnya apa?" tanya Ken sambil memutar-mutar gelas Wiskhy di pegangan sofanya
"Gua pengen balas dendam ke Alfonso..dengan menculik adiknya itu.." jawab Heru
"Jangan lu bilang cewek yang lu kasih fotonya ke gua itu adiknya Alf?.."
Heru menganggukan kepalanya
"Memang seperti itu yang diinfokan sama Sita..kalau Alf ternyata mempunyai adik perempuan yang selama ini disembunyikan oleh om Stephano"
Senyuman smirk muncul di bibir Ken
"Manis juga adiknya Alf eh?.." gumam Ken sambil menyesap wiskhy di gelasnya
"Lu tertarik?" tanya Heru
"Sepertinya Her.." jawab Ken sambil tersenyum
"Kalian jangan lupakan satu orang lagi.."
Suara wanita menginterupsi keduanya..mereka menengok ke arah pintu masuk yang terbuka. Di sana berdiri seorang wanita cantik seraya tersenyum sinis melihat ke arah Ken dan Heru
"Hunny bunny!..kemari sayang.." pekik Heru seraya membuka kedua tangannya
Wanita itu berjalan menghampiri sofa yang ada di tengah-tengah ruangan kerja Ken dan melempar sebuah map ke atas meja
"Map itu berisikan data Cindy..kalau kalian ingin membuat Alf menderita..kalian harus mengikut sertakan Cindy di rencana kalian.."
"Siapa itu Cindy Key?" tanya Ken kepada wanita itu yang ternyata Keyla
Keyla tidak menjawab pertanyaan Ken..dia duduk dan memeluk Heru dengan mesranya. Heru langsung mencium bibir Keyla
"Halo tampan..lama nggak ketemu.." sapa Keyla melendot manja di lengan Heru
"Halo juga swetty..makin cantik aja kamu.." jawab Heru sambil menjawil dagu Keyla
Ken memutar bola matanya malas..melihat adegan sepasang dua anak manusia berbeda jenis kelamain di depan matanya
"Keyla!!..lu belum jawab pertanyaan gua!..siapa itu Cindy?.." kesal Ken
"Ck..biasa aja dong Ken.." ucap Keyla sambil merubah posisi duduknya
"Dia adalah pacarnya Alf..dan kebetulan dia juga jadi Sekretaris pribadinya Stu di kantor.." jawab Keyla
"Whaaat!!..are you serious swetty?" tanya Heru
"Of course honey..kalau kalian ingin berencana menghancurkan Alfonso..kalian jangan lupakan keberadaan Cindy.."
Keyla bangun dan menuangkan wiskhy ke dalam gelas kosong yang ada di meja samping sofa tempatnya duduk
"Sepertinya lu nggak seneng sama Cindy Key?" tanya Ken sambil melihat-lihat biodata Cindy yang dibawa oleh Keyla
"Yup.."
Keyla menyesap wiskhy nya
"Anak itu udah kurang ajar karena sudah mendapatkan Alfonso jadi pacarnya.." sambung Keyla sambil duduk kembali di sebelah Heru
"Kalian beri pelajaran ke anak kampung itu..kalau perlu kau jual saja Ken ke langganan mu..muak aku lama-lama melihat tingkah dia di kantor.." ucap Keyla dengan kilat mata tak sukanya
"Uluuh..uluuuh...my hunny bunny kalau lagi marah gini makin imut aja deh.." goda Heru
Heru memeluk Keyla sambil menelusupkan kepalanya di ceruk leher Keyla
"Jangan bilang kalau kamu cemburu sama Cindy swetty.." bisik Heru dengan suara parau
"Ck..nggak lah honey..hanya kamu yang ada selalu di hatiku.." bujuk Keyla sambil membelai rambut Heru
"Take room please!!.." sewot Ken
"Gua pinjem kamar lu ya bro.." ucap Heru sambil menarik Keyla untuk berdiri dan mengajaknya ke kamar rahasia Ken yang ada di belakang sebuah lemari besar
__ADS_1
"Hei!!.." sentak Ken
Tapi teriakan Ken tidak didengar oleh Heru..dia malah sudah menghilang di balik pintu kamar rahasianya bersama Keyla..Ken hanya bisa menghela nafasnya kasar. Ken kembali menuangkan Wiskhy ke dalam gelasnya yang sudah kosong
Tiba-tiba..listrik padam dan lampu darurat yang ada di dalam kantor Ken menyala. Merasa ada yang tak beres..Ken menuju ke mejanya dan dia ambil pistol Glock nya dan langsung dia kokang..untuk berjaga-jaga. Dari kamar rahasianya..Heru keluar dengan hanya mengenakan boxernya saja
"Ada apa bro?" tanya Heru sambil menghampiri Ken yang berdiri di sisi mejanya
"Gua merasa ada yang nggak beres.." jawab Ken
Tangan Ken memencet nomor orang kepercayaannya dan dia tempel handphonenya di telinga kirinya
"Halo Bos.."
"Ada apa?..listrik tiba-tiba mati.."
"Kita kedatangan tamu yang nggak diundang bos..para penjaga yang bertugas di lantai dasar sudah dalam tidak bernyawa"
"APAA!!.." teriak Ken
"Hati-hati bos..mungkin dia sudah ada di lantai anda sekarang ini..saya dengan beberapa anak buah sedang menuju ke lantai anda.."
"Baik.."
Ken lalu menuju ke pintunya dan membukanya secara perlahan dan dia melihat ruangan yang ada di depan ruang kerjanya yang sudah gelap..hanya di terangi oleh beberapa lampu darurat yang menempel di pilar-pilar. Ken memanggil beberapa anak buahnya yang dia tugaskan menjaga di lantai ini..tapi tidak ada satu pun yang menyahut panggilannya
"B*ngs*t!!.." umpat kesal Ken
"Aa..ada apa Ken?" tanya Heru gugup
"Ada penyusup yang mau main-main sama gua.." jawab Ken sambil menyelinap ke sebuah pilar dengan senjata yang siap ditembakan di tangannya
Heru yang ketakutan melihat keadaan sekitar yang tegang..memutuskan masuk kembali ke ruangan Ken dan menutup pintunya rapat-rapat. Handphone Ken berdering..tiba-tiba pilar yang menjadi tempatnya berlindung di berondong oleh peluru yang berasal dari sebuah senapan yang mempunyai silentcer yang tidak Ken ketahui asalnya. Ken menunduk dan bergerak ke arah pilar yang lainnya
"S*al!!.." kesal Ken karena peluru itu mengikuti ke tempat dia bersembunyi..seperti pelurunya mempunyai mata
Braaaak
Pintu darurat terbuka dengan berbarengan suara peluru beruntun menghujam pintu darurat dan kembali tertutup..orang-orang yang membuka pintu darurat langsung berlindung dari terjangan peluru
"Shino!!..temukan dia!!.." teriak Ken ke anak buahnya yang baru datang
"Bos!!..kau tidak apa-apa??.." panggil Shino berteriak menanyakan keadaan Ken
Anak buah Ken membalas tembakan kearah asal peluru yang menyerang mereka
"Aku tidak apa-apa!!.." Ken menunduk menghindar terjangan peluru yang kembali menyasar ke pilar yang jadi tempat berlindungnya
"Bunuh dia!!.." perintah Ken
Sementara itu Ambar yang menembaki Ken dan anak buahnya dari tempat persembunyiannya..membaca situasi yang sudah tidak kondusif lagi
"Mam..bala bantuan untuk Ken baru saja tiba.." lapor Soni lewat earpiece Ambar
"S*al!!.." umpat Ambar yang melihat peluru di magazine M4A1 nya tinggal sedikit
"Cepat keluar dari tempat itu mam.."
Ambar merutuki perhitungannya yang salah mengenai kekuatan dari Ryu Kanemoto. Dia tidak mengira kalau Heru bisa bersembunyi di bawah ketiak Ryu Kanemoto..seorang Yakuza Jepang..sang pemilik gedung ini. Anak buah dari Shino yang sudah mengetahui tempat persembunyiannya..mereka membalas dengan menembaki sebuah sofa yang menjadi tempat perlindungan Ambar
"Dia ada disana bos.." teriak salah satu anak buah Ken ke Shino
Shino yang diikuti oleh anak buahnya..menembaki tempat Ambar bersembunyi. Tapi detik selanjutnya Shino terkejut sambil menunduk..karena Ambar berhasil merobohkan beberapa anak buahnya dengan mudah
"Beri aku granat.." pinta Shino
Shino menerima 4 buah granat dari anak buahnya dan langsung dia buka kuncinya dan dia lempar ke arah Ambar setelah menarik picunya. Ambar yang melihat ada granat meluncur ke arahnya..dengan cepat berlari mencari tempat perlindungan baru
Blaaaaammm
Sepersekian detik..granat langsung meledak dan berhasil melemparkan Ambar ke dinding.
Buuugh
"Aaaaah..." teriak Ambar begitu tubuhnya menghantam dinding
Ambar berguling-guling setelah badannya menghantam dinding dengan cukup keras.
"Mam!!..are you ok?..maaam!!.." panggil Soni
"Im ok Soni..abort mision.." jawab Ambar sambil menyeka darah di sudut bibirnya
Dengan pandangan yang sedikit berkunang-kunang..Ambar mencari jalan keluar dari tempat ini. Dia rogoh saku celananya dan dia lempar sebuah Claymore ke sebuah jendela kaca yang ada di depannya dan langsung dia tembak
Blaaaammm
Ledakan meninggalkan lubang besar di jendela kaca. Dengan sisa tenaganya..Ambar bangun dan berlari ke arah lubang yang ada di depannya sambil membalas tembakan ke arah Shino dan anak buahnya. Ambar langsung loncat terjun bebas dari lantai 20..Shino dan anak buahnya hanya bisa melihat Ambar yang melarikan diri dengan cara melompat dari lantai 20 ini menuju ke bawah. Mereka hanya bisa melihat parasut kepunyaan Ambar sudah terkembang melayang ke bawah
"Bos?.." sapa Shino yang melihat Ken menghampiri dirinya yang berdiri di pinggir lantai yang hancur karena ulah Ambar
"Siapa dia bos?..apa musuh dari klan kita?.." tanya Shino
"Entahlah.." jawab Ken singkat
"Sepertinya dia bukan orang sembarangan bos..kalau dilihat dari luka-luka anak buah kita" ucap Shino
Shino melihat Ambar mendarat di sebuah tanah lapang yang tidak jauh dari gedung ini
"Biarkan..jangan kalian kejar.." pinta Ken yang melihat Shino sepertinya akan memerintahkan anak buahnya yang berada dibawah untuk mengejar Ambar
"Kenapa bos?" tanya Shino heran
"Jangan menambah korban lagi dengan mengejar dia.." jawab Ken
Shino hanya menganggukan permintaan Ken
"Siapa wanita itu?..hmmmm.." batin Ken sambil menatap tajam ke arah lapangan tempat Ambar mendarat
Ken masih memperhatikan Ambar saat sebuah van hitam menjemputnya dan segera membawanya dari sana
__ADS_1