Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
75.Bienvenue dans la ville de Paris


__ADS_3

Sekitar jam 8 malam waktu Paris..pesawat pribadi yang membawa rombongan Kanaya mendarat dengan mulus di Bandara International Charles de Gaulle, Paris. Sebuah bandara super sibuk di daratan Eropa yang menjadi pusat penerbangan internasional dunia. Pilot pesawat mengikuti arahan pihak otoritas bandara yang mengarahkan pesawat ke peron khusus yang dipergunakan untuk para pesawat pribadi. Di dalam kabin penumpang pesawat..Pramugari memberitahukan kepada para penumpang agar mempersiapkan jaket mereka masing-masing karena cuaca di luar sangat dingin


"Kalau bisa nona-nona sekalian memakai sarung tangan dari bahan kain wol yaah?..dan penutup kepala..guna menghindari pusing di kepala karena cuaca dingin.." pinta sang Pramugari yang berasal dari Indonesia


Kanaya dan teman-temannya sibuk memakai jaket mereka masing-masing. Wajah lelah dan ngantuk akibat penerbangan panjang mereka..tidak menyurutkan rasa antusias di wajah mereka karena sudah tiba di Paris. Liona dan Kanaya melihat-lihat keadaan bandara melalui jendela pesawat yang masih sangat ramai malam ini


"Lionaaaa!!..salju Li!!...ada salju!!.." pekik Kanaya yang melihat butiran salju yang ada di jendela pesawat yang berjalan pelan ke peron khusus


Jessica dan teman-teman Kanaya lainnya segera melongok melalui jendela pesawat masing-masing. Wajah-wajah antusias dan senang terlihat di wajah mereka yang melihat salju turun di Bandara Charles de Gaulle


"Kak Sela?..kita berhentinya masih lama?" tanya Kanaya yang sudah tidak sabar


"Sebentar lagi non.." jawab Marcela sambil tersenyum geli


Setelah pesawat berhenti sempurna..Pramugari membuka pintu pesawat. Kanaya yang pertama turun dan langsung mengadahkan tangannya menampung butiran salju yang turun dari langit. Matanya berbinar terharu melihat salju yang ada di telapak tangannya..benda yang sering dia lihat di televisi..kini ada di genggamannya. Kanaya melepaskan sarung tangannya dan dia rasakan dinginnya salju yang menyentuh kulit tangannya


"Salju dinginnya kayak es serut.." batin Kanaya


Alf yang melihat adiknya sangat senang melihat salju untuk pertama kali..tersenyum haru


"Maafkan kami ya dek..karena sampai kehilangan dirimu dulu.." batin Alf


Alf dan kedua orangtuanya hampir setiap bulan pergi liburan ke luar negeri dan Alf merasa bersalah dan sedih karena adiknya baru kali ini bisa merasakan jalan-jalan keluar negeri


"Gimana dek?..suka?.." tanya Alf sambil mengusap pucuk rambut Kanaya dengan lembut


"Suka kak..salju nggak tahunya kayak es serut ya kak?.." jawab Kanaya


Teman-teman Kanaya ikut mengadahkan tangannya seperti yang dilakukan Kanaya..merasakan salju di telapak tangan mereka. Marcela yang melihat Kanaya melepaskan sarung tangannya..menghampiri Kanaya dan meminta Kanaya untuk memakainya lagi dan merapatkan jaketnya. Dia takut Kanaya kalau kedinginan akan terserang flu dan demam


"Kamu mau nyobain Yang?.." tanya Alf ke Cindy yang memegang salju di tangannya


Cindy hanya bisa *******-***** salju yang baru pertama kali dia pegang


"Dingin Alf.." ucap Cindy sambil membuang saljunya dan merapatkan jaket tebalnya


Alf tersenyum sambil memakaikan capucong jaket kepunyaan Cindy dan merapatkan syal yang melingkar di leher Cindy


"Nona-nona, mas Alf dan mbak Cindy?..mari kita segera ke apartement..kita bisa istirahat di sana sambil membersihkan diri..mari.." ajak Marcela


Sambil memasukan tangannya ke saku jaketnya..Kanaya mengikuti Marcela menuju ke sebuah MPV mewah yang sudah menunggu mereka di parkiran khusus VVIP


"Lu dingin nggak Nay?.." tanya Maria


"Dingin Mar..brrrr..nafas aku sampai jadi uap nih..haaaah.." jawab Kanaya yang melihat nafasnya yang keluar dari mulutnya berubah menjadi asap


"Teman-teman..kalian pada kedinginan nggak sih?..apa Jessi aja yang ngerasain?.." tanya Jessica yang tangannya dia gosok-gosokan di dalam kantong jaketnya


"Jaket lu kayaknya kurang tebal Jess..sama kayak gua nih.." jawab Rita yang memeluk pundaknya mengusir rasa dingin yang menusuk sampai ke tulang


"Ayo buruan..kita masuk ke mobil..kali ajah di mobil nggak begitu dingin.." ajak Liona


"Kamu nggak dingin Nay?.." tanya Jessica


"Nggak terlalu Jess..soalnya aku pakai jaket tebal nih..punya ibu aku.." jawab Kanaya


Kelima gadis remaja itu segera masuk ke dalam MVP yang sudah menjemput mereka. Rasa hangat mulai terasa begitu mereka berada di dalam mobil. Mereka mulai duduk di bangku mereka masing-masing

__ADS_1


"Girl's..foto-foto dulu kita.." ajak Maria untuk ber swafoto di dalam mobil


Mereka mulai bergaya dengan gaya mereka masing-masing


"Kamu nggak kedinginan Nay?.." tanya Cindy yang baru masuk dan duduk di belakang bangku yang Kanaya duduki


"Sedikit kak..kakak kedinginan yaah?" tanya Kanaya


"Iya..padahal kakak udah pakai jaket double lohh...masih tembus ajah.." jawab Cindy


Alf duduk di sebelah Cindy


"Kak?..kalau di Jakarta sekarang jam berapa?" tanya Kanaya ke Alf


"Sekitar jam 2-an dini hari..kenapa?..kamu mau telepon ibu yaah?.." jawab Alf


"Iya kak..kalau begitu..nanti saja ya kak?..kalau sekarang ganggu ibu lagi tidur.."


Alf menganggukan kepalanya. Tak lama kemudian mobil mulai berjalan perlahan meninggalkan area parkir bandara


"Selamat malam semua..perkenalkan nama saya Utari..saya dan kak Sela akan memandu nona-nona sekalian selama kita berada di Paris..sebelumnya saya ucapkan Bienvenue dans la ville de Paris (Selamat datang di kota Paris).." sapa Utari yang menjadi Guide dari travel agent perjalanan yang di hire oleh tuan Stephano


"Sekarang kita akan menuju ke apartement kepunyaan dari tuan Stephano untuk istirahat sekalian mandi dan makan malam di restorant yang sudah kami booking.." ulas Utari


"Kita di Paris berapa hari kak?" tanya Liona


"Kita disini 2 hari..hari ketiga kita akan menuju ke Barcelona dan Madrid, Spanyol.." jawab Utari


"Kita ke Spanyol akan menggunakan CGV..kereta cepat yang ada disini.." sambung Utari


Alf tersenyum melihat Cindy yang terkantuk-kantuk di sebelahnya..dia raih pundak Cindy dan memeluk Cindy agar tidur di pelukannya


Kelima gadis itu segera menoleh ke sebelah kanan mereka..disana terlihat Menara Eiffel berdiri dengan anggunnya yang disinari oleh lampu sorot dari berbagai sudut. Mereka segera memfoto Menara Eiffel dengan menggunakan kamera ponsel mereka


"Kita sudah sampai.." kata Utari


Mobil berhenti di loby sebuah apartement mewah yang tingginya 10 lantai di daerah Rue Fresnel. Utari mengajak rombongan untuk masuk ke dalam loby apartement


"Kak Sela?..apartement ini punya ayah?.." tanya Kanaya yang takjub melihat bangunan mewah apartement yang ada di depannya


"Iya nona..apartement ini kepunyaan tuan Stephano..ayah nona.." jawab Marcela


"Kita nanti akan menempati di lantai paling atas" sambung Marcela


Setibanya di loby..beberapa staff apartement menyambut mereka dan menyediakan segelas coklat panas untuk rombongan Kanaya. Utari mempersilahkan kelima gadis untuk mengambil masing-masing sebuah koper yang sudah ada tertera nama mereka masing-masing di badan koper. Keberadaan rombongan Kanaya..menarik perhatian beberapa pengunjung apartement..kedatangan anak pemilik apartement yang mereka tempati. Setelah itu Utari mengajak mereka memasuki lift khusus untuk menuju ke President Suite yang berada di lantai 10


Ting


Pintu lift terbuka dan mereka langsung disuguhkan ruang tamu President Suite yang terdiri dari dua lantai. Semua terkesima dengan mewahnya interior President Suite yang akan mereka tempati


"Mas Alf dan mbak Cindy menempati kamar di lantai dua..sedangkan nona Kassandra dan teman-teman menempati kamar di lantai dasar" terang Utari yang membagi kamar-kamar yang akan ditempati


"Kakak sekamar sama kak Cindy?" tanya Kanaya ke Alf dengan mata memicing


"Nggak adek kakak yang super kepo iniii..." gemas Alf sambil menjembel pipi Kanaya


"Aaaah..sakit kak.." rajuk Kanaya

__ADS_1


Semua pun tertawa geli melihat Kanaya yang menggerutu kesal


"Kirain..awas pokoknya..kalau kakak macem-macem sama kak Cindy..nanti aku bilangin sama ibu.." sewot Kanaya


"Ayo Yaang..kita ke kamar kita ajah..puyeng kalau lama-lama disini.." ajak Alf sambil menyaut tangan Cindy


"Kakaaaaak!!..huh!!.." kesal Kanaya


Alf masih sempat memeletkan lidahnya ke Kanaya. Cindy hanya bisa menahan tawanya


*


Kanaya membuka pintu kamarnya..matanya berbinar melihat dekorasi kamarnya yang mewah. Dia segera membuka pintu balkon yang ada di kamarnya dan langsung tersuguhi indahnya pemandangan kota Paris dari balkon kamarnya dan tak ketinggalan Menara Eiffel yang ada di depannya. Letak apartement yang Kanaya tempati hanya terpisahkan oleh sungai Seine dengan lokasi Menara Eiffel.


"Waaah..cakep banget.." guman Kanaya


Kanaya langsung menoleh ke kanan..karena dia mendengar suara Jessica yang juga mengagumi pemandangan kota Paris dari balkon kamarnya


"Jessica!!.." panggil Kanaya


"Nay!!.." jawab Jessica sambil melambaikan tangannya


Dari sebelah balkon Jessica ada Rita yang juga melambaikan tangannya ke Kanaya dari balkon kamarnya. Disebelah kiri balkon Kanaya ada Liona dan Maria. Ternyata kelima gadis itu menempati kamar yang saling berdampingan dengan Kanaya ada ditengah-tengah mereka. Tiba-tiba Liona dan Maria masuk ke kamar Kanaya dan bergabung ke balkon Kanaya


"Kamu bisa ke situ Li?.." tanya Jessica


"Bisa Jess..kamar kita kan ada pintu penghubungnya..adanya di dekat pintu masuk..lu kesini buruan.." jawab Liona


Jessica lalu mengajak Rita untuk bergabung dengan Kanaya, Maria dan Liona di balkon kamar Kanaya. Setelah berkumpul semua..mereka berfoto ria dengan background Menara Eiffel di belakang mereka. Liona malah membuat live di halaman IG nya sama seperti Maria dan Jessica..mereka membuat live dengan suasana kota Paris dari balkon kamar


"Naya?.." panggil Jessica


"Iya Jess?.." jawab Kanaya sambil menyimpan ponselnya ke saku jaket


Jessica tersenyum haru..dia lalu memeluk Kanaya dengan isaknya


"Terima kasih ya Nay..udah ngajak Jessi jalan-jalan ke sini.." isak Jessica


Jessica merasa menyesal karena sudah melakukan hal buruk ke Kanaya tempo hari


"Iya Jess..sama-sama.." jawab Kanaya sambil mengelus-elus punggung Jessica


Entah siapa yang memulai..mereka kini saling berpelukan sambil terisak haru..dengan Kanaya ada ditengah-tengah mereka


"Apa pun yang terjadi..kita tetap bersahabat..sahabat sampai tua.." ucap Kanaya sambil tersenyum


Keempat teman Kanaya..sontak memeluk Kanaya dengan eratnya


"ini kenapa pada nangis sih?..kita kan lagi liburan..senang-senang dooong?.." seloroh Kanaya


Mereka hanya bisa tersenyum geli di tengah isak tangis mereka. Maria menoyor pelan kening Kanaya


"Kan elu yang mulain dodoool.." kesal Maria sambil mengusap dengan cepat airmatanya yang menitik di pelupuk matanya


"Ya udaaah..sekarang kita kan ada di kota Paris..Parisss..Parisss.." ucap Kanaya menyemangati teman-temannya


"PARIIISSSS...PARIIIISSS..PARIIISSSS.."

__ADS_1


Dengan saling berangkulan..berlima mereka bersorak senang sambil melonjak-lonjak di balkon kamar Kanaya. Interaksi mereka berlima tengah diperhatikan oleh Alf yang juga berada di balkon kamarnya. Balkon kamar Alf ada di atas kamar Jessica


"Beruntungnya kalian..mempunyai teman seperti Kassandra.." batin Alf sambil tersenyum


__ADS_2