Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
15.Musibah Atau Anugerah


__ADS_3

Tidak terasa..sudah tiga minggu Kanaya tinggal di mansion Stu..dan kebetulan hari ini adalah weekend


Walaupun hari ini adalah weekend..tapi bagi Kanaya tetaplah harus bangun pagi..karena dia sudah terbiasa bangun pagi untuk membantu nenek Ida waktu di kampung dulu


Setelah sholat Subuh..Kanaya memberesi kamarnya


Walaupun Sela sudah menyuruh Tika atau Nuri untuk memberesi kamar Kanaya..tapi Kanaya memilih memberesi kamarnya sendiri


Dia merasa tidak enak hati oleh Stu dan penghuni mansion lainnya..karena dirinya sudah diijinkan tinggal disini..maka sudah seharusnya dia ikut andil bantu-bantu di mansion..walaupun itu sekedar memberesi kamarnya sendiri


Stu sudah memperintahkan semua pegawai mansion pribadinya..agar melayani Kanaya seperti mereka melayani dirinya


Dengan diiringi dengan lagu dangdut yang diputar di home theater yang ada di kamarnya..Kanaya menyapu setiap sudut kamarnya


"...abang pilih yang mana?...perawan atau janda?"


"Janda neeeeeeng!!" sahut Kanaya yang memakai gagang sapu yang dia jadikan seperti mick


Kanaya menggerakan badannya mengiringi lagu dari seorang biduan ibukota


Hingga goyangannya terhenti oleh getaran handphonenya yang ada di kantong celananya..dia lihat Maria menelponnya


"Halo Maria?" sapa Kanaya


"Nay..lu mau ikut gua nggak?"


"Haaah??..apaan Mar?..aku nggak denger"


"YAAAAAK!!..LAGU DANGDUT LU MATIIN DULU NAYAAAAAA!!"


Kanaya yang tersadar segera mematikan home theaternya


"Sudah Mar..tadi Maria ngomong apa?"


Diseberang sana..mungkin Maria sedang menggigit handphonenya karena kesal


"Lu mau ikut gua sama Rita nggak?..gua mau nyari buku Kimia.."


"Sekarang?"


"Besok Nay.."


"Oooih..kirain sekarang..kalau besok kenapa sekarang sudah ngabarin?"


"SEKARANG NAYA!!!!..KALO BESOK NGAPAIN GUA NELPON LU SEKARANG?..YAAWLLAAAA!!"


Kanaya langsung menjauhkan handphonenya dari telinganya sambil meringis..karena teriakan Maria seperti kenalpot racing 2 tak bobokan..membikin gendang telinga gatal


"Jangan pake teriak kenapa sih Mar..kupingku bisa budeg nanti.." kesal Kanaya sambil mengerucutkan bibirnya


"Habisan kalau nggak digituin..elunya nggak ngerti..udaah..mau ikut nggak?"


"Mau doong..aku kan juga belum punya buku Kimia..tapi aku ijin kak Stu dulu yaah?"


"Iya..nanti ketemuan di Mall Wijaya Hall yaah..jam 11.."


"Siap nyonyah.."


"Nanti kalau sudah disana..kita telpon-telponan..supaya bisa ketemu.."


"Okeee.."


"Dah yaaak..lu bisa terusin lagi gih..nyanyian madesu elu.."


Kanaya tersenyum sambil memandang layar handphonenya..setelah panggilan telepon Maria terputus


Walaupun Maria sering marah-marah ke dirinya..tapi Kanaya tidak dimasukan ke dalam hatinya..marahnya Maria adalah bentuk perhatian Maria terhadap Kanaya


Kanaya segera keluar dari kamarnya untuk mencari Stu


Di ruang tengah dia menjumpai Wati yang tengah menyapu


"Mbak Wati..mbak ngelihat kak Stu nggak?" tanya Kanaya


"Tuan muda..kalau hari minggu begini..biasanya main golf non.." jawab Wati


"Ooo..terima kasih ya mbak.."


"Iya non.."


Kanaya lalu mencoba menghubungi Stu


Lama tidak tersambung panggilannya..akhirnya


"Halo kak Stu.."


"Halo Naya..ada apa?"


"Kak..aku hari ini minta ijin keluar yaah?..tadi Maria mau ngajakin nyari buku Kimia"


"Boleh Naya..kamu minta anter pak Didi aja yaah?..kamu mau nyari bukunya dimana?"


"Kata Maria di Mall Wijaya Hall kak.."


"Kamu mau jalan jam berapa?..biar saya bilang ke pak Didi supaya siap-siap.."


"Kita janjiannya jam 11 kak"


"Ya sudah..nanti kamu berangkatnya jam 10an yaah..kamu ada duitnya nggak?"


"Ada kak..terima kasih ya kak.."


"Iya..aku tutup yaaah?"


"Iya kak..daaaaa.."


"Daaaa.."


Kanaya segera beranjak ke kamarnya untuk mandi..karena jam sudah menunjukan pukul 8


_____________


Setelah rapi Kanaya mengambil tasnya dan merapikan rambut dan bajunya di depan cermin


Hanya mengenakan kaos dan celana jeans saja..aura kecantikan Kanaya menguar hebat..apalagi ditambah sepatu sneakernya


Mata Kanaya melihat kalungnya yang dia taruh di gantungan sebelah cermin


Kanaya ambil kalung itu dan dia lihat dengan pandangan sayunya


"Ayah..Ibu..kemana aku akan mencari kalian?"


Semenjak dirinya tinggal di mansion mewah Stu..dirinya sempat melupakan maksud kedatangannya ke ibukota..yaitu mencari kedua orang tua kandungnya


Kanaya masukan kalungnya ke saku celananya dan keluar dari kamarnya


"Selamat pagi non.." sapa Tika yang membawakan sarapan untuk Kanaya


"Pagi mbak..mbak bawain sarapan untuk saya?"


"Iya non..non Naya belum sarapan kan?..non Naya mau pergi?" tanya Tika yang melihat Kanaya sudah rapi


"Iya mbak..saya mau nyari buku sama teman" jawab Kanaya


"Sarapan dulu yaah?..disini apa di meja makan?" tanya Tiks


"Di meja makan aja mbak" jawab Kanaya


Tika lalu mengikuti Kanaya menuju ke meja makan..dan menyiapkan sarapan untuk Kanaya


"Selamat pagi non.." sapa Sela


"Pagi bu Sela.." jawab Kanaya sambil menoleh ke arah Sela yang datang dari belakang


"Non Naya mau berangkat sekarang?" tanya Sela

__ADS_1


"Iya bu..tapi saya sarapan dulu.." jawab Kanaya


"Iya non..pak Didi sudah saya suruh standby di depan"


"Iya bu..terima kasih"


Sela pun menganggukan kepalanya


Dari arah ruang tamu..seperti suara pintu terbuka dan masuklah seseorang ke dalam


"Selamat pagi.." sapa Alf begitu masuk ke ruang meja makan


"Eh..pagi kak Alf..kakak sudah sarapan?" tanya Kanaya


"Sudah dong dek..kamu pagi-pagi sudah rapi mau kemana sih?" tanya Alf sambil duduk di sebelah Kanaya


"Selamat pagi mas Alf.." sapa Sela


"Pagi Sela.."


"Aku mau nyari buku kak..sama Maria dan Rita" jawab Kanaya yang sepertinya sudah selesai dengan sarapannya


"Mau nyarinya dimana?..bareng kakak ajah yuk..kakak mau sekalian ke rumah sakit.." tanya Alf


"Aku dah janjian sama Maria di Mall Wijaya Hall kak..janjiannya jam 11 sih.."


"Ya udah .bareng aja yuk..searah ini kan..tapi kamu tunggu sebentar yaah?..ada yang mau kakak ambil di kamar tamu" kata Alf sambil bangun dan menuju ke lantai dua


"Bu Sela..bilang pak Didi..saya nggak jadi pakai mobil yaah.." kata Kanaya


"Iya non..non Naya juga bilang ke tuan muda yaah?..kalau nggak jadi pakai mobil"


"Iya bu.."


Tak lama Alf sudah kembali dari lantai dua


"Ayo dek..kita jalan..keburu macet.." ajak Alf


"Ayo kak..bu Sela .saya pamit yaah.."


"Iya non..hati-hati yaah" jawab Sela


"Sel..aku jalan dulu yaah?..salam buat Riko" pamit Alf


"Iya mas..nanti saya sampaikan"


Kemudian Kanaya dan Alf keluar menuju ke teras dimana mobil Alf terparkir


"Waaah..mobil kak Alf keren banget.." ujar Kanaya yang kagum melihat Ferrari Maranelo berwarna hitam legam kepunyaan Alf


"Aaah..kamu bisa aja dek..ini bukan mobil kakak kok.." jawab Alf sambil membuka pintu sebelah kiri buat Kanaya


Alf memutar ke sebelah kanan setelah Kanaya masuk ke dalam mobilnya


"Kalau ini bukan mobil kakak..terus mobil siapa kak?" tanya Kanaya


"Mobil ayah kakak dek..kakak disuruh pakai sama ayah kakak..daripada nganggur di garasi"


"Itu mah sama ajah kak..tetap aja ini mobilnya kakak.."


Alf pun tergelak tertawa


"Kamu suka mobil kayak gini ya dek?" tanya Alf setelah menjalankan mobilnya


"Hmmm..suka sih kak..siapa sih yang nggak suka sama mobil Ferrari kayak gini..tapi..kalau buat beli..aku mah cuma bisa mimpiin ajah kak.." jawab Kanaya sambil tersenyum


"Bisa ajah kamu dek.." kata Alf sambil mengucek-ucek pucuk rambut Kanaya


"Oh iya..aku lupa bilang sama kak Stu.." ucap Kanaya sambil mengeluarkan handphonenya


"Bilang apa dek?" tanya Alf


"Kalau aku nggak jadi diantar sama pak Didi.." jawab Kanaya


"Stu lagi main golf kan?"


"Nanti ajah kamu nelponnya..kalau sudah jam 12" jelas Alf


"Kalau sekarang kenapa memangnya kak?" tanya Kanaya


"Sekarang Stu kan lagi main golf..nanti jadi ganggu dia main..kalau jam 12 kan waktunya makan siang.." jawab Alf


"Oooh..gitu ya kak.."


Alf menganggukan kepalanya


"Eh..iya..nomor hp kamu berapa dek?" tanya Alf


"Nomor hp kakak ajah berapa..nanti aku misscall..soalnya aku nggak hafal nomor hp yang ini kak.." pinta Kanaya


Alf lalu menyebutkan nomor handphonenya..tak lama handphonenya berdering


"Itu nomorku ya kak.."


"Iya..nanti kakak simpan.." kata Alf


____________


Sampailah mereka di loby Mall Wijaya Hall


"Ini kan mall tempat aku kemarin sama kak Stu kesini.."


"Terima kasih ya kak.." ucap Kanaya sambil melepaskan seatbeltnya


"Iya dek..sama-sama.."


"Aku ke dalam dulu ya kak.." pamit Kanaya sambil membuka pintu mobil


"Daaaaa ya kak..Assallamualaikum.."


"Waallaikumsallam.." jawab Alf sambil melambaikan tangannya


Setelah memastikan Kanaya masuk ke dalam mall..Alf menjalankan mobilnya kembali


Tapi matanya melihat ada benda berkilauan di jok mobil sebelah kiri


"Ini seperti kalungnya Naya ?"


Alf lalu mengambil benda itu yang ternyata benar..kalungnya Kanaya yang tertinggal di jok mobilnya


Matanya langsung terbelalak melihat liontin kalung Kanaya yang berbentuk huruf K


Dia kenal dengan kalung yang dia pegang


"Kalung ini...ya Alloh..apa benar?"


Alf langsung melihat ke arah gedung Mall yang ada dibelakangnya


"Kasandra...apa benar Kasandra ku telah kembali pulang.."


Bulir air mata tak terasa menetes di sudut matanya..hatinya bergemuruh antara kenyataan yang Alf hadapi sekarang


Dia genggam kalung Kanaya dan dia cium dengan isak tangis yang tiba-tiba menderanya


"Adikku kembali..adikku kembali.."


Sebuah klakson membuyarkan lamunan Alf..Alf segera memajukan mobilnya untuk keluar dari halaman parkiran Mall


"Aku harus pastikan dulu..sabar ya dek..kakak musti memastikan dulu semuanya..setelah itu kakak akan bawa kamu ketemu dengan ayah dan ibu.."


Perasaan Alf bercampur aduk hari ini..antar senang dan sedih..adiknya yang dulu sempat hilang..kemungkinan telah diketemukan sekarang


Ditengah berkecamuknya perasaannya..dia melihat sebuah tindak kejahatan yang terjadi didepan matanya


Dia melihat aksi penjambretan yang dilakukan oleh dua orang pria yang menggunakan sepeda motornya..menyasar seorang wanita yang tengah berjalan di pinggir jalan

__ADS_1


Aksi mereka menarik tas yang di bawa wanita itu..hingga wanita itu terjatuh terguling-guling di aspal dan segera melarikan diri


Alf yang merasa iba dengan nasib wanita itu segera mengejar kawanan jambret..beruntung salah satu kawanan yang membawa sepeda motor sepertinya kurang mahir dalam membawa sepeda motor..hasilnya motor yabg dikendarai mereka oleng dan menabrak pohon yang ada di pinggir jalan


Alf segera menghampiri mereka


"Berikan tas wanita itu!!" bentak Alf sambil merebut tas dan menendang kepala salah satu pencopet dan tak lupa memberikan tendangannya ke temannya satu lagi di bagian perutnya


"Ampuuun bannng...ampuuun..." jerit salah satu pencopet


Rasa sakit akibat menabrak pohon..ditambah dengan tendangan Alf..cukuplah membuat mereka tak berkutik


Kejadian penjambretan dan tabrakan sepeda motor dengan pohon..menarik perhatian masyarakat sekitar


"COPEEET...COPEEEET"


"BAKAAAR!!"


Untung saja ada petugas polisi yang berpatroli di sekitar situ..hingga selamatlah kedua jambret dari amuk massa


Alf yang tidak mau ambil pusing..dia menghampiri wanita yang jadi korban penjambretan..dia melihat wanita itu tengah meringkuk di bawah pohon


"Nona?..kau tidak apa-apa?" tanya Alf


Wanita itu tidak menjawab..dia hanya mengerang sambil memegang mata kakinya yang sepertinya terkilir


"Aduuuh...saaakkiiit....hiks..aaaahh..."


"Nona..kita ke dokter saja yah?..kamu bisa jalan nggak?" tanya Alf yang merasa kasihan


"Aaaah..nggak..bisaa..sakiit.."


"Sebentar nona.."


Alf bangun dan membukakan pintu mobilnya..setelah itu dia kembali ke wanita itu


"Ayo nona..saya bantu..kita ke rumah sakit pakai mobil saya saja.."


Wanita itu berusaha bangun..tapi dia kembali duduk karena merasakan kakinya sakit untuk diajak berdiri


"Adududuhh...aku nggak bi..bisa jalan..aaah"


"Maaf nona..kamu saya bopong yaah?"


Tanpa menunggu persetujuan dari wanita itu..Alf membopongnya menuju ke mobilnya


"Ini tas anda yang tadi kena copet.." kata Alf sambil memberikan tas kepunyaan wanita itu setelah menaruh wanita itu di jok mobilnya


Alf memutar ke arah pintu sebelah kanan dan segera menjalankan mobilnya


"Siapa namamu nona?" tanya Alf seraya menoleh ke wanita itu sekilas


"Cin..Cindy.." jawabnya


"Namaku Alf..Alfonso"


"Ter..terima kasih..Alf.." ucap Cindy sambil meringis menahan sakitnya


"Iya..sama-sama.." jawab Alf sambil tersenyum


"Ya Alloooooh senyumannya...tampan sekali..."


Cindy melihat-lihat interior mobil kepunyaan Alf..baru kali ini dia naik mobil sport mahal..sekelas Ferrari


"Selain mata kakimu..bagian mana lagi yang kamu rasakan sakit Cindy?" tanya Alf


"Eng..nggak tahu Alf..kayaknya semua badan Cindy sakit semua.." jawab Cindy


"Tahan yaah..nanti dirumah sakit baru kita ceck..mana saja yang luka"


Cindy menganggukan kepalanya


______________


Sesampainya di loby UGD Alex's Hospital..petugas jaga yang tahu mobil Alf yang datang segera berdiri memberi hormatnya


"Selamat siang pak Alfonso.." sapa para petugas jaga


"Siang..bisa kalian tolong ambilkan brankar di UGD?..ada korban kecelakaan di mobil saya" pinta Alf sambil membuka pintu mobilnya


"Baik pak.." jawab mereka


Alf langsung membopong Cindy dan dia taruh di brankar yang sudah tiba di depan dia


Dengan dibantu dengan petugas jaga..Alf mengantar Cindy ke ruang UGD


Cindy merasa terharu dan berterima kasih atas kebaikan Alf yang sudi menolongnya dan mengantarkannya ke rumah sakit


Walaupun baru ketemu..tapi Alf menolongnya tanpa pamrih


Cindy heran melihat Alf melepaskan blazernya dan memakai seragam dokternya


"Alf..kamu dokter disini?" tanya Cindy heran ke Alf yang menghampiri brankarnya


"Iya..kenapa?..kaget yaah?" tanya Alf sambil tersenyum


Muka Cindy langsung bersemu merah mendengar pertanyaan Alf


"hihihi..imut sekali gadis ini.."


"Suster..kamu bisa potong celananya..biar kita bisa lihat luka-lukanya..Cindy..tak apa kan?..kalau celana kamu saya gunting?" tanya Alf


Cindy hanya menganggukan kepalanya


"Suster..kamu bisa gunting celananya" pinta Alf


"Baik Dok.."


"Cukup sampai lutut saja sus.."


"Baik Dok.."


"Kalau sakit bilang ya Cindy.." pinta Alf begitu mulai memeriksa kaki Cindy yang tampak kebiru-biruan di kedua betisnya dan luka lecet yang mengeluarkan darah di kedua dengkulnya


"Aaaah.." Cindy tercekat menahan sakitnya..dia antar malu dan senang karena di periksa oleh Dokter Alfonso


"Yang ini sakit?" tanya Alf sambil meraba bagian betis Cindy


"He'eh.."


"Kalau yang ini?" tanya Alf sambil menyentuh mata kaki Cindy


"Aaah..aaah...ngilu Alf..aaah..." teriak Cindy sambil berusaha menarik kakinya dari pegangan Alf..Cindy merengek kesakitan


"Sepertinya retak Cindy..tapi untuk memastikannya kamu harus di rontgent dulu yaah?"


"Re..retak..mata kaki Cindy retak Alf?" tanya Cindy dengan mata yang mulai berair


"Iya..sepertinya tadi kamu salah napak waktu jatuh ditarik si jambret.." jawab Alf


Cindy menghapus cepat airmata yang mulai menetes di pipinya..dia tidak mau terlihat cengeng dan manja di depan Alf..lelaki yang mulai menarik hatinya


"Sudah..nggak apa-apa..sekarang kamu di rontgent dulu yaah?" kata Alf sambil menenangkan Cindy yang ketakutan


"Suster..tolong bawa nona Cindy ke bagian rontgent yaah?..setelah itu suruh Dokter Peter mengambil tindakan.." pinta Alf


"Baik Dok.."


"Alf?..Cindy mau dibawa kemana?" tanya Cindy yang ketakutan


"Kamu harus di rontgent dulu yaah..nanti setelah itu..kamu ke sini lagi..saya tunggu disini..saya nggak kemana-mana kok.." hibur Alf sambil menepuk-nepuk punggung tangan Cindy..menenangkannya


Kemudian Alf menyaksikan brankar Cindy didorong keluar dari ruang UGD menuju ke bagian rontgent


Alf melambaikan tangannya sambil tersenyum ketika Cindy melihat kearahnya

__ADS_1


Cindy langsung memalingkan wajahnya yang merona merah


"Menggemaskan.."


__ADS_2