
Seorang laki-laki menatap halaman rumahnya dari dalam kamarnya yang berada di lantai 2
Laki-laki itu menatap nanar halaman rumahnya..sesekali di pandangi setiap sudut halaman..mencari sesuatu yang mengawasi setiap pergerakannya. Dia merasa seperti hewan yang dikurung didalam kandangnya
Ya..Heru..laki-laki itu adalah Heru..dia merasa dia tengah diawasi oleh orang-orang yang mencegatnya keluar kemarin saat dirinya ingin menemui seseorang
Flashback On
Cieeettt...
Heru menginjak kuat pedal rem mobilnya saat laju mobilnya dipotong oleh sebuah sedan hitam
"Apa lagi nih?"
Tiga orang berpakaian hitam-hitam keluar dari sedan yang menghalang mobil Heru dan menghampirinya
Tok
Tok
Tok
Salah satu dari mereka mengetuk kaca mobil..Heru menurunkan kaca mobilnya
"Turun!!" pintanya
Heru yang merasa dia tengah menghadapi orang yang sama saat dia dihadang tempo hari..membuka pintu mobilnya dan turun
"Mau kemana lu?" tanyanya sambil melepaskan kacamatanya
"Apa urusan elu?..nanya-nanya gua mau kemana?" jawab Heru kesal
Bugh
Sebuah pukulan mendarat di perut Heru dan langsung membuat Heru terduduk di aspal
"Lu kalau ditanya jawab yang bener anj*ng!!" bentak laki-laki yang telah memukul perutnya
"Bangun lu!.." sentak temannya sambil menepuk kepala Heru supaya bangun
Dengan menahan sakit di ulu hatinya..Heru bangun
"Kan udah pernah gua bilang..jangan macam-macam kalau elu pengen masih hidup" bentaknya sambil mengangkat dagu Heru dengan tangannya
"Gua ng..nggak macem-macem bang..gua cuma pengen ketemu sama teman gua doang bang.." jawab Heru
"Gua nggak perduli!!..lu balik sekarang ke tempat lu..kalau nggak mau mati sia-sia disini" ancamnya sambil melepaskan dagu Heru dengan kasar
"Bos gua kasih nasihat buat lu..jangan coba-coba untuk keluar dari rumah lu..karena semua gerak-gerik lu udah kita pantau..ngerti nggak!!.." bentaknya
"Ii..iya bang..gua ngerti.." jawab Heru
"Buruan lu balik!!.."
Dengan terhuyung..Heru masuk ke dalam mobilnya..tiga orang yang berdiri di dekat mobilnya..memberikan jalan untuk Heru balik ke arah rumahnya
Flashback Off
"Bos mereka siapa sih?..apa Alf?..setan!!.." kesal Heru sambil meninju tembok kamarnya
Seandainya keadaan sekarang seperti keadaan beberapa tahun lalu..sebelum dirinya beserta Sita melarikan diri ke luar negeri..mungkin dirinya akan melawan orang-orang yang mengancamnya karena dia mempunyai anak buah..tapi semenjak kejadian penyerangan Alf dan Riko ke markasnya..semua anak buahnya habis dibantai oleh mereka berdua..karena murka melihat Stu terkapar ditembak oleh Sita
Heru mendengar handphonenya berdering..dia lihat Sita memanggilnya
"Halo?.."
"Mas?..mas dimana?"
"Mas dirumah papah yang kemarin..ada apa?"
"Sita punya kabar bagus buat mas.."
"Kabar apan dek?"
"Cewek yang Sita selidiki..nggak tahunya adiknya Alfonso mas..anaknya om Stephano"
"Adiknya Alf?..bukannya dia nggak punya adik selama ini?.." tanya Heru memastikan
"Sita nggak tahu soal itu mas..soalnya Cahyo ngasih info kayak gitu..kalau cewek itu nggak tahunya anaknya om Stephano..adiknya Alf.."
Sebuah senyuman smirk muncul di bibir Heru setelah mengetahui kalau Alf mempunyai adik perempuan..sebuah rencana langsung muncul di kepalanya
"Mau kamu apain cewek itu?" tanya Heru
"Pokoknya tidak ada wanita lain disisi Stu selain aku mas..tidak ada!!"
"Tapi kamu yakin kan?..kalau cewek itu adiknya Alf?" tanya Heru
"Yakin mas..mas sekarang bantuin Sita..untuk singkirin tuh cewek.."
"Tenang ajah kamu dek..Alf masih punya urusan yang belum kelar sama mas..mungkin lewat dia..mas bisa balas kelakuan Alf ke mas dulu.."
__ADS_1
"Terserah mas mau lakuin apa ke cewek itu..terus yang Sita dengar..minggu depan dia mau adain acara ulang tahun mas..dirumahnya om Stephano.."
Sebuah ide muncul di otak Heru
"Mas ada rencana buat dia..tapi kamu musti bantu mas dulu sekarang.."
"Bantuin apaan mas?"
Heru menerangkan rencananya ke Sita..Sita yang di seberang sambungan teleponnya hanya diam menyimak penjelasan kakaknya
__________________
Sekitar jam 8 malam..Mercedez kepunyaan Stu memasuki mansion pribadi miliknya
Pak Dirman menghentikan mobil di carport..dimana disana Sela dan Tika sudah menunggu
"Selamat datang tuan muda.." sapa Sela dan Tika sambil mengangguk hormat
Stu hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum
"Pak Dirman..tolong bagasinya dibuka pak.." pinta Stu
"Baik tuan muda.." jawab pak Dirman
Pak Dirman membuka bagasi mobil
"Tika..ini ada oleh-oleh buat kalian yaah?" ucap Stu sambil memberikan 3 buah papper bag yang dia ambil dari bagasi ke Tika
"Terima kasih tuan muda.." jawab Tika
"Iya sama-sama.." sahut Stu
"Punyamu sama Riko ya Sel.." sambung Stu pada Sela
"Iya tuan muda" jawab Sela
Tika membawa masuk koper Stu yang diturunkan oleh pak Dirman dari bagasi
"Mas.." sapa Sela sambil mencium tangan Riko
"Mas mau mandi?" tanya Sela
"Iya Yaang.." jawab Riko sambil mencium kening istrinya
Kemudian mereka berdua berjalan menuju ke rumah mereka yang terpisah dari mansion Stu
Sesampainya di kamar..Sela segera menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi
_____________
Melihat Stu sudah duduk dikursinya..Sela dan Wati segera menyiapkan makan malam untuknya
"Silahkan dinikmati tuan muda.." ucap Sela
"Terima kasih Sel..kamu sudah makan?" tanya Stu sambil menyuap makan malamnya
"Sudah tuan muda..sama mas Riko tadi.." jawab Sela yang berdiri di samping Stu bersama Wati
Stu yang tengah menikmati makan malamnya..melihat ke arah bangku kosong yang ada di sebelah kanannya..Stu tersenyum teringat oleh sesosok gadis yang pernah duduk di sana
"Ada apa tuan muda?" tanya Sela yang melihat Stu tersenyum sendiri dan matanya menatap kursi kosong di sebelahnya
"Saya rasa ada yang kurang Sel.." jawab Stu yang sepertinya sudah selesai makannya
Sela tersenyum..seperti mengerti apa yang dimaksud Stu
"Iya tuan muda..non Naya tidak ada disini lagi.." ucap Sela
"Iya Sel..Naya sekarang sudah berkumpul kembali bersama keluarganya.."
"Iya tuan muda.." sahut Sela sambil tersenyum
Stu lalu bangun sambil membawa papper bag yang telah dia bawa
"Oh iya Wati..tolong bikinkan saya kopi yaah?..nanti kamu bawa ke rumahnya bu Pur..saya mau kesana sekarang.." pinta Stu
"Baik tuan muda.." jawab Wati
Stu segera beranjak ke rumah bu Pur
"Assallamuallikum.." sapa Stu sambil mengetuk pintu rumah bu Pur
"Ibu sudah tidur?" tanya Stu
"Wallaikumsallaam..belum den.." jawab bu Pur dari dalam sambil membuka pintu
"Aden sudah pulang?" tanya bu Pur sambil mempersilahkan masuk Stu
"Disini aja bu.." jawab Stu sambil duduk di bangku teras
"Tadi bu..jam 8 saya sampainya.."
__ADS_1
"Oooh..aden mau minum apa?" tanya bu Pur sambil duduk
"Sudah bu..tadi saya sudah pesan sama Wati supaya dibawa kesini kopi saya..oh iya bu..ini ada oleh-oleh buat ibu.." ucap Stu sambil memberikan papper bag kepada bu Pur
"Ya Alloooh den..kebiasan aah..kalau pergi keluar..pasti aden beliin saya oleh-oleh terus.."
"Nggak apa-apa bu..semua juga kebagian kok.."
Bu Pur tersenyum haru
"Terima kasih lho den.."
"Iya bu sama-sama.."
Tak lama datanglah Wati sambil membawa nampan berisikan kopi dan teh..serta cemilan untuk Stu
"Kopinya tuan muda.."
"Terima kasih Wat.." jawab Stu
Setelah itu Wati kembali masuk ke dalam mansion
"Bu Pur.." panggil Stu
"Iya den.."
"Terima kasih atas sarannya ibu waktu itu.."
"Ssran yang mana den?" tanya bu Pur bingung
"Saran ibu supaya..membuka hati saya untuk Naya.."
Bu Pur tersenyum sesaat
"Iya den..karena sudah saatnya aden membuka hati aden ke non Naya untuk melupakan non Sita dan ibu melihat non Naya punya sesuatu yang aden cari selama ini.."
"Iya bu..ternyata mommy sama daddy sudah merencanakan dengan uncle Stephano dan aunty Delores untuk menjodohan saya dengan Naya.." ucap Stu sambil meminum kopinya
"Yang benar den?" tanya bu Pur tak percaya
"Iya bu..ternyata perjodohan saya sudah diatur dari dulu..tapi perjodohan saya itu sempat batal..karena Naya hilang dibawa lari oleh pengasuhnya dulu waktu kecil" jawab Stu
"Kok bisa den?"
Stu lalu menceritakan awal mula dibawa larinya Kanaya oleh bi Rosida sampai bertemu dengan dirinya malam itu
"Untung non Naya ketemu aden saat itu..coba kalau nggak.." kata bu Pur sambil mengangkat kedua bahunya
"Iya bu..saya seperti diarahkan untuk ketemu dengan Naya malam itu.."
"Oh iya den..kemarin lusa non Naya kemari mengambil barang-barang dia yang tertinggal sekalian pamitan sama ibu.."
"Iya bu..dia sudah ngomong sama saya..ya sudah bu..sudah malam..saya pamit ke dalam dulu.." kata Stu sambil bangun
"Iya den.."
Stu lalu memeluk bu Pur dengan hangatnya
"Terima kasih ya bu..sudah mau bertahan sama saya selama ini.." ucap Stu setelah mengurai pelukannya
"Iya den..sama-sama.."
"Saya minta maaf..kalau dulu ada omongan saya yang bikin ibu sakit hati.."
"Nggak ada den..ibu sama mommy paham kok..bagaimana perasaan aden yang di khianatin sama non Sita.."
Stu menganggukan kepalanya sambil tersenyum
"Saya permisi ya bu..assalamuallaikum.."
"Wallaikumsallam.."
Bu Pur memandangi punggung Stu yang melangkah masuk ke dalam mansionnya.
Bu Pur menghela nafasnya sambil tersenyum haru..dirinya bersyukur karena Stu sudah kembali seperti dulu lagi..hangat dan ramah kepada setiap orang. Dan dia berterima kasih juga kepada Kanaya..karena dengan kehadiran Kanaya di mansion ini..secara tak langsung turut membantu Stu yang terpuruk untuk kembali seperti dulu lagi
Stu sengaja melewati bekas kamar Kanaya. Dia buka pintu kamar dan dia nyalakan lampunya. Stu tersenyum memandang isi kamar yang kembali kosong..walau hanya beberapa bulan Kanaya menempati kamar ini dan sudah tidak dia tempati lagi..tapi Stu masih merasa Kanaya belum pergi dari kamar ini. Setelah puas melihat bekas kamar Kanaya..Stu mematikan lampu dan menutup kembali pintu kamar
Ketika berjalan melewati area taman..Stu melihat ada sebuah plastik besar berwarna hitam..dia ambil untuk dia bawa ke dalam. Di ujung sayap barat mansion..Stu membuka sebuah pintu kamar dan menyalakan lampunya. Nafasnya terasa sesak saat melihat keadaan dalam kamar yang bernuansa pink..terutama ketika melihat tempelan foto-foto di dalam bingkai yang terpaku di dinding kamar. Foto-foto mesra antara dirinya dan Sita ketika masih sekolah dan kuliah di Amerika. Dengan santainya Stu turunkan semua foto-foto itu dan dia masukan ke dalam kantong plastik hitam yang dia bawa. Stu masukan juga semua barang-barang peninggalan Sita yang masih tersisa ke dalam kantong plastik yang ada di dalam kamar ini
"Banyak juga sampah yang dia tinggalin.." batin Stu setelah selesai memasukan barang-barang peninggalan Sita ke dalam kantong plastik
Kemudian Stu buka lemari baju yang ada di dalam kamar..dia lihat masih tersusun rapi baju-baju kepunyaan Sita. Stu ambil sebuah koper yang berada di samping lemari dan dia taruh diatas ranjang. Stu masukan semua baju-baju bekas kepunyaan Sita ke dalam koper..hingga lemari itu jadi bersih dari baju-baju peninggalan Sita. Stu melihat sebuah liontin yang tertinggal di bawah tumpukan baju paling bawah. Dia ambil dan dia buka liontin itu..didalam liontin itu terdapat dua buah foto dirinya dan Sita..Stu tersenyum miring dan dia lempar liontin itu ke dalam tempat sampah yang ada disamping lemari
"Mantan tempatnya memang di tempat sampah"
Setelah dirasa selesai..Stu gabungkan kantong plastik hitam bersama dengan koper di atas ranjang..biar besok dia akan menyuruh Tika atau siapa untuk membuangnya.
"Besok cari orang untuk bongkar kamar sebelah barat mansion.."
Stu mengirim pesan ke nomor Riko
__ADS_1
"Baik bos.."
Stu tersenyum melihat Riko membalas pesannya. Stu masukan handphonenya ke saku celananya dan keluar dari dalam kamar