
Stu keluar dari kamarnya..melangkah ke teras mansionnya..disana pak Dirman sudah menunggunya di samping Mercedez silvernya
"Malam ini pak Dirman bebas tugas..biar saya sendiri yang bawa mobilnya.." titah Stu ke pak Dirman
"Baik tuan muda.." jawab pak Dirman sambil menganggukan kepalanya
Pak Dirman berputar ke arah kanan dan membukakan pintu untuk Stu
"Silahkan tuan muda.."
"Terima kasih pak.."
Tak lama kemudian..mobil Stu meninggalkan mansion untuk menuju ke mansion tuan Stepahano..memenuhi undangan Alf
"Kasandra..seperti apa orangnya?..tapi?..Naya kan ada disana juga..waaah..bisa kacau ini.."
Stu meminggirkan mobilnya dan mengeluarkan handphonenya untuk menghubungi Alf
"Halo Stu?"
"Halo Alf..eh bro..bisakah aku minta tolong padamu?"
"Minta tolong apa bro?"
"Aku kan mau kerumahmu..mau ketemu dengan adikmu..aku minta tolong kau tahan Naya jangan keluar dulu yaah?..aku takut dia salah paham nantinya"
"Salah paham gimana maksudmu?"
"Iya..ayahmu kan mau memperkenalkan adikmu denganku..aku takut nanti Naya marah sama aku bro.."
"Marah?..cemburu maksudmu?"
"Yaaa..seperti itulah.."
"Memangnya..Naya sudah jadi pacarmu?"
"Iya bro..sudah.."
"Hahahahaha..Stewart Jodi Wijaya..kau pacaran sama anak SMA?..hahahaha"
Stu memutar bola matanya malas..mendengar suara Alf yang tertawa terbahak-bahak di sambungan telepon seperti suara kaleng rombeng
"Alfonso!!..serius ini.."
"Hahaha..sorry..sorry mate..iya..iya..nanti Naya akan aku suruh diam dikamar tamu..jangan khawatir kau.."
"Thanks bro..sudah yaah.."
"Iya Stu..buruan kau..adikku sudah nggak sabar nih.."
"Iya..iya..aku jalan nih.."
Setelah memasukam handphoneya..Stu menjalankan mobilnya lagi yang sempat berhenti sebentar
________________
Sementara itu..di waktu yang bersamaan di mansion tuan Stephano..Alf menahan tawanya setelah menerima panggilan telepon dari Stu
"Ayah dan Ibu denger sendiri kan?.." tanya Alf pada kedua orang tuanya
Tuan Stephano dan nyonya Delores menahan senyumannya..nyonya Delores melihat Kanaya tengah menyembunyikan wajahnya yang merah merona menahan malu di dada Oma Aya
Ternyata Alf mengaktifkan loudspeakernya saat menerima panggilan telepon dengan Stu
Dan semua anggota keluarganya yang tengah berkumpul di ruang keluarga otomatis mendengar percakapannya dengan Stu
"Sandra?.." panggil Oma Aya
"Memang kamu suka cemburu sama Stu?" tanya Oma Aya sambil menahan senyumannya
Kanaya hanya diam sambil mempererat pelukannya di badan Oma Aya
"Kasandra?" tanya Oma Aya lagi
Kanaya hanya merengek sambil menggoyangkan badannya
Semua yang ada hanya bisa tertawa melihat kelakuan Kanaya yang tengah merajuk ke Oma Aya
Baru kali ini Kanaya merasakan perasaan jatuh cinta dan hangatnya berada di tengah-tengah keluarga yang menyayangi dan mencintainya..jadi wajarlah dia menjadi salah tingkah ketika kakaknya menggoda dirinya..untung ada Oma Aya disebelahnya yang dijadikan tempat berlindungnya
"Kamu nggak malu?..nanti kalau calon cucu menantu Oma datang..kamunya lagi ngambek begini?" ledek Oma Aya
"Oma maaah..." rajuk Kanaya yang masih membenamkan wajahnya di dada Oma Aya
Tak lama terdengar suara bel pintu depan
"Eh Stu sudah datang tuh..kamu cepet sembunyi dulu sana.." kata Oma Aya
Dengan menundukan wajahnya Kanaya bergegas masuk ke dalam kamarnya yang ada di lantai dua mansion
Tuan Stephano dan nyonya Delores hanya bisa saling memandang melihat putrinya yang malu dan salah tingkah..mereka pun tertawa bersama
"Persis sama seperti ibu dulu yaah?..waktu ayah pertama kali datang mengajak kencan ibu keluar.." kata tuan Stephano sambil menyentuh hidung istrinya
"Ayah maah...ibu kan jadi malu.." rajuk nyonya Delores yang di goda suaminya
__ADS_1
Seorang pelayan mengantar Stu masuk ke ruang keluarga
"Selamat malam..Uncle..Aunty..Opa..Oma.." sapa Stu ke semua yang hadir di ruang keluarga
"Malam Stu.." jawab tuan Stephano mewakili yang hadir
"Mari Stu..silahkan duduk" pinta tuan Stephano
Stu lalu duduk di sofa sebelah Alf
"Bagaimana kabarmu nak?..sehat?" tanya nyonya Delores
"Sehat Aunty..terima kasih.." jawab Stu
"Mommy sama daddy mu juga sehat?..katanya kamu dari Canada kemarin?" sambung nyonya Delores
"Iya Aunty..kabar mommy dan daddy juga sehat semua.." jawab Stu
Tiga orang pelayan datang ke ruang keluarga membawakan minuman dan makanan ringan
Setelah selesai menyajikan di meja..mereka kembali masuk ke dalam
"Kamu tahu kan Stu?..maksud Uncle mengundang kamu kemari?" tanya tuan Stephano
"Yang saya tahu dari Alf..Uncle mau memperkenalkan putri Uncle ke saya.." jawab Stu
"Iya Stu..Uncle mau memperkenalkan Kasandra ke dirimu.." ucap tuan Stephano sambil tersenyum
"Naya sudah kau suruh sembunyi kan?" tanya Stu lirih di telinga Alf
"Sudah bro..tenang saja kau.." jawab Alf lirih sambil menahan senyumannya
"Alfonso?..coba kau panggil adikmu itu..suruh kesini..untuk bergabung dengan kita. " pinta tuan Stephano ke Alf
"Gimana Alf bisa nyuruh Kasandra keluar ayah?..sedangkan sama Stu disuruh sembunyi..supaya jangan keluar dulu.." jawab Alf sambil melirik Stu yang bingung
"Haah?..kapan aku ngomong kayak begitu sama kau Alf?" tanya Stu bingung
Tertawa Alf dengan lepasnya..karena tidak tahan melihat raut muka Stu yang kebingungan
"Hei?..Alf..aku kan cuma suruh Naya yang sembunyi dulu dikamar..kapan aku suruh adikmu untuk sembunyi?" tanya Stu
"Stu..Stu..Naya itu adalah adikku..Kasandra.." jawab Alf disela tawanya
"Haaah??.."
"Iya Stu..Naya adalah Kasandra..putri Uncle yang hilang dulu.." timpal tuan Stephano
Stu masih blank dengan ucapan tuan Stephano..dia lihat satu persatu orang yang hadir untuk meminta kepastian
Nyonya Delores bangun dan menuju ke lantai dua..ke kamar Kanaya
Tak lama..datanglah nyonya Delores bersama Kanaya disampingnya
"Stu..kenalkan..ini Kasandra..putri Aunty..yang kau kenal dengan nama Kanaya.." ucap nyonya Delores
"Halo kak?" sapa Kanaya sambil tersenyum
Stu bangun dari duduknya dan segera memeluk Kanaya di depan keluarganya
"Kamu kok nggak bilang..kalau kamu itu anaknya Aunty?" tanya Stu setelah mengurai pelukannya
"Kak Alf yang nyuruh kak.." jawab Kanaya
Stu melihat Alf dengan tatapan tajamnya karena merasa dikerjai oleh Alf..tapi Alf membalasnya dengan acungan dua jarinya
"Piiissss..." ucap Alf sambil memperlihatkan deretan giginya yang putih
Kanaya lalu mengajak Stu duduk di sofa
"Bagaimana Stu?..adikku cantik kan?" tanya Alf sambil senyum-senyum tak jelas
"Bisa aja kau yaah?..nggak bilang-bilang kalau Naya itu adikmu.." kesal Stu sambil memukul pundak Alf
"Eeeeh..kurang ajar sama kakak ipar!...minta maaf!!" pinta Alf sambil menjulurkan punggung tangannya ke Stu
"Apa sih!!" sentak Sru sambil menampik tangan Alf
Semua yang ada di ruang tengah tertawa terbahak-bahak..melihat Alf menggoda Stu
"Stu?.." panggil tuan Stephano
"Iya Uncle.."
"Kami semua..Uncle..Aunty..Opa dan Oma.mengucapkan terima kasih padamu..karena malam itu kau sudah mau menolong Kasandra saat dia akan dilecehkan oleh anak-anak punk" kata tuan Stephano
"Iya Uncle..sama-sama..entah kenapa..malam itu saya seperti diarahkan untuk lewat di persimpangan itu dan bertemu dengan Naya disana.." jawab Stu sambil melihat ke arah Kanaya
Stu menggenggam tangan Kanaya lembut..Kanaya membalas dengan senyumannya
"Stu..Sandra..ada beberapa kabar yang akan kami sampaikan ke kalian..tapi sebelumnya kita masih menunggu dulu tamu special kita" ucap tuan Stephano
"Mungkin beberapa saat lagi akan sampai.." sambung tuan Stephano sambil melihat jam tangannya
"Tamu special Uncle?..siapa?" tanya Stu
__ADS_1
"Tunggulah..nanti kau akan tahu sendiri.." jawab tuan Stephano sambil tersenyum
Semua mata memandang ke arah pintu depan mansiom..karena suara bel berbunyi pertanda ada tamu yang baru datang..apakah tamu special yang ditunggu-tunggu oleh tuan Stephano yang datang?
"Selamat malam..".
"Mom?..dad?.." kaget Stu yang melihat kedua orangtuanya hadir di mansion tuan Stephano malam ini
Tuan rumah segera beranjak dan menyambut tamu special mereka..nyonya Delores memeluk dan tidak lupa cipika cipiki dengan mommy Angel dan tuan Stephano memeluk erat daddy Tony yang sudah lama tidak bertemu
"Naya?..nggak menyambut mommy?..hmm?" tanya mommy Angel sambil tersenyum
Kanaya segera bangun dan memeluk mommy Angel dengan hangat
"Mommy kapan datangnya?" tanya Kanaya
"Tadi pagi sayang.." jawab mommy Angel sambil menyelipkan anak rambut Kanaya ke belakang telinga Kanaya
Kanaya mengajak mommy Angel duduk di sofa
"Adel?..anakmu aku pinjam dulu yaah?" pinta mommy Angel ke nyonya Delores sambil memeluk Kanaya di dadanya
"Aku kangen betul sama anakmu ini.." gemas mommy Angel sambil mencium pipi Kanaya
Semua yang hadir tertawa geli melihat mommy Angel mencium pipi Kanaya
"Mom?..kenapa tidak bilang ke aku mom..kalau mommy sama daddy mau datang kemari?" tanya Stu
"Sengaja Stu..mommy mau ngasih surprise ke kamu dan calon menantu mommy ini.." jawab mommy Angel sambil melihat ke Kanaya
"Calon menantu?..berarti benar yang dibilang sama kak Stu kemarin.."
Muka Kanaya terlihat merah merona setelah mommy Angel menyebutnya calon menantu
"Aunty?..Aunty jangan godain adikku lagi doong..lihat tuh mukanya..sudah kayak kepiting rebus.." ledek Alf
Kanaya yang kesal melempar bantal sofa ke arah kakaknya yang terkekeh geli
"Sandra?..nggak boleh gitu sayang..nggak sopan.." tegur nyonya Delores
"Kak Alf nya tuh bu...dari tadi godain Naya terus.." rajuk Kanaya sambil mengerucutkan bibirnya
Mommy Angel menghibur Kanaya dengan mengelus-elus punggungnya
"Kak Stu..kakak sudah tahu belum?..kalau kak Cindy..sekretaris kakak sekarang pacaran sama kak Alf.."
Stu menganggukan kepalanya
"Kok kakak belohin sih?..kan kasihan kak Cindy nya kak.." protes Kanaya
"Aku malah lebih kasihan ke kakakmu itu Naya..kakakmu itu kan kelamaan menjomblo.." jawab Stu
"Nanti kayak di film-film ikan terbang dek..Sekretarisku adalah kakak iparku.." sahut Alf
Sontak semuanya tertawa terpingkal-pingkal
Stu pun langsung kaget dan baru sadar..kalau apa yang dibilang Alf benar adanya
________________
Setelah makan malam..pertemuan keluarga Tony Wijaya dan keluarga Stephano Alexander malam ini dilanjutkan di teras samping mansion tuan Stephano
Kecuali Stu dan Kanaya..mereka memilih untuk pisah dengan mengobrol di gazebo
"Naya?.."
"Iya kak.."
"Kalau selama kamu tinggal di tempat aku..dan aku melakukan kesalahan ke kamu..aku minta maaf yaah?" pinta Stu
"Iya kak..Naya juga minta maaf ya kak?..kalau selama Naya disana..suka bikin kakak kesal atau marah.."
Stu menggelengkan kepalanya
"Nggak Naya..kamu nggak pernah bikin aku kesal sama marah..cuma..pas hari pertama kamu datang di rumahku..aku marah saat kamu pakai baju kepunyaan Sita..baju yang sudah aku usahakan untuk aku lupakan.." ucap Stu sambil melihat ke arah taman bunga
"Kak?..aku boleh nanya nggak?" pinta Kanaya
"Nanya apa?" jawab Stu
"Kakak jangan marah yaah?"
"Iyaa..kamu mau nanya apa sih?"
"Hmmm..anu..kak Sita itu siapa sih kak?" tanya Kanaya ragu kalau pertanyaannya membikin Stu marah
Stu menarik nafasnya sejenak..mengusir rasa sesak yang tiba-tiba muncul di dada
"Sita..Sita Ayuningtyas..wanita yang sempat mengisi hatiku Naya.."
Stu menghela nafasnya kembali..entah kenapa rasa sesak ini susah sekali hilang dari rongga dadanya
"Ya sudah kak..kalau kakak nggak mau cerita mendingan jangan.."
"Nggak apa-apa Naya..cuma..kalau aku sebut nama dia lagi..hati ini kayaknya nggak rela"
__ADS_1