
Dilantai 20 apartement Yellow Garden..seorang gadis tengah membuat nasi goreng untuk sarapannya
Dengan bersenandung mengiringi lagu yang dia putar di handphonenya..gadis itu tengah asyik mengaduk-aduk nasi goreng yang hampir matang yang ada diwajan
"Sempurna.." ucapnya setelah menambahkan telur ceplok diatas nasi gorengnya yang telah matang
Setelah selesai..dia bawa sarapannya ke meja makan yang berada di tengah-tengah apartement
"Bismillah.."
Setelah membaca doa..dia makan nasi gorengnya dengan lahap
Tapi tak berapa lama kemudian..Cindy menatap bangku yang kosong yang ada di depannya
"Alf kemana yaah?..sudah tiga hari Cindy ditinggal sendirian disini.."
Nafsu makan Cindy langsung hilang..begitu mengingat tidak ada Alf menemani dirinya sarapan..yaa..sudah tiga hari semenjak hari perayaan ulang tahun ibunya..Alf menginap di kediaman orangtuanya
"Apa Cindy telpon Alf saja?..aahh..telpon ajah"
Cindy mengambil handphonenya dan menghubungi Alf lewat video call
"Halo sayang?.."
"Isssh..apaan sih Alf..manggil pakai sayang-sayangan segala?.."
Alf yang melihat Cindy mukanya merona merah..tertawa terbahak-bahak
"Memangnya salah?..kalau aku manggil calon istriku dengan panggilan sayang?..hmmmm?"
"Alfonso!!..iiihh..."
Makin tergelak tawanya Alf melihat Cindy makin merah mukanya seperti kepiting rebus
Sepertinya menggoda Cindy menjadi hiburan tersendiri bagi Alf
"Iyaa..iyaaa..maafin aku sayang..ada apa nelpon aku pake vidcall?..hmmm?..kangen?"
"Alf dimana?"
"Aku dirumah ayahku sayang..ada urusan penting yang musti aku selesaikan dulu..kenapa?..kesepian yaah?"
"Iiih..kege'eran!!..isi kulkas sudah mau habis Alf..disekitar sini kalau belanja dimana?..nanti pulang kerja Cindy mau belanja.." tanya Cindy
"Oooh..nanti aja..bareng sama aku Cindy..kamu pulang kerja jam berapa?"
"Cindy pulangnya jam 4 Alf.."
"Ya sudah..nanti Cindy aku jemput di kantor..yah?"
"Iya Alf..nanti Cindy tunggu..daa ya Alf.."
"Daaa sayaaang..."
Cindy memencet tombol mengakhiri panggilan video callnya
"Aiisss..udah jam 7..Cindy telat.."
Cindy segera bergegas memberesi bekas makannya untuk segera berangkat kerja
________________
Sementara itu di mansion tuan Stephano..Alf yang tengah video call dengan Cindy tidak menyadari kalau ada sepasang mata yang memperhatikan dirinya dari balik pintu penghubung ruang tengah dan ruang keluarga
"Daaaa sayaaang.." kata Alf yang mengakhiri panggilan video callnya
"Siapa itu Alf?.."
Alf yang terkejut..menoleh ke arah sumber suara..dia lihat ibunya menghampir dirinya
"Teman bu.." jawab Alf singkat dan meneruskan memeriksa berkas yang ada di depannya
"Teman apa teman?..kok mesra banget..pakai manggil-manggil sayang?.." tanya nyonya Delores sambil duduk di sofa
Alf hanya diam untuk menjawab pertanyaan ibunya
Seorang pelayan menaruh segelas kopi dan teh hangat di meja
"Silahkan nyonya.."
"Iya Tri..terima kasih.."
Setelah itu nyonya Delores kembali melihat Alf untuk menunggu jawaban dari Alf
"Alfonso?.." panggil nyonya Delores
Alf menarik nafasnya sesaat dan dia hembuskan dengan perlahan
"Iya bu?.."
"Kamu belum menjawab pertanyaan ibu barusan.."
"Dia cuma teman Alf bu.."
"Alfonso!..jangan pernah berbohong sama ibu.." pinta nyonya Delores tegas
Alf menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Bawa kesini!..kenalkan pada ayah dan ibu!.." titah nyonya Delores
Mata Alf membulat mendengar permintaan ibunya
"Bu?.."
"Siapa pun wanita itu..bawa kesini..kenalkan pada ayah dan ibu..ibu ingin kenal calon menantu ibu yang bisa membikin putra ibu ini berbuat konyol selama dirumah sakit.." ujar nyonya Delores sambil menatap tajam
"I..ibu tahu?" tanya Alf
"Semua kelakuan kamu selama dirumah sakit..ibu tahu semua Alf.." jawab nyonya Delores
Alf terdiam setelah tahu kalau dirinya selama ini diawasi oleh ibunya
"Mana ada Dokter spesialis penyakit dalam sampai mengurusi pasien patah tulang?..terus bela-belain menginap dikamar rawatnya.."
Deg..
"Siapa yang ngomong sama ibu sih?"
"Alfonso?.." panggil nyonya Delores
"Iya bu.."
"Apakah kamu serius dengan wanita ini?" tanya nyonya Delores
"Hmmm..Alf inginnya serius bu..tapi Alf butuh waktu untuk menuju ke jenjang pernikahan.."
Nyonya Delores tersenyum..dia membuka kedua tangannya
"Sini nak.." pinta nyonya Delores
Alf segera memeluk ibunya
"Kamu ini sudah dewasa Alf..sudah waktunya kamu pikirkan masa depanmu untuk mencari calon ibu buat anak-anakmu..calon ibu buat cucu-cucu ibu dan ayah.."
Alf tersentil hatinya mendengar pekataan ibunya yang tulus
"Ibu pesan padamu yaah?..jangan pernah kamu sekali-kali mempermainkan wanita..apalagi merusak kehormatannya..ingat itu Alfonso!.."
"Iya bu..Alf selalu ingat pesan ibu.." jawab Alf
"Kalau kamu ingin berbuat macam-macam ke seorang wanita..ingat ibumu ini..atau kau ingat adikmu Kasandra..kami ini juga wanita Alf..hukum karma berlaku nak.."
"Iya bu.." jawab Alf dengan menganggukan kepalanya
Nyonya Delores mengurai pelukannya
"Bawalah malam ini menemui ayah dan ibu..tidak ada bantahan!!.." sentak nyonya Delores yang melihat Alf akan membuka mulutnya
"Sudah cukup kamu bermain-main dengan para wanita diluar sana Alf" sambung nyonya Delores
"Kalau kamu memang serius dengan Cindy..bawa dia malam ini Alf..ibu mengundang dia untuk makan malam disini.." pinta nyonya Delores
"Ibu kok tahu namanya?" tanya Alf heran
"Tahulah..informan ibu top pokoknya..sampai Cindy kamu suruh tinggal di apartement mu saja..ibu juga tahu.." jawab nyonya Delores
"What!!..jangan bilang kalau informan ibu itu si Stu.." tanya Alf
Nyonya Delores hanya tersenyum simpul untuk menjawab pertanyaan Alf
"Dasar bule ember!!..nggak bisa dipegang omongannya!!.." kesal Alf
"Awas saja kalau sudah sampai disini!!.." ancam Alf sambil mengepalkan tinjunya
Nyonya Delores tertawa geli..dia usap pucuk rambut Alf dengan lembut
"Ibu percaya sama kamu Alf..jadi..kamu jaga kepercayaan ibu sama kamu yaah?"
Alf pun tersenyum sambil menganggukan kepalanya
"Iya bu..eh..ibu..apa ayah juga sudah tahu masalah ini.." tanya Alf
"Sudah..malahan ayahmu ingin segera melamarkan Cindy untukmu.." jawab nyonya Delores sambil menahan senyumannya
"Haaah!!..ayah apa-apaan sih bu?..nggak buru-buru juga kali bu..nanti Cindy nya bisa kaget..terus kalau jantungan..gimana?..ayah sama ibu mau tanggung jawab?.." gusar Alf
Nyonya Delores tertawa geli mendengar pertanyaan konyol putranya
"Cieeee..yang khawatir sama calon istrinya?..sampai segitunya sih?.." ledek nyonya Delores sambil tertawa geli
Alf langsung melengos sambil menahan tawanya..ibunya berhasil menggodanya kali ini
_________________
__ADS_1
Sekitar jam 4 sore..para karyawan Wijaya Holding bersiap-siap untuk pulang..dari dalam lift keluar Nabila dan Andin menuju ke dalam kantor di lantai 30
"Sil?..Cindy udah balik?" tanya Nabila ke Sisil
"Belum kayaknya deh..tadi dia lagi ke toilet.." jawab Sisil sambil merapikan rambutnya
"Pak Stewart dah balik?" sambung Andin
"Belum..kalau kata pak Riko..baru besok pak Stewart baliknya" jawab Sisil
Tak lama Cindy muncul dari lorong toilet
"Cin..mau ikut kita-kita nggak?.." tanya Nabila
"Kemana?.." tanya balik Cindy
"Makan di GI..yuk..dah lama nih gua nggak makan sushi.." ajak Andin
"Sorry yaah Ndin..Cindy nggak bisa ikut..dah janji sama Alf mau belanja bulanan.."
Sontak Cindy menutup mulutnya yang keceplosan menyebut belanja bulanan
"Ya Alloh..kenapa ini mulut nggak ada remnya sih?"
Semua yang ada di sekitar meja Cindy..menoleh ke arah Cindy
"Naaaah!!...ngapain lu sama Dokter Alf?..kayaknya lanjut nih?" tanya Nabila dengan tatapan penuh selidik
"Terus tadi lu bilang nanti lu mau belanja bulanan..jangan bilang lu dah married Cin.." sambung Nabila
"En..nggak..Cindy belum married Bil..beneran.." elak Cindy
"Bila?..lu nggak tahu yah?..kan setiap pagi Dokter Alf bawain Cindy sarapan sama kopi.." adu Mery sambil bergabung dengan Nabila dan Andin di meja Cindy
"Yang benar Cin?.." tanya Nabila dengan tatapan penuh selidik ke Cindy
Cindy hanya senyam senyum nggak jelas..tak lama handphone Cindy berdering
"Halo Alf?" sapa Cindy sambil melirik ke teman-temannya yang menatap dengan pandangan super keponya
"Cindy dimana?"
"Cindy masih di meja Alf..kenapa?"
Cindy menjauhkan handphonenya dari Nabila yang ingin menguping pembicaraanya dengan Alf..tapi Nabila terus merangsek mendekat ke handphone Cindy
"Aku ke atas yaah?..teman-teman kamu belum pada pulang kan?"
"Belum Alf..ada apa?"
"Aku bawain donut nih..buat teman-teman kamu..yaah?"
"Iya nggak apa-apa.."
"Tungguin yah?..aku lagi di depan lift nih..daaah sayaaang..."
"Daaa Alf.."
Cindy melihat mimik muka Nabila yang berubah seperti ingin menangis
"Bila kenapa?" tanya Cindy
"Huhuhu..lu kok beruntung banget sih bo..dapet cowok Dokter..ganteng..kaya..perhatian banget sama elu..huhuhu..lah gua?..huwaaaaa..."
Teman-teman Nabila selain Cindy hanya bisa tergelak tertawa melihat keputus asaan Nabila membandingkan nasibnya dengan nasib Cindy
"Kan udah gua bilang Bil..lu musti ketabrak truk tronton dulu..baru bisa ketemu sama Dokter yang ganteng nanti.." hibur Andin
"Iya Dokter..Dokter pemusaran kamar jenazah..hahahaha.." ledek Sisil
Plaaak...
"Lu bukannya bantuin gua Sil.." kesal Nabila memukul pundak Sisil
Sisil hanya bisa tertawa geli
"Selamat sore.."
Para gadis menengok ke arah sumber suara..Alf datang dengan membawa dua kotak donut dan satu kantong berisikan bubble tea
"Sore Alf.." jawab Cindy
Dari kelima wanita yang ada..hanya Cindy yang menjawab sapaan Alf..mereka terpesona dengan kharisma seorang Alfonso yang datang dengan setelan blazernya..celana jeans dan sepatu sneakernya..membuat kesan maskulin Alf kian menguar dengan hebatnya
Alf taruh bawaannya di meja Cindy
"Halo?.." sapa Alf sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah teman-teman Cindy yang masih terpaku
"Eh..iya Dok..selamat sore juga.." jawab Mery yang seperti tersadar dari pengaruh hipnotis
Cindy hanya bisa tertawa geli melihat kelakuan teman-temannya
"Alf bawa apa?" tanya Cindy
Cindy membuka dua dus donat dan mengambil satu donut untuk dia makan
"Dok?..Dokter punya kenalan yang kayak Dokter nggak sih?..kenalin sama saya kenapa?..saya jomblo nih Dok.." rengek Nabila
"Ada..Nabila mau?" jawab Alf sambil memakan donutnya
"Mau Dok..mau.." sahut Nabila dengan mata yang berbinar-binar
"Tapi duda anak dua..nggak apa-apa?" tanya Alf lagi meyakinkan
"Yaaah?..memangnya yang masih perjaka nggak ada Dok?.." tanya Nabila seiring api semangatnya yang langsung padam seperti tersiram air es
"Udaaah..ambil ajah Bil..dari pada nggak ada..kan yang penting Dokter..sesuai permintaan lu.." ledek Andin
"Buy one get Three Bil.." sambung Sisil
"Lu kira promo burger?" kesal Nabila
Alf dan Cindy menahan senyumannya
"Boleh deh..Dok..dari pada nggak ada.." jawab Nabila lemas
"Duda..umurnya 66 tahun..dua anak..cucu lima..sama pengen punya cicit.."
Tertawa terbahak-bahak semuanya setelah mendengar ciri-ciri duda yang ditawari oleh Alf buat Nabila
"Dokter maaah!!..itu sama aja saya jadi pengasuh kakek-kakek.."
Alf mengelap airmatanya yang menitik di ujung matanya
"Sorry..sorry..becanda saya Bila..tapi bener..saya ada kenalan Dokter..single..mau nggak?..tapi dia nya tinggal di Singapura.."
"Bule Dok?" tanya Nabila yang kembali api semangat memancar dari kedua matanya
"Setengah bule..setengah Chinese..namanya Edward..mau nggak?..kalau mau weekend ini dia mau datang ke sini"
"Mau Dok..mau.." jawab Nabila sambil mengangguk semangat
Andin yang kesal menoyor kepala Nabila yang dia pikir nggak tahu malu
"Elu tu yaak..jadi cewek nggak ada anggun-anggunya pisan..heran gua.." kesal Andin
"Kenapa sih lu?..sirik ajah..nggak apa-apa kan Dok"
"Iya..nggak apa-apa.." jawab Alf
Cindy yang melihat kelakuan teman-temannya sudah mulai absurd..mengajak Alf untuk segera pergi
"Alf..ayo..kita jalan..Cindy duluan yaah.." ajak Cindy
"Saya jalan dulu yaah?.." pamit Alf
Alf lalu menggandeng Cindy untuk menuju ke selasar lift
_______________
"Cindy.." panggil Alf yang sedang menyetir
"Iya Alf.."
"Belanjanya jangan sekarang yaah?..bagaimana kalau besok?" tanya Alf
"Kok besok Alf?..kenapa?"
"Soalnya..malam ini kamu mau aku kenalkan ke orangtuaku..mereka mengundang kamu untuk makan malam di rumah"
Cindy sontak menoleh ke arah Alf..seperti tidak percaya apa yang dia dengar
"Alf..nggak bercanda kan?"
"Aku serius Cindy..ibu dan ayahku ingin kenal sama kamu.."
Cindy menundukan wajahnya..jari jemarinya saling bertautan
"Kenapa Cindy?.." tanya Alf
"Cindy takut Alf.."
"Kamu nggak usah takut..ada aku..yaah?"
Alf memegang tangan Cindy untuk menenangkannya
Cindy menoleh ke arah Alf berusaha tersenyum
Alf mengajak Cindy ke apartementnya untuk bersiap-siap menghadiri makan malam di mansion ayahnya
"Kamu mandi dulu yaah?..nanti sekitar jam 6..kita jalan ke rumah orangtuaku.." ucap Alf
"Iya Alf.."
__ADS_1
Cindy lalu masuk ke dalam kamarnya sedangkan Alf masuk ke kamarnya yang berada di depan kamar Cindy
_______________
Disinilah mereka sekarang..didepan gerbang mansion pribadi milik tuan Stephano
Alf menjalankan mobilnya menuju ke carport
"Ya Alloh..rumahnya gede banget..ini rumah apa istana?.."
Cindy makin minder setelah melihat megahnya mansion kepunyaan ayah Alf
"Ayo Cindy.." ajak Alf sambil melepaskan seatbeltnya
Cindy keluar dan menyambut tangan Alf yang menunggunya
"Nyantai ajah yaah?..nggak usah grogi.."
Cindy menganggukan kepalanya
Di teras seorang pelayan menyambut mereka dan membukakan pintu untuk mereka berdua
"Selamat datang nona Cindy.." sapanya ke Cindy
Cindy membalas sapaan dengan anggukan kepalanya dan tersenyum
"Ayo Cindy.."
Didalam kembali Cindy teperangah dengan desain interior mansion
Dia ikuti Alf yang menggandeng dirinya menuju ke ruang keluarga..disana mereka sudah ditunggu oleh tuan Stephano dan nyonya Delores
"Ayah..ibu..kenalkan ini Cindy..kekasih Alf.." kata Alf sambil memperkenalkan Cindy ke kedua orangtuanya
Cindy menghampiri kedua orangtua Alf dan memperkenalkan dirinya
"Tuan..kenalkan saya Cindy.." sapa cindy pada tuan Stephano dan mencium punggung tangan Stepahano
"Halo Cindy.." balas tuan Stephano sambil tersenyum
"Nyonya..kenalkan saya Cindy.."
Nyonya Delores langsung memeluk Cindy sambil cipika cipiki
"Jangan panggil kami tuan dan nyonya ya Cindy..panggil kami ayah dan ibu..yaaah?" pinta nyonya Delores
"Ba..baik i..ibu.." jawab Cindy
Nyonya Delores memeluk Cindy kembali
Alf dan ayahnya saling pandang dan tersenyum melihat nyonya Delores menerima kehadiran Cindy dengan hangat
Nyonya Delores mengajak Cindy duduk di sampingnya
"Cindy apa kabarnya?" tanya nyonya Delores sambil menggenggam kedua tangan Cindy
"Kabar Cindy baik ibu.." jawab Cindy sambil tersenyum manis
Datang dua orang pelayan membawa minuman dan makanan
"Permisi tuan..nyonya"
Setelah menata makanan dan minuman dimeja..mereka kembali ke dalam
"Ayo Cindy..diminum yaah?" pinta nyonya Delores
"Baik bu.."
Cindy meminum teh hangat yang tersaji di meja
"Cindy katanya kerja di tempat Stu yaah?" tanya nyonya Delores
"Stu?" tanya Cindy bingung sambil melihat ke Alf yang duduk di seberang sofanya
"Bos kamu itu kan panggilannya Stu Cin.." jelas Alf
"Oooh..iya ibu saya sekretarisnya pak Stewart" jawab Cindy
Nyonya Delores tersenyum sambil kembali menggenggam tangan Cindy
"Kata Alf..Cindy di Jakarta sendiri yaah?"
"Iya bu.."
"Orangtua Cindy dimana?"
"Ibu Cindy tinggal di kampung bu.."
"Ibu?..bapak Cindy?.."
"Bapak Cindy sudah meninggal bu..waktu Cindy berumur 3 tahun.."
Nyonya Delores segera memeluk Cindy
"Maafin ibu ya nak..ibu nggak tahu.."
"Iya bu..nggak apa-apa.."
Nyonya Delores membelai rambut Cindy
Tak lama kemudian seorang kepala pelayan menghampiri ruang keluarga
"Tuan..nyonya..makan malam sudah siap.."
"Baik..terima kasih Dan..ayo Cindy..kita makan malam dulu.."
Lalu nyonya Delores menggandeng Cindy menuju ke meja makan utama
Disana Cindy terkesima dengan hidangan yang tersaji di meja makan
"Makanan mahal semua.."
"Ayo Cindy..sini..duduk dekat ibu.." ajak nyonya Delores
"Bu?..Cindy bukannya duduk dekat Alf?..kok dekat sama ibu sih?" protes Alf
"Ck..kamu ini..ibu kan hanya sebentar minjam kekasih mu Alf..nggak lama.." elak nyonya Delores
Cindy yang diperebutkan oleh Alf dan ibunya hanya tersenyum rikuh berdiri di samping nyonya Delores
"Ayo Cindy..duduk nak.."
"Baik bu.."
Pelayan menyiapkan makanan sesuai arahan pak Dan..kepala pelayan
"Ayo Cindy..dimakan yaah?.." pinta nyonya Delores setelah makan malam siap untuk disantap
Cindy menganggukan kepalanya dan menyuap sepotong cumi bakar yang ada di depannya
"Enak Cindy?"
"Enak ibu.."
Selanjutnya mereka bersantap malam dengan diiringi obrolan-obrolan ringan
Alf senang kedua orangtuanya..terutama ibunya menerima Cindy dengan hangat
_______________
Setelah makan malam..obrolan mereka lanjutkan di gazebo yang berada di taman samping mansion
Kali ini Alf tidak melepaskan gandengannya di tangan Cindy
"Alfonso..Cindy.." panggil tuan Stephano
"Iya ayah" jawab Alf dan Cindy bersamaan
"Ayah dan ibu mau melanjutkan hubungan kalian ke jenjang yang lebih serius..Cindy..kamu bisa hubungi ibumu yang dikampung..mungkin bulan depan..kami akan bertandang ke rumah ibumu.." ucap tuan Stephano sambil memandang Cindy
"Ada apa ya Yah?.." tanya Cindy bingung..dia melihat ke arah Alf..Alf hanya memberikan senyumannya sambil menganggukan kepalanya
"Ayah dan ibu..bermaksud melamarmu.."
Sontak Cindy menutup mulutnya terharu..mendengar niat kedua orangtua Alf melamar dirinya..Alf memeluk pundak Cindy guna menghiburnya
Cindy tak percaya..kalau dirinya yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja..mendapat pinangan dari keluarga Alf yang berada
"Apa lebih baik..ibu nya Cindy kita undang ke sini saja ayah?" tanya Alf memberikan usulnya
"Itu saran yang bagus Alf..tapi kan itu semua tergantung keputusan ibu nya Cindy.." jawab tuan Stephano
"Mau yah Cindy?..kalau ibu kita boyong kemari?" tanya Alf
"Na..nanti..Alf..Cindy tanya ibu dulu.." jawab Cindy
Tuan Stephano menganggukan kepalanya
"Cindy kalau mau..Cindy bisa tinggal di apartement nya Alf bersama ibu nya Cindy" kata nyonya Delores
"Boleh ibu?" tanya Cindy
Nyonya Delores menganggukan kepalanya
"Iya..dari pada Cindy hidup terpisah dengan ibu Cindy" jawab nyonya Delores
"Terima ksaih ibu..terima kasih ayah" ucap Cindy dengan linangan airmatanya
Alf mengambil tissue dan mengelap airmata Cindy yang menetes di pipi
Muka Cindy bersemu merah yang mendapat perhatian Alf di depan orang tuanya Alf
Tuan Stephano dan nyonya Delores saling pandang dan tersenyum
__ADS_1