Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
84.Undangan Makan Siang


__ADS_3

Sekitar jam 11 siang..Stu dan Ambar turun ke loby gedung. Mereka akan menghadiri undangan makan siang Maxwel di Marriot. Di loby..pak Dirman sudah menunggu keduanya


"Selamat siang tuan muda..mbak Ambar" sapa pak Dirman sambil membuka pintu untuk Stu


"Siang pak.." jawab mereka berdua


Pak Dirman bergegas ke pintu sebelah kanan setelah memastikan Stu dan Ambar naik


"Ke Marriot ya pak.." pinta Stu


"Baik tuan muda.." jawab pak Dirman


Tak lama..Mercedez S600 silver meninggalkan loby gedung Wijaya Holding


"Eh iya kak..Naya sama mas Alf masih lama liburannya?" tanya Ambar


"Lusa mereka pulang ke Indonesia" jawab Stu sambil melihat-lihat ponselnya


"Kenapa?..dah bosen jadi Sekretaris kakak?" tanya Stu seraya melirik Ambar


Ambar memutar bola matanya malas


"Ck..bukan begitu kak..Ambar pengen lebih kenal ke Naya ajah.." jawab Ambar


"Sama pengen nanya..kok dia mau jadi pacarnya kakak..aaaau"


Ambar berteriak spontan..karena keningnya disentil oleh Stu


"Sakit kaaaak..." rajuk Ambar sambil bibirnya mengerucut sebal


"Kolokan.." sahut Stu


"Nanti Ambar bilangin mommy nih..kakak udah menganiaya Ambar..huft.."


Ketika Stu akan membuka mulutnya..ponsel Ambar berdering..Ambar melihat Maxwel menghubunginya


"Huuh!..Romeo kayaknya udah nggak sabaran banget pengen ketemu sama Juminten.." ledek Stu yang melihat nama Maxwel di layar ponsel Ambar


Ganti Stu yang berteriak karena Ambar menyubit lengannya cukup keras. Pak Dirman melirik ke spion tengah mobil sambil menahan tawanya melihat tingkah Ambar dan Stu di belakang


"Halo?.." sapa Ambar sambil melotot ke Stu


"Halo Ambar?..kamu ikut pak Stewart ke Marriot kan?"


"Iya Max..ini kami sedang on the way ke sana.." jawab Ambar


"Kamu satu mobil dengan pak Stewart?"


"Iya Max..saya kan Sekretarisnya..ada masalah?"


"Oh..tidak..tidak..bukan begitu maksud saya..kalau tahu kamu bareng sama pak Stewart..saya akan kirim mobil untuk jemput kamu ke sini.."


Ambar menggeser duduknya..karena Stu yang kepo berusaha menguping pembicaraan antara Ambar dengan Maxwel


"Tidak usah Max..saya nanti malah nggak enak sama pak Stewart.."


"Bagaimana kalau nanti kamu pulangnya bareng sama saya?..nanti kamu jangan khawatir..saya akan minta ijin ke pak Stewart untuk mengantar kamu pulang.."


"Up to you Max.." jawab Ambar sambil menghela nafasnya..dia geser kening Stu yang terlalu dekat dengan ponselnya dengan jarinya


"Oke..terima kasih Ambar..saya tunggu di Marriot yaah?..bye.."


"Bye Max.." jawab Ambar


Ambar menoleh ke Stu yang memicingkan matanya melihat ke dirinya


"Dia belum tahu?..kalau kamu itu adiknya kakak?" tanya Stu


Ambar menggelengkan kepalanya


"Biar dia tahu sendiri aja kak"


"Bener juga sih..kalau dia tahu kamu itu adiknya kakak..dia kan jadi segan deketin kamu.."


*


Sampailah Mercedez Stu di loby Marriot. Mereka berdua segera menuju ke sebuah restoran yang sudah di booking oleh Maxwel sebelumnya. Di salah satu meja mereka berdua telah ditunggu oleh Maxwel dan Sekretaris Nina. Maxwel berdiri menyambut Stu dan Ambar yang menghampiri mejanya


"Halo pak Stewart?.." sapa Maxwel sambil menjabat tangan Stu


"Halo pak Maxwel.." balas Stu

__ADS_1


Maxwel mengalihkan pandangannya ke Ambar yang berdiri di samping Stu


"Ambar?" sapa Maxwel sambil menjulurkan tangannya


"Hai Max.." jawab Ambar


Ambar memberikan senyumannya ke Nina..tapi diacuhkan oleh Nina. Ambar pun hanya mengangkat kedua bahunya


"Silahkan duduk.." pinta Maxwel


Mereka pun duduk di bangku mereka masing-masing. Tak lama datanglah makanan yang sudah dipesan Maxwel sebelumnya


"Mari pak Stewart..Ambar..silahkan dinikmati" pinta Maxwel sambil menaruh kain serbet di pangkuannya


Mereka pun menikmati hidangan santap siang yang disertai dengan obrolan ringan. Setelah selesai dengan santap siangnya..Ambar bangun untuk menuju ke toilet. Di toilet khusus wanita Ambar melihat hanya dirinya saja yang masuk ke sini dan segera masuk kedalam bilik. Setelah selesai Ambar keluar dan menuju ke depan cermin untuk merapikan jasnya..tapi tiba-tiba pergerakannya berhenti..Ambar merasa ada seorang yang berlalu dari depan pintu toilet wanita. Instingnya berjalan..ada sesuatu yang tidak beres..dia perhatikan kondisi pintu toilet yang tidak tertutup sempurna


"Huh..amatiran..mau main-main rupanya dia.." batin Ambar sambil tersenyum smirk


Ambar melihat ada sebuah kain pel dan dia ambil untuk dia gunakan gagang kayunya guna mendorong pintu toilet agar terbuka dan begitu pintu toilet itu terdorong jatuhlah sebuah baskom yang berisikan tepung terigu di depan kaki Ambar. Ambar dengan reflex menghindar dari tumpahan tepung terigu agar tidak mengotori celananya. Setelah mengembalikan pel ke tempatnya semula..Ambar keluar dan memberitahu salah satu staff restoran kalau ada tumpahan tepung terigu di toilet wanita. Sesampainya di meja Ambar melihat raut muka Nina agak terkejut melihat Ambar tidak apa-apa


"Anda salah orang kalau mau main trik murahan seperti itu non.." batin Ambar sambil tersenyum ke arah Nina


Stu memanggil seorang staff restoran untuk menghampiri mejanya


"Iya tuan?..ada yang bisa saya bantu?" tanya staff restoran dengan agak menundukan badannya


"Saya bisa minta sebotol wine?" tanya Stu


"Mohon tunggu sebentar tuan..saya panggil Manager saya dulu.."


Tak lama staff itu kembali dengan seorang Manager restoran ke meja Stu


"Selamat siang tuan..ada yang bisa saya bantu?" tanya Manager itu


"Saya bisa minta sebotol wine?" tanya Stu


"Oh..bisa tuan..kami ada koleksi Cheval Blanc..Chateau Lafile dan Chateau Margaux..tuan mau yang mana?"


"Disini ada Chateau Margaux?" tanya Stu dengan sinar mata tak percaya


"Iya tuan.."


"Chateau Margaux tahun berapa?"


"Saya mau itu.." jawab Stu dengan senyumannya


"Baik tuan..mohon ditunggu.."


Staff itu segera kembali ke belakang meja bartender


"Tidak apa kan?..pak Maxwel kalau anda sekedar menyicipi wine?" tanya Stu


"Tidak apa pak Stewart..kebetulan hari ini schedule saya kosong..bukan begitu Nina?" tanya Maxwel ke Nina


Nina yang tengah salah tingkah..gelagepan mendengar pertanyaan Maxwel


"Ii..iya Sir..setelah ini anda tidak ada schedule lagi.." jawab Nina sambil tersenyum rikuh


"See?" ucap Maxwel sambil mengadahkan kedua tangannya sambil tersenyum


Tak lama Manager restoran berjalan ke meja Stu dan Maxwel dengan membawa sebotol wine Chateau Margaux 1787 di tangannya.



(Gambar hanya pemanis)


.


Para pengunjung restoran yang tahu dan mengerti mengenai wine Chateau Margaux 1787 takjub dan penasaran..siapakah gerangan yang telah memesan wine yang termasuk jajaran wine termahal di dunia di restoran ini. Sesampainya di meja..Manager itu memperlihatkan kondisi botol yang masih tersegel rapih dan apik ke hadapan Stu dan Maxwel. Manager menyuruh anak buahnya menaruh dua buah gelas wine di meja dan menuangkan wine dengan cermat ke gelas Stu dan Maxwel


"Silahkan tuan.."


Ting


Stu dan Maxwel toast terlebih dahulu sebelum menyesap wine di gelas mereka masing-masing. Manager itu menunggu dengan harap-harap cemas reaksi keduanya setelah menyesap wine di gelas mereka


"Bagaimana tuan?" tanya Manager itu


"Hmmm..deliciusss!!.." jawab Stu sambil mengangkat gelasnya dan melihat sisa wine yang ada disana


"Its incredible..taste from heaven.." sahut Maxwel yang melakukan sama apa yang dilakukan Stu ke gelas wine nya

__ADS_1


Para pengunjung restoran lainnya hanya bisa memandang dengan rasa iri melihat Stu dan Maxwel menikmati wine Chateau Margaux 1787 di mejanya. Stu merogoh dompetnya dan mengambil sebuah blackcard dan dia berikan ke Manager itu


"Hitung dengan makan siang kami sekalian.." ucap Stu ke Manager itu


"Baik tuan..silahkan dinikmati wine nya.." jawab Manager itu sambil membawa blackcard kepunyaan Stu


"Waaah..pak Stewart..seharusnya saya yang membayar ini semua..kenapa anda?" sahut Maxwel sambil melirik sinis ke Nina yang kalah cepat dengan Stu dalam pembayaran tagihan


"Its oke pak Maxwel..lain kali giliran anda..kalau sekarang..hitung-hitung saya mentraktir calon adik ipar.." kata Stu sambil tersenyum


Dugh


Stu meringis karena Ambar menendang betisnya..tapi segera Stu normalkan ekspresinya. Mungkin Maxwel tidak mengerti akan kosa kata adik ipar..tapi tidak dengan Nina..dia sempat kaget ketika Stu menyebut adik ipar di depan Maxwel


"Pak Maxwel pacaran sama adiknya pak Stewart?..sejak kapan?" batin Nina


"Mas.." panggil Ambar ke staff restoran


"Iya nyonya?.." jawab staff itu


"Bisa minta gelas kosong lagi?..dua yaah?" pinta Ambar


"Siap nyonya.."


"Kamu suka wine Ambar?" tanya Maxwel heran


"Yup..sayang kan..kalau wine semahal itu hanya dihabiskan oleh anda dan pak Stewart" jawab Ambar


Setelah menerima dua buah gelas kosong dari staff restoran..Ambar mengambil botol wine yang ada di meja dan dia tuangkan ke gelasnya dan dia berikan satu gelas lagi ke Nina


"Maaf nona..saya nggak suka minum.." tolak Nina


"Ayolah mbak..hanya segelas..kita hargai pak Stewart yang sudah membayar wine ini..c'mon.." pinta Ambar


Setelah melihat Maxwel menganggukan kepalanya..Nina menerima gelas dari tangan Ambar dan menyesapnya


"uhuuk..uhuuuk..maaf.."


Nina yang tersedak segera mengambil serbet untuk mengelap bibirnya. Maxwel hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya


"Usil banget sih kamu dek.." bisik Stu di telinga Ambar


"Biarin aja kak..dari tadi dia nyari gara-gara mulu sama Ambar.." jawab Ambar lirih


Stu hanya bisa tersenyum mendengar jawaban Ambar. Dia lanjuti obrolannya dengan Maxwel yang diselingi oleh segelas wine. Stu ambil ponselnya yang bergetar..dia lihat Kanaya mengirimkan pesan lewat WA


"Kak..besok lusa kakak jemput aku di Marina Ancol ya kak?"


"Aku sama kak Alf naik yacht dari Itali ke Jakartanya.."


"Sebentar pak Maxwel..saya mau balas pesan dulu.." pinta Stu yang dibalas oleh anggukan kepala Maxwel


"Yacht?..yacht punya siapa Nay?" balas Stu


"Punya aku kak..opa Enzo yang beli buat aku dibawa pulang ke Jakarta.."


Stu membulat matanya tak lama dia tersenyum kalau Kanaya mendapat yacht baru dari opa Enzo


"Waaah..enak dong..dapat hadiah yacht baru dari opa Enzo.."


"Iya kak..nanti kalau sudah dekat Marina..aku telpon ya kak.."


"Iya Naya.."


"Daaaaa kakak.."


"Daaa Naya.."


Stu simpan lagi ponselnya di saku jas nya dan dia lanjuti obrolannya dengan Maxwel


*


.


.


########


Halo para reader..author minta maaf yaah?..jadwal updatenya berantakan. Soalnya author sekeluarga lagi dapat kunjungan Omicron..author sekeluarga pada tumbang bergantian.


Author mohon maaf sekali lagi dan terima kasih kepada para reader yang masih setia menunggu kelanjutan cerita Stu & Naya

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2