Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
98.Audisi


__ADS_3

Fiat 500L berhenti di loby gedung SA Corp


"Maria?..aku titip belanjaan aku yaah?..besok kalau kamu ke rumah nanti aku ambil.." pinta Kanaya sambil membuka seatbelt nya


"Nanti lu pulang sama siapa?" tanya Maria


"Sama ayah aku.." jawab Kanaya


Kanaya lalu turun dari dalam mobil bersamaan dengan Liona yang keluar untuk ganti duduk di depan..sebelah Maria


"Terima kasih ya teman-teman..sudah nemanin aku belanja.." kata Kanaya sesaat sebelum masuk ke dalam loby


"Iya Nay..daaaaaa.." sahut Liona dan Jessica berbarengan sambil melambaikan tangannya ke Kanaya


Kanaya melambaikan tangannya ke arah mobil Maria yang bergerak meninggalkan loby gedung SA Corp. Kemudian dia berbalik masuk ke dalam loby


"Selamat sore pak.." sapa Kanaya ke petugas Security yang berjaga di depan pintu masuk loby


"Selamat sore nona.." jawabnya


Petugas Security itu menelisik ke arah gadis yang baru masuk ke dalam loby gedung


"Kayak nona Kassandra?..tapi?..apa iya itu nona Kassandra?.." batin Security itu


"Perasaan bukan deh?.."


Petugas Security itu pantas sangsi dengan penampilan Kanaya yang sore ini datang berkunjung ke gedung SA Corp. Kanaya memakai kacamata baca berframe besar dan rambutnya sengaja di kepang dua dan tak lupa dia memakai topi bucket favoritnya. Karena Kanaya ingin mencoba penampilan barunya yang akan dia pakai saat dia akan kuliah nanti


"Selamat sore mbak.." sapa Kanaya ke dua orang wanita staff Receptionist


"Sore..mau ikut audisi yaah?..isi dulu daftar hadirnya ya mbak.." jawab staff Receptionist sambil menggeser buku hadir ke depan Kanaya tanpa menoleh ke Kanaya


"Eh?..anu mbak..saya.."


"Kalau sudah isi daftar hadir..situ isi juga biodata disini.." sambung Receptionist itu sambil memberikan selembar kertas ke Kanaya


Belum juga Kanaya membuka mulutnya untuk menjelaskan alasan kedatangannya..datang ke meja Receptionist seorang pria berbadan agak tambun yang mengenakan earphone di telinganya serta membawa sebuah papan jalan yang dia dekap di dadanya


"Yang mau audisi mana lagi bo?.." tanyanya dengan nada lemah gemulai


(Golongan tulang lunak kayaknya nih)


"Ini kak..mbak nya ini..tapi dia lagi isi form biodatanya dulu.." jawab staff Receptionist


"Ayo buruan..nggak usah isi form-forman lagi.." ajaknya sambil menyaut tangan Kanaya untuk mengikutinya


Kanaya yang bingung..hanya mengikuti ajakan pria itu menuju ke sebuah ruangan yang dibuat untuk sebuah acara audisi..entah audisi apa


"Kamu langsung masuk kesana yaah?..kamu sudah ditunggu sama dewan Juri.." pintanya ke Kanaya sambil menunjuk ke sebuah pintu


"Maaf pak..sebenarnya..sa.."


"Sudah jangan banyak omong..soalnya durasi acaranya sudah akan habis.." potong pria itu sambil mendorong Kanaya menuju ke pintu


Pria itu membuka pintu dan mendorong Kanaya untuk masuk ke dalam sebuah studio. Kanaya yang bingung melihat di depannya ada sebuah panggung dan di depan panggung ada sebuah meja besar yang jadi dewan Juri menilai para kontestan. Di meja ada 4 dewan Juri..2 pria dan 2 wanita


"Sana maju!!.." desis pria itu sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke Kanaya agar maju ke atas panggung


Akhirnya Kanaya melangkahkan kakinya ke arah panggung yang disorot oleh beberapa lampu


"Halo?..siapa namanya?" tanya seorang dewan Juri begitu Kanaya berdiri tepat di tengah panggung


Kanaya sontak menoleh ke arah dewan Juri dan tersenyum rikuh kearah mereka


"Ha..halo?.." jawab Kanaya sambil melambaikan tangannya


Para dewan Juri tersenyum geli melihat Kanaya yang demam panggung di depan mereka. Tapi salah satu dewan Juri memicingkan matanya mempertajam penglihatannya ke arah Kanaya


"Nama kamu siapa?" tanya seorang dewan Juri wanita


"Na..nama..saya..Naya..Kanaya.." jawab Kanaya gugup karena baru pertama kali dia melihat ada tiga buah kamera besar yang merekam dirinya di atas panggung


"Oke..Na..ya?..silahkan unjuk kebolehan kamu.." pinta dewan Juri wanita itu


"Tunggu!!..coba Naya?..kamu copot topi kamu?.." pinta seorang dewan Juri pria yang tadi memfokuskan pandangannya ke Kanaya


Kanaya menoleh ke arah pria yang memintanya mencopot topi bucketnya


"Kak Yoshi?.." tanya Kanaya dalam hatinya yang melihat David Yoshi tersenyum kepadanya


Ternyata David Yoshi menjadi seorang dewan Juri dalam audisi yang diadakan sore ini. Kanaya melepaskan topi bucketnya


"Sekarang kacamata kamu.." lanjut David Yoshi sambil tersenyum sumringah setelah melihat Kanaya melepas topi bucketnya


"Nona Kassandra!!.." pekik David Yoshi sambil bangun dan menghampiri Kanaya di depan meja dewan Juri


David Yoshi yang berteriak senang serta langsung bangun menghampiri peserta audisi..membuat dewan Juri yang lainnya bertanya-tanya


"Apa kabarnya nona Kassandra?.." tanya Davud Yoshi sambil membungkukan sedikit badannya

__ADS_1


"Kabar aku baik kak.." jawab Kanaya


"Nona Kassandra mau ikut audisi nyanyi?" tanya David Yoshi sambil menjabat tangan Kanaya


"Nggak kak..tadi aku disuruh masuk kesini sama bapak-bapak yang ada di depan.." jawab Kanaya sambil menunjuk pintu masuk


"Haaah??.."


David Yoshi hanya bisa bengong..heran mendengar jawaban Kanaya


"Yosh?..siapa cewek itu?..elu kenal?" tanya salah satu dewan Juri wanita ke David Yoshi


"Eh..nona Kassandra..maafin saya yaah?..ayo..nona duduk dulu..ayo.." ajak David Yoshi


Kemudian David Yoshi mengajak Kanaya untuk menghampiri meja dewan Juri dan mempersilahkan Kanaya duduk di kursinya


"Elu elu semua belum pada kenal kan?..sama nona Kassandra?" tanya David Yoshi pada rekan-rekan dewan Juri yang lain


Ketiga dewan Juri hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan David Yoshi


"Geng's?..kenalkan..ini nona Kassandra..putri bungsu dari tuan Stephano..bos kita..bos SATV.." kata David Yoshi memperkenalkan Kanaya ke rekan-rekan dewan Juri


Ketiga dewan Juri sontak membulatkan mata mereka setelah mengetahui jati diri Kanaya sebenarnya. Mereka sontak bangun dan menghampiri Kanaya dan memperkenalkan diri mereka masing-masing


"Nona kenapa ikut audisi segala sih?..iseng atau lagi ngapain?" tanya Mario salah satu dewan Juri yang kebetulan seorang penyanyi


"Apalagi bikin konten?.." sambung Mario


"Tidak kak..tadi aku diseret-seret sama bapak-bapak gendut tadi..terus disuruh masuk kesini.." jawab Kanaya


"Bapak-bapak gendut?.." tanya David Yoshi ke arah rekannya


"Apa si Didu?.." jawab rekannya David Yoshi


"Mampus si Didu!!..anaknya bos di seret-seret dibawa kemari.." sambung Mario


"Ini ajang pencarian bakat yang ada di SATV itu kan ya kak?.." tanya Kanaya yang melihat-lihat suasana studio yang dijadikan tempat audisi


Tiba-tiba..pintu masuk studio terbuka dengan keras dan masuklah pria tambun tadi yang menyuruh Kanaya untuk masuk ke dalam studio


"Boooo!!..nona Kassandra mana?..yang tadi diri disini?" tanyanya dengan wajah pucat pasi


"Mampus gua bo!!..anaknya bos gua seret-seret kemari!!.." pekik Didu yang ketakutan


Didu celingukan mencari keberadaan Kanaya. David Yoshi memberikan kode ke Kanaya agar diam dulu dan bersembunyi di belakangnya


"Hayoloooo...mampus lu Du..nona Kassandra nggak ada disini.." ledek Juri wanita yang bernama Zeta yang berprofesi sebagai bintang sinetron


Didu lalu menghampiri meja dewan Juri


"Ibu Marcela ngamuk-ngamuk di Receptionist..setelah dengar kalau nona Kassandra tadi kesini..tapi nggak ada yang lapor ke dia..hiks..hiks.." isak Didu


"Tapi bagaimana kalau bu Marcela sampai tahu?..kalau nona Kassandra gua bawa kemari?..aaaarrggh.." teriak Didu sambil menutup wajahnya


Kanaya yang duduk di belakang David Yoshi yang berdiri membelakanginya..hanya bisa menahan tawanya


"Tanggung jawab lu..kita-kita mah nggak mau ikut campur.." elak Mario


Tiba-tiba mata Didu menangkap pergerakan seseorang yang duduk di belakang David Yoshi..seperti gadis yang dia cari. Didu segera menyingkirkan badan David Yoshi hingga David Yoshi tersentak kesamping


"Heii!!.." teriak David Yoshi tak terima


"Nona Kassandra!!.." pekik Didu setelah melihat gadis yang ia cari berada di belakang David Yoshi


"Nona tadi kenapa nggak bilang?..kalau nona itu nona Kassandra?..kalau bilang kan nggak saya suruh kesini.." rajuk Didu sambil bibirnya mengerucut


"Habisan bapak nggak mau dengerin saya dulu sih?.." jawab Kanaya


"Maaf non?..bapak?..pfffttt.." tanya David Yoshi menahan tawanya


Meledaklah tawa keempat dewan Juri mendengar Kanaya memanggil Didu dengan panggilan bapak. Tinggal Didu yang merajuk kesal menghentak-hentakan kakinya ke lantai


"Non Kassandraaaa..." rajuk Didu


"Aku masih single begini..kok di panggil bapak sih?.." kesal Didu


"Muka lu boros Du!!.." ledek Zeta


Tak berapa lama masuklah dua orang staff Receptionist menyusul Didu


"Kak Didu..ibu Marcela masih nungguin kakak.." ucap salah satu staff Receptionist


"Non Kassandra..ikut saya yaah?..ibu Marcela marah-marah non..karena nona kesini tidak ada yang memberitahu ke ibu Marcela.." pinta Didu sambil memegang kedua tangan Kanaya


Kanaya lalu bangun dan sebelum keluar dia pamit kepada keempat dewan Juri


"Kakak-kakak sekalian..saya tinggal dulu yaah?..senang berkenalan dengan kakak-kakak sekalian.." pamit Kanaya sambil tersenyum


"Iya nona..kami juga berterima kasih..karena nona sudah mau mampir kesini.." jawab Mario yang di angguki oleh yang lainnya

__ADS_1


"Tapi?..boleh nggak non?..kalau kita minta foto sama nona?.." pinta Zeta


"Boleh kak.." jawab Kanaya


"Du!..potoin kita dulu nih.." pinta Zeta sambil memberikan ponselnya ke Didu


"Kok gua sih bo?..gua kan mau ikutan foto juga.." protes Didu


"Sudaaah..buruan sana.." usir David Yoshi


Akhirnya dengan wajah yang kesal..Didu memfoto Kanaya dengan keempat dewan Juri ajang pencarian bakat yang diadakan SATV


"Terima kasih ya non.." ucap Zeta


"Iya kak..sama-sama.." jawab Kanaya


Kanaya lalu mengikuti Didu yang mengajaknya keluar dari studio


"Jangan diseret lagi Du!!.." goda David Yoshi


Didu hanya melengoskan wajahnya..kesal


"Pyuuh..untung lu sadar Yosh..kalau tadi yang masuk kesini nona Kassandra..kalau nggak?.." ucap Zeta sambil mengangkat kedua bahunya


David Yoshi hanya tersenyum sambil melihat pintu masuk studio


***


Sementara itu di loby gedung SA Corp..tepatnya di depan meja Receptionist..terlihat Marcela tengah memarahi para staff yang bertugas di loby. Marcela marah kepada mereka karena mereka melakukan kecerobohan sampai kehilangan Kanaya di dalam gedung SA Corp. Marcela langsung turun ke loby setelah mendapat laporan dari Frans selaku ketua keamanan di gedung SA Corp dan juga kepala bodyguard yang ditugaskan mengawal Kanaya..melaporkan bahwa Kanaya hilang setelah masuk ke dalam gedung SA Corp


.


-Flashback On-


Frans mendatangi meja Receptionist


"Vit?..tadi nona muda Kassandra kemana?" tanya Frans kepada Vita yang berjaga di meja Receptionist


"Maaf pak?..nona Kassandra?..nona muda tidak lewat di loby pak.." jawab Vita


"Kamu ini bagaimana sih?..tadi jelas-jelas dia lapor ke kamu.." sentak Frans sedikit emosi


"Lapor ke saya pak?..yang mana?" tanya Vita lagi


"Yang tadi..tadi ada cewek pakai topi bucket motif bunga-bunga..rambutnya dikepang dua..sama pakai kacamata.." jawab Frans


Deg


Muka Vita langsung berubah pucat dan keringat dingin mulai terlihat di keningnya. Sepertinya dirinya telah melakukan kesalahan besar. Karena gadis muda yang kriterianya disebutkan Frans barusan memang datang ke meja Receptionist..tapi dia kira gadis itu adalah peserta audisi yang tengah diadakan disini


"Sa..saya mo..mohon maaf pak.." pinta Vita terbata-bata sambil menundukan kepalanya


Frans hanya menatap tajam ke Vita dan rekannya yang hanya menundukan kepalanya


"Kesalahan apa yang sudah kalian perbuat?..hah?.." tanya Frans


"Saya kira..nona muda peserta..audisi pencarian bakat pak..jadi..nona muda saya suruh ikut pak Didu ke studio audisi" jawab Vita yang masih menundukan kepalanya


Braaaak


Frans menggebrak meja Receptionist dengan cukup kencang membuat Vita dan rekannya terjengit kaget


"Lancang kamu!!.." bentak Frans ke Vita


Makin menciut nyali Vita dan rekannya setelah mendengar bentakan Frans


"Kalian cari nona muda sekarang!!..saya beri waktu 15 menit untuk menemukan nona muda..kalau tidak.." pinta Frans yang sengaja menggantung ucapannya


Tanpa banyak bicara..Vita dan rekannya segera keluar dari balik meja Receptionist dan berlari untuk mencari Kanaya. Frans mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang


"Halo?"


"Halo bu Marcela..selamat sore.."


"Sore pak Frans..ada apa pak?"


"Saya mau memberi kabar ke bu Marcela tentang nona muda Kassandra bu.."


"Kenapa dengan nona Kassandra pak?"


Frans lalu menceritakan kronologis kedatangan Kanaya ke gedung SA Corp yang dikira sebagai peserta audisi oleh staff Receptionist..hingga keberadaannya hilang..tidak diketahui sampai sekarang


"Bapak dimana sekarang?"


"Saya di loby bu..di meja Receptionist.."


Marcela langsung memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak. Frans hanya bisa menghela nafasnya pasrah..dirinya harus siap menghadapi amukan dari Marcela setibanya nanti di loby


-Flashback Off-

__ADS_1


.


__ADS_2