
Setelah puas berkeliling di pasar malam..Kanaya mengajak Stu untuk pulang. Dengan memeluk boneka kuda poninya..Kanaya berjalan menuju ke parkiran mobil..Stu yang melihatnya pun tersenyum. Kanaya yang merasa diperhatikan oleh Stu..menoleh dan tersenyum juga
"Ada apa sih kak?..kok ngelihat aku kayak gitu?" tanya Kanaya
"Nggak..kamu kayaknya senang benar malam ini?"
"Iya kak..soalnya malam ini aku akhirnya bisa jalan-jalan ke pasar malam sama kakak..soalnya teman-temanku pada cerita kalau mereka sudah pernah kesini bareng sama pacar mereka.." jawab Kanaya sambil melihat ke depan
Stu lalu memeluk kepala Kanaya dan mengecup pucuk kepala Kanaya yang tertutup topi bucketnya
"Ternyata bahagia kamu sederhana ya Nay?" batin Stu
Tak lama kemudian mobil Honda Jazz hitam itu meninggalkan parkiran taman kota yang dijadikan wahana pasar malam
"Kamu laper nggak Nay?" tanya Stu
"Iya kak..perut aku lapar lagi nih..kita cari makan yuk kak.." jawab Kanaya sambil memperlihatkan deretan giginya yang putih
"Kamu mau makan apa?"
"Mie goreng kak.."
"Oke.."
"Tapi aku maunya makan mie goreng yang biasa aja ya kak?..nggak mau yang di restoran"
Stu berkerut keningnya
"Yang biasa kayak gimana Nay?" tanya Stu bingung
"Kayak yang itu kak.." tunjuk Kanaya ke sebuah penjual nasi goreng yang tengah mangkal di pinggir jalan
"Kamu yakin?.." tanya Stu
"Iya kak.."
Stu akhirnya memarkirkan mobilnya tepat di depan gerobak penjual nasi goreng. Kemudian mereka berdua duduk dan memesan mie goreng kepada bapak penjual nasi goreng. Kehadiran Stu dan Kanaya di situ menarik perhatian para pembeli yang tengah menunggu pesanan mereka
"Itu bukannya tuan muda Stewart yaah?" tanya salah satu pembeli pada temannya
"Iya..ternyata tuan muda Stewart gantengan di lihat langsung yaah?" jawabnya
Para pembeli bertanya di dalam hatinya..siapakah wanita muda yang duduk bersama dengan Stu menunggu pesanan mie goreng..yang menurut mereka wanita itu terlalu muda untuk ukuran Stu yang terlihat dewasa dan berkharisma. Diantara pembeli itu ada yang diam-diam memfoto Stu dan Kanaya dan segera dibagikan di akun sosial medianya. Mungkin foto itu akan menjadi viral di kemudian hari
"Silahkan mbak..ini mie gorengnya.." ucap bapak penjual setelah menaruh sepiring mie goreng di depan Kanaya
"Terima kasih pak.." jawab Kanaya
Sebelum bapak penjual menaruh piring kepunyaan Stu..sesaat dia menelisik heran dan tak lama kemudian kedua matanya terbelalak kaget
"Tu..tuan muda Stewart?.." tanya bapak penjual nasi goreng
Stu mendongak melihat bapak penjual nasi goreng
"Iya pak?" sahut Stu
"Waah..mimpi apa saya semalam..warung saya sampai kedatangan tuan muda malam ini.." ucap bapak penjual sambil menaruh mie goreng di depan Stu
Stu hanya tersenyum rikuh mendengar perkataan bapak penjual
"Silahkan dinikmati mie goreng buatan saya tuan muda.."
"Iya pak.."
"Tapi mohon maaf tuan muda..boleh saya minta foto dengan tuan muda?" tanya bapak penjual nasi goreng dengan sungkan..takut menyinggung perasaan Stu
"Boleh pak..silahkan.." jawab Stu
Bapak penjual nasi goreng menyuruh anak buahnya untuk memfoto dirinya dengan Stu
"Terima kasih tuan muda..maaf kalau saya sedikit mengganggu.."
"Tidak apa-apa pak.." jawab Stu sambil tersenyum
"Mari tuan muda..silahkan dinikmati pesanannya.."
__ADS_1
Stu lalu mulai menyantap mie goreng yang ada di depannya
"Enak kan kak?" tanya Kanaya
"Hu'uh..not bad.." jawab Stu
Kanaya melihat beberapa pembeli khususnya wanita..diam-diam memfoto dirinya dengan Stu yang tengah memakan mie goreng
"Kak?..kalau sudah..kita pulang yuk?.." ajak Kanaya
Stu yang melihat Kanaya yang tidak nyaman selagi memakan mie gorengnya..mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya dan dia maklum atas apa yang membikin Kanaya tak nyaman
"Ayo Nay..kita pulang sekarang.."
"Mie goreng kakak belom habis tuh.." ucap Kanaya yang melihat mie goreng kepunyaan Stu yang masih setengah
"Kakak sudah kenyang.." jawab Stu
Para pengunjung saling berbisik melihat Stu menggandeng Kanaya setelah membayar makanannya
***
"Kamu tadi nggak nyaman yaah?..selagi kita makan disana.." tanya Stu yang tengah menyetir
"Iya kak.." jawab Kanaya
"Aku nggak biasa kak..kalau lagi makan dilihatin sama orang-orang.." sambung Kanaya
Stu pun tersenyum..dia pun mengelus pucuk rambut Kanaya dengan lembut
"Mangkanya kak..aku punya rencana besok untuk aku kuliah.."
"Rencana apa?" tanya Stu
"Aku pengen..selama aku kuliah..aku tidak ingin orang-orang yang ada di kampus nanti mengenalku sebagai Kassandra..putri dari ayah Stephano..aku mau jadi Kanaya kak..gadis biasa yang sedang menuntut ilmu di Universitas.." jawab Kanaya
Stu keningnya berkerut heran
"Lho?..kok bisa kayak begitu Nay?"
"Iya kak..aku ingin orang-orang yang akan berteman dengan diriku..tulus kak..tidak memandang status aku sebagai putri dari seorang raja media tanah air.."
"Mangkanya..aku jadinya kuliah disini kak..di Jakarta.."
"Hah?..beneran Nay?..kamu nggak jadi kuliah di luar negeri?" tanya Stu
Kanaya menganggukan kepalanya sambil tersenyum
"Aku nggak mau melihat ibu sedih kak..jauh dari aku kalau aku kuliah di luar negeri.."
Selagi mobilnya berhenti di lampu merah..Stu segera menyaut kepala Kanaya dan mengecup pucuk rambut Kanaya dengan lembut
"Kakak senang kalau kamu kuliahnya disini.." ucap Stu
"Tapi kakak nanti dukung rencana aku yaah?" pinta Kanaya
"Rencana apa?"
"Selagi aku kuliah..kakak jangan kenal sama aku yaah?..aku mau menjadi Kanaya selama aku kuliah.." jawab Kanaya
"Aunty sama uncle sudah tahu rencana kamu?" tanya Stu
"Belum kak..besok aku mau ngomong sama ayah dan ibu..oh iya kak..tolong bilang juga sama mommy dan daddy ya kak?..soal rencana aku ini.."
"Oke..tenang saja..nanti kakak ngomong sama mommy dan daddy.." jawab Stu
"Terima kasih ya kak.."
Stu kembali menganggukan kepalanya. Stu berpikir..Kanaya sepertinya belum siap untuk menerima hidupnya yang berubah menjadi 180 derajat semenjak Kanaya bertemu dengan kedua orangtua kandungnya. Dari seorang Kanaya..gadis remaja yang berasal dari desa..menjadi sesosok Kassandra..putri bungsu dari tuan Stephano yang dikenal sebagai seorang raja media di tanah air
.
____________________
.
__ADS_1
Setelah selesai dengan ritual mandi paginya..Kanaya segera keluar dari kamarnya dan menuju ke meja makan..dimana dirinya sudah ditunggu oleh kedua orangtuanya untuk sarapan
"Selamat pagi ayah..ibu..kak Alf.." sapa Kanaya begitu tiba di meja makan
"Pagi sayang.." jawab tuan Stephano dan nyonya Delores berbarengan
Kanaya mencium pipi nyonya Delores..setelah itu dia duduk di sebelah ibunya
"Kamu sudah rapi begini..memangnya mau kemana dek?.." tanya Alf
"Mau jalan sama Maria kak.." jawab Kanaya
"Mau jalan kemana sayang?" tanya nyonya Delores
"Mau nyari perlengkapan buat aku kuliah bu.." jawab Kanaya
"Mau diantar pak Nano tidak?.." giliran tuan Stephano yang bertanya
"Tidak usah Yah..nanti aku nebeng sama mobilnya Maria.."
Setelah selesai menyajikan sarapan pagi buat keluarga tuan Stephano..pak Dan beserta tiga orang pelayan pamit undur diri ke belakang
"Kenapa nggak bawa mobil kamu sendiri saja sih dek?..sayang kan..mobil kamu kelamaan parkir di garasi..nggak pernah kamu pakai.." usul Alf sambil menyesap kopinya
"Aku kan nggak bisa bawa mobi kak.." jawab Kanaya
"Ya belajar mangkanya.." potong Alf
"Iya iya..nanti ajah kak..kalau aku sudah ada niat..baru aku belajar setir mobil.." sahut Kanaya
"Oh iya..ayah..ibu..kak Alf..aku sudah memutuskan..kalau aku mau kuliah di sini..di Jakarta.." kata Kanaya sambil melihat ke semua yang ada di meja makan satu persatu
"Kamu yakin sayang?..nggak mau di Paris?..atau di Amerika?.." tanya nyonya Delores
"Nggak ibu..aku mau kuliah disini saja..aku nggak mau pisah sama ibu..sama ayah dan kak Alf lagi.." jawab Kanaya sambil tersenyum
Nyonya Delores pun tersenyum haru..dia lalu mengecup pucuk rambut putrinya dengan lembut. Diikuti oleh Alf dan tuan Stephano yang saling pandang dan tersenyum
"Tapi?..aku ada permintaan ke ayah..ibu dan kak Alf.." pinta Kanaya
"Apa itu Sandra?" tanya tuan Stephano
"Aku mau..selama nanti aku kuliah..aku mau menjadi Kanaya..seorang gadis remaja yang berasal dari desa..bukan sebagai Kassandra.."
"Kenapa begitu sayang?" tanya nyonya Delores
"Aku nggak mau teman-temanku nanti tahu latar belakangku bu..aku mau mempunyai teman yang tulus mau berteman dengan aku tidak memandang status aku nantinya..aku mau mereka menerima aku apa adanya.." jawab Kanaya
Nyonya Delores melihat ke suaminya..meminta pendapat tentang permintaan Kanaya barusan. Tuan Stephano hanya mengangguk ke nyonya Delores
"Baiklah Sandra..kalau itu maumu..tapi ayah tidak serta merta melepas kamu di sana yah?..ayah nggak mau terjadi apa-apa dengan putri ayah nantinya.." ucap tuan Stephano
"Ayah ada rencana apa?" tanya Alf
"Ayah akan menempatkan beberapa bodyguard di kampus Sandra nanti Alf.." jawab tuan Stephano
"Apa itu malah mengundang perhatian orang Yah?" tanya Alf lagi
"Tidak..ayah akan menempatkan bodyguard di dekat adikmu yang tidak akan mereka sadari..mereka akan berbaur laksana mahasiswi lainnya.."
"Mereka itu perempuan Yaah?" tanya Kanaya
"Iya sayang.." jawab tuan Stephano
.
.
###########
.
Author mengucapkan selamat menunaikan ibadah Puasa di bulan Ramadhan. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Alloh SWT
Amiin..Amiin..Amiin..YRA
__ADS_1
.
###########