
Sekitar jam 2 siang..pesawat yang membawa Stu dan Kanaya mendarat di bandara internasional Pearson Toronto,Canada
Stu melihat Kanaya yang sepertinya terkena jetlag..berjalan lesu dengan memegangi kepalanya..dia gandeng tangan Kanaya untuk menuju ke sebuah mobil yang menunggunya
"Nanti kalau sudah sampai dirumah..kamu bisa tidur yaah?" ucap Stu yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Kanaya
Stu membalas sapaan pria yang menunggu di depan mobil yang akan menjemputnya
Setelah didalam mobil..Stu menarik tubuh Kanaya ke dalam pelukannya
"Kepala kamu masih pusing?" tanya Stu lembut sambil membelai pucuk rambut Kanaya
"Iya kak..sedikit.." jawab Kanaya lesu
"Biasa Naya..kalau buat orang yang pertama kali naik pesawat..apalagi jarak jauh kayak gini..memang begini..saya dulu juga sama kayak kamu kok Naya..lemes..ngantuk..kepala pusing..tapi nanti lama-lama kamu juga terbiasa" hibur Stu
Kanaya mengangguk lemah di pelukan Stu
"Hp kamu mana?..sini..saya setting dulu..supaya bisa kamu pakai disini.."
Kanaya bangun dari pelukan Stu dan megambil handphonenya yang dia simpan di tasnya
Setelah memberikan handphonenya ke Stu..Kanaya menelusup kembali ke pelukan Stu
Stu tersenyum melihat Kanaya memeluk dirinya tanpa diminta lagi
"Kak?" panggil Kanaya lirih
"Hmm..apa?" jawab Stu
"Masih jauh ya kak?..rumah kakak?" tanya Kanaya
"Nggak..dikit lagi kita sampai..kenapa?"
"Perut aku mual kak.."
"Oooh..nggak apa-apa..kamu bawa tidur ajah yaah?..nanti juga hilang mualnya.." jawab Stu
Kanaya berusaha memejamkan matanya ditengah derita jetlag yang menderanya
Stu yang tengah menyeting handphone Kanaya..tiba-tiba handphonenya berdering..dengan cepat dia jawab panggilan supaya dering telponnya tidak menggangu Kanaya yang sudah tertidur di pelukannya
"Halo?.." sapa Stu
"Kamu sudah sampai mana Stu?"
Stu lihat layar handphonenya..mommy nya ternyata yang memanggilnya
"Baru keluar bandara mom..mungkin sekitar lima belas menit lagi kami sampai.."
"Kami?..kamu beneran bawa calon menantu mommy?"
Stu mencebik kesal mendengar mommynya terkekeh di sambungan teleponnya
"Ck..iya mom..demi mommy ku yang tercinta.."
"Good job Stu..ternyata kamu nurut apa permintaan mommy..hihihi.."
"Oh iya mom..tolong siapkan kamar buat Naya yaah?..dia kena jetlag mom.."
"Of course my dear..sudah mommy siapkan semuanya buat calon menantu mommy tercinta.."
"Mom!..please!.." potong Stu yang jengah menyebut Kanaya sebagai menantunya
"Oke..oke..maafin mommy Stu..mommy cuma senang kalau anak mommy ini ternyata masih normal..hihihi..oh iya Stu..bisa kau kasihkan hp mu ke calon menantu mommy?..mommy mau say hallo ke dia.."
"Nanti saja mom..Naya nya lagi tidur..oh iya mom..nanti bilang ke orang-orang di mansion..kalau bisa nanti bicaranya pakai bahasa Indonesia ya mom..aku nggak mau Naya nggak nyaman selama berada disini.." pinta Stu ke mommy nya
"Of course my dear..nanti mommy akan bilang ke semua orang"
"Sudah ya mom..bye.."
"Bye my dear.."
Stu menaruh handphonenya dan merapatkan pelukannya sambil mengecup pucuk rambut Kanaya dengan lembut
"Pardon me Sir..she cant speak English?" tanya pria yang yang menjemput Stu
"Not really..but you must speak Bahasa if you front her yaah?..mengerti?" perintah Stu
"Mengerti Sir.." jawabnya menggunakan bahasa Indonesia dengan dialek bule nya
Stu lebih memilih menggunakan bahasa asal mommynya..bahasa Indonesia..ketimbang bahasa Inggris..kalau dia berkunjung ke mansion daddy nya
Oleh mommy Angel semua pegawai yang bekerja di mansion daddy nya Stu yang seluruhnya adalah bule..dikursuskan belajar bahasa Indonesia yang gurunya sengaja didatangkan khusus dari Indonesia
________________
Sampailah Stu di sebuah mansion yang cukup mewah dan megah..mansion pribadi kepunyaan tuan Tony Wijaya
Halaman depan yang luas dan disuguhi pemandangan danau Ontario di depan mansion
Seorang pelayan membukakan pintu mobil..begitu mobil berhenti di carport teras mansion
Stu membopong Kanaya yang masih tertidur untuk dia bawa ke dalam
"Selamat datang mas Stu.." sapa seorang laki-laki berumur 60 tahun yang merupakan kepala pelayan di mansion ini
"Halo pak Ken.." balas Stu sambil masuk ke dalam
Pelayan yang berjejer memberikan salam hormat pada Stu begitu dirinya lewat didepan mereka
Dari dalam munculah seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usianya
Dialah mommy Angel Louis Wijaya..mommy Stu..mommy Angel tersenyum sumringah menyambut kedatangan Stu..putra semata wayangnya
"Anak mommyyyyy..."
Suara mommy Angel langsung terhenti tak kala Stu memberikan isyarat agar diam jangan berisik karena Kanaya masih tertidur di bopongannya
__ADS_1
Mommy Angel spontan menutup mulutnya dengan kedua tangannya
"Sorry my dear.." ucap lirih mommy Angel
Mommy Angel menyuruh Stu untuk mengikuti dirinya menuju ke kamar khusus untuk Kanaya yang berada di lantai dua mansion
Mommy Angel yang penasaran dengan Kanaya..melirik ke Kanaya yang ada di bopongan Stu
"Uuuuh..manis sekali.."
Seorang pelayan membukakan pintu kamar untuk Stu..setelah didalam kamar..Stu membaringkan Kanaya di atas ranjang yang besar dan mewah
Kanaya menggeliat sebentar saat Stu menyelimuti badannya
Kemudian Stu keluar dari kamar..dimana di depan pintu kamarnya mommy nya sudah menunggu dirinya..Stu menutup pintu kamar dengan perlahan
"Mom?.." sapa Stu sambil memeluk mommy Angel
"Anakku..apa kabarmu sayang?.." balas mommy Angel sambil mencium pipi Stu
"Kabarku baik mom.." jawab Stu sambil melepaskan pelukannya
Momny Angel mengusap-usap kepala Stu dengan lembutnya..Stu mengajak mommy nya untuk beranjak dari depan pintu kamar karena tidak mau menggangu Kanaya yang sedang tidur di dalam kamar
"Kamu mau makan atau mau apa Stu?" tanya mommy Angel
"Aku mau istirahat dulu mom.." jawab Stu sambil duduk di sofa ruang keluarga
"Daddy mana mom?" tanya Stu
"Daddy mu sedang di kantor..sekarang dia langsung on the way pulang..begitu tahu kalau dirimu sudah mendarat.." jawab mommy Angel
Seorang pelayan menyuguhi Stu dengan segelas kopi di meja
"Silahkan tuan"
"Terima kasih " jawab Stu
Momny Angel tersenyum mendengar Stu mengucapkan terima kasih kepada pelayan yang menyuguhi minumannya..karena dari kecil dulu..Stu sangat jarang bahkan tidak pernah mengucapkan terima kasih pada semua orang
"Stu..siapa nama calon menantu mommy?" tanya mommy Angel yang sudah tidak sabaran
"Kanaya mom" jawab Stu sambil meminum kopinya
"Cantik Stu..imut sekali..ternyata anak mommy ini pintar juga kalau mencari calon istri.." puji mommy Angel sambil terkekeh
"Mom?.."
"Apa sayang?"
"Mommy nanti kalau didepan Naya..mommy jangan sebut dia calon menantu mommy yaah?" pinta Stu
"Lho?..kok jangan?..kenapa?" tanya mommy Angel heran
"Aku nggak enak sama Naya mom.." jawab Stu dengan wajah mengiba
"Iya..soalnya..aku belum menembak Naya mom.."
"Ooooh..masalah itu tooh..ndak masalah..toh lama-lama..Naya pasti akan jadi mantu mommy nantinya.." ucap mommy Angel penuh percaya diri
Stu menyeruput lagi kopi hitamnya
"Kenapa belum kau tembak Stu?" tanya mommy Angel
"Stu bingung mom.." jawab Stu
Ditengah perbincangan antara mommy Angel dan Stu..handphone mommy Angel berdering..dia lihat nyonya Delores memanggilnya
"Halo?.."
"Halo Adel?..waaah..sudah lama yaah?..kita nggak nelpon-nelponan..ada apa?..apa ada masalah penting?.."
"Anggie?..apa anakmu sudah mendarat?"
"Stu?..iya..dia ada didepanku sekarang.."
Stu sontak menoleh ke mommy nya..saat namanya disebut di pembicaraan mommy nya
"Bisakah kita bicara jangan di depan anakmu?"
"Ada apa sih?.."
"Sudahlah..bisakah kau pindah dulu..ada hal penting yang mau aku bicarakan sama kamu"
"Oke..oke..hmmm..Stu..mommy tinggal sebentar yaah?" pamit mommy Angel sambil beranjak dari sofa ruang tengah
Stu hanya bisa mengangkat bahunya melihat mommy nya pindah saat sedang menelpon
Stu lalu bangun dan menuju ke kamarnya..dia ingin segera mengistirahatkan badannya yang terasa pegal-pegal sehabis penerbangan Jakarta-Canada
___________________
Kanaya menggeliat sambil merentangkan kedua tangannya
"Uuuggh...aku dimana ini?" ucap lirih Kanaya yang menyadari dirinya ada di sebuah kamar yang masih asing
Dia ingat..terakhir dia tertidur di pelukan Stu
Mata Kanaya mengedar ke sekeliling kamar yang terlihat mewah
"Apa ini kamar di rumahnya orangtua kak Stu?"
Kanaya singkap selimut yang membungkusnya..langsung tiba-tiba rasa dingin segera menyergapnya..maka dia putuskan untuk kembali lagi ke dalam selimutnya
"Brrrr..kok dingin banget yaaah?..kak Stu kemana lagi?"
Kanaya mencari handphonenya..dia lihat handphonenya tergeletak di nakas samping ranjangnya..segera dia ambil dan dia lihat di layar handphonenya banyak notif pesan dan panggilan tak terjawab sebanyak 10 kali
"Kak Alf?..kak Alf nelpon aku ada apa yaah?" monolog Kanaya
__ADS_1
Kanaya melupakan sejenak notif panggilan tak terjawab dari Alf..dia segera menelpon Stu
"Halo kak?.."
"Halo Naya?..sudah bangun?"
"Sudah kak..kakak dimana?"
"Saya di halaman belakang..sebentar yaah?..saya ke kamar kamu.."
Dengan membelitkan selimut tebal ke tubuhnya..Kanaya turun dari ranjang dan berjalan ke arah jendela kamar
"Ya Alloh..cakep banget.."
Kanaya mengagumi pemandangan indah danau Ontario dari lantai dua mansion
Dia melihat aktifitas orang-orang di danau Ontario..ada yang bercengkrama di pinggiran danau..ada yang memancing dan sebagainya
Terbersit di hatinya untuk turun ke danau dan mandi disana
(Ini bukan dikampung kamu non..)
Ceklek..
Kanaya menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka..dia lihat Stu masuk ke dalam
"Halo Sleepy Head..sudah bangun?" tanya Stu sambil tersenyum
"Iya kak.." jawab Kanaya
"Gimana?..sudah hilang pusingnya?"
"Sudah kak..pusing sama mual aku sudah hilang.."
Stu tersenyum sambil mengelus-elus pucuk rambut Kanaya
"Pasti hilanglah..orang kamu tidurnya lama bener.." ucap Stu
"Lama kak?..memangnya aku tidur berapa lama?"
"Hampir 16 jam.."
"HAAAAH??"
Kanaya tidak percaya..kalau dirinya sampai tertidur begitu lama
"Mosok sih kak?" tanya Kanaya tidak percaya
"Iya..saya pikir kamu itu tidur atau pingsan?"
Stu melihat selimut yang melilit tubuh Kanaya
"Kenapa Naya?..dingin?"
Kanaya menganggukan kepalanya
"Iya kak..dingin banget..sekarang jam berapa sih kak?" tanya Kanaya
"Jam 8 " jawab Stu
"Helloooo?..sudah bangun Naya?"
Kanaya melihat di pintu kamar..mommy Angel dan daddy Toni masuk ke dalam kamar
Kanaya menberikan senyuman dan anggukan kepalanya hormat ke kedua orangtua Stu
"Sudah nyonya..maaf..kalau saya tidurnya terlalu lama.." ucap Kanaya sambil tersipu malu
"Oooh..tidak apa-apa sayang. kenalkan..saya Angel..mommynya Stu..ini Tony..daddynya Stu" kata mommy Angel sambil memperkenalkan dirinya ke Kanaya
"Salam kenal nyonya..saya Naya..salam kenal tuan..saya Naya" jawab Kanaya
"Halo Naya.." sapa daddy Tony
"Naya..kamu sekarang mandi dulu yaah?..setelah itu..kamu mommy tunggu di bawah untuk sarapan..yaah?"
"Iya nyonya.." jawab Kanaya
"Panggil saya mommy ya Naya?..jangan nyonya" pinta mommy Angel sambil tersenyum
"I..iya mom..my.." jawab Kanaya rikuh
"Saya juga..jangan panggil saya tuan yaah?..panggil saya daddy..sama seperti Stu memanggil kami" pinta daddy Tony
"Iya daddy.."
"Ya sudah Naya..kami tinggal yaah?..nanti biar Nanny yang bantu kamu untuk siap-siap"
"Baik mommy..terima kasih"
Mommy Angel memanggil dua orang pelayannya untuk membantu Kanaya membersihkan diri
"Saya tinggal ya Naya.." pamit Stu
"Iya kak.."
Sepeninggal Stu yang keluar..masuklah dua orang pelayan mansion ke dalam kamar
"Halo nona..selamat pagi..perkenalkan nama saya Grace..ini teman saya Martha.." sapa seorang pelayan
Kanaya kaget..karena ada bule wanita yang lancar berbahasa Indonesia disini
"Mbak..bisa ngomong Indonesia?" tanya Kanaya kaget
"Iya nona..sama nyonya besar kami diwajibkan untuk lancar berbahasa Indonesia disini.." jawab Grace sambil tersenyum
"Mari nona..kami bantu untuk mandi.."
Dengan dibantu oleh dua orang pelayan mansion..Kanaya membersihkan dirinya sambil meregangkan ototnya yang kaku selama perjalanan ke sini
__ADS_1