
Dua buah mobil mewah berhenti di parkiran khusus Bandara Internasional Pearson,Toronto
Dari masing-masing mobil keluar Stu dan Kanaya..serta daddy Tony dan mommy Angel
"Myh..Naya pamit yaah?..terima kasih..mommy sudah mau menerima Naya nginap di rumah mommy dan daddy.." pamit Kanaya
"Iya sayang..kamu jangan kapok main ke sini yaah?" jawab mommy Angel sambil mencium kedua pipi Kanaya
Setelah pamit dengan daddy Tony dan mommy Angel..Stu dan Kanaya melambaikan tangannya sambil masuk ke dalam terminal keberangkatan
"Would it be better if Stu knew Naya's status honey? ( Apakah lebih baik Stu tahu status Naya sayang?)" tanya daddy Tony sambil memeluk pinggang ramping mommy Angel
"Not yet..Adel has told to me..so that Stu doesn't know first..that Naya is Kasandra the daughter of Adel.. (Jangan dulu..Adel berpesan padaku..Stu jangan tahu dulu..kalau Naya itu adalah Kasandra..putrinya Adel) " jawab mommy Angel sambil tersenyum
"Does that mean that our plan to match Stu with Kasandra is done yaah? (Rencana kita untuk menjodohkan Stu dengan Kasandra tetap berjalan yaah?) " tanya mommy Angel
"Of course honey.. (Tentu saja sayang) " jawab daddy Tony
"Next week..we give him surprise..we going back to Indonesia.. (Minggu depan..kita beri dia kejutan..kita akan pulang kembali ke Indonesia)" sambung daddy Tony
"Are you sure honey? (Apa kau yakin sayang) " tanya mommy Angel dengan mata yang berbinar-binar
Daddy Tony menganggukan kepalanya
"Thankyou honey.. (Terima kasih sayang) " girang mommy Angel sambil memeluk daddy Tony dengan eratnya
_______________
Stu dan Kanaya masuk ke dalam private jet yang menunggu mereka di landasan pacu
"Naya?.." panggil Stu begitu duduk di kursinya
"Iya kak?"
"Kalau kamu masih takut kayak kemarin..sini..kamu bisa duduk di pangkuan saya" pinta Stu. (Modus)
Kanaya bangun dan duduk di pangkuan Stu dan memeluk leher Stu..Kanaya tidak berpikir kalau Stu mau macam-macam dengan dirinya..karena dirinya sudah takut terlebih dahulu saat pesawat akan take off
"Sudah nyaman belum?" tanya Stu sambil memeluk Kanaya
Kanaya hanya diam sambil menganggukan kepalanya..dia langsung menelusupkan wajahnya di ceruk leher Stu begitu merasakan pesawat bergerak ke runway
"Allohu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa nauum.."
Kanaya melafalkan ayat suci Al Qur'an..ayat Kursi keluar dari bibirnya untuk meredam ketakutannya
Stu menenangkan Kanaya dengan mengelus-elus punggung Kanaya
Hingga matanya melihat sebuah pemandangan yang menggoda..leher jenjang Kanaya berada beberapa centi dari bibirnya
Kanaya mengeratkan pelukannya begitu pesawat take off
"Allooooohuakabaaaar!!..." jerit Kanaya
Setelah agak tenang..Stu menggenggam tangan Kanaya
"Naya?..sudah di atas awan nih..kamu mau makan nggak?" tanya Stu lirih di telinga Kanaya
Kanaya angkat kepalanya dari ceruk leher Stu dan mengangguk dan turun dari pangkuan Stu pindah ke kursinya sendiri
"Maafin Naya ya kak..Naya orang kampung yang baru pertama kali naik pesawat..ngerepotin kakak.."
Stu hanya tersenyum
"Nggak apa-apa Naya..mangkanya kamu dibiasain naik pesawat yaah?..biar rasa takut kamu nanti hilang.."
"Iya kak.."
Tak lama kemudian pramugari membawakan mereka makan siang
"Kak?..obat yang kakak kasih ke Naya kemarin..masih ada nggak?" tanya Kanaya
"Masih..kenapa?"
"Aku minta lagi ya kak..supaya aku nggak mabuk.."
"Iya..kamu makan dulu yaah?..nanti setelah makan baru kamu minum obatnya.."
Kanaya menganggukan kepalanya
__________________
Alf keluar dari mobilnya yang berhenti di garasi mansion ayahnya..dia merasa ada pesan masuk ke handphonenya
Dia baca pesan yang masuk..seketika itu juga..muka Alf berubah dengan ceria..dia segera bergegas masuk ke dalam rumahnya
"Ibuuuu?..buuu?" panggil Alf
Nyonya Delores yang tengah menonton televisi bersama tuan Stephano di ruang keluarga..menoleh ke arah Alf
"Ada apa Alf?" tanya nyonya Delores
"Kasandra bu..Kasandra sudah take off menuju ke Indonesia.." jawab Alf sambil duduk di sebelah ibunya
"Apa?..Kasandra akan pulang?..kapan Alf?..kapan putri ibu sampai..kita harus menjemputnya Alf..ayo nak.." tanya nyonya Delores secara beruntun ke Alf
Alf hanya tersenyum sambil menenangkan ibunya
"Ibu?..sabar yaah?..mungkin 8 jam lagi Kansandra baru mendarat" jawab Alf
Sontak wajah nyonya Delores menyiratkan kesedihan..Alf segera memeluk ibunya
"Sabar ya ibuku sayang..kita pasti ketemu dengan Kasandra lagi.." bujuk Alf
"Nanti Alf sendiri yang akan menjemput Kasandra" kata Alf sambil menguraikan pelukannya
Tuan Stephano bangun dan pindah ke sebelah istrinya
"Sabar ya bu..sekarang kan sudah malam..kita istirahat dulu yaah?..biar besok kita bisa menyambut Kasandra pulang.." pinta tuan Stephano
"Iya bu..sekarang lebih baik ibu sama ayah istirahat dulu.." sambung Alf
Akhirnya dengan tidak ikhlas..nyonya Delores mengikuti ajakan suaminya untuk istirahat di kamar mereka
"Besok kamu jangan sampai lupa ya Alf.." pinta nyonya Delores pada Alf
"Iya ibu..Alf pasti nggak akan lupa.." jawab Alf sambil tersenyum
Alf melihat kembali pesan yang dikirim oleh Kanaya ke handphonenya
"Ibu sudah nggak sabar dek..untuk ketemu sama kamu.."
Alf kemudian bangun dan menuju ke kamarnya
Setelah mengganti baju dengan kaos dan celana boxernya..Alf masuk ke dalam kamar mandi..dia cuci mukanya di wastafel
Dia tersenyum ketika jarinya menyentuh bibirnya
"Beruntung sekali kau Alfonso..kau mendapatkan ciuman pertamanya Cindy.."
-Flashback On-
Ting...
Terbuka lift di lantai 20 di apartement Yellow Garden..Alf keluar dengan menggandeng Cindy untuk menuju ke unit apartementnya
"Alf nggak masuk?" tanya Cindy yang melihat Alf berdiri di depan pintu
"Cindy mengundang Alf untuk nginap?..hmmm?" goda Alf
"Mmmm..bu..bukannya..ini apartement nya Alf?" tanya Cindy dengan muka merona merah
"Ibu kan sudah bilang..kalau apartement ini sekarang punya Cindy..bukan punya ku lagi.." jawab Alf
__ADS_1
Alf mendekati Cindy..Cindy yang tidak tahu maksud Alf..mundur hingga terbentur lemari yang ada di belakangnya
"A..Alf..mau apa?" tanya Cindy lirih
"Mau mengucapkan selamat malam Cindy.." jawab Alf sambil memegang dagu Cindy
Dengan lembut..Alf mengecup bibir mungil Cindy..Cindy langsung memejamkan matanya
Ciuman Alf berubah menjadi ciuman panas yang membuat Alf ingin berbuat ke fase selanjutnya
Mata Cindy terbuka tak kala..bibir bawahnya di gigit dengan lembut oleh Alf..membuat bibir Cindy terbuka dan lidah Alf langsung menelusup masuk kedalam mulut Cindy untuk mengexplore rongga mulut Cindy
Alf melepaskan ciumanya..begitu dia merasa Cindy kehabisan pasokan oksigennya
"I love you Cindy.." ucap lirih Alf
Cindy tidak menjawab..dia pegang bibirnya yang habis dicium oleh Alf
"Apa baru yang pertama kali Cindy?" tanya Alf sambil tersenyum
Cindy menatap mata Alf..sambil mengangguk
"Alf sudah mengambil ciuman pertama Cindy" jawab Cindy
Alf langsung memeluk Cindy dengan eratnya
"Terima kasih Cindy..sudah memberikannya padaku.." ucap Alf sambil mengecup pucuk rambut Cindy
Cindy memejamkan matanya..meresapi pelukan Alf yang begitu menghanyutkan hatinya
"Sudah..kamu sekarang tidur yaah?..sudah malam..besok kamu kerja kan?" pinta Alf sambil mengurai pelukannya
"Iya Alf.."
Cindy mengantar Alf ke pintu
"Selamat malam sayang.." pamit Alf sambil mengecup kening Cindy
"Selamat malam juga Alf.."
"Mimpi yang indah yaah?"
Cindy mengangguk..Alf lalu menuju ke lift dan dia melihat Cindy masih berdiri di pintu melihat dirinya menunggu lift
"Masuklah Cindy.." pinta Alf
"Cindy tunggu Alf masuk ke dalam lift dulu.."
Ting...
"Daaaaa sayang.." pamit Alf sambil masuk ke dalam lif
Cindy melambaikan tangannya..setelah pintu lift tertutup..dia menutup pintu apartementnya
-Flashback Off-
____________________
Pukul 2 dini hari..sebuah private jet berjalan pelan menuju ke shelter khusus kedatangan bagi pesawat carter dan pribadi..setelah dipastikan benar-benar berhenti..pintu samping pesawat terbuka..dua orang Pilot dan Co-Pilot beserta dua orang Pramugari turun untuk menunggu Stu dan Kanaya turun dari pesawat
Tak lama kemudian..Stu turun terlebih dahulu disusul Kanaya di belakangnya
Stu mengucapkan terima kasih kepada Mr Johansson dan Mr Frederic atas pelayanan penerbangan dari Canada ke Indonesia..Stu menawarkan kepada para awak kru private jet nya untuk berlibur di cottagenya yang berada di pulau Bali selama tiga hari
Kanaya tak ketinggalan mengucapkan terima kasih ke dua orang Pramugari yang selama penerbangan banyak membantu dirinya
Setelah itu keduanya segera keluar menuju ke terminal kedatangan Bandara
Di loby..mereka sudah ditunggu oleh pak Dirman dan Riko
Setelah memasukan koper kepunyaan Kanaya ke bagasi mobil..mobil mewah kepunyaan Stu meninggalkan area Bandara
"Nanti tiket jam 10 sudah aku persiapkan untuk kita ke Lombok boss.." kata Riko sambil menoleh ke belakang
"Kita yang harus kesana Riko?.." tanya Stu
"Ck..menyusahkan sekali..kenapa nggak disini saja kau arrange pertemuannya?"
"Mereka menolaknya boss..walaupun sudah aku bujuk..mereka tetap mau kau yang datang kesana.."
"Disini yang punya duit siapa sih?..kok mereka sampai berani ngatur-ngatur aku..sial!!" umpat Stu
Stu mengusap wajahnya dengan kasar..saat dia menoleh ke samping..dia lihat Kanaya telah tertidur dengan menyenderkan kepalanya ke kaca jendela mobilnya
Stu merutuki kelupaannya akan Kanaya yang terkena jetlag setelah penerbangam yang cukup lama..dengan perlahan..Stu menarik Kanaya ke dalam pelukannya
"Kak..." gumam Kanaya lirih sambil memeluk Stu
"Sudaah..tidur lagi..nanti kamu nggak usah sekolah dulu yaah?.." bisik Stu
"Hmmmm.."
Kanaya hanya memberikan dehemannya untuk menjawab pertanyaan Stu..matanya terlalu berat untuk dibuka
Dengan lembut Stu mengecup pucuk rambut Kanaya
________________
Setelah selesai dengan ritual mandi paginya..Alf keluar dari kamarnya dan menuju ke meja makan untuk sarapan
Di dapur dia lihat ibunya sibuk mengarahkan beberapa pelayan yang tengah memasak berbagai aneka makanan
Alf tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya..melihat ibunya sangat antusias menyambut adiknya..Kanaya..pulang
"Pagi Yah.." sapa Alf pada tuan Stephano yang sudah siap di meja makan
"Pagi Alf.." balas tuan Stephano
Dua orang pelayan segera menyajikan sarapan pagi buat Alf dan tuan Stephano
"Ibu nggak ikut sarapan Yah?" tanya Alf
"Ibumu sedang sibuk menyajikan makanan untuk adikmu nanti.." jawab tuan Stephano sambil tersenyum
Alf menoleh ke arah dapur saat mendengar ibunya berteriak histeris..karena udang lobster yang tengah di goreng oleh salah satu pelayan matang dengan sempurna..sesuai ekspetasi dirinya
"Bagus sekali Ima..pinter sekali kamu..." girang nyonya Delores sambil mengunyel-ngunyel kedua pipi Ima
Pelayan lainnya hanya tertawa melihat nyonya Delores begitu senang melihat hasil gorengan lobster Ima
"Nanti kamu buat saus siramnya jangan terlalu pedas yaah?..soalnya kata Alf..Kasandra nggak doyan pedas.." pinta nyonya Delores ke Ima
"Baik Nyah.." jawab Ima sambil tersenyum
Alf menghampiri dapur untuk berpamitan dengan ibunya
"Bu?.." panggil Alf
Nyonya Delores menoleh ke arah Alf
"Alf jalan dulu yaah?" pamit Alf
"Iya Alf..kamu cepetan jemput Kasandra nya yaaah?..nanti makaannya keburu dingin.." jawab nyonya Delores
"Iya bu.." jawab Alf sambil tersenyum
Alf melihat makanan yang sudah matang tersaji di meja makan dapur..dia menggelengkan kepalanya..karena begitu banyaknya makanan yng dipersiapkan ibunya untuk menyambut Kasandra pulang
"Bu?..ini semua buat Kasandra?" tanya Alf
"Iya Alf..ini semua ibu buat khusus untuk putri ibu.." jawab nyonya Delores
"Buat Alf mana bu?..mosok Kasandra doang yang dimasakin?.." goda Alf
__ADS_1
"Iiissh..kamu ini..mosok nggak mau ngalah sama adikmu sendiri sih?" sewot nyonya Delores sambil memukul pundak Alf
Alf tertawa terbahak-bahak melihat ibunya marah digoda oleh dirinya
Pelayan yang lainnya hanya bisa menahan senyumannya
"Sudaaah Alf..sana jemput adikmu..kenapa masih disini sih?" omel nyonya Delores
"Iya bu..iya.."
Alf mencium kedua pipi nyonya Delores
"Alf jalan dulu yaah?" pamit Alf
"Iya sayang.." jawab nyonya Delores sambil mengusap pipi Alf
Setelah pamit dengan ayahnya..Alf segera bergegas menuju ke garasinya..tak lama kemudian Ferrari Maranelo warna hitam sudah meluncur meninggalkan mansion pribadi tuan Stephano
_________________
Sebelum menuju ke mansion Stu..Alf bermaksud menjemput Cindy terlebih dahulu karena dia sengaja menunggu Stu untuk berangkat ke kantornya..baru setelah itu dia menjemput Kanaya
"Halo?.." sapa Alf begitu dia sampai di depan loby apartement Yellow Garden
"Halo Alf.."
"Cindy sudah berangkat?"
"Belum Alf..nih baru mau turun.."
"Ya sudah..aku tunggu di bawah yaah?..aku sudah di loby nih.."
"Alf di loby apartement?"
"Iya.."
"Oke Alf..Cindy turun sekarang"
Alf lalu menunggu Cindy dari dalam mobilnya
Tak lama Alf melihat Cindy celingukan mencari dirinya..Alf memajukan mobilnya ke loby
"Selamat pagi sayang.." sapa Alf sambil menurunkan kaca jendela sebelah kiri
"Pagi Alf.." balas Cindy sambil masuk ke dalam mobil
"Sudah sarapan?" tanya Alf sambil menjalankan mobilnya
"Belum Alf..kan Cindy belum belanja.."
"Oh iya..aku lupa..sorry yaah..nanti sore kita belanjanya..sekarang kita sarapan dulu yuk.."
"Nggak usah Alf..nanti Cindy takut terlambat masuknya.."
"Nggak Cindy..kamu harus sarapan..nanti kamu bisa sakit..kita belinya di loby kantor kamu kalau gitu..biar kamu nggak telat..yaah?"
"Ya sudah..terserah Alf saja.."
Cindy sebetulnya masih merasa grogi kalau berada di sebelah Alf..mengingat kejadian semalam..dimana pertama kalinya Alf mencium bibirnya
"Cindy kenapa?" tanya Alf yang sepertinya tahu kegelisahan Cindy
"Huh?..ng..nggak..nggak apa-apa Alf.." jawab Cindy sambil berusaha tersenyum
"Kenapa?..ciumanku masih berbekas?" goda Alf
Blussssh..
"Apaan sih Alf?.." ucap Cindy yang memerah mukanya tidak mau menatap Alf
Alf tertawa terbahak-bahak..dia usap pucuk rambut Cindy dengan gemasnya
"Mau lagi?..hmmmm?" goda Alf
"Alfonso!!" kesal Cindy yang merasa jengah digoda Alf terus menerus
"Oh iya..kapan rencana Cindy mau jemput ibu di kampung?" tanya Alf
"Akhir pekan ini Alf.." jawab Cindy
"Oooh..mau aku antar?" tanya Alf
"Rumah ibu Cindy di kampung lho Alf..nanti Alf nggak betah lagi.." tanya Cindy
"Jangankan di kampung Cindy..rumah ibu di atas gunung pun..aku pasti mau..kan mau ketemu sama calon mertua.." jawab Alf sambil mengedipkan matanya
"Iiiih..Alf percaya diri banget.."
"Iya dong..Alfonso gitu lho.." ucap Alf sambil mendongakan dagunya
Sontak Cindy tertawa geli melihat Alf memamerkan pesonanya
__________________
Sementara itu di kamar Kanaya..terdengar suara dering handphone Kanaya
Kanaya sontak terbangun dan mencari handphonenya yang berdering..dengan mata yang sedikit terbuka..Kanaya mengambil handphonenya yang ada di atas nakas
"Halo?.." panggil Kanaya dengan suara serak khas orang bangun tidur
"Nay?..lu dimana?..kok lu masih nggak masuk sekolah?..lu sakit?"
Kanaya melihat layar handphonenya siapa yang menelponnya
"Aku di rumah Mar..kenapa?"
"Lu sakit?"
"Nggak..hoaaaam...aku baru sampe.."
"Dari mana?"
"Dari Canada.."
"Haah??..Canada?..serius luh?"
"Iya Mar..sekarang jam berapa sih?"
"Yawlaaaaa Naya..sudah jam 10 Nay..lu nyampe kapan sih?"
"Tadi..jam 2-an..sudah ya Mar..aku masih ngantuk nih..daaaaa.."
Kanaya langsung mematikan sepihak sambungan teleponnya dengan Maria
Baru saja memejamkan matanya..terdengar suara ketukan di pintu kamarnya
"Siapa lagi sih?..aku kan ngatuk banget.."
"Siapa?.." tanya Kanaya
"Dek??..ini kakak nih.."
"Kak Alf?.."
"Iya dek.."
"Sebentara kak.."
Kanaya bangun dan merapikan rambutnya yang agak berantakan
Ceklek..
Kanaya membuka pintu kamarnya
__ADS_1
Greeeebb..
"Allohuakbar!!"