
Tiing..
Terbukalah pintu lift di lantai 30..keluarlah Alf sambil menenteng sebuah kotak makanan dan dua buah cangkir kopi
Dengan wajah sumringah dia langkahkan kakinya masuk ke dalam kantor
"Selamat pagi.." sapa Alf pada Dodi,Sisil dan Mery
"Pa..pagi Dok.." jawab Sisil dengan raut muka tak percayanya..kalau ada Dokter tampan lewat di depan mejanya
Sedangkan Mery hanya termanggu kaget melihat Alf menuju ke meja Cindy
"Selamat pagi Cindy.." sapa Alf sambil menaruh barang bawaanya di meja Cindy
"Alf?..kamu ngapain ke sini?" tanya Cindy tak percaya kalau Alf datang ke kantornya pagi ini
"Aku mau ketemu sama bos mu..dia ada kan?" jawab Alf sambil tersenyum
"Ada..di dalam.."
"Lagi sibuk nggak?"
"Nggak Alf.."
"Kamu sarapan dulu yaah?..ini aku bawakan bubur ayam abalone kesukaanmu..aku ke dalam dulu yaah?..nemuin bos mu.." pamit Alf sambil mengambil segelas kopi dan masuk ke dalam ruang Stu
Setelah memberikan ketukan di pintu ruang kerja Stu..Alf masuk ke dalam
"Morning mate.." sapa Alf pada Stu yang tengah mengetik di keyboard komputernya dan langsung duduk di depan meja kerja Stu
"Morning mate..ada apa kau datang pagi-pagi ke kantor ku?" jawab Stu sambil melanjutkan pekerjaannya
"Aku mau menagih upah untuk merawat Cindy.." jawab Alf
Stu mendongak menengok sesaat..ketika Alf memberitahukan maksud kedatangannya
"Oooh.." sahut Stu sambil kembali melanjutkan pekerjaannya
"Berapa yang kau minta?" tanya Stu yang tidak mengalihkan matanya dari layar komputernya
"Bukan uang yang aku minta bro.." sahut Alf sambil bangun dari duduknya dan berjalan ke arah sofa ruang kerja Stu
Stu menghentikan aktifitasnya..dia menyenderkan punggungnya di kursinya
"Bukan uang?..aku nggak ngerti maksud mu bro.." tanya Stu
Alf hanya tersenyum geli
"Sudah ku bilang kan..rumah sakit ku nggak bakal rugi kalau hanya menggratiskan Cindy seorang.." jawab Alf sambil meminum kopinya
"Bayaran atas perawatan Cindy..ijinkan aku mengambil Cindy untuk ku jadikan kekasihku bro.." sambung Alf
Stu membulatkan matanya mendengar permintaan Alf
"Whaaaat??..are you serious?" tanya Stu sambil bangun dan menghampiri sofa
"Of course!!..im seriously man..im not joking"
Stu tergelak mendengar perkataan Alf
"Alfonso Dean Alexander..seorang Casanova kelas international..serius dengan seorang wanita?..hahahaha..what?..hahahaha.." gelak Stu
"Ck..c'mon man...child out dude.." kesal Alf niat dirinya yang mau menjadikan Cindy kekasihnya di tertawakan oleh Stu
"Okee..oke...sorry about that.." jawab Stu sambil menghapus airmatanya yang menitik di ujung matanya
"Boleh tidak?" tanya Alf sambil menyilangkan kakinya
"Kalau aku sih..silahkan bro..tapi itu kan semua tergantung dari Cindy..mau tidak dia menerima tembakan kau" jawab Stu sambil memberikan kode dengan dua jarinya
"Sudahlah..Cindy sudah menerima tembakanku..semalam aku sudah mengutarakan maksudku ke dirinya..tapi dia masih takut olehmu.."
"Haaah??..kau sudah nembak Cindy bro?"
Alf menganggukan kepalanya
*Flashback On
Di sebuah unit apartement di lantai 20..Alf dan Cindy tengah memasak di dapurnya Alf
Sesekali diiringi candaan di antara mereka
Setelah selesai mereka membawa masakan hasil olahan mereka berdua ke meja makan
"Alf punya resto di Jakarta?" tanya Cindi sambil menyuap sop iga sapi ke mulutnya
"Iya..ada dua..di Menteng sama di Kelapa Gading.." jawab Alf
"Kenapa?..heran yaah?..ngelihat Dokter bisa masak?.." tanya Alf
Cindy menganggukan kepalanya
"Cindy?.." panggil Alf sambil memegang tangan Cindy
Cindy tertegun kaget tak kala tangannya di remas oleh Alf dengan lembut
"Iya Alf?." jawab Cindy
"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu.."
Cindy menelan salivanya dengan cepat dan menatap Alf
"Ngomong apa Alf?"
"Kamu mau nggak?..jadi pacar aku?" tanya Alf
Cindy hanya diam sambil menatap mata Alf dengan intens..perasaan haru biru langsung menelusup ke hatinya
"Alf nembak Cindy?"
"Cindy?" panggil Alf
"Alf nggak bercanda kan?"
"Aku serius Cindy..kamu mau nggak jadi pacar aku?.."
Cindy menundukan wajahnya..dan menyeka air matanya yang sudah menitik di ujung matanya
"Cin..Cindy..nggak pantas buat Alf.." ucap Cindy lirih
"Kenapa nggak pantas?..heh..kenapa Cindy?" tanya Ald sambil menyentak lembut tangan Cindy
"Alf orang kaya..Dokter..sedangkan Cindy..Cindy anak yatim..ibu Cindy orang kampung..Cindy tahu diri Alf.." jawab Cindy yang terisak
Alf lalu memeluk Cindy dan mencium pucuk rambut Cindy dengan lembut
"Nggak Cindy..aku nggak perduli dengan semua itu..aku suka kamu Cindy.." bisik Alf
__ADS_1
"Ke..kenapa Cindy Alf?.." isak Cindy di pelukan Alf
"Karena hanya kamu seorang..yang membikin hati seorang Alfonso ini bergetar tak karuan..jujur Cindy..hanya dengan kamu aku bisa merasakan apa itu yang namanya rindu.."
Cindy mengurai pelukan Alf..dia pandangi Alf dengan mata yang berkaca-kaca
"Cindy juga Alf..Cindy merasa rindu kalau nggak ketemu Alf.." ucap Cindy polos
"So?" tanya Alf sambil tersenyum
"Hmmm..Cindy malu Alf.." jawab Cindy sambil menyelusup ke pelukan Alf lagi
Alf tertawa geli melihat Cindy yang malu-malu
"Hei..jawab dulu pertanyaan aku..baru meluk aku lagi.." pinta Alf
"Iya Alf..Cindy mau.." jawab Cindy yang masih memeluk Alf
"Apa?..aku nggak dengar.." goda Alf
Cindy melepaskan pelukannya
"Iya Alf..Cindy mau jadi pacarnya Alf.." jawab Cindy dengan muka bersemu merah
"Ngomongnya mosok gitu?"..hmmm?"
"Gimana ngomongnya?"
Alf terkekeh sambil memencet hidung Cindy
"Ngomongnya..i love you Alf.." pinta Alf
"I love you Alf.."
"I love you too.."
Alf memeluk Cindy dengan eratnya dan mencium kening Cindy dengan lembut
"Tapi Alf..kalau Cindy jadi pacarnya Alf..pak Stewart jangan sampai tahu yaah?" pinta Cindy
"Lho?..kok nggak boleh tahu?" tanya Alf
"Iya..nanti Cindy takut pak Stewart marah Alf..kan pak Stewart sama Alf berteman..nanti pak Stewart berpikiran negatif sama Cindy.."
Jari Alf langsung menghentikan perkataan Cindy
"Kalau kamu takut..besok biar aku yang ngomong sama bos kamu itu.."
"Jangan Alf..Cindy nggak enak.."
"Kalau nggak enak kasih kucing.." goda Alf
"Cindy serius Alf.." kesal Cindy sambil mencubit pinggang Alf
Alf berteriak..sambil pura-pura memberikan ekspresi kesakitan
"Sakiit...huft.." rengek Alf
"Lebaaaay..."
Cindy mencubit kembali pinggang Alf..Alf tertawa sambil memeluk Cindy kembali
"Pokoknya kamu tenang ajah..aku akan ngomong ke Stu..yaah?"
Cindy menganggukan kepalanya
"Kenapa Cindy bro?..bukan wanita-wanita yang selama ini selalu menemanimu berkelana di dunia Casanovamu?" tanya Stu yang penasaran dengan keputusan Alf memilih Cindy
"I don't now mate..its just suddenly..saat pertama kali aku menolong Cindy yang jatuh karena kena jambret..disitulah perasaan ku langsung berbunga-bunga dan dada ini tidak berhenti berdebar-debar saat bersama Cindy..you now what i mean.." jawab Alf sambil menatap gelas kopinya yang dia pegang
Stu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar alasan Alf
"Apa Alf sudah jadi bucin?"
"Setelah Cindy jadi pacarmu..apa kau ada rencana melanjutkan ke jenjang yang lebih serius dengan Cindy bro?" tanya Stu
"Pengennya sih bro..but..aku masih butuh waktu untuk menuju kesananya.."
"Bagaimana kalau kau ajak Cindy ke acara ibumu besok?" saran Stu
Alf terlihat ragu-ragu atas saran Stu
"Berarti kau tidak serius sama Cindy bro.." ucap Stu to the point
"Bukan bro..bukan begitu..kau tahu sendiri kan orangtua ku..selalu menuntutku untuk segera menikah.."
Alf langsung terdiam saat melihat senyuman smirk terlukis di bibir Stu
"Kau jangan macam-macam bro!!" ancam Alf sepertinya tahu niat busuk Stu terhadap dirinya
"Siapa?..aku tidak macam-macam bro..cuma satu macam saja..hehehehe.." kekeh Stu
"God dam*t Stu!..dont you think about that!!" umpat Alf
"What?..what are you afraid of bro?" tanya Stu sambil mengadahkan kedua tangannya
"Ck..c'mon bro..i know you have devil inside in your mind.." ketus Alf sambil melengos kesal
Stu tergelak lagi mendengar jawaban Alf
"Aku hanya tidak sabaran bro..aku hanya ingin segera melihat keponakanku lahir ke dunia ini.."
"Iya..dengan kata lain..kau akan melaporkan ke orangtuaku soal Cindy..iya kan?" tanya Alf
"Oke..oke..sekarang kau jawab dengan jujur..apakah kau serius dengan Cindy?"
"Of course!" jawab Alf singkat
"Fine..kalau gitu kau kenalkan Cindy ke kedua orangtuamu..kalau itu sudah kau lakukan..baru kau kuijinkan mengajak Cindy kencan bersamamu.."
"**** bro!!..she is just your secretary..not your sister.." kesal Alf
"Justru karena dia sekretarisku..mangkanya aku peduli dengan dia Alf..aku nggak mau karena permasalahan percintaan kalian berdua nantinya..mengganggu performanya dalam bekerja dan aku nggak mau melibatkan persahabatan kita di dalamnya"
"Oke..oke..besok aku akan ajak Cindy ke acara ulang tahun ibuku..puas kau?" tanya Alf sambil mendengus kesal
Stu hanya tertawa terbahak-bahak yang berhasil memancing seorang Alfonso yang dikenal sebagai penakluk wanita untuk serius dengan seorang wanita
"Puas mate..sangat puas.." jawab Stu disela tawanya
"By the way..besok kau akan ajak siapa ke acara ibuku?..kau jangan sampai datang sendiri Stu..kau sudah memaksa aku datang bersama Cindy..sedangkan kau datang hanya sendiri.." tanya Alf
"Tenang saja kau Alf..aku akan ajak Naya ke acara Aunty besok.." jawab Stu
"Seriously?"
"Yup.."
__ADS_1
"Thanks Stu..kau mau bawa adikku untuk bertemu dengan ibuku.."
"Oh iya Stu..just FYI..sekarang Cindy aku ajak tinggal di apartementku" ucap Alf
"WHAT THE F**K!!" umpat Stu
"Ck..biasa aja dong kagetnya.." kata Alf sambil memutar bola matanya malas
"Alfonso!!..ingat janji kita dari dulu..seorang laki-laki sejati..pasti ak.."
"Akan menjaga kehormatan kekasihnya..yayaya..aku masih ingat itu" potong Alf sambil mengibaskan tangannya santai
"Tenang saja kau..Cindy masih utuh..tidak aku apa-apakan Stu.." sambung Alf
"Seriously?"
"Very fuc**ng serious!!" jawab Alf
Stu menatap intens kedua mata Alf untuk memastikan kejujuran atas omongannya barusan
"Jangan lama-lama menatap mata indahku ini Stu..nanti kau jatuh hati padaku.."
"****!!..aku masih normal bro!!" kesal Stu
Ganti kini Alf yang tertawa terbahak-bahak
Perbincangan mereka terhenti dengan ketukan di pintu ruang kerja Stu
"Masuk.." perintah Stu
Masuklah orang yang dijadikan topik pembicaraan oleh mereka berdua
"Pak..ada dokument yang musti bapak tanda tangani.." kata Cindy sambil menaruh dokument di meja depan Stu
Sesaat Stu baru sadar..kalau hari ini Cindy berbeda dengan hari-hari biasanya
Riasan Cindy hari ini terkesan sederhana..tidak mencolok seperti kemarin dan rambutnya yang biasanya di gerai..dia kuncir ke belakang
Dengan penampilannya seperti sekarang ini..membuat Cindy terlihat makin ayu dan anggun
"Cindy..saya kok lihat kamu sekarang beda yaah?" tanya Stu sambil memperhatikan Cindy yang berdiri di sampingnya
"Mo..mosok sih pak?" jawab Cindy malu-malu
"Iya..kamu sekarang makin cantik..makin ayu..makin..gimana gitu.." goda Stu
Eheeeeemmm...
Stu melihat ke depannya..ada singa yang tengah cemburu berdehem menatap dingin ke arah dirinya
"Kenapa?..ada masalah?..aku lagi muji sekretarisku..kenapa kau yang keselek Alf?" ledek Stu
"Nggak..aku nggak lagi keselek..cuma..leher ku ini tiba-tiba saja gatal..sudah lama nggak nelen bule kegatelan.." jawab Alf ketus
Cindy hanya termanggu heran melihat percakapan absurd dua orang yang ada di depannya
Stu memutar bola matanya malas..dia ambil dokument yang dibawa Cindy untuk dia periksa
Alf melambaikan tangannya ke Cindy yang sedang berdiri menunggu di sebelah Stu..tapi dibalas dengan Cindy dengan pelototannya sambil melirik ke Stu
"Kenapa?" tanya Alf dengan gerak bibirnya
"Whooii..jangan godain sekretaris orang yaah?.." tegur Stu di sela-sela memeriksa dokument..sambil melirik Alf yang tengah menggoda Cindy
"Ck..sirik aja kau!!.." sewot Alf yang masih menggoda Cindy..tetapi Cindy hanya menggelengkan kepalanya karena ada bos nya duduk disampingnya
"Terima kasih pak.." ucap Cindy setelah menerima dokument dari tangan Stu
"Saya permisi pak Stewart..pak Alf.." pamit Cindy pada Stu dan Alf
"Iya Cindy.." jawab Stu dan Alf bersamaan
Alf mengikuti Cindy yang keluar dari ruang kerja Stu
"Awas..copot tuh mata.." ledek Stu
"Hmmm..memang cantik ya bro..si Cindy.." ucap Alf sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
"Ck..dasar bucin.." ucap Stu malas sambil memutar bola matanya
"Bucin?..bukannya yang bucin itu kau Stu?.." elak Alf
"Aku?..kok bisa?"
"Bisalah..buktinya sampai sekarang kau belum bisa move on dari Sita.." jawab Alf
"Jangan kau sebut nama wanita itu lagi Alf..muak aku lama-lama dengarnya" ketus Stu
"Cieeee...beneran sudah move on nih?" ledek Alf
Stu hanya diam sambil menoleh ke arah samping
"Apaaaa?..gara-gara Naya nih?..kau bisa move on dari Sita?"
Sontak Stu memandang Alf yang tengah menggodanya
"Stu?..apa kau suka sama Naya?" tanya Alf to the point dengan mimik muka yang serius
Stu membetulkan duduknya dengan menegakkan punggungnya di sofa
"Apa harus aku jawab?" tanya Stu ke Alf yang seperti menunggu jawabannya
"Ck..egomu itu ketinggian mate..kalau kau suka..bilanglah suka..jangan kau kasih PHP ke anak itu.." cecar Alf
"Gua yakin..bule KW ini pasti suka sama Kasandra..tapi dia gengsi ngakuinnya"
"Hmmm..semenjak Naya tinggal di tempatku..hari-hari ku terasa berbeda Alf..beda sebelum Naya tinggal disana..jujur ku bilang..kehadiran Naya secara perlahan melupakan aku akan Sita" ucap Stu
"Terus?.."
"Iya Alf..aku suka dengan Naya..tapi..dia masih sekolah bro.." kilah Stu
"Hahahaha..benarkan dugaan gua.."
"Memangnya kenapa?..kalau Naya masih sekolah..Naya belum kau tembak kan?"
Stu menggelengkan kepalanya
"Waah..sudah waktunya makan siang nih.." ucap Alf sambil melihat jam tangannya
"Kita makan dulu yuk bro.." ajak Alf sambil bangun dari sofa
Alf berhenti di sebelah Stu
"Kalau kau suka dengan Naya..jangan pernah kau permainkan dia bro..atau kau akan tahu akibatnya.." ucap Alf tegas sambil menepuk pundak Stu
Sebelum Stu membuka mulutnya..Alf segera bergegas keluar dari ruang kerja Stu
__ADS_1
"Alf apa-apaan sih?..pake ngancam segala?"