Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
69.Pembalasan Ambar


__ADS_3

####


Khusus part ini Author harap kebijaksanaan dari para reader dalam membacanya.


Karena di part ini ada adegan sedikit hardcore dan sedikit sadis saat Ambar membalaskan dendamnya ke Heru.


Kayak gimana sih hardcorenya?


Kayak gimana sih sadisnya?


Penasaran kan?


Silahkan membaca part ini


.


Happy Reading


🙏🙏🙏🙏🙏🙏


#####


.


Di dalam kabin helicopter..semua terdiam sambil memejamkan mata guna menenangkan diri dan pikiran mereka masing-masing setelah melewati malam yang cukup menegangkan di pulau Senang. Kanaya menelusup di pelukan ayahnya..tuan Stephano merapatkan selimut ke badan Kanaya. Begitu juga Alf..tangannya dari tadi tidak lepas memeluk Cindy dibalik selimutnya yang sudah terlelap di dadanya. Terlihat Ambar hanya diam sambil melihat kedua telapak tangannya.. tangan itu yang sudah membalaskan dendamnya ke Heru Laksono


"Bapak..mamak..dendam kalian sudah Ambar balas..bapak sama mamak bisa tenang disana.."


Air mata Ambar menetes di pipinya


"Mas Seno..mas Bayu..sekarang Ambar sudah lega mas..kematian mas berdua nggak sia-sia..b*jingan itu sudah mendapatkan balasan yang setimpal.."


.


-Flashback On-


Heru yang berusaha melarikan diri tidak menyadari..kalau dirinya sudah terpojok di sebuah ruangan. Heru berusaha membuka sebuah pintu yang ternyata terkunci. Dia berusaha mendobrak pintu itu tapi sia-sia..hanya membuat sakit bahunya saja


Braaaaak


Heru tersentak kaget tak kala pintu yang ada di belakangnya di dobrak dari luar..dia menoleh ke belakangnya dan dia melihat seorang wanita cantik berpostur tinggi tegap memasuki ruangan dengan sinar mata menyala seperti ingin menghabisi dirinya hidup-hidup


"Mau lari kemana kau b*jingan?.." tanya Ambar sambil tersenyum dingin


"Siapa kau?" tanya Heru heran


"Heh?..kau mau tahu siapa aku?..coba kau ingat kejadian 10 tahun yang lalu.." tanya Ambar


Heru keningnya berkerut


"Maksudmu apa?..hah?"


Ambar tersenyum smirk..dia buka jaketnya dan dia buang sembarang. Sesaat Heru tertegun melihat lekuk badan indah Ambar yang tercetak di balik tanktop hijaunya..ditambah sebagian tanktop nya Ambar basah oleh keringat..membuat fantasi Heru berkelana kemana-mana


"Kau waktu itu membunuh satu keluarga..tapi kau melupakan satu orang dari mereka yang lolos dari perbuatan kejimu itu.."


Ambar mendekati Heru yang masih belum paham apa yang dimaksud Ambar


"Aku beri satu clue buatmu..mas Seno.." ucap Ambar dingin


Kedua bola mata Heru membulat..saat Ambar menyebut nama Seno


"Seno?..si bocah tengil reseh itu?..ada hubungan apa kamu sama Seno?.." tanya Heru sambil tersenyum sinis


"Sekarang kau ingat?.."


"Tentu saja gua ingat..bocah itu nangis-nangis memohon supaya ibu sama bapaknya tidak diapa-apain..tapi?..rengekan dia belum cukup buat gua..gua mau ngelihat dia mohon-mohon di kaki gua..hahahaha.." gelak Heru yang mengingat lagi kejadian 10 tahun yang lalu


Jangan ditanya bagaimana raut muka Ambar melihat Heru tertawa terbahak-bahak di depannya..raut mukanya memerah menahan amarah dan ada setitik airmata yang berusaha menerobos keluar dari ujung bola matanya..walau oleh Ambar sudah ditahan sekuat mungkin. Kedua tangannya terkepal erat sampai memutih buku-buku jarinya


"Apalagi pas adiknya yang co.."


"CUKUUUUP!!.." teriak Ambar memotong omongan Heru..dirinya sudah tak kuat untuk mendengar kelanjutan cerita pembantaian keluarganya


"Malam ini..kita lihat..masih bisakah mulutmu yang busuk itu untuk tertawa.." kata Ambar sambil mencabut pisau komandonya yang dia selipkan di balik pinggangnya


"Woo..woo..kalem cantik..sebenarnya ada masalah apa kamu sama gua?.." sela Heru seraya menahan pergerakan Ambar yang akan maju ke arah dirinya


"Sepertinya kau belum kenal siapa aku hah?.." tanya Ambar

__ADS_1


"Siapa kau sebenarnya?" tanya balik Heru


"Aku..Ambar..adik bungsu dari mas Seno..pria dan keluarganya yang kau bunuh malam itu 10 tahun yang lalu.." jawab Ambar menatap tajam


"Terus?..apa maumu?..hah?..balas dendam ke gua ceritanya ini?.." tanya Heru sinis


Jleeeeb


Ambar melempar sebuah pisau menancap di depan kaki Heru


"Ambil pisau itu..hadapi aku..aku nggak mau berhadapan dengan lawan yang tidak memegang senjata.." pinta Ambar


"Heh!!..percaya diri banget kau?.."


Heru mengambil pisau yang ada di depan kakinya


"Jangan salahkan gua cantik..kalau wajah mulusmu itu nanti babak belur.."


"Majulah..kita buktikan..apa betul nyalimu sebesar mulutmu?" ledek Ambar yang berusaha memancing emosi Heru


Heru berlari dan meloncat untuk menendang Ambar..tapi Ambar bukannya menghindar..malah menghadang tendangan Heru dengan tendangan silang berputar kepunyaanya yang langsung mendarat telak di dada Heru


Bugh


"Uhuukk..uhuuuk..hoeeek.."


Badan Heru dengan keras menghantam dinding dan terjatuh di lantai..membuat dia terbatuk-batuk dan memuntahkan isi perutnya


"Iyuuuuh..habis makan apaan barusan..baunya sampai kesini.." ejek Ambar sambil menutup hidungnya


"Setaaan!!..bisa berantem juga lu ternyata.." umpat Heru


"Bangun!!..cowok model apa?..mosok baru ketendang segitu ajah udah muntah-muntah?.." ledek Ambar


Heru yang tak terima diremehkan oleh Ambar..bangun dan menyerang Ambar dengan pisau di tangannya


"Hiiih!!..hiiih!!..m*mpus luuh!!..hih!!.." kesal Heru yang menebaskan pisaunya ke badan Ambar..tapi tebasan pisau Heru hanya menerpa angin kosong..karena Ambar dengan lincah bergerak menghindar setiap tebasan Heru ke arah dirinya


Hingga di suatu kesempatan..Ambar memukul pergelangan tangan Heru yang memegang pisau hingga terlepas dan dilanjuti dengan tebasan pisau komandonya ke badan Heru


Crassh


Crassh


Crassh


"Bangun..katanya jagoan..baru segitu juga udah keok..bangun bang jago..ambil lagi tuh pisaunya.." kata Ambar sambil menedang pisau kepunyaan Heru ke arah tangan Heru


Heru ambil pisau yang ada di dekat tangannya dan mendongak ke arah Ambar yang masih berdiri di depannya


"Bangun bang jago..kalau kau bisa menyentuh badanku..kita make love malam ini.." tantang Ambar


Heru merangsek ke arah Ambar sambil menebaskan pisaunya lagi secara sembarang. Ambar kembali meloncat-loncat menghindar dan kembali pisau yang ada di tangan Heru terlepas karena tendangan Ambar..kali ini giliran pungggung Heru terkena sayatan pisau komando Ambar


Craash


Craash


Craash


Heru menjerit kesakitan. Dia jatuh tertelungkup sambil mengerang menahan sakit di punggungnya yang mulai mengeluarkan darahnya. Ambar hanya menatap dingin Heru yang masih tertelungkup..dia lalu berjongkok di dekat kepala Heru


"Bangun kau b*jingan!!..rasa sakit ini belum seberapa dari apa yang akan kau rasakan nanti..." ucap Ambar sambil menjambak rambut Heru


"Bangun!!..mana tawa busukmu yang tadi hah?" sentak Ambar sambil melepaskan dengan kasar jambakannya di rambut Heru


Dengan mengerang..Heru berusaha untuk bangun dan berdiri. Dia lihat Ambar melemparkan pisaunya ke arah dirinya lagi


"Ambil pisaumu lagi..ayo kita bersenang-senang malam ini.." ucap Ambar sambil memutar-mutar pisau ditangannya


Heru mengambil pisaunya lagi..dengan tertatih dia hampiri Ambar dan dia coba sabet Ambar dengan sisa tenaganya yang ada. Ambar hanya tersenyum sinis..dia tahan tangan Heru yang ingin menyabetnya dengan pisau kemudian dengan cepat Ambar seperti melukis di tangan Heru dengan menggunakan pisaunya dari ujung tangannya sampai pangkal tangannya


"Aaarrrggghhhh!!..." erang Heru


Heru berlutut menahan sakitnya..dia lihat tangan kanannya sudah penuh dengan luka sayatan pisau Ambar. Pandangannya sudah mulai berkunang-kunang akibat banyaknya darah yang keluar dari luka-luka di badannya


"Am..ammpun...gua..minta ampun.." pinta Heru yang bertumpu dengan tangan kirinya


"Cih..segampang itu kau minta ampun..apa mas Seno kau kasih ampun waktu dia minta ampun ke dirimu?..hah??..JAWAAAB!!" bentak Ambar di depan muka Heru

__ADS_1


"Apa mas Bayu minta ampun kau kabulkan?..hah?..apa bapakku dan ibuku minta ampun kau kabulkan?..hah?..JAWAAAAB!!.."


Air mata Ambar sudah menetes di pipinya


"Amm..ampun..gua..sa..salah...gua minta..maaf.." pinta Heru dengan wajah memutih pucat pasi


"Baru sekarang kau mau minta maaf ke diriku..setelah tahu kalau dirimu sebentar lagi akan mati.."


Heru berteriak kesakitan tak kala tangan kirinya tertembus pisau komando Ambar dan sikunya patah oleh tendangan Ambar yang sangat kuat. Heru berguling-guling menahan sakit


"Setan j*laaaang!!..mati..saja kau!!.." umpat Heru yang menahan sakitnya


Kaki Ambar menahan badan Heru yang berguling-guling hingga terlentang di bawah kakinya


"Kau mau tahu?..bagaimana perasaanku setelah ditinggal pergi oleh keluargaku..kau mau tahu rasanya seperti apa?.." tanya Ambar dengan airmata yang sudah membanjiri matanya


Ambar menduduki pinggang Heru dan menatap Heru dengan tatapannya yang mengerikan


"Rasanya seperti ini..."


Jleeeb


"Aaaaaarrrggghh....aaaarrrggghhh.." Heru melolong kesakitan


Dengan sadisnya Ambar menusuk dada Heru dan menarik pisau komandonya ke bawah ke arah perut Heru dengan diiringi teriakan amarah Ambar..Ambar seperti membuka paksa rongga dada Heru selanjutnya Ambar mengambil paksa jantung Heru dan dia unjukan di depan muka Heru sebelum nyawa Heru lolos dari raganya


"Seperti itu rasanya.." ucap Ambar sambil terisak di depan muka Heru yang sudah kaku dengan matanya melotot menahan kesakitan


Ambar mendongakan kepalanya dan berteriak histeris..melepaskan beban berat di dadanya yang selama ini menjadi beban di hidupnya


"Bapak..hiks..mamak..hiks..maafin Ambar..hiks baru sekarang Ambar bisa membalas kelakuan hiks..Heru..hiks mas Seno..hiks..mas Bayu.."


Ambar membuang sembarang jantung Heru dan menutup mukanya dengan kedua tangannya menangis histeris


"Dek?.." panggil Stu yang berdiri di sebelah jasad Heru


Stu segera menyaut Ambar ke dalam pelukannya dan membiarkan Ambar menangis di dadanya


"Nangislah dek..lepaskan semua dendam yang selama ini kamu pendam..biar dendam itu hilang malam ini.." bujuk Stu sambil mengusap-usap punggung Ambar yang bergetar menangis


Ambar hanya menangis tersedu-sedu di pelukan Stu


"Maafin Ambar kak..huhuhu..maafin ambar.."


"Iya..nggak apa-apa.." jawab Stu


Stu ternyata melihat semua proses pembalasan dendam Ambar ke Heru. Dia tidak ingin mencampuri urusan pribadi Ambar ke Heru..biar Ambar sendiri yang menyelesaikannya tanpa bantuan darinya. Stu tidak mengira kalau Ambar akan sanggup untuk melakukan tindakan sekeji dan sesadis itu untuk membalaskan dendamnya ke Heru. Tapi kalau dibanding dengan perbuatan Heru ke keluarga Ambar..hukuman dari Ambar dirasa setimpal


"Sudah lega belum?" tanya Stu sambil mengurai pelukannya


Ambar menganggukan kepalanya


"Ayo kita kembali ke titik kumpul..daddy dan uncle Stephano sudah menunggu kita.." ajak Stu


Stu lalu mengikuti Ambar untuk keluar..Stu ambil jaket Ambar selagi berjalan keluar dan melihat jasad Heru yang mengenaskan tergeletak dilantai


"Semoga dosa-dosamu diampuni Tuhan Her.." doa Stu dalam hatinya tulus


Di bawah tangga..ada dua orang menunggu Ambar dan Stu. Mereka memberikan hormatnya begitu Ambar tiba di depan mereka


"Terima kasih atas bantuan kalian.." sahut Ambar membalas sapaan hormat mereka


"Iya mam..kami mohon pamit untuk kembali ke markas.."


Ambar menganggukan kepalanya. Kemudian kedua orang itu berbalik menuju garis pantai dimana mereka menambatkan speedboat mereka


"Siapa mereka dek?" tanya Stu penasaran


"Assets kita yang ada di Singapura kak.." jawab Ambar


"Kayak orang Indonesia?"


"Iya..Ambar yang minta..kalau assets yang berada di sekitar Asia Tenggara semuanya dari Indonesia.."


"Terus mereka tinggal di negara dimana mereka ditempatkan gitu?"


"Iya kak.."


"Ah..itu mereka dek.."

__ADS_1


Stu melambaikan tangannya ke arah rekan-rekannya yang sudah menunggunya di dekat helikopter Black Hawk


-Flashback Off-


__ADS_2