
Dering telepon yang ada di meja kerjanya mengalihkan perhatian Alf yang tengah memeriksa sebuah rekam rontgent yang dia pegang..Alf mengangkat telepon mejanya
"Halo?"
"Halo Dok..pasien atas nama Nona Cindy sudah kami pindahkan ke ruang VVIP sesuai perintah Dokter.."
"Bagus..terima kasih atas kerja samanya.."
"Iya Dok..kemungkinan sekitar 30 menit lagi..nona Cindy akan tersadar dari biusnya.."
"Baik..terima kasih Dokter Peter.."
"Sama-sama Dok..selamat sore"
"Selamat sore"
Alf menaruh kembali gagang telepon di tempatnya..dia lihat kembali rekam rontgent yang ternyata kepunyaan Cindy
"Syukur alkhamdulilalh..nggak terlalu parah.."
Alf masukan rekam rontgent kepunyaan Cindy ke dalam amplopnya
Tangannya merogoh kantung blazer yang tergantung didekat kursinya..dia ambil kalung kepunyaan Kanaya yang tertinggal di mobilnya
Dia amati sesaat sambil tersenyum samar..kemudian dia buka laci mejanya dan dia ambil sebuah foto berukuran post card
Foto seorang anak laki-laki yang tengah memangku adiknya yang masih balita..dileher balita itu tergantung sebuah kalung mirip dengan kalung yang di pegang oleh Alf
"Kasandra..betulkah Kanaya itu Kasandra ku yang selama ini menghilang?" ucap Alf lirih sambil menyentuh foto itu dengan lembut
"Kakak kangen dek..kakak kangen ingin memelukmu..kakak kangen akan tangisanmu..kamu ingat tidak dek?..waktu itu kamu menangis karena popokmu basah..kakak kira kamu haus..kakak buatkan kamu susu..tapi kamu terus saja menangis..untung saja ibu segera datang dan segera mengganti popokmu dengan yang baru.." monolog Alf yang tak terasa airmatanya mengalir di pipinya
"Kasandra..maafin kakak yaah?..kakak musti memastikan dulu semuanya..baru kamu akan kakak bawa bertemu dengan ayah dan ibu..sabar ya dek.." ucap Alf sambil mengelap airmatanya
Tok..tok..tok
Alf masukan kalung dan fotonya kembali ke laci meja dan segera merapikan dirinya sebelum menjawab ketukan di pintunya
"Masuk.." sahut Alf
Masuklah seorang suster dan menghampiri meja kerja Alf
"Selamat sore Dok..Nona Cindy sudah siuman"
"Baik Sus.."
Alf dan Suster itu keluar dari ruangan Alf dan menuju ke ruang inap tempat Cindy dirawat
"Kamu bisa kembali ke ruang jaga Sus..biar nona Cindy saya sendiri yang memeriksanya" pinta Alf begitu sampai di depan pintu ruang rawat Cindy
"Baik Dok..saya permisi dulu Dok.." pamit Suster
Alf lalu membuka pintu ruang rawat dan masuk ke dalam
"Halo Cindy?.." sapa Alf kepada Cindy yang terbaring di ranjang
"Halo Alf..aku ada dimana?" tanya Cindy yang sepertinya belum sadar ada di ruang rawat
"Kamu sekarang di ruang rawat Cindy..gimana masih pusing nggak?" tanya Alf sambil tersenyum
Alf ambil sebuah kursi dan duduk di sebelah ranjang Cindy
"Kaki Cindy kenapa Alf?" tanya Cindy yang melihat kaki kanannya di gips dan tergantung di atas ranjang
"Mata kaki kamu retak dan harus di gips supaya tulang yang retak menyatu kembali"
Alf sesaat terpesona melihat wajah Cindy yang polos tanpa polesan make up..terlihat natural dan alami
"Di gips?..Cindy besok nggak bisa masuk kerja dong?" tanya Cindy
"Iya Cindy..terpaksa kamu harus cuti dulu dari kerjamu..nggak mungkin kan kaki kamu yang di gips kayak gini kamu bawa kerja.." jawab Alf
"Yaaah?..besok bos Cindy pasti ngomel-ngomel..bos Cindy kan aneh Alf.."
"Aneh gimana?" tanya Alf
"Aneh pokoknya..kerjanya tiap hari marah-marah terus..Cindy lama-lama bisa stress disana.."
"Kamu kerja dimana sih?..sampai punya bos kayak gitu?" tanya Alf
"Cindy kerja di Wijaya Holding Alf..jadi sekretaris.." jawab Cindy sambil mengelap airmatanya yang sudah menggenang di pelupuk matanya
"Wijaya Holding?..kamu jadi sekretaris siapa?" tanya Alf sambil memberikan tissue ke Cindy
"Cindy jadi sekretarisnya pak Stewart..bos paling aneh yang pernah Cindy temuin.." dengus Cindy
Alf menahan senyumannya melihat raut wajah Cindy yang tadinya sedih menjadi kesal saat menyebut nama Stu
Niat usil terbersit di hati Alf
"Anehnya kayak gimana Cindy?..bukannya pak Stewart itu orangnya keren..ganteng..macho.."
..Hueeeeeek...Rugi aku memujimu Stu..
"Memang keren sih Alf si pak Stewart..tapi kayaknya pak Stewart nggak normal Alf..kayaknya pak Stewart gay deh.."
"Kok kamu sampai bilang kalau pak Stewart itu gay?" tanya Alf yang berusaha menahan tawanya
"Iyalah..soalnya yang Cindy tahu..pak Stewart itu nggak pernah bawa cewek sama nggak pernah punya kenalan cewek..terus pak Stewart kalau ngelihat Cindy kayak acuh gitu..Cindy kan kesal..sudah dandan capek-capek..sama pak Stewart..Cindy di acuhin.." kesal Cindy sambil mengerucutkan bibirnya
Alf tergelak tawa melihat ekpresi Cindy yang menggemaskan
"Alf kok ketawa sih?..memangnya ada yang lucu?" tanya Cindy
"Menurutku..kamu cakepan yang sekarang Cindy..dari pada tadi..kamu kayak badut Ancol.."
"Alf bilang aku cakep.."
"Ca..cakepan sekarang ya Alf?.." tanya Cindy sambil meraih kaca yang ada di nakas dan di lihat wajahnya di pantulan cermin
Cindy melihat wajah polosnya tanpa make up..tapi dia lihat..pipinya merona merah
__ADS_1
"Menurutku sih..cewek tuh..kecantikannya akan terlihat menguar hebat..kalau dia terlihat alami..seperti kamu sekarang ini.."
"Memang begitu Alf?" tanya Cindy memastikan
"Iya..laki-laki lebih senang berjalan dengan wanita yang dandanannya natural..nggak medok.."
"Jadi?..menurut Alf..Cindy musti gimana?"
"Jadilah diri kamu sendiri Cindy..jangan kamu ikuti apa kata omongan orang..yaaah?" jawab Alf sambil menggenggam tangan Cindy dengan lembut
"Ya ampun..tangannya Alf apa ada listriknya yaah?"
"Ii..iya Alf..mulai besok..Cindy akan ikuti saran Alf..tapi masalah kerjaan Cindy gimana Alf?..pasti Cindy kena omel pak Stewart kalau besok Cindy nggak masuk kerja..soalnya ada projeck baru yang mau Cindy report ke pak Stewart.." tanya Cindy melas
"Nggak bisa Cindy..kamu harus bedrest total sampai kaki kamu pulih..kamu mau nanti kamu jalannya pincang?" gertak Alf
"Enggak mau!!..Cindy nggak mau pincang.." rengek Cindy
"Mangkanya..nurut aku yaah?"
"Tapi Alf..masalah kerjaan Cindy gimana?..Cindy nggak mau dipecat gara-gara Cindy nggak masuk kerja besok.." tanya Cindy yang mulai menggenang airmatanya
"Aku telpon bos kamu yaah?" jawab Alf
"Alf kenal sama pak Stewart?" tanya Cindy lagi
"Kenal..dia kan temanku dari SMP..kita dari dulu bertiga terus dari SMP sampai kuliah bareng..walaupun berbeda jurusan.." jawab Alf sambil mengambil handphonenya
"Bertiga?..siapa satunya lagi Alf?.."
"Riko..asisten bosmu itu"
"Alf kenal pak Riko juga?"
"Iya Cindy.." desis Alf yang mulai geregetan dengan pertanyaan Cindy
Cindy menutup mulutnya menahan tawa melihat ekspresi Alf yang kesal kepada dirinya
"Mau aku telponin Stu nggak nih?" kesal Alf
"Iyaa..iyaa..Alf gitu ajah baperan iiih.." goda Cindy
Senyuman mengembang di bibir Alf..dia jawil hidung Cindy karena gemasnya..jawilan yang sukses membikin sang empu hidung merona menahan malu
"Halo bro.." sapa Alf begitu sambungan telpon terjadi
Alf sengaja mengaktifkan loudspeaker di handphonenya supaya Cindy juga bisa mendengar percakapan dirinya dengan Stu
"Halo Alf..whats up dude"
"Stu..aku mau kasih kabar..kalau sekretarismu kecelakaan tadi siang.."
"Haaaah!!..Cindy kecelakaan?..kecelakaan dimana Alf?..dimana dia sekarang?..ap.."
"Woook..woooo..easy dude..easy..sekarang dia ada di tempatku..sudah aku tangani dengan baik.."
"Oh..thanks God..thankyou men..you are my best friend..eh sebentar..kau kok bisa tahu kalau Cindy itu sekretaris ku?"
"Ooo..begitu?.."
"Iyaaa..tapi karena mata kakinya agak retak..jadi dia aku saranin untuk nggak masuk kerja dulu selama kakinya di gips..yaaah..kira-kira seminggu lah dia nggak masuk..nggak apa-apa kan Stu?..kalau Cindy aku suruh cuti dulu selama seminggu?" tanya Alf sambil mengedipkan matanya ke Cindy
"Iya..nggak apa-apa..pokoknya selama kakinya belum sembuh aku ijinkan dia untuk bedrest di rumah sakit..kau tolong awasi ya men.."
"Tenang saja kawan..Cindy akan disini dulu selama seminggu..biar bisa aku awasi"
"Baguslah kalau gitu..Cindy tolong mau pindahkan ke ruangan VVIP yaah?..masalah biaya..jangan khawatir..biar aku yang tanggung semuanya"
"Hei..apa kau kira rumah sakitku akan bangkrut kalau cuma menggratiskan biaya Cindy seorang?.."
"Sombong sekali kau Alf.."
"Terima kasih atas pujiannya.."
"Aiiiissh..pokoknya tolong kau urus Cindy ya Alf..selama seminggu ini..dia aku serahkan ke dirimu..oke men?"
"Iya..iya..kalau yang itu aku kenakan charge yaah?"
"Hahahahaha..silahkan kau bilang..berapa nominal yang kau pinta?"
"Nanti saja aku tagihnya ke dirimu..sudah dulu yaah?..Cindy harus dikasih suntikan antibiotik dulu..bye Stu.."
"Bye Alf..oh iya Alf..tolong bilang ke Cindy nggak usah mikirin kerjaannya dulu..biar nanti aku suruh Mery atau Sisil yang mengerjakannya"
"Oke bro..nanti aku sampaikan"
Alf tersenyum melihat Cindy yang melongo setelah mendengar percakapan antara dirinya dengan Stu
Cindy tak percaya apa yang dia dengar..ternyata bos nya begitu peduli akan dirinya..sampai mau menanggung semua biaya perawatan dirinya di rumah sakit..dirinya jadi merasa bersalah karena telah menjelek-jelekan Stu di depan Alf
"Cindy?..hei..kamu ngelamunin apa?" tanya Alf sambil menyentuh tangan Cindy
"Cindy malu Alf..Cindy sudah jelek-jelekin pak Stewart di depan Alf.." jawab Cindy sambil menundukan wajahnya
"Sudah..nggak apa-apa..jangan dipikirin lagi"
"Alf jangan ngadu ke pak Stewart yaah?..kalau Cindy udah jelek-jelekin pak Stewart.." pinta Cindy
"Boleh..tapi ada syaratnya.."
"Apa syaratnya?" tanya Cindy
"Kamu harus nurut sama aku selama kamu dirawat disini..itu kan buat kesembuhan kamu juga nantinya.."
Cindy menganggukan kepalanya
"Sekarang kamu suntik antibiotik dulu yaah?" ujar Alf sambil menghubungi ruang jaga Suster
"Halo Sus..tolong bawakan antibiotik untuk nona Cindy yaah?" pinta Alf
"Baik Dok.."
__ADS_1
Alf letakan kembali gagang telpon di tempatnya
"Orangtua kamu tinggal dimana?..biar aku kabarin mereka?" tanya Alf
"Ibu Cindy tinggal di kampung Alf..Cindy disini ngekost sendiri.." jawab Cindy
"Ibu?..ayah kamu?" tanya Alf penasaran
"Ayah Cindy sudah nggak ada Alf..ayah meninggal waktu Cindy kelas 3 SD.."
"Oooh..aku minta maaf ya Cindy..aku nggak tahu.." pinta Alf
"Nggak apa-apa Alf.." jawab Cindy sambil tersenyum
Mereka berdua menoleh ke arah pintu saat mendengar suara ketukan..masuklah seorang Suster yang membawakan antibiotik untuk Cindy
"Ini antibiotiknya Dok"
"Terima kasih Sus.."
Cindy yang melihat Alf membawa suntikan..raut mukanya langsung berubah menjadi ketakutan
"Cindy?..kamu kenapa?" tanya Alf yang faham kalau Cindy mulai ketakutan
"Alf..Cindy jangan disuntik yaah?" pinta Cindy yang matanya tidak lepas dari suntikan yang ada di tangan Alf
"Heei..heei..siapa yang mau nyuntik kamu?" tanya Alf sambil memberikan suntikan ke Suster
Alf membisikan sesuatu ke telinga Suster yang di balas dengan anggukan kepalanya
"Aku nggak mau nyuntik kamu Cindy.."
Cindy tidak mendengarkan omongan Alf..matanya mengikuti Suster yang berpindah ke sisi lain ranjangnya
"Sus?..Suster mau ngapain?" tanya Cindy cemas
"Cindy?..heei.."
Cindy menoleh ke arah Alf dan Alf langsung menangkup wajah Cindy dengan kedua tangannya
"Kamu lapar nggak?" tanya Alf
"Iyaa..Cindy laper Alf.." jawab Cindy
"Kamu mau makan apa?..biar aku pesenin.."
"Apa ajah Alf..yang penting bisa dimakan.."
Cindy ingin menoleh ke arah Suster yang tengah memegang tangannya..tapi wajahnya ditahan dengan lembut oleh Alf
"Apa ajah?..kalau rumput mau dong?" goda Alf
"Rumput?..memangnya Cindy kambing?"
Alf terkekeh geli
"Hmmm..gini ajah..kamu mau pasta apa spagheti?.." tanya Alf
"Spagheti deh Alf..Cindy suka banget sama spagheti" jawab Cindy
"Beneran?"
Cindy menganggukan kepalanya
"Aku pesanin resto yang di bawah yaah?"
"Iya Alf..nggak apa-apa.."
"Sudah Dok.." kata Suster yang selesai menyuntik antibiotik ke lengan Cindy
"Sudah Sus?..terima kasih yaah.." ujar Alf
"Iya Dok.."
"Haah?..nyuntiknya sudah Sus?" tanya Cindy tak percaya sambil memeriksa lengannya
"Iya nona.." jawab Suster sambil memberesi alat suntiknya
"Nggak sakit kan?" tanya Alf
Cindy menganggukan kepalanya
Ternyata tadi Alf mengalihkan perhatian Cindy yang takut suntikan dengan berbagai pertanyaan..Cindy yang baru mengerti dengan taktik Alf..tersenyum sendiri
"Oh iya Sus..nanti saya minta tolong yaah?..kamu tolong pesanin spagheti cabonara di bawah buat Cindy.."
"Baik Dok..minumnya apa nona Cindy..biar sekalian.." tanya Suster ke Cindy
"Es lemon tea ya Sus.."
"Baik nona.."
"Suster sekalian pesanin untuk Suster sendiri sama teman-teman jaga yang lainnya yah?..bilang ke orang resto..bill nya masuk ke tagihan saya.."
"Baik Dok..terima kasih..saya permisi dulu Dok.." pamit Suster
"Iya Sus.."
Suster itu lalu keluar dari kamar rawat Cindy
"Alf.." panggil Cindy lembut
"Ya Cindy.." jawab Alf sambil menoleh ke arah Cindy
"Terima kasih ya Alf..sudah nolongin Cindy.."
"Iya..sama-sama.." ucap Alf sambil menyelipkan anak rambut Cindy ke belakang telinganya Cindy
Bluuuusssh
Muka Cindy merona merah..tersipu malu
__ADS_1