Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
47.Rumah Sakit


__ADS_3

Setelah mendapat shock therapy dari orang-orang yang tak dikenal..Heru memutuskan kembali ke rumah persembunyiannya..dirinya membatalkan pertemuan dengan seseorang yang sudah membuat janji dengannya


Heru merogoh saku celananya mengambil handphonenya yang berdering


"Halo!.."


"....."


"Maaf ya sweety..aku dipanggil papah mendadak..sorry yaah?"


"....."


"Jangan dulu sweety..sikonnya tidak mendukung..nanti kalau sudah kondusif kita ketemuan.."


"....."


"Iya..aku janji..aku juga kangen sama kamu my hunnybunny.." ucap Heru sambil tersenyum


"....."


"Iya sweety..bye.."


Heru menaruh handphonenya di konsol tengah mobilnya.


Tak lama..sampailah Heru dirumah persembunyian dirinya. Heru bergegas masuk kedalam rumah dan mengunci pintunya rapat-rapat


Di sebuah rumah yang berjarak beberapa rumah dari rumah persembunyian Heru..di lantai 2..seorang pria tengah menelpon sambil meneropong suasana halaman rumah persembunyian Heru


"Halo boss..curut telah kembali ke sarangnya.." lapornya kepada seseorang lewat sambungan telepon


"Bagus..ternyata nyali dia ciut juga setelah kau gertak Lung.."


"Iya boss..sepertinya dia kembali sendiri..tidak dengan Sita.." sahut pria itu yang ternyata Lalung..anak buah Alf


"Kau pantau terus gerak-gerik dia Lung..apa pun yang dia lakukan kau report ke aku yaah?"


"Siaap boss.."


"Kalau curut itu keluar..giring dia supaya kembali ke sarangnya.."


"Siap boss.."


"Oke kalau gitu Lung..oh iya..aku kirim paket makanan ke sana..mungkin beberapa saat lagi sampai"


"Terima kasih boss..atas kirimannya.."


"Ya sudah Lung.."


"Oke boss..selamat sore.."


Lalung menaruh handphonenya ke saku celananya..dia berpaling ke anak buahnya yang berdiri di belakang dia


"Dito sudah balik?" tanya Lalung


"Sudah boss..dia ada di kamar bawah.." jawabnya


Lalung lalu keluar dari kamar itu menuju ke lantai 1..di bawah tangga dia bertanya ke salah satu anak buahnya


"Dimana Dito?"


"Di kamar depan boss.."


Lalung segera menuju ke kamar depan


Ceklek..


Seorang pria yang duduk di depan sekumpulan layar monitor menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka


"Gimana Dit?" tanya Lalung sambil menghampiri Dito


"Beres bang..rumah itu sudah kita pasangin cctv di segala penjuru.." jawab Dito sambil menoleh ke layar monitor kembali yang menampakan suasana rumah persembunyian Heru yang dipantau lewat cctv


Anak buah Lalung bergerak cepat ketika melihat Heru dan Sita keluar dari rumah persembunyian Heru.


Mereka memasang banyak cctv tersembunyi untuk memantau pergerakan Heru selama besembunyi disana


"Kerja bagus Dit.." puji Lalung sambil menepuk pundak Dito


"Thankyou bang.." sahut Dito sambil menoleh ke arah Lalung yang berdiri di sebelah dia duduk dan kembali menatap layar monitor


_____________________


MVP mewah yang bertuliskan SACorp berhenti di depan loby rumah sakit Alex's Hospital


Pintu samping terbuka secara otomatis


"Pak Iyan balik ke kantor ayah ya?..nanti saya bisa pulang sama kak Alf.." ucap Kanaya sebelum turun


"Baik non.." jawab pak Iyan


"Nih pak..buat jajan.." kata Kanaya sambil memberikan tip buat pak Iyan


"Nggak usah non..terima kasih" jawab pak Iyan menolak secara halus pemberian Kanaya


"Nggak apa-apa pak..kan pak Iyan udah nganterin saya sama teman-teman tadi.." kata Kanaya sambil terus mengacungkan uangnya


"Baik non..terima kasih.."


Pak Iyan menerima uang dari tangan Kanaya

__ADS_1


"Terima kasih ya pak.." ucap Kanaya sambil turun dari mobil


"Iya non..sama-sama"


Setelah memastikan Kanaya memasuki loby rumah sakit..pak Iyan segera meninggalkan area loby rumah sakit Alex's Hospital


Didalam..Kanaya bertanya ke salah seorang Security yang berjaga


"Selamat sore pak.." sapa Kanaya


"Sore dek..ada yang bisa saya bantu?" jawab Security itu


"Saya mau ketemu sama kak Alfonso..bisa pak?" tanya Kanaya


"Maksud adek ini..Dokter Alfonso?"


"Iya pak"


"Oh..Dokter Alfonso kantornya ada di lantai 10..adek bisa naik lift yang ada disana" kata Security sambil menunjuk ke arah selasar lift


"Terima kasih ya pak.."


"Iya dek..sama-sama"


Kanaya segera menuju ke selasar lift..tapi matanya melihat beberapa feeding machine yang ada di sebelah selasar lift..dia segera menghampiri mesin itu


Kanaya melihat-lihat aneka snack yang ada di dalam mesin dan memilih snack kesukaan dia


Setelah memasukan uang ke loket..Kanaya memilih dua batang coklat yang menggugah seleranya


Tes..


Air mata menetes di pipi Kanaya saat dia melihat dua buah coklat batangan yang ada di tangannya. Dia teringat ketika dirinya saat kelas 2 SMP diajak oleh nenek Ida belanja di pasar


Saat itu dirinya meminta dibelikan sebatang coklat ke nenek Ida..nenek Ida menghitung uang belanjaannya yang dia bawa..cukup tidak untuk membelikan sebatang coklat yang diminta oleh Kanaya. Akhirnya nenek Ida membelikan coklat yang dipinta Kanaya dengan mengorbankan barang yang akan dia beli di pasar untuk ditunda dulu


"Terima kasih ya nek..maafin Naya yang waktu itu egois sama nenek..gara-gara Naya minta coklat..belanjaan nenek jadi berkurang.."


Kanaya mengusap airmatanya yang menetes di pipinya


"Alfatikhah buat nenek Rosida binti Makmun"


Setelah mendapat snack yang diinginkan..Kanaya kembali menuju ke selasar lift


Ting


Terbukalah pintu lift di lantai 10..Kanaya keluar dan menuju ke seorang Security yang menjaga pintu masuk


"Selamat sore pak.." sapa Kanaya


"Sore dek..ada yang bisa dibantu?" jawab Security itu


"Adek dari mana?" tanya Security melihat penampilan Kanaya yang masih mengenakan seragam sekolahnya


"Saya adiknya kak Alf.." jawab Kanaya


"Adiknya pak Alfonso?" tanya Security itu memastikan


Kanaya menganggukan kepalanya..tapi Security itu ragu-ragu dengan jawaban Kanaya


Karena sepengetahuan dirinya..pak Dokter Alfonso selaku Direktur Rumah Sakit ini tidak mempunyai adik kandung


"Sebentar ya dek..adek tunggu disini dulu..saya mau tanya bu Yuni dulu"


Security masuk ke dalam meninggalkan Kanaya sendirian di depan pintu masuk. Tak lama dia kembali dengan seorang wanita cantik yang bernama Yuni..sekretaris pribadi Alf


"Iya dek?..selamat sore?" sapa Yuni


"Selamat sore ibu.." jawab Kanaya sambil tersenyum


"Kata pak Olan..adek mau ketemu dengan pak Dokter Alfonso?" tanya Yuni


"Iya bu..kak Alf nya ada?"


"Kak Alf?.."


"Pak Dokter sudah pulang dek.." jawab Yuni sambil menelisik Kanaya yang mengaku sebagai adik dari atasannya


Raut wajah Kanaya berubah menjadi kecewa mendengar Alf tidak ada di tempat. Dirinya sengaja tidak menelpon Alf terlebih dahulu kalau ingin datang berkunjung ke rumah sakit karena ingin memberikan kejutan ke kakaknya


"Ooh..gitu ya bu?..terima kasih yaa.." ucap Kanaya


"Iya dek.." jawab Yuni sambil tersenyum


Kanaya mengeluarkan handphonenya untuk menghubungi Alf dengan video call


"Halo kak?..assallamuallaikum.." sapa Kanaya begitu tersambung video call nya


"Waallaikumsallam..ada apa dek?"


"Kakak dimana?..aku dirumah sakit nih.."


"Haah?..kamu dirumah sakit?..beneran?"


"Beneran kak..nih..kalau kakak tidak percaya.."


Kanaya mengarahkan layar handphonennya ke sekeliling ruangan yang ada di depan pintu masuk ruang rawat lantain10


Yuni dan pak Olan seketika membeku kaget..karena melihat wajah Alf di layar handphone Kanaya

__ADS_1


"Kakak dimana?"


"Kakak lagi ada seminar diluar dek.."


"Masih lama?"


"Masih..ini kakak lagi coffe break "


Kanaya mengerucutkan bibirnya kecewa setelah mendengar kakaknya masih lama


"Hmmm..ya udah deh..aku pulang aja deh kak.."


"Kamu pulang sama siapa?..telpon pak Nano kalau gitu..supaya jemput kamu disana.."


"Iya kak..aku pulang ya kak..keburu sore..dah ya kak..assallamuallaikum.."


"Waallaikumsallam..hati-hati yaah?.."


Kanaya memasukan handphonenya ke dalam saku bajunya setelah sambungan video call dengan kakaknya selesai


"Ibu..saya pulang saja deh..kak Alf nya lagi ada seminar..katanya juga masih lama selesainya.." pamit Kanaya ke Yuni


"I..iya dek.." jawab Yuni gugup..setelah tahu kalau gadis berseragam sekolah yang ada didepannya..adalah adik dari atasannya


"Permisi ya bu..selamat sore.." pamit Kanaya sambil berbalik dan menuju ke depan lift


"Se..selamat sore..hati-hati ya dek.."


Tak lama kemudian Kanaya masuk ke dalam lift yang pintunya terbuka


"Bu Yuni?..gadis itu..beneran..adiknya pak Dokter Alfonso?" tanya pak Olan setelah pintu lift yang dimasuki Kanaya menutup


"Nggak tahu saya pak..soalnya saya juga baru ketemunya sekarang..tadi pak Olan ada salah omong nggak sama adiknya pak Dokter?" tanya Yuni sambil melihat pak Olan dengan pandangan menyelidik


"Sepertinya nggak ada bu.." jawab pak Olan yang ragu dengan jawabnnya sendiri


Pak Olan mencoba mengingat-ingat lagi..ada tidak yang salah ucap ke Kanaya. Dia takut membuat Kanaya kecewa dan tersinggung karena bisa berimbas ke pekerjannya


"Syukurlah kalau gitu..saya tinggal ya pak.." pamit Yuni sambil kembali masuk ke dalam


"Baik bu.."


Yuni juga mengingat kembali..ada tidak yang dia salah ucap ke Kanaya. Yuni tersenyum karena dia merasa tidak ada yang salah ucap ke Kanaya..dia bersikap sopan ke Kanaya karena gadis itu juga bersikap sopan ke dirinya


"Keluarga pak Dokter sopan-sopan semuanya..nggak kayak orang-orang kaya kebanyakan..yang sombongnya sampai menyundul langit"


____________________________


Sementara itu di loby rumah sakit..Kanaya menunggu mobil yang menjemput dirinya untuk pulang dengan duduk di kursi tunggu sambil menikmati coklat batangannya


Sesekali dia tertawa melihat rekaman dirinya yang bersama teman-temannya ketika karaokean di Wijaya Hall


Orang yang duduk menunggu di loby..tersenyum geli melihat Kanaya yang senyam-senyum sendiri sambil melihat layar handphonenya


Tangan kanannya asyik bermain di layar handphonenya..sedangkan tangan kirinya memegang coklat batangan yang tinggal setengahnya. Tiba-tiba layar handphonenya berubah menjadi panggilan masuk


"Halo ayah?..assallamuallaikum.."


"Waallaikumsallam Sandra..kamu masih di rumah sakit?"


Ternyata tuan Stephano yang menelpon Kanaya


"Masih ayah..aku nunggu di loby.."


"Kamu ke loby sekarang yahh?..si Nano udah sampai di lobby tuh.."


"Oooh..iya Yaah..aku keluar sekarang.." kata Kanaya sambil bangun dan berjalan keluar


"Kamu mau langsung pulang apa ke tempat ayah?..soalnya ayah belum pulang..masih dikantor.."


"Aku ke tempat ayah aja deh..boleh kan Yaah?"


"Boleh sayang..kamu sudah bilang sama ibu?..kalau kamu mau main ke tempat ayah?"


"Sudah Yaah..tadi aku sudah minta ijin sama ibu..kalau nanti pulangnya bareng sama ayah"


Di loby rumah sakit..Kanaya melihat seorang pria membukakan pintu belakang sebuah sedan mewah berwarna hitam untuk dirinya


"Sudah ya Yaah..aku sudah ketemu sama pak Nano.."


"Iya sayang..ayah tunggu di sini yah?"


"Iya ayah..assallamuallaikum.."


"Waallaikumsallam.."


Kanaya menghampiri pak Nano yang sudah menunggunya


"Non Sandra.." sapa pak Nano


"Halo pak..terima kasih ya pak.." jawab Kanaya sambil masuk ke dalam mobil


"Iya non..sama-sama.."


Pak Nano segera bergegas menuju ke pintu sebelah kanan..dan tak lama mobil mewah itu meninggalkan lobby rumah sakit


"Kita mau kemana non?" tanya pak Nano sambil melihat ke arah Kanaya melalui spion tengah


"Ke kantor ayah ya pak.." jawab Kanaya

__ADS_1


"Siap non.." ucap pak Nano sambil tersenyum


__ADS_2