
Porsche Panamera hitam tengah melaju pelan membelah jalan ibukota yang sudah terlihat lengang
Stu melihat Kanaya seperti melamun sambil melihat suasana diluar melalui jendela pintunya
"Naya?.." panggil Stu lirih
"Huh?..iya kak?" jawab Kanaya seraya menoleh
"Kenapa?..apa yang kamu lamunin?" tanya Stu sambil tersenyum
"Hmm..memang bener ya kak?..kalau kak Alf itu punya adik perempuan?"
"Iya..tapi dulu waktu masih kecil..dia dibawa lari oleh pengasuhnya..dan sampai sekarang belum ketemu" jawab Stu
"Kasihan nyonya Delores ya kak..ngelihat aku sampai anggap aku sebagai anaknya..siapa namanya kak?..adeknya kak Alf?"
"Kasandra.." jawab Stu sambil konsen ke depan
Kasandra..Kanaya..Ka..Kasandra.. Ka..Kanaya.. kalung berliontin huruf K
Stu memonolog sendiri di bantinnya
"Eh iya Naya..kalung kamu yang ada liontinnya mana?..masih kamu simpan?" tanya Stu
"Masih kak..kemarin terakhir aku kantongin di celana..je..ans"
Kanaya sontak seperti teringat sesuatu..dia ragu apa benar kalungnya dia simpan di kantung celana jeansnya
"Kenapa Naya?"
"Nggak kak..nggak apa-apa.." jawab Kanaya sambil tersenyum
Handphone Stu tiba-tiba berdering..dia lihat nama pemanggil
Stu segera menepikan mobilnya
"Yes mom?.." sapa Stu malas
"Hei little rascal!!..how are you my son?"
"Fine mom..thankyou..ada apa mom..nelpon malam-malam begini?"
"Hei..apa masalah kalau mommy menelponmu sekarang?..disini jam 11 siang Stu!.."
"Mom?..di Canada memang jam 11 siang..tapi di Jakarta jam 11 malam mom.."
"Oooh..sorry for that..mommy lupa my dear"
Stu mencebik kesal mendengar mommy nya hanya tertawa di sambungan teleponnya
"Stu..bisakah kau datang ke Canada sekarang?..ada hal penting yang mau mommy sampaikan ke kamu"
"Hal penting apa mom?"
"Nanti saja kalau kau sudah disini.."
"Kenapa nggak sekarang saja mom?" potong Stu
"Anak bandel!..jangan suka memotong pembicaraan orang tua.."
Stu menghela nafasnya
"Iya mom..im sorry"
"Sudah..mommy nggak mau tahu..sekarang juga kamu terbang ke Canada..daddy mu sudah meng-arrange Captain Johannson to pickup you in there..if on schedule..he will arrive at Jakarta right now.."
Baru juga Stu akan buka mulutnya..sambungan telepon sudah diputus sepihak oleh mommy nya..Stu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya
"Ada apa kak?" tanya kanaya
"Mommy saya..nelpon..nyuruh saya pulang ke Canada sekarang.." jawab Stu sambil menjalankan mobilnya kembali
"Canada..Canada yang diluar negeri itu kan kak?" tanya Kanaya
"Iya.." jawab Stu sambil menahan senyumannya
"Kakak orang Canada?.."
"Bukan..saya asli orang indonesia soalnya saya lahir disini..daddy saya yang asli Canada..sedangkan mommy asli orang Indonesia..kelahiran Jogja" jawab Stu
"Waah..berarti kak Stu orang Indo yaah?..keturunan bule" ucap Kanaya sambil tersenyum
"Bisa aja kamu.." gemas Stu sambil menjawil hidung Kanaya
Stu menoleh ke handphonenya yang berbunyi..ada sebuah pesan masuk
"Mommy lupa..nanti kau ajak calon menantu mommy ke Canada yaah?..mommy and daddy mau kenal.."
"What?..calon menantu?" monolog Stu
"Calon menantu apa sih mom?..aku nggak ngerti.." kirim Stu
Ting..
"Sudah..jangan banyak alasan..mommy and daddy sudah tidak sabar ingin segera memomong cucu"
Ting..
Mommy Stu mengirim gambar..Stu segera memencet tombol download
Seketika matanya membulat begitu melihat foto yang dikirim mommy nya..foto Kanaya saat dipesta ulang tahun nyonya Delores
"Mommy kok bisa dapat foto Naya?.." batin Stu
Ting..
"Itu pacarmu yang sekarang bukan?"
"Mommy dapat foto ini dari mana?"
Ting..
"Out of the record..kamu nggak perlu tahu.."
Ting..
"Kamu bawa dia Stu untuk temuin mommy and daddy.."
"Kalau kamu datang sendiri..lebih baik kamu nggak usah pulang!!"
Stu memijit pangkal hidungnya..perintah mommy nya tidak dapat terbantahkan
"Kenapa kak?" tanya Kanaya
"Naya..malam ini kamu ikut saya yaah?"
"Ikut kemana kak?" tanya Kanaya lagi
__ADS_1
"Ke Canada..ke rumah orangtua saya.."
"Haaaaah??"
_____________
Dengan dibantu Tika dan Nuri..Kanaya memberesi baju yang akan dia bawa ke Canada
Pintu kamar Kanaya terbuka dan masuklah mbak Pur sambil membawa sebuah jaket tebal
"Naya?" panggil mbak Pur
"Iya bu.." jawab Kanaya
"Ini..ibu bawain jaket buat kamu selama nanti di Canada..sepertinya disana lagi musim dingin" ucap mbak Pur sambil menaruh jaket ke dalam koper yang ada diatas ranjang
"Terima kasih ya bu"
Mbak Pur menganggukan kepalanya
"Sudah selasai Nuri?" tanya mbak Pur
"Sudah bu.." jawab Nuri
"Ayo non..kita ke depan..sepertinya den Stu sudah nunggu" ajak mbak Pur
Kanaya lalu mengikuti mbak Pur ke depan
Di ruang tengah..Stu sedang duduk di sofa sambil melihat handphonenya
"Den.." panggil mbak Pur
Stu menoleh ke arah suara yang memanggilnya
"Sudah bu?"
"Sudah den.."
"Ayo Naya..kita berangkat sekarang.."
Kanaya lalu pamit dengan mbak Pur,Tika,Nuri dan Wati
"Hati-hati ya non..semoga selamat sampai tujuan.." ucap Tika sambil tersenyum
"Aku jalan ya mbak..bu Pur..assallamualaikum.."
"Waallaikumsallam.."
Dengan disupiri oleh pak Dirman..Stu dan Kanaya meninggalkan halaman mansion menuju ke bandara
"Kak..bu Sela kemana yaah?..kok dari tadi pagi aku nggak lihat?.." tanya Kanaya
"Sela sama Riko lagi ke Lombok..ada urusan pekerjaan.." jawab Stu
"Oh iya kak..nanti lama nggak kak..perjalanan ke Canadanya?"
"Palingan 8 jam.."
"Lama juga ya kak.."
Stu menganggukan kepalanya
"Naya.."
"Iya kak?"
"Jadi pacar?..kenapa memangnya kak?"
"Mommy saya sudah minta saya buru-buru nikah..mereka sudah tidak sabar untuk memomong cucu..kalau kamu nanti ngaku sama mommy saya jadi pacar saya..mommy saya nggak nguber-nguber saya untuk nikah..yah?..tolong ya Naya.." pinta Stu
"Iii..iiya kak.."
"Jadi pacar bohongannya kak Stu?..ya Alloh..ada apa ini..perasaanku kok nggak enak gini rasanya.."
Kanaya berusaha meredam degup jantungnya yang memompa semakin cepat
"Memangnya..kak Stu nggak mau nikah?"
"Mau lah..tapi jangan sekarang..saya nggak mau diburu-buru" jawab Stu
Tak lama kemudian..sampailah mereka di bandara
"Selamat jalan tuan muda..non Naya.." ucap pak Dirman setelah mendrop Stu dan Kanaya di loby
"Iya pak..terima kasih.."
Kanaya menyeret kopernya mengikuti Stu masuk ke dalam
Kanaya yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di bandara..terlihat kagum melihat megahnya bangunan bandara
"Nayaaa?.." panggil Stu
Kanaya segera tersadar dengan kekagumannya bergegas menghampiri Stu yang menunggunya
Di depan pintu masuk..Stu telah ditunggu oleh dua orang berseragam pilot
"Hallo Sir..this way.." ajak salah satu dari pria itu
Stu menggandeng tangan Kanaya untuk mengikuti kedua pria itu masuk kedalam
"Kak?.." panggil Kanaya lirih
"Hmm.."
"Kita nggak beli tiket dulu kak?" tanya Kanaya
Stu tersenyum geli mendengar pertanyaan polos Kanaya
"Kita nggak perlu beli tiket Naya..kita terbangnya pakai private jet kepunyaan daddy saya.." jawab Stu
Kanaya hanya membulatkan mulutnya mendengar jawaban Stu
Stu yang gemas mengucek-ucek pucuk rambut Kanaya
Dilandasan pacu..kembali Kanaya dibuat kagum dengan benda besar yang ada didepannya
Biasanya dia hanya bisa melihat dari televisi sebuah pesawat..kali ini dia akan menaikinya
"Halo?..welcome aboard.." sapa seorang pramugari bule yang cantik berdiri di depan tangga pesawat menyapa Stu dan Kanaya
"Pardon me Miss..can i take your luggage?" tanya pramugari ke Kanaya
"Oh..please..thankyou.." jawab Kanaya
Kanaya memberikan kopernya ke pramugari
Stu tersenyum melihat Kanaya menjawab permintaan pramugari itu
__ADS_1
"Can you speak English Naya?" tanya Stu
"Yes kak..just but little" jawab Kanaya
Stu menyuruh Kanaya duduk di sebuah kursi..Stu duduk disebelahnya
"Naya?.." panggil Stu sambil memperlihatkan cara memakai sabuk pengaman ke Kanaya
Kanaya mengikuti arahan Stu
Stu melihat raut muka Kanaya berubah pucat dan ketakutan..saat pesawat bergerak menuju ke runway
"Naya..tenang yaah?..nanti setelah kita mengudara..kamu bisa tidur.." ucap Stu menenangkan Kanaya sambil memegang tangannya dengan erat
Kanaya tidak menjawab..dirinya hanya berusaha untuk tidak pingsan karena terlalu takut dengan penerbangan pertamanya
Stu ingin sekali memeluk Kanaya untuk menenangkannya..tapi sebelum pesawat take off dan mengudara..dia hanya bisa menenangkannya dengan memegang tangannya
"Ya Alloh..Allohuakbaaaaar..."
Kanaya memejamkan matanya saat pesawat mulai take off..wajahnya memucat pias
Turbulensi pesawat cukup membuat Kanaya ketakutan setengah mati
Setelah dirasa sudah tenang..Stu segera membuka seat beltnya dan bergegas ke depan Kanaya dan membuka seat belt Kanaya
Stu segera memeluk Kanaya dan dia tarik ke atas pangkuannya
"Sudah yaah?..kita sudah mengudara nih.." bujuk Stu sambil mengusap-usap punggung Kanaya yang bergetar
"Ki..kita..nggak jatuh..kan kak?" tanya Kanaya dengan suara bergetar
"Nggak..kamu makan dulu yaah?..habis itu kamu bisa tidur.." pinta Stu
"Kamu lapar kan?" sambung Stu
"I..iya kak.." jawab Kanaya
Stu memanggil pramugari untuk menghampiri kursinya
"Yes Sir?"
"Can you prepare dinner for Naya?"
"Yes Sir..please take a moment.."
Tak lama kemudian..pramugari datang dengan mendorong sebuah troley kecil dan menghidangkan makan malam untuk Stu dan Kanaya
"Naya?..kita makan dulu yaah?" pinta Stu
Tapi Stu mendengar suara dengkuran halus Kanaya..ternyata Kanaya sudah tertidur di pelukannya..Stu tersenyum
Dengan hati-hati Stu membopong Kanaya untuk dia bawa ke ruang sebelah yang terdapat sebuah ranjang..dengan perlahan Stu taruh Kanaya diatasnya dan dia tarik selimut sampai sebatas dada Kanaya
Stu rapikan anak rambut Kanaya yang jatuh menutupi mukanya
Sebelum bangun..Stu mengecup kening Kanaya dengan lembut
"Selamat tidur Naya..mimpi yang indah yaah?" bisik Stu
Stu tersenyum melihat Kanaya keningnya berkerut karena merasa terganggu tidurnya saat Stu mengecup keningnya
Menggemaskan
Setelah itu Stu pindah ke kursinya kembali
___________
Di pagi hari..disebuah kamar yang mewah dan nyaman di mansion kepunyaan tuan Stephano..terdengar dering telepon yang berhasil membuat sang empu handphone sontak terbangun dari buaian mimpinya
Alf dengan mata yang masih sedikit terbuka..mencari handphonenya yang dia taruh di atas nakas sebelah ranjangnya
"Halo?.." sapa Alf dengan suara serak khas suara bangun tidur
"Halo Alfonso..this is Edward..i just already send to you email yaah..about DNA test your sister..the test results show the result is 99.98%..you are siblings Alf"
"Haaah??..really Ed?" tanya Alf langsung bangun dari tidurnya
"Yes Alf..it's true..the hair you gave it to me..its belongs to your sister..the result i send to you email yaah?"
Seketika mata Alf terbelalak lebar..setelah Edward memberi kabar kalau hasil test DNA lewat rambut Kanaya..memberitahukan kalau Kanaya adalah Kasandra..adik kandungnya..adiknya yang telah lama hilang
"Alf?..halo?..are you still there?"
"Yes Ed..thankyou very much buddy..i send you bonus yaah..thankyou buddy..thankyou!!"
Alf segera bergegas mencari laptopnya dan segera dia buka email yang dikirim oleh Edward
"Alkhamdulillah ya Alloh..ternyata benar dugaanku..Naya adalah adikku..adikku sudah pulang!.."
Alf menyeka air mata yang sudah jatuh di pipinya..air mata bahagia
"Ayah ibu harus tahu berita bagus ini.."
Alf buka laci nakas dan dia ambil kalung Kanaya yang tertinggal di mobilnya tempo hari..dan tak lupa dia bawa laptopnya
"Ah..****!!.." pekik Alf setelah menyadari kalau dirinya hanya memakai celana boxernya
Dirinya terlalu diliputi euforia setelah mendengar berita dari Edward
Setelah dirasa rapi..Alf bergegas keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang keluarga..tapi disana dilihat kosong..
"Bi..ayah sama ibu mana?" tanya Alf pada salah seorang pelayan yang tengah melintas
"Tuan besar sama nyonya besar ada di halaman belakang tuan muda.." jawabnya
"Terima kasih bi.."
Alf segera berlari ke halaman belakang
Disana dia melihat kedua orang tuanya tengah bersenam pagi berdua..senyum Alf langsung mengembang di bibirnya
Tuan Stephano dan nyonya Delores saling pandang setelah melihat putranya tengah mesam-mesem nggak jelas di depan mereka
"Ayah..ibu..Alf punya kabar gembira buat ayah dan ibu.." ucap Alf sambil tersenyum yang terus tergambar di bibirnya
Tuan Stephano dan nyonya Delores kembali saling pandang..mencari jawaban
"Ayah..ibu..kemarilah sebentar.." pinta Alf
Kedua orang tua Alf akhirnya menghampiri Alf yang berdiri di teras dan duduk di kursi
"Ada apa Alf?..kamu kok sepertinya senang bener sih?" tanya nyonya Delores
"Ayah..ibu.." ucap Alf sambil melihat secara bergantian ke kedua orang tuanya dan menarik nafasnya sejenak
"Alf berhasil menemukan Kasandra.."
__ADS_1
"APAAAAA!!"