Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
117.Ahli Waris


__ADS_3

Sampailah rombongan mobil yang membawa opa Enzo di mansion tuan Stephano. Beberapa bodyguard dengan sigap membukakan pintu mobil untuk opa Enzo dan oma Izel. Sebelum masuk ke dalam mansion..opa Enzo melihat ke sekeliling halaman depan mansion


"Tidak ada yang berubah..masih seperti dulu" batin opa Enzo sambil tersenyum


Nyonya Delores menghampiri opa Enzo yang masih berdiri di teras


"Papa?.." panggil nyonya Delores


Opa Enzo menoleh seraya tersenyum. Opa Enzo lalu mengikuti nyonya Delores yang mengajaknya masuk ke dalam mansion..menyusul Kanaya yang sudah menggandeng oma Izel kedalam mansion terlebih dahulu. Di ruang tamu opa Enzo sudah ditunggu oleh tuan Stephano dan Alf


"Silahkan papa.." pinta tuan Stephano


Opa Enzo lalu duduk di sebelah oma Izel dan meminta Kanaya untuk duduk disebelahnya


"Papa istirahat dulu yaah?..setelah perjalanan dari Itali..papa sama mama pasti lelah.." pinta nyonya Delores


"Nanti dulu Adel..papa masih kangen sama Sandra dan ada yang ingin papa bicarakan dengan Kassandra.." jawab opa Enzo


"Lebih baik kau antarkan mamamu untuk istirahat..nanti papa menyusul.." sambung opa Enzo


Nyonya Delores menganggukan kepalanya dan berdiri menghampiri oma Izel untuk mengajaknya menuju ke kamar. Sepeninggal oma Izel dan nyonya Delores..tuan Stephano pamit undur diri ke opa Enzo..karena ada sebuah pekerjaan yang harus segera tuan Stephano selesaikan dengan segera


"Alfonso?.." panggil opa Enzo ke Alf yang duduk di sofa seberang tempat opa Enzo duduk


"Iya opa?.." jawab Alf


"Sini sebentar..ada yang mau opa bicarakan dengan kalian berdua.." pinta opa Enzo


Alf lalu bangun dan duduk di sisi sebelah lain dari opa Enzo. Setelah Alf duduk..opa Enzo lalu memegang masing-masing sebelah tangan Kanaya dan Alf. Keduanya hanya bisa diam dan menunggu apa yang akan opa Enzo bicarakan dengan mereka


"Alfonso..Kassandra.." ujar opa Enzo sambil menatap kedua cucunya secara bergantian


"Iya opa.." jawab Alf dan Kanaya bersamaan


"Kedatangan opa dan oma kesini..selain menghadiri pesta pernikahan kau Alfonso..opa ada urusan pribadi yang penting dengan cucu-cucu opa ini. Yaitu opa ingin membagikan harta opa dan oma untuk menjadi warisan kalian berdua.." kata opa Enzo sambil menatap Alf dan Kanaya


Alf dan Kanaya hanya bisa saling pandang tak percaya setelah mendengar ucapan opa Enzo


"Opa harap..jangan ada rasa iri dan dengki diantara kalian berdua setelah kalian menerima warisan dari opa.."


Opa Enzo menatap ke Faleria..Faleria yang mengerti akan tatapan opa Enzo..menaruh dua map di meja yang ada di depan opa Enzo


"Sekarang kalian cukup tanda tangan di berkas yang sesuai dengan nama kalian..setelah itu resmi sudah semua aset opa dan oma untuk kalian berdua.."


"Opa serius?.." tanya Alf tak percaya


"Serius Alfonso..kenapa kau bertanya begitu?" jawab opa Enzo sambil tersenyum


"Tapi?..kenapa harus sekarang opa?..seolah-olah umur opa sudah tidak lama lagi..opa mengidap sakit apa?.."

__ADS_1


Sreeeet


"Cucu kurang ajar!!..berani-beraninya kamu ngomong seperti itu sama opa!..kamu berharap opa segera mati huh?.." kesal opa Enzo sambil menjewer telinga Alf


"Adadadaaaaaaaa...ampun opa...aaaah.." erang Alf yang merasa telinganya panas dijewer opa Enzo


Kanaya dan Faleria tertawa geli melihat Alf yang kesakitan telinganya dijewer opa Enzo


"Iya opa..teruusss..kak Alf memang suka ngaco kalau bicara opa.." pinta Kanaya memanas-manasi opa Enzo


Alf segera memegang telinganya yang panas setelah terlepas dari jeweran opa Enzo


"Faleria?.." panggil opa Enzo


"Iya tuan?.." jawab Faleria sambil menahan senyumannya


"Berkas surat kuasa itu kamu ganti..kamu coret nama Alfonso dari daftar ahli waris saya.."


Alf tersentak kaget mendengar perkataan opa Enzo. Bisa berabe kalau namanya dicoret dari daftar ahli waris opa Enzo


"Eh..eh..opa jangan dooong..Alf tadi kan cuma bercanda opa..mosok cucu opa yang tampan ini mau dilupain sih?..kan..opa Lorenzo de Marco..pria yang paling tampan di dunia ini.." bujuk Alf sambil mengelus-elus lengan opa Enzo


"Bohong opa..jangan percaya sama omongan kak Alf..kak Alf pasti ada maunya tuh opa.." ledek Kanaya


"Sandraaa!!.." kesal Alf


"Nggak kena..hweeee.." ledek Kanaya ke Alf yang melotot ke dirinya


Di sudut bibir opa Enzo tersungging senyuman samar melihat perdebatan kedua cucunya


"Bener opa..Alf nggak bohong..opa kan orangnya baik hati..tidak sombong dan rajin menabung.." bujuk Alf


"Kamu tarik omongan kamu tadi..karena omongan adalah doa..doa kan opa dan oma yang baik-baik..diberikan kesehatan..supaya opa sama oma bisa melihat dan memomong cicit opa nanti.." pinta opa Enzo


Alf lalu melakukan gerakan seperti mengambil sesuatu di udara dengan tangan kanannya dan dia masukan ke dalam mulutnya lalu di kunci dan kuncinya dia buang ke sembarang arah.


"Ya Alloh..ya Robb..aku mohon kepada Mu mohon diberikan kesehatan dan umur yang panjang untuk opa ku..opa Lorenzo de Marco dan oma ku..oma Graziella de Marco..amiin.." doa Alf sambil mengadahkan kedua tangannya


"Amiiinn.." sambung Kanaya


Opa Enzo tersenyum lalu merentangkan kedua tangannya agar kedua cucunya masuk kedalam pelukannya. Alf dan Kanaya segera memeluk opa Enzo bersamaan


"Terima kasih sayang..opa sama oma akan selalu menjaga kesehatan kami berdua..supaya opa bisa melihat cicit opa lahir nanti.." kata opa Enzo sambil menggerakan tangan kanannya yang memeluk Alf


"Dan melihat cucu opa sewaktu dia di wisuda nantinya.." sambung opa Enzo melihat ke Kanaya dan memeluk Kanaya yang ada di tangan kirinya


Alf dan Kanaya memeluk opa Enzo sambil tersenyum haru


"Sudah..sekarang kalian tanda tangani berkas yang sudah dipersiapkan oleh Faleria untuk kalian.." pinta opa Enzo

__ADS_1


Alf dan Kanaya menandatangani berkas peralihan kepemilikan semua aset-aset opa Enzo untuk dilimpahkan kepada mereka berdua


"Sudah opa.." ucap Kanaya setelah menandatangani berkas yang menjadi punyanya


Faleria memberesi kedua map yang sudah ditanda tangani oleh Alf dan Kanaya


"Mulai saat ini..semua aset-aset tuan Lorenzo sudah berpindah tangan kepada Alfonso dan nona Kassandra tuan.." kata Faleria ke opa Enzo


"Baik..terima kasih Faleria.." jawab opa Enzo


Setelah itu..Faleria berpindah dengan berdiri di samping Enrico


"Oh iya Sandra..kamu kapan masuk kuliah?.." tanya opa Enzo


"Bulan depan opa.." jawab Kanaya


"Opa ada hadiah buat kamu untuk kuliah besok..Enrico?.." panggil opa Enzo


"Saya tuan.." jawab Enrico sambil menghampiri opa Enzo


"Kemarikan tas saya.." pinta opa Enzo


"Sebentar tuan.."


Enrico membuka tas koper yang selalu dia bawa-bawa selama bersama opa Enzo dan Enrico memberikan sebuah tas kecil dari bahan kulit berwarna hitam ke opa Enzo


"Ini tuan.."


Opa Enzo menerima tas kecilnya dari tangan Enrico. Kemudian opa Enzo mengambil 2 buah blackcard dan dia berikan ke Kanaya


"Ini..buat kamu bekal kuliah nanti.."


"Buat aku opa?.."


"Iya..ibumu bilang kalau kamu itu suka koleksi blackcard..jadi opa berikan ini buat kamu.." jawab opa


Kanaya lalu menerima blackcard pemberian opa Enzo


"Terima kasih ya opa.." ucap Kanaya sambil memeluk opa Enzo dan tak lupa dia cium kedua pipi opa Enzo


"Iya sayang.." jawab opa Enzo sambil tersenyum


"Nanti kamu bisa minta lagi sama oma..oma punya juga buat kamu koleksi.." sambung opa Enzo


Kanaya menganggukan kepalanya. Alf yang melihatnya hanya memberikan senyumannya. Alf tersenyum geli..karena hanya Kanaya lah yang hanya mengkoleksi blackcard tanpa pernah memakainya


.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2