Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
37.Bertemu Dengan Opa dan Oma


__ADS_3

"Mau ketemu sama calon kakak ipar.." jawab Kanaya santai sambil melihat ke arah Cindy


"Haaaah!!"


Cindy tersentak kaget begitu Kanaya menyebut dirinya dengan sebutan kakak ipar


"Ka..kakak..ipar?" tanya Cindy bingung sambil melihat Alf untuk meminta jawaban darinya


Cetaaaaak...


"Aaaaawww...sakit kak!!.." rengek Kanaya karena jarinya Alf sudah menyentil keningnya


"Kalau ngomong sembarangan.." sewot Alf


"Kakak ipar?..kak Alf suka kasar sama kakak ipar nggak sih?" rajuk Kanaya ke Cindy sambil mengerucutkan bibirnya


"Naya?..ka..kamu apanya Alf?" tanya Cindy


"Aku adiknya kak Alf kakak ipar.." jawab Kanaya sambil tersenyum


"Haah?..bener Alf?" tanya Cindy ke Alf


Alf hanya mengangguk sambil tersenyum


"Iya Cindy..Kasandra adalah adikku satu-satunya.." jawab Alf sambil mengucek-ucek pucuk rambut Kanaya


"Iiih..kak Alf..rambut aku kan jadi berantakan" rajuk Kanaya yang bibirnya kembali mengerucut sebal sambil merapikan rambutnya


"Kamu ngapain kesini dek?..Stu kan belum kembali dari Lombok.." tanya Alf


"Aku kesini nggak mau ketemu sama kak Stu kok kak..aku kesini tadi disuruh sama ibu supaya ketemu sama kakak ipar.." jawab Kanaya


Cindy hanya bisa tersenyum masam..karena Kanaya terus memanggil dirinya dengan panggilan kakak ipar


"Ibu yang suruh dek?..ada apa sih?"


"Nggak ada apa-apa kak..eh iya..kakak ipar sudah mau pulang belum?" tanya Kanaya ke Cindy


"Eh..Naya..kamu cukup panggil kak Cindy saja yaah?..jangan kakak ipar.." pinta Cindy sambil tersenyum rikuh


"Kenapa kakak ipar?..aku disuruh sama ibu supaya membiasakan manggil kak Cindy pakai panggilan kakak ipar.."


"Iya..tapi kakak sama kak Alf kan belum menikah..kalau sekarang cukup kak Cindy ajah yaah?" pinta Cindy


Kanaya hanya tersenyum masam menjawab permintaan Cindy


"Ya udah deh..sekarang ikut Naya yuk kak.." ajak Kanaya


"Kemana?" tanya Cindy


"Kita beli kopi di loby..tadi Naya lihat ada coffeshop di bawah..ayuk kak.."


"Eh..tapi..meja kakak masih berantakan..kakak beresin dulu yaah?..soalnya sudah jam pulang ini.."


"Ada kak Alf ini kak..biar kak Alf saja yang beresin..ayo kak..kita C'mon.."


Alf ingin protes dengan kelakuan sepihak Kanaya yang menyuruhnya memberesi meja Cindy..tapi Kanaya sudah menarik Cindy terlebih dahulu keluar dari ruang tunggu


Alf hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya


_________________


Didalam coffeshop..Kanaya mengajak Cindy untuk memesan kopi dan kue


"Ayo kak..pesen ajah..nanti Naya yang bayar.." pinta Kanaya


Setelah memesan..keduanya duduk di bangku yang tersedia


"Naya sekarang kelas berapa?" tanya Cindy


"Kelas XII kak.." jawab Kanaya sambil menyedot ice coffelate nya


"Tadi dari sekolah..langsung kesini?"


"Iya kak..soalnya ibu yang nyuruh aku..supaya sekali-kali main ke kantornya kak Stu..eh kak..kak Stu tuh kerjanya apaan sih?" tanya Kanaya


Cindy tersenyum geli


"Memangnya Naya nggak tahu?"


Kanaya menggelengkan kepalanya


"Pak Stewart tuh bosnya Wijaya Holding..yang punya kantor..gedung ini yang punya pak Stewart.." jawab Cindy


"Naya kok bisa tahu nama panggilan pak Stewart?" tanya Cindy


"Tahu kak..kan kak Stu sendiri yang ngasih tahu.." jawab Kanaya


"Maksud Naya?" tanya Cindy yang kurang paham


"Iya kak..selama ini kan aku tinggal di rumah kak Stu.."


Bibir Cindy membulat sambil menganggukan kepalanya


Keputusannya memperlakukan Kanaya dengan baik..ternyata sudah betul..Kanaya ternyata adik dari Alf..kekasihnya dan orang yang dekat dengan Stu..bos nya


Tak lama kemudian..Alf bergabung dengan mereka dan langsung duduk di sebelah Cindy


"Kamu sudah makan dek?" tanya Alf


Kanaya yang tengah asyik menyedot kopinya..hanya menggelengkan kepalanya


"Mau makan apa kamu?"


"Terserah kak Alf..aku mah ikut ajah.."


"Ya sudah..kita jalan sekarang..keburu sore.."


Ketiganya meninggalkan coffeshop untuk menuju ke parkiran mobil


"Pak Alfonso.." panggil Keyla yang berpapasan dengan Alf sewaktu berjalan di loby


Alf menoleh ke Keyla yang menghampirinya


"Apa kabarnya pak?..tumben datang ke sini..pak Stewart kan belum datang?" tanya Keyla


"Saya mau jemput.."


"Jemput saya yaaah?" potong Keyla


Keyla diam-diam menaruh hati ke Alf


Setiap ada kesempatan..dia berusaha untuk mengakrabkan dirinya dengan Alf yang dia tahu adalah sahabat karib CEO nya


"Kak Alf!!.." panggil Kanaya yang berhenti tak jauh dari Alf dan Keyla berdiri


Kanaya segera menghampiri kakaknya


"Kak Alf ngapain sih?..ayo buruan.."


"Eh?..kamu siapanya pak Alfonso dek?" tanya Keyla dengan mimik muka tak suka ke Kanaya


"Dia adik saya..permisi..ayo dek.." jawab Alf sambil menggandeng Kanaya untuk menghampiri Cindy yang berdiri menunggu


"Gadis itu adiknya pak Alfonso?..katanya pak Alfonso anak tunggal..kok pak Alfonso bilang dia itu adiknya?.."


Keyla melihat Alf menggandeng tangan Cindy yang menuju ke parkiran basement


"Ternyata benar apa yang digosipin anak-anak..Cindy dekat dengan pak Afonso..huh!..nggak bisa dibiarkan ini.."


Keyla menahan kesalnya melihat Alf dengan mesranya menggandeng Cindy sambil tertawa bersama-sama


"Awas kau Cindy.."


___________________


Di terminal kedatangan Bandara..Stu dan Riko keluar dari pintu keluar. Di belakang mereka Oma Aya dan Opa Stephanus berjalan sambil bergandengan tangan


"Opa?..Opa pulang ke rumah Uncle Stephano mau bareng sama saya?" tanya Stu


"Tidak Stu..terima kasih..Stephano sudah ngirim mobil untuk jemput kami.." jawab Opa Stephanus


Diparkiran VIP ada dua mobil mewah yang menunggu mereka


"Oma..Opa..Stu pamit yaah?" pamit Stu sambil mencium tangan Opa Stephanus dan Oma Aya


"Iya Stu..terima kasih..kamu kami tunggu yah?..di rumah Stephano" jawab Oma Aya


"Iya Oma..mungkin besok saya mau ke sana"


Stu dan Riko melambaikan tangannya ke mobil yang membawa Opa Stephanus dan Oma Aya keluar dari parkiran VIP Bandara


"Selamat datang tuan muda.." sapa pak Dirman sambil membukakan pintu mobil buat Stu


"Terima kasih pak.." jawab Stu sambil masuk ke dalam mobil


Tak lama kemudian..pak Dirman membawa mobilnya keluar dari parkiran Bandara


"Kemana tuan?" tanya pak Dirman


"Pulang pak.." jawab Stu


Stu menoleh ke suara handphone yang kepunyaan Riko


"Halo.."


"Halo mas..mas sudah mendarat?"


"Sudah..mas sudah di jalan..mungkin sekitar setengah jam lagi..mas sampai dirumah"

__ADS_1


"Ya sudah mas..nanti Sela mau ngomong sama mas.."


"Ngomong apa sih?"


"Nanti saja mas..kalau mas sudah sampai dirumah.."


"Ya sudah kalau gitu..sudah ya?..mas tutup"


"Iya mas..daaaa mass.."


"Daaa sayaang.."


Riko memasukan kembali handphonenya ke sakunya


"Siapa Riko?..Sela?" tanya Stu


"Iya boss.."


Riko melihat tabletnya yang ada di pangkuannya


"Sepertinya kabar Betara Land menghadapi kendala pembebasan lahan untuk pembangunan resort di Lombok..sudah tersebar di media online boss.." ucap Riko


Stu menyunggingkan senyuman smirknya


Ternyata Opa Stephanus menyetujui usulan darinya agar tidak menjual tanahnya ke Betara Land untuk pembangunan resort mereka


"Oh iya..Naya lagi apa yaah?"


Stu mengambil handphonenya dan dia panggil nomor Kanaya


"Halo kak?"


"Halo Naya..kamu lagi ngapain?"


"Aku lagi jalan sama kak Alf dan kak Cindy kak.."


"Jalan sama Alf?..ngapain?"


"Kak Alf mau nganterin kak Cindy belanja..eh..kak Stu.."


Kanaya seperti menjawab pertanyaan orang yang ada disebelahnya


"Kak Stu..kak Alf nanti malam mau ketemu katanya..bisa kak?"


"Bisa..dimana?"


"Hai bro.."


Suara Alf menggantikan suara Kanaya di handphone Stu


"Bagaimana kalau nanti malam kau datang ke rumah ayahku?..ada hal penting yang ingin ku bicarakan dengan dirimu.."


"Oke..jam 8 nanti aku akan ke rumah Uncle Stephano.."


"Ku tunggu ya bro..oh iya bro..sekarang Naya aku ajak kerumahku yaah?..ibuku ingin sekali bertemu dengan Naya.."


"Its oke bro..Naya nanti pulangnya bisa sama aku..Naya mana bro?"


"Naya nih.."


"Halo kak?"


Suara Kanaya kembali terdengar


"Kamu nanti pulangnya bareng sama saya yaah?"


"Iya kak..sudah ya kak..aku tutup teleponnya..daaaa kakak.."


"Daaa Nayaaa.."


Stu melihat wallpapper handphonenya sambil tersenyum..wallpapper yang dia pasang foto Kanaya waktu bermain-main di danau Ontario depan mansion daddy nya


Sampailah mobil Stu di mansionnya..Tika dan Wati serta Sela sudah menunggunya di depan pintu masuk mansion


"Selamat datang tuan muda.." sapa mereka bertiga ke Stu


Stu membalasnya dengan anggukan kepalanya


Tika segera menerima tas dari tangan Stu


Sedangkan Sela mengambil tas ransel dari tangan suaminya


"Saya mau istirahat dulu Sel..nanti sekitar jam 7 kau bangunkan aku yaah?" kata Stu sambil menuju ke kamarnya


"Baik tuan muda.." jawab Sela


Setelah melihat Stu masuk kedalam kamarnya..Sela mengajak suaminya untuk duduk di ruang tengah


"Ada apa sih Yaang?" tanya Riko yang penasaran


"Mas..aku mau ngomong soal non Naya.." jawab Sela


"Naya?..kenapa dengan Naya?"


Riko berkerut keningnya


"Kok?..nggak boleh?..ada apa sih?"


Sela melihat sekilas ke arah kamar Stu..untuk memastikan pintu kamar Stu tertutup rapat


"Non Naya mas..nggak tahunya..non Naya itu adik kandungnya mas Alf mas.."


"Haaaah!!..yang bener?.."


"Iya mas..kemarin mas Alf kemari menjemput non Naya untuk dibawa pulang..tapi mas Alf pesan supaya tuan muda jangan sampai tahu dulu..biar tuan muda tahu sendiri dari mas Alf " jawab Sela


"Kamu serius Yaang?" tanya Riko memastikan


"Serius mas.."


Riko menyenderkan punggungnya ke sandaran sofa


"Pantesan tadi mas denger..Alf ngundang Stu ke rumah Uncle Stephano..mungkin mau ngomongin masalah ini kali.." terka Riko


"Bisa jadi mas.."


"Eh Yaang..kamu tahu nggak?..kemarin pas di Lombok mas sama Stu ketemu siapa coba?" tanya Riko


Sela menggelengkan kepalanya


"Sita.."


"Haah!!..tuan muda ketemu sama non Sita?..katanya mas..tuan muda mau ketemu sama orang Betara Land?"


"Iya..nggak tahunya..CEO Betara Land itu si Sita" jawab Riko


"Ya Alloh..terus..tuan muda gimana mas?" tanya Sela


"Marah Yaang..surat kontrak yang sudah di tanda tanganin sama Stu..dirobek sama Stu..mas jadi nggak enak sama Stu..gara-gara projeck mas ini..Stu jadi ketemu lagi sama Sita" jawab Riko


"Pasti non Sita nyesel ya mas..sudah hianatin tuan muda.."


Riko menganggukan kepalanya


"Ya sudah..mas mau istirahat dulu.." kata Riko sambil bangun


"Mas mau mandi apa mau makan dulu?.."


"Mas mau tidur dulu Yaang..capek.."


"Nanti mas ikut tuan muda ke rumah mas Alf nggak?..biar nanti Sela bangunin sekalian.." tanya Sela


"Nggak usah Yaang..Stu tadi nggak ngomong kalau pengen ngajak mas.."


___________________


Setelah mengantar Cindy ke apartement..Alf dan Kanaya kembali ke mansion tuan Stephano


Handphone Kanaya yang tengah dia mainkan..berdering


"Halo bu?.."


"Kamu dimana sayang?"


"Naya lagi jalan pulang ibu.."


"Masih lama?"


"Masih lama kak?" tanya Kanaya ke Alf yang tengah menyetir


"Nggak..palingan 10 menit lagi sampai" jawab Alf


"Sebentar lagi kata kak Alf bu..ada apa ya bu?"


"Kamu sudah ditunggu sama Opa dan Oma sayang..mereka sudah sampai dari Lombok"


"Opa sama Oma sudah sampai?"


"Iya sayang..mereka sudah nggak sabar pengen ketemu sama kamu"


"Iya bu. sebentar lagi Naya sampai..tunggu ya bu.."


"Iya..hati-hati..bilang kak Alf nggak usah ngebut..sudah ya?..assallamuallaikum.."


"Waalaikumsallam.."


"Kak?.." panggil Kanaya sambil menaruh handphonenya di konsol mobil


"Hmmm.." jawab Alf

__ADS_1


"Kata ibu..kita sudah ditunggu sama Opa dan Oma kak..memangnya mereka tahu kalau aku sudah pulang kak?" tanya Kanaya


"Sudah..kakak kemarin yang nelpon Oma.."


Kanaya hanya membulatkan bibirnya


Tak lama sampailah mereka di mansion..Kanaya segera turun sambil membalas sapaan dari dua orang pelayan yang menunggu di pintu utama


"Assallamualaaikum.." sapa Kanaya


"Waallaikumsallam.." jawab nyonya Delores yang menghampiri Kanaya


"Ayo sayang..Opa sama Oma sudah nunggu kamu.."


Nyonya Delores segera menggandeng Kanaya untuk menuju ke ruang tengah


"Paah..maaah..." panggil nyonya Delores sambil memperlihatkan Kanaya di sebelahnya ke hadapan Opa Stephanus dan Oma Aya


"Ya Alloooooh...Kasandraaaa..cucu Omaaa.." pekik Oma Aya yang senang dan haru sambil menghampiri Kanaya


Oma Aya langsung memeluk Kanaya dengan senangnya dan tak lupa dia ciumi kedua pipi cucu perempuannya


"Cucu Oma akhirnya pulang juga..apa kabarmu sayang?" tanya Oma Aya yang kembali mencium pipi Kanaya gemas


"Kabar Naya baik-baik saja Oma.." jawab Kanaya sambil tersenyum


Kanaya melihat wajah Oma Aya berseri-seri walau airmatanya sudah luruh di pipinya


"Cucu Oma sudah jadi gadis cantik sekarang.." gemas Oma Aya sambil menjembel pipi Kanaya


"Aaaaaa..Omaaaa..sakiiit.." rengek Kanaya


Semua tertawa melihat Kanaya yang bibirnya mengerucut sebal


"Eheeeeemm..cucu Oma yang ini nggak ditanya?" tanya Alf dengan muka cemberut


"Alfonso?..sini nak...sini cucu Oma yang paling ganteng.." pinta Oma Aya sambil membuka satu tangannya buat Alf..karena satu tangannya tengah memeluk Kanaya


Alf menghampiri Oma Aya dan memeluknya


"Alkhamdulillah..akhirnya cucu-cucu Oma bisa berkumpul lagi semua.."


Oma Aya mencium kening kedua cucunya


"Kasandra?..nggak salim sama Opa?" tanya Opa Stephanus yang duduk di sebelah tuan Stephano


"Opaaa.." panggil Kanaya sambil menghampiri Opa Stephanus dan mencium tangannya


"Sini sayang..duduk dekat Oma.." pinta Oma Aya kepada Kanaya


Kanaya lalu duduk di sebelah Oma Aya


"Kamu sekarang kelas berapa?" tanya Oma Aya sambil membelai rambut Kanaya


"Kelas XII Oma.."


"Kelas XII?..sebentar lagi mau lulus dong?.." tanya Oma Aya


"Iya Oma..minggu depan Naya sudah ujian akhir" jawab Kanaya


"Belajar yang rajin yaaah?..setelah itu kamu kuliah..nanti mau kuliah dimana?"


"Belum tahu Oma..Naya masih bingung"


"Ambil bisnis management ajah yaah?..supaya perusahaan ayah kamu ada yang nerusin..kan kakakmu sudah megang rumah sakit..jadi kamu nanti yang nerusin ayahmu.."


"Memang perusahaan ayah apa Oma?"


"SA Corp..itu..yang punya stasiun televisi SATV.."


"Memang iya Yah?" tanya Kanaya ke ayahnya..tuan Stephano menjawab dengan menganggukan kepalanya sambil tersenyum


"Jadi mulai sekarang..kamu persiapkan dirimu yaah?..untuk mengambil jurusan bisnis management.." pinta Oma Aya


"Baik Oma.."


Oma Aya tersenyum sambil membelai rambut Kanaya dengan lembut


"Kamu kok baru pulang sih?" tanya Oma Aya


"Tadi Naya habis jalan sama kak Alf dan kakak ipar.."


"Kakak ipar?..siapa itu Sandra?" tanya Oma Aya


"Dek!!.." panggil Alf dengan mata melotot


Kanaya membalas pelototan Alf dengan memeletkan lidahnya


"Oma belum tahu?.."


Oma Aya menggelengkan kepalanya


"Kakak ipar namanya kak Cindy Oma..orangnya cantik deh.."


"Terussss!...terussss!...dasar tukang ngadu!!" kesal Alf


"Biarin..hweeek!.." ledek Kanaya


"Alfonso?...kok Cindy nggak dikenalin ke Oma sama Opa?" protes Oma Aya


"Nanti Oma..kapan-kapan Alf kenalin ke Oma"


Alf bangun lalu pindah ke sebelah Oma Aya


"Oma belum kenal juga kan?..sama calon adik ipar Alf?" tanya Alf


"Hah?..Sandra juga sudah punya pacar?" kaget Oma Aya sambil melihat ke Kanaya dengan pandangan tak percayanya


"Belum Oma..belum..Naya belum punya pacar.." elak Kanaya dengan muka bersemu merah


Kanaya langsung bangun dan memukuli badan Alf dengan kesalnya


Semua yang ada diruang tengah..tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan kakak beradik


"Nanti..kalau Oma pengen tahu orangnya..hmmmmpppp"


"Kakaaaaak!!"


Alf tidak bisa meneruskan omongannya..karena mulutnya sudah di bekap oleh Kanaya


.


-Flashback On-


"Daaa kakaaak.."


Alf melihat muka Kanaya yang berseri-seri setelah menaruh handphonenya di meja


Disinilah mereka bertiga sekarang..setelah mengantar Cindy belanja..Alf mengajak Cindy dan Kanaya untuk makan di sebuah restoran


"Kasandra?.." panggil Alf


"Iya kak?.." jawab Kanaya


"Kakak mau tanya..perasaan kamu ke Stu gimana?"


"Perasaan..apa kak?..aku nggak ngerti?"


"Kamu suka sama Stu?" tanya Alf to the point


Cindy yang tengah menyuap..menghentikan suapannya untuk menunggu jawaban Kanaya


Muka Kanaya bersemu merah..dia menundukan wajahnya untuk menyembunyikan wajahnya


"Sandra?.." panggil Alf untuk meminta jawaban


"Ii..iya kak..a..aku suka sama kak Stu.." jawab Kanaya


Cindy membulatkan matanya..dia menatap Alf yang membalas dengan anggukan kepalanya


"Terus?..Stu nya gimana?"


"Kemarin..waktu di rumah daddy Tony..kak Stu sudah mengutarakan cintanya ke aku kak.." jawab Kanaya sambil menatap kakaknya


Alf tersenyum senang


"Akhirnya bule KW itu berani juga ngutarain perasaannya ke kamu dek.." ucap Alf sambil menyuap makanannya


"Jadi?..sekarang kamu sama pak Stewart..pacaran Nay?" tanya Cindy


"Iya kak.." jawab Kanaya


"Waaah..bisa heboh nih di kantor..kalau sampai dengar pak Stewart akhirnya punya pacar.." kata Cindy sambil tersenyum geli


"Kenapa memangnya kak?" tanya Kanaya


"Banyak yang bakalan patah hati nih..soalnya banyak dek..cewek-cewek yang ngarepin pak Stewart.." jawab Cindy


"Kak Cindy jangan ngomong-ngomong ke orang kantor yaah?" pinta Kanaya


"Kenapa dek?" tanya Cindy


"Naya malu kak..yaah?..kakak jangan ngomong-ngomong yaah?..please??" pinta Kanaya sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya


"Iya deh..kakak nggak bakalan ngomong ke orang kantor deh.." jawab Cindy sambil tersenyum


"Kak Alf juga ya kak..kakak jangan ngomong sama ayah dan ibu yaah?"


"Kakak nggak jamin.."

__ADS_1


"Aaaaaa..kakak maaah..." rajuk Kanaya


-Flashback Off-


__ADS_2