Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
93.Pasar Malam


__ADS_3

Sejak meninggalkan warung sate kambing PSK..Kanaya lebih banyak diam di dalam mobil..dia lebih memilih melihat lalu lintas melalui jendela mobil..sepertinya kejadian saat dia memeluk lengan Stu tanpa sadar membuat Kanaya malu. Stu sesekali meliriknya sambil tersenyum simpul..hatinya menghangat dan berbunga-bunga..Kanaya cemburu terhadap dirinya saat ada dua wanita menggoda dirinya di depan Kanaya


"Naya?.." panggil Stu


"Huh?..apa kak?" jawab Kanaya sambil menoleh ke arah Stu


"Tempat pasar malam dimana?..kakak nggak tahu.." tanya Stu membuka obrolan


"Di taman kota kak..dekat gedung kantor ayah.." jawab Kanaya


"Oooh..disana.."


Stu kembali konsentrasi mengemudikan mobilnya


***


Sampailah mereka di taman kota. Benar apa yang di katakan Kanaya..kalau disini ada pasar malam yang meriah


"Kak..sebelum kakak turun..kakak pakai ini.." pinta Kanaya sambil memberikan masker dan topi ke Stu yang dia ambil dari dalam tas


"Buat apa?" tanya Stu heran


"Biar kakak nggak ada yang ngenalin..pasti kakak malu kan?..sampai orang-orang tahu kalau kakak main kesini malam ini.." jawab Kanaya


Stu tertawa di dalam hatinya..tapi karena tidak ingin membuat Kanaya malu..akhirnya dia ikuti apa yang di mau oleh Kanaya


"Kamu nggak pakai?.." tanya Stu sambil memakai maskernya


"Nih..aku juga pakai kak.." jawab Kanaya sambil mengambil topi bucketnya dari dalam tas


"Maskernya?"


"Aku nggak betah kalau pakai masker..ayo kak..kita turun.."


Stu hanya tersenyum melihat tingkah Kanaya ke dirinya. Setelah keluar dari mobilnya..Stu mengikuti Kanaya yang menuju ke loket untuk membeli tiket masuk ke pasar malam


"Ayo kak.." ajak Kanaya setelah berada di dalam


Stu pun mengekor di belakang Kanaya. Tempat pertama yang Kanaya tuju adalah stand penjual sosis bakar..makanan favoritnya


"Bu..sosis bakarnya dua yaah?.." pinta Kanaya ke ibu penjual sosis bakar


"Siap mbak..di tunggu yaah?" jawab ibu penjual sosis bakar


"Kakak belum pernah nyoba kan?" tanya Kanaya ke Stu


Stu hanya menggelengkan kepalanya


"Kamu suka banget sama sosis ya Nay?.." tanya Stu


"Iya kak..apalagi yang dibakar kayak gini..di pakaiin mayonais sama bumbu..ditambah saos..hmmmm..sedap pokoknya kak.." jawab Kanaya yang membayangkan enaknya sosis bakar


Tak lama sosis bakar pesanan Kanaya sudah matang..Kanaya segera membayar sosis bakar pesanannya. Kanaya segera menggigit sosis bakarnya


"Hmmm..enak deh kak?..nih..kakak coba.." pinta Kanaya sambil mengajukan sosis yang belum dia gigit


Tapi Stu malahan memegang tangan Kanaya yang sedang memegang sosis bakar dan memakan sosis yang dipegang oleh Kanaya..yang sudah tinggal setengah setelah digigit oleh Kanaya


"Kakak!!..sosis aku.." kesal Kanaya yang melihat sosis yang dia pegang habis dimakan oleh Stu


"Enak Nay..yang ini buat kakak yaah?.."


Stu langsung mengambil sosis yang belum dimakan dan langsung dia gigit hingga setengah


"Katanya nggak doyaaan..." rajuk Kanaya yang bibirnya sudah mengerucut sebal dan membuang bekas tusuk sosis bakarnya secara sembarang


"Siapa bilang?..kakak doyan kok.." kilah Stu sambil menghabiskan sisa sosisnya


Stu pun tertawa geli melihat Kanaya yang merajuk di depannya

__ADS_1


"Ya sudah..beli lagi nih..borong semua kalau perlu.." bujuk Stu sambil memberikan uang pecahan 100 ribu ke Kanaya


"Oke!!.." pekik Kanaya senang sambil menyaut uang yang ada di tangan Stu


Stu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat ekspresi Kanaya yang langsung berubah setelah di berikan uang 100 ribu pengganti atas sosis yang dia makan


Setelah memesan sosis bakar lagi..Kanaya mengajak Stu untuk mencoba aneka jajanan lainnya yang mungkin Stu tidak pernah coba atau makan selama hidupnya. Kanaya juga mengajak Stu ke sebuah stand permainan menembak tumpukan kaleng..dimana setiap pengunjung yang berhasil memenangkan permainan yang ada..akan mendapat hadiah dari penjaga stand. Kali ini Kanaya meminta Stu memainkan permainan menembak sasaran yang hadiahnya menjadi incaran Kanaya..yaitu boneka kuda poni


"Ayo kak..kakak harus menjatuhkan semua tumpukan kaleng yang ada di depan..baru kakak menang.."


"Gitu doang?.." tanya Stu meremehkan tantangan permainan yang dia akan mainkan


"Iya kak.." jawab Kanaya


"Mas?..berapa sekali main?.." tanya Stu


"10 ribu pak.." jawab pria penjaga stand


"Gimana peraturannya?" tanya Stu sambil memberikan uang 100 ribu ke penjaga stand


"Sekali main..bapak harus bisa menjatuhkan tiga tumpukan kaleng yang ada di depan..kalau ketiganya bisa bapak jatuhkan semua..bapak bisa milih hadiah yang ada.." jawab penjaga stand


"Oke..Nay?..kamu mau hadiah yang mana?.." tanya Stu sambil menerima senjata yang akan dia pakai dari penjaga stand


"Itu kak..boneka kuda poni.." jawab Kanaya


Dengan santai..Stu bidik tiga tumpulan kaleng yang ada di depan


Praaang


Praaang


Praaang


"Yeeeeeiii.."pekik Kanaya senang melihat tiga tumpukan kaleng jatuh semua oleh tembakan Stu


"Huuh..easy money.." jawab Stu menyombongkan dirinya sambil meniup ujung senjatanya seolah-olah dia memegang senjata asli yang masih mengeluarkan asap


Kanaya senang menerima boneka kuda poni dari penjaga stand


"Tata lagi mas..duit saya jangan kembali..mau saya pakai semuanya.." pinta Stu


Penjaga stand segera menata kaleng-kaleng seperti semula..dan lagi..Stu kembali merobohkan semua tumpukan kaleng. Kali ini Kanaya meminta boneka pinguin sebagai hadiahnya. Setelah menerima hadiah boneka di tangannya..Kanaya memberikan ke seorang anak kecil yang menonton aksi Stu menembak sasaran


"Nih..buat adek yaah?..jangan nangis lagi.." bujuk Kanaya sambil memberikan boneka pinguin ke anak perempuan itu


Kanaya tadi sempat melihat anak kecil itu merengek menangis ke ibunya meminta sebuah boneka pinguin yang jadi hadiah permainan menembak tumpukan kaleng


"Bilang apa sama kakak nya?" pinta ibu-ibu muda yang menggendong anak perempuan itu


"Teyima kacih kakaak.." ucap anak itu yang masih cadel sambil tersipu malu-malu


"Iyaaa..cama camaaaa.." jawab Kanaya yang mengikuti aksen cadel anak perempuan itu sambil tersenyum


"Terima kasih ya dek.." ganti ibu itu yang mengucapkan terima kasih ke Kanaya


"Iya ibu..sama-sama.."


Kanaya kembali ke sebelah Stu yang lagi-lagi merobohkan tumpukan kaleng. Dengan lemas penjaga stand memberesi tumpukan kaleng


"Mimpi apa aku semalam?..bisa rugi ini kalau dia menang terus.." batin penjaga stand


"Adek mau hadiah yang mana?" tanya penjaga stand ke Kanaya


"Hmm..yang itu pak..boneka ninja.." jawab Kanaya sambil menunjuk sebuah boneka ninja


Kanaya kini memberikan boneka ninja ke seorang anak kecil yang berdiri bersama ibunya. Anak kecil laki-laki itu dengan senangnya menerima boneka dari Kanaya. Wajah senang di anak kecil itu berbeda dengan raut wajah penjaga stand..wajahnya sudah penuh dengan keringat dingin..karena semua boneka sudah habis di ambil oleh Kanaya. Stu menghabiskan 10 kesempatannya dengan menembak sempurna semua tumpukan kaleng. Sepertinya malam ini malam yang harus dia lupakan karena semua boneka hadiah yang dia pajang sudah lenyap berpindah tangan ke tangan Kanaya


"Nih mas.." kata Stu sambil memberikan kembali senjata yang dia pegang ke tangan penjaga stand

__ADS_1


"Iya pak..terima kasih.." jawab penjaga stand itu dengan lemas


Stu yang paham dengan mimik muka penjaga stand yang lemas..mengambil dompetnya dan memberikan beberapa lembar 100 ribu ke penjaga stand itu


"Nih mas..saya bayar semua boneka itu.." kata Stu sambil memberikan uangnya ke penjaga stand


"Yang benar pak?" tanya penjaga stand


Stu menganggukan kepalanya. Dengan senang hati penjaga stand itu menerima uang dari tangan Stu


"Terima kasih ya pak..terima kasih.." ucap penjaga stand sambil membungkukan badannya berulang kali


Stu lalu mengajak Kanaya untuk pergi dari stand tembak jitu


"Kakak hebat..semua hadiah habis kakak borong.." kata Kanaya


"Lho?..bonekanya kamu kemanain Nay?..bukannya tadi kakak menang banyak?" tanya Stu heran yang melihat Kanaya hanya memegang sebuah boneka kuda poni


"Aku kasihin ke anak-anak kecil kak..kasihan mereka..sampai nangis sama orangtuanya supaya mereka membelikan boneka yang jadi hadiah.." jawab Kanaya


Stu tersenyum geli


"Kamu senang nggak?"


"Senang kak.."


"Kamu mau kemana lagi?" tanya Stu


"Naik kincir angin yuk kak.." ajak Kanaya


"Ayo.."


Kanaya segera menggandeng tangan Stu untuk menuju ke wahana permainan kincir angin.


.


-Kincir Angin-



(Gambar hanya Pemanis)


.


Setelah membayar tiket untuk naik ke wahana kincir angin..mereka kini sudah duduk di bangku yang mirip seperti sangkar burung. Hingga di puncak putaran kincir angin..Kanaya tertawa senang melihat pemandangan kota Jakarta dari tempat dia berada


"Jakarta kalau malam cantik ya kak?.." ucap Kanaya yang melihat warna lampu yang kelap-kelip mewarnai malam kota Jakarta


"Kamu waktu di Paris kemarin naik kayak gini juga nggak?" tanya Stu


"Nggak kak..nggak sempat..aku cuma naik ke atas menara Eiffel doang..itu juga pagi.." jawab Kanaya yang memasang wajah lesu


Stu tertawa geli


"Besok kapan-kapan..kamu mau yaah?..kakak ajak naik ke menara Eiffel malam hari..pemandangan kota Paris kalau malam hari cakep deh Nay.." ucap Stu


"Beneran kak?" tanya Kanaya


"Iya.." jawab Stu


Kanaya sontak memeluk Stu


"Terima kasih ya kaak.."


Mereka berdua kaget..karena gerakan Kanaya yang memeluk Stu secara tiba-tiba..membuat posisi sangkar burung yang mereka naiki tidak seimbang dan bergoyang. Setelah Kanaya kembali duduk di tempatnya..mereka pun tertawa bersama


.


.

__ADS_1


__ADS_2