Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
119.Mengantar Keberangkatan Maria


__ADS_3

Sebuah Helikopter berjenis Airbus H225 Super Puma mendarat di helipad yang ada di rooftop terminal keberangkatan internasional bandara. Dengan diiringi oleh Enrico..Kanaya turun menuju ke gerbang keberangkatan


"Halo?..kamu di mana Maria?.." tanya Kanaya di sambungan teleponnya


"Gua di gate 2 Nay..lu udah dimana?.."


"Aku baru saja sampai..tunggu yaah?.."


"Iya..buruaaan..."


Kanaya memutuskan sambungan teleponnya


"Paman?..Maria katanya ada di gate 2.." kata Kanaya ke Enrico


"Baik nona muda..kamu tahu gate 2?.." tanya Enrico ke salah satu anak buahnya


"Tahu tuan..sebelah sini.." jawabnya sambil mengarahkan Enrico dan Kanaya untuk mengikutinya


Kanaya mengacuhkan perhatian orang-orang yang melihat dirinya dikawal oleh beberapa bodyguard saat melintas di depan mereka. Dia hanya ingin segera menjumpai Maria sebelum dia check in ke dalam pesawat. Kanaya melambaikan tangannya melihat Maria berdiri di depan gate 2 bersama kedua orangtuanya. Sesampainya didepan kedua orangtua Maria..Kanaya menyerahkan Summer ke tangan Enrico terlebih dahulu


"Tante Marissa?.." sapa Kanaya sambil menghampiri mama Marissa dan mencium punggung tangan mama Marissa


"Halo sayang?..sama siapa kamu datang kesini?.." jawab mama Marissa


"Sendiri tante..ibu sedang repot mempersiapkan pernikahan kak Alf.." jawab Kanaya


Kanaya menyapa papa Markus dan tak lupa mencium punggung tangannya. Setelah itu dia menghampiri Maria yang terlihat seperti sedang merajuk


"Kenapa lu?..cengangas-cengenges nggak jelas?.." tanya Maria sinis


Kanaya hanya menunjukan deretan giginya yang putih


"Cieee..yang mau kuliah di Singapura..jangan suka ngambek kenapa sih?.." ledek Kanaya sambil menjawil dagu Maria


Maria hanya mengerucut bibirnya..langsung menarik Kanaya ke dalam pelukannya


"Jahat lu Nay!!..hiks..gua kira ku nggak dateng kesini..hiks.." isak Maria


Dari keempat teman Kanaya..hanya tinggal Maria sajalah yang belum berangkat ke negara tempat kampusnya berada. Teman Kanaya lainnya sudah berangkat terlebih dahulu. Jadi hanya dia saja yang saat ini mengantarkan keberangkatan Maria ke Singapura. Kanaya hanya tersenyum mendengar Maria sesugukan di pelukannya..dia usap pelan punggung Maria guna menghiburnya

__ADS_1


"Maaf ya Mar..tadi aku diajak opa Enzo dulu..untuk ketemu sama orang.." ucap Kanaya


Mama Marissa dan papa Markus hanya tersenyum haru melihat kedekatan Maria dan Kanaya. Baru kali ini mereka melihat putri mereka menangis sesugukan. Hanya di depan Kanaya sajalah..Maria menjadi seorang gadis yang cengeng


"Sudah aaah..memangnya kamu nggak malu?..dilihat cogan-cogan yang satu pesawat sama kamu?.." goda Kanaya sambil mengelap air mata Maria yang luruh di pipinya


"Naya maaaah...huft.." rajuk Maria


Kanaya tertawa geli melihat Maria merajuk seperti anak kecil. Melihat Kanaya yang tertawa menggodanya..Maria pun berangsur-angsur ikut tertawa dan memeluk Kanaya lagi


"Liburan akhir semester..kita musti kumpul-kumpul yaaak?.." pinta Maria setelah mengurai pelukannya


"Iyaa.." jawab Kanaya


"Janji?.."


"Janji.." angguk Kanaya


"Janji jari kelingking.." pinta Maria


Kanaya menautkan jari kelingkingnya ke jari Maria


"Iya Maria..aku janji..nanti aku juga bilang sama teman-teman..kalau liburan akhir semester harus kumpul" jawab Kanaya


"Tapi?..lu yang bayarin tiket gua yaak?..kan mahal Nay..bisa boncos bokap gua kalau tiap liburan pulang ke sini.." bujuk Maria


Papa Markus memijit pusat keningnya mendengar Maria meminta Kanaya membayari tiket pulang perginya jika dia pulang liburan semester. Dengan tidak meminta ke Kanaya pun..dirinya masih sanggup untuk membayar tiket pulang pergi Maria. Mama Marissa hanya menghela nafasnya melihat kelakuan putrinya itu. Untung saat ini kedua orangtua Kanaya tidak hadir..bisa malu dirinya kalau sampai kedua orangtua Kanaya melihat kelakuan putrinya


"Iya tenang ajah..nanti biar ayah yang transfer ke rekening kamu.." jawab Kanaya


"Asyiiiik..thankyou ya Nay.." pekik Maria sambil memeluk kembali Kanaya


Terdengar suara Operator yang mengumumkan panggilan kepada para penumpang yang menuju ke Singapura..untuk segera masuk ke dalam pesawat


"Dah..kamu dah di panggil tuh Mar.." kata Kanaya


Maria menganggukan kepalanya. Maria memeluk Kanaya kembali


"Kalau lu dapet teman baru di kampus lu nanti..lu jangan lupain kita-kita ya Nay.." pinta Maria sambil terisak

__ADS_1


"Iya..kamu juga yaak?..kamu juga jangan lupain aku kalau kamu dapet teman baru disana..kalian adalah teman-teman aku yang terbaik yang pernah aku kenal.." jawab Kanaya


Maria mengurai pelukannya sambil tersenyum haru menatap Kanaya. Setelah itu Maria pamit dengan kedua orangtuanya. Maria menyeret kopernya sambil menoleh ke belakang


"Daaah ya Nay..sampai ketemu lagi.." pamit Maria


"Iya.." ucap Kanaya sambil melambaikan tangannya


Kanaya dan kedua orangtua Maria masih menunggu di depan gate 2..melihat proses pemeriksaan tiket Maria oleh petugas maskapai penerbangan. Maria masih melihat ke arah Kanaya dan kedua orangtuanya saat berjalan memasuki lorong yang menghubungkan ke pintu pesawat. Sebelum hilang di ujung lorong..Maria memberikan kissbye nya. Kanaya dan kedua orangtua Maria membalas dengan melambaikan tangan mereka


"Semoga Maria disana selamat dan lancar kuliahnya ya pah.." doa mama Marissa sambil menatap sendu ke arah gate 2


"Iya mah..kita doakan semoga dia baik-baik saja di negara orang.." sahut papa Markus


"Oh iya Naya?..kamu pulangnya mau bareng sama tante dan om?.." tanya mama Marissa


"Terima kasih tante..aku bisa bareng sama paman Enrico.." jawab Kanaya sambil melihat ke Enrico


Kanaya menerima Summer dari gendongan Enrico


"Ooh..kalau begitu tante dan om duluan ya sayang?.." pamit mama Marissa


"Iya tante.."


Kanaya mencium punggung tangan kedua orangtua Maria. Mama Marissa membalas dengan mencium kedua pipi Kanaya


"Kamu mainlah ke rumah tante..walau Maria tidak ada..kamu bisa main kesana.." pinta mama Marissa


"Iya tante..Insya Alloh.."


"Salam buat ibu ya sayang.." kata mama Marissa


"Iya tante..nanti aku sampaikan ke ibu.." jawab Kanaya


Akhirnya mereka berpisah..mama Marissa dan papa Markus menuju ke mobil mereka..sedangkan Kanaya kembali menuju ke rooftop..tempat helikopter kepunyaan tuan Stephano terparkir.


.


.

__ADS_1


__ADS_2