Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
71.Mengambil Alih


__ADS_3

Mercedez hitam berhenti di loby sebuah gedung perkantoran. Laki-laki yang duduk di sisi sang pengemudi keluar dan membukakan pintu belakang penumpang..keluarlah Riko dan menganggukan kepalanya ke laki-laki yang membukakan pintu untuk dirinya. Dari mobil lainnya yang berhenti di belakang mobil Riko..berjalan tiga orang staff Legal Wijaya Holding menghampiri Riko dan mengiringinya berjalan memasuki loby gedung


"Semua sudah kalian siapkan?" tanya Riko


"Sudah pak..ini berkas-berkasnya.." jawab salah satu staff wanita sambil menyerahkan sebuah map ke Riko


Riko menerima dan membaca dokument yang ada di tangannya


"Bagus..usahakan semuanya sudah beralih tangan pagi ini juga..saya nggak mau menunggu lama.." pinta Riko


"Baik pak.."


Para orang yang berlalu lalang di loby..melihat dengan heran dan bertanya-tanya..siapakah rombongan yang bagi mereka bukan pegawai yang berkantor di gedung ini masuk ke loby kantor mereka pagi ini. Apalagi mereka langsung menuju ke selasar lift tanpa register terlebih dahulu di meja Receptionist


Ting


Sampailah Riko dan para rombongannya di lantai teratas dari gedung Betara Land Group


"Kalian tunggu disini..tunggu perintah dari saya..dan jangan sampai ada satu pun orang yang masuk ke dalam..siapa pun itu.." titah Riko kepada 3 orang bodyguard yang dia bawa agar menunggu di depan pintu yang ada plakat President Direktur terpampang di pintu


"Baik pak.." jawab salah satu bodyguard


Salah satu staff Legal membukakan pintu ruang kerja itu..dan di dalam Riko melihat pak Gatot tengah duduk di kursinya dan diapit oleh 2 orang berpostur tegap berpakaian hitam-hitam tengah memperhatikan ke arah pak Gatot dengan tatapan intimidasinya


"Cepat kau tanda tangan!!.." bentak salah satu pria yang berdiri di sebelah pak Gatot


"Cih!!..sampai mati pun..aku tak akan sudi untuk menanda tangani berkas ini.." jawab pak Gatot dengan tatapan amarahnya ke arah Riko yang baru masuk


Riko hanya berjalan santai ke arah sofa yang ada di ruang kerja pak Gatot. Dia hempaskan pantatnya sambil dia silangkan kedua kakinya


"Apa dia masih membandel?.." tanya Riko ke salah satu bodyguard


"Orang ini masih bebal tuan..apa kami diijinkan menggunakan kekerasan?.." tanya salah satu bodyguard sambil melihat ke arah Riko


Riko mengangkat tangan kanannya


"Jangan dulu..kita setidaknya masih memandang dia sebagai orangtua yang harus kita hormati.." jawab Riko


"Kurang ajar kau Riko!!..mana Stu?..sebegitu pengecutnya kah dia?..sampai dia tidak berani menunjukan batang hidungnya disini?..hanya menyuruh kacungnya yang datang?.." tanya pak Gatot dengan senyuman mengejek


"Stu tidak sudi sampai turun tangan untuk menghadapi tikus curut seperti anda pak Gatot.." jawab Riko sambil mengambil sebatang cerutu dari kotak yang ada disebelah sofa


"Kurang ajar kau Riko!!.." sentak pak Gatot yang berusaha bangun..tapi dirinya ditahan oleh seorang bodyguard yang dengan cepat menahan bahu pak Gatot dan mendudukan kembali ke kursinya


"Tetap di tempat anda!!.." bentaknya


Sudah merah padam warna muka pak Gatot menahan geramnya


"Saya beri waktu 30 menit ke anda untuk menanda tangani berkas itu..kalau anda menolak..jangan salahkan saya.." titah Riko sambil menyalakan cerutunya


"B*ngsaaaat!!...sampai mati pun aku tak kan sudi memberikan perusahaan ini ke tangan Stu..camkan itu Riko!!.."


Riko memberikan kode ke salah satu staff Legal untuk memberikan berkasnya ke depan meja pak Gatot


"Apa lagi yang bisa anda banggakan pak Gatot?..Betara Land sudah diambang kebangkrutan..sebentar lagi kau dan keluargamu akan hidup menggembel di jalanan.." tanya Riko


"Ini semua hanya akal-akalan Stu dan Tony..aku tahu..mereka berdualah dibalik semua larinya investorku selama ini.."


"Itu semua karena ulah anda dan anak anda pak Gatot..karena dengan lancang dan beraninya anda semua mengusik-usik Stu dan tuan Tony.." sahut Riko


"Silahkan tanda tangan disini pak.." pinta salah satu staff Legal sambil menujukan ke tempat pak Gatot untuk membubuhkan tanda tangannya


"Bawa pergi berkas itu..atau akan aku sobek-sobek!!" jawab pak Gatot sambil mendelik ke arah staff Legal itu


"20 menit.." ucap Riko sambil memperlihatkan jam tangannya ke arah pak Gatot

__ADS_1


Pak Gatot masih bersikukuh untuk tidak memberikan tanda tangan di berkas yang diajukan oleh staff Legal Wijaya Holding ke depan dirinya. Riko bangun dari duduknya setelah mematikan cerutunya di asbak


"Anda mau pakai cara halus atau cara kasar pak Gatot?.." tanya Riko sambil mengambil handphone dari saku celananya


Pak Gatot hanya diam sambil menatap marah ke arah Riko. Riko menghubungi seseorang dengan sambungan video call


"Halo?..kalian sudah di posisi?.." tanya Riko


"Sudah pak.."


Riko lalu memperlihatkan layar ponselnya ke pak Gatot. Pak Gatot mendelikan kedua matanya sambil menahan emosinya. Di layar ponsel Riko terlihat mama Hera dan Sita tengah berlutut dibawah todongan senjata dari beberapa anak buah Riko yang mendatangi kediaman pak Gatot


ANJ*NG!!..B*JINGAN KAU RIKO!!..KAU APAKAN ANAK DAN ISTRIKU!!.."


Pak Gatot murka dan berusaha meraih ponsel Riko..tapi dirinya kembali di tahan oleh dua bodyguard yang ada di sampingnya untuk tetap duduk di kursinya


"Sebenarnya saya nggak mau memakai cara seperti ini pak Gatot..tapi anda sendiri yang memintanya..apa boleh buat?.." ucap Riko sambil mengangkat kedua bahunya


Pak Gatot mendengar mama Hera dan Sita menangis ketakutan dibawah todongan senjata bodyguard suruhan Riko dari sambungan video call yang masih berlangsung


"Paaaah...tolongin kami paaah..." teriak Sita di sambungan video call


"Cepat kau tanda tangan!!.." bentak bodyguard sambil mendorong pak Gatot ke mejanya


Dengan berat hati..akhirnya pak Gatot membubuhkan tanda tangannya di berkas yang dibawa Riko. Sah sudah..mulai saat ini Betara Land berada di bawah kendali Stu. Satu-satunya harta peninggalan pak Gatot sudah hilang dari tangannya


"Anda sangat pintar dalam mengambil keputusan pak Gatot..lepaskan mereka.." pinta Riko ke bodyguard yang menawan mama Hera dan Sita


"Baik pak.."


Riko memasukan kembali handphonenya dan menyuruh staff Legal untuk mengambil berkas yang sudah di tanda tangani oleh pak Gatot


"Terima kasih atas kerja samanya.." ucap Riko sambil tersenyum


"Oh iya pak Gatot..anda jangan sampai menghancurkan barang-barang yang ada disini..karena semuanya sudah menjadi milik Wijaya Holding..bukan lagi milik Betara Land..ingat itu.." titah Riko sambil mengangkat jari telunjuknya di depannya sebelum keluar dari ruangan pak Gatot


Riko menutup pintu ruangan pak Gatot..dia mendengar pak Gatot berteriak histeris di dalam ruangannya yang tak lama lagi sudah bukan lagi menjadi miliknya. Sambil tersenyum Riko mengajak para staff Wijaya Holding untuk meninggalkan tempat itu


"Halo boss?.." panggil Riko di sambungan teleponnya


"Gimana Riko?..beres?.." tanya Stu di seberang sambungan telepon


"Beres boss..semua sudah kita diatasi.."


"Bagus Riko..sekarang kau usir mereka dari rumahnya..aku mau kau ratakan rumah itu dan ganti rumah itu dengan bangunan panti asuhan dan sekolah disana.."


"Baik boss..ada lagi?"


"Sudah..itu dulu Riko.."


"Baik boss..kami sekarang akan ke rumah pak Gatot..untuk menjalani permintaan anda.."


"Oke Riko..bye.."


Riko masuk ke dalam lift yang sudah terbuka sambil memasukan kembali handphonenya ke dalam saku celananya


"Kalian semua kerja bagus..besok saya akan kirimkan bonus 2 bulan gaji ke rekening kalian masing-masing.."


Para staff Legal dan bodyguard langsung tersenyum senang saling pandang diantara mereka..setelah mendengar Riko akan memberikan mereka bonus secara pribadi


"Terima kasih pak..kami ucapkan terima kasih.." ucap salah satu staff Legal mewakili yang lainnya sambil sedikit membungkukan badannya hormat ke Riko


Riko hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum


"Iya..sama-sama.." jawab Riko

__ADS_1


Staff Legal dan para bodyguard tidak dapat membayangkan kalau mereka akan diberikan bonus dari Riko setelah melakukan pekerjaan yang menurut mereka sangat ringan..hanya mendampingi Riko yang pagi ini datang ke gedung Betara Land mengambil alih perusahaan mereka menjadi dibawah kendali Wijaya Holding


.


________________


.


Isak tangis mama Hera dan Sita mengiringi para orang-orang yang membawa barang-barang yang tak berguna dari dalam rumah pak Gatot. Mama Hera dan Sita hanya bisa menangis dan saling berpelukan melihat barang-barang mereka dibawa keluar dan ditaruh di halaman rumah mereka. Mimpi apa Sita semalam..kalau pagi ini dirinya dan mamah Hera diusir dari rumah mereka sendiri dan dipaksa mengosongkan rumah mereka dengan segera. Para pelayan yang bekerja di rumah Sita hanya bisa diam dan berdiri menyaksikan rumah majikan mereka tengah dikosongkan secara paksa


"Sitaa..huhuhu..ada apa ini?..kenapa kita diusir dari rumah...kita Sita?" isak mama Hera di pelukan Sita


Sita hanya bisa menangis..dirinya juga tidak tahu kenapa mereka bisa diusir dari rumah mereka sendiri dan yang dia tahu pastilah Stu yang menyuruh orang-orang ini untuk mengosongkan rumah dia. Sita menoleh ke arah iring-iringan mobil mewah yang baru datang ke rumahnya. Sita melihat Riko keluar dari salah satu mobil dan bergegas menghampirinya


"Riko!!..apa-apan kamu ini hah?.." tanya Sita yang ingin mencekal tangan Riko..tapi segera dicegat oleh salah satu bodyguard


"Maksudmu apa Riko?..sampai mengusir kami dari rumah kami sendiri.." tanya Sita sambil berusaha berontak dari pegangan bodyguard


"Karena mulai sekarang..rumah ini mau aku robohkan dan aku ganti dengan bangunan panti asuhan dan sekolah.." jawab Riko


"Lepaskan!!..apa hak mu Riko?..lepaskan!!.." bentak Sita ke bodyguard yang masih memegangi tangannya


"Karena semua aset Betara Land sudah menjadi milik Wijaya Holding secara hukum.." jawab Riko sambil meminta berkas ke salah seorang staff Legal


Staff Legal memberikan map berkas ke Riko..Riko lalu melemparkan ke arah kaki Sita


"Lepaskan dia..biar dia bisa melihat bukti-bukti pengalihan aset Betara Land.." pinta Riko ke bodyguard yang masih memegangi Sita


Sita yang terlepas cekalan tangannya..segera menyaut map berkas yang ada di kakinya dan mulai membaca isi dari map itu. Mukanya langsung berubah pucat pasi..ternyata apa yang dikatakan Riko adalah benar adanya


"Ii..ini..nggak mungkin Riko..ini lelucon kan?" tanya Sita sambil berusaha tersenyum


"Apa dari tadi nada bicaraku terdengar lelucon di telingamu?..haah?" sentak Riko


Sita segera bersimpuh dan memeluk kaki Riko..dirinya sudah tidak perduli lagi dengan harga dirinya..kalau aksinya ini menjadi tontonan para tetangga


"Ampuni aku dan mamaku Riko..ampuni kami.." pinta Sita sambil terisak


"Lepaskan kakiku..lepaskan!!.." sentak Riko sambil menggoyang-goyangkan kakinya yang dipeluk Sita


"Tidaaaak!!..sebelum kau ampuni kami...aaaaah..jangannnn!!..."


Sita berteriak karena dua orang bodyguard secara paksa membuka lilitan tangan Sita di kaki kanan Riko. Apalah daya Sita melawan tenaga dua orang bodyguard yang memiliki postur badan yang besar dan tegap


"Aku beri waktu sampai jam 12 siang..kalian untuk pergi dari sini.."


Setelah menyuruh bawahannya untuk mengawasi pengosongan rumah Sita..Riko kembali menuju ke mobilnya dan segera meninggalkan tempat ini. Mama Hera segera menghampiri Sita yang sudah terduduk lemas dengan pandangan mata kosong. Sekarang Sita bisa merasakan kekejaman dari seorang Stu. Orang yang pernah mencintai dirinya dulu. Sita dulu bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri akan kekejaman Stu dalam menjalani bisnis Wijaya Holding..Stu tidak segan-segan menghancurkan siapa saja yang berusaha menghalangi jalannya dan bermain-main dengan Wijaya Holding. Dan sekarang ini Sita bisa melihat sendiri apa yang tengah dilakukan Stu ke keluarganya


"Sita?..kau tak apa-apa nak?" tanya mama Hera sambil menolehkan wajah Sita ke arahnya dan merapikan rambutnya


Tatapan mata Sita kosong


"Mas Heru mah..hanya mas Heru yang bisa menolong kita saat ini.." gumam Sita


"Hei?..kamu ngomong apa nak?.." tanya mama Hera bingung


"Sita mau cari mas Heru mah..karena mas Heru sudah menculik Kanaya..kita minta supaya mas Heru membebaskan Kanaya mah.." jawab Sita sambil bangun dari duduknya


Sita berharap kalau Kanaya dibebaskan..Stu mau merubah pendiriannya dengan menangguhkan pengosongan rumahnya. Mama Hera hanya bisa melihat Sita mencari tasnya di antara tumpukan barang-barang kepunyaan mereka yang ada di halaman


"Jadi benar?..kalau Heru sudah menculik kekasihnya Stu?..ya Tuhaaaan.." batin mama Hera sambik menutup mulutnya dengan kedua tangannya


"Apa yang sudah kau lakukan mas?"


Air mata mama Hera kembali mengalir di kedua pipinya..menyesali perbuatan putranya yang nekat menculik Kanaya

__ADS_1


__ADS_2