Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
123.Pelatihan Dimulai


__ADS_3

Ternyata apa yang diucapkan Stu yang akan memulai pelatihan beladiri untuk Kanaya esok hari..benar-benar terjadi. Pagi-pagi buta Stu sudah datang bertandang ke kediaman tuan Stephano. Pak Dan pun sampai terkejut melihat kehadiran Stu yang sudah berdiri di pintu depan mansion dengan setelan baju yang tidak biasa. Stu pagi ini memakai setelan kaos olah raga dan celana training dan tak lupa sepatu running putihnya


"Se..selamat pagi tuan muda.." sapa pak Dan yang masih terkejut dengan kedatangan Stu


"Pagi pak Dan..Kanaya sudah bangun pak?.." jawab Stu


"Sepertinya sudah tuan muda..nona muda tadi saya lihat sholat Subuh di bawah..mari tuan muda..silahkan masuk.." jawab pak Dan sambil mempersilahkan Stu masuk


Stu lalu mengikuti pak Dan memasuki mansion


"Saya tunggu disini saja pak.." pinta Stu begitu mereka sampai di ruang tamu


Stu tahu diri dengan tidak menunggu Kanaya di ruang keluarga. Ditambah dia datang di waktu dimana mungkin sebagian penghuni mansion masih pada terbuai di alam mimpinya masing-masing


"Baik tuan muda..silahkan duduk..tuan muda mau minum apa?.." tanya pak Dan


"Kopi hitam kalau boleh pak Dan.." jawab Stu yang sudah menaruh bokongnya di sofa


"Baik tuan muda..mohon tunggu sebentar..saya akan memanggil nona muda Kassandra.." pamit pak Dan


Pak Dan lalu meninggalkan Stu sendiri diruang tamu untuk menuju ke dapur mansion. Setelah menyuruh seorang pelayan untuk membuatkan kopi dan wafel untuk Stu..pak Dan melanjutkan langkahnya ke halaman belakang mansion


"Selamat pagi tuan besar..nyonya besar" sapa pak Dan pada tuan Stephano dan nyonya Delores yang tengah senam pagi di halaman belakang mansion


"Pagi Dan.." jawab tuan Stephano dan nyonya Delores berbarengan


"Ada apa Dan?.." tanya tuan Stephano


"Di ruang tamu ada tuan muda Stewart tuan besar..dia mencari nona muda Kassandra.." jawab pak Dan


"Ada Stu?..tumben?..ada apa dia pagi-pagi sekali mencari Kassandra?.." tanya nyonya Delores


"Suruh dia kesini Dan.." pinta tuan Stephano


"Baik tuan besar..saya permisi.." pamit pak Dan seraya membungkukkan badannya


"Stu ada apa Yah?..pagi-pagi sudah datang nyari Kassandra?.." tanya nyonya Delores


"Entahlah..mungkin Stu mau ajak Kassandra jalan..ini kan weekend bu.." jawab tuan Stephano


Tak lama kemudian..pak Dan dan Stu muncul di teras halaman belakang


"Tuan besar..nyonya besar..tuan muda Stewart.." kata pak Dan


"Selamat pagi uncle..aunty.." sapa Stu sambil tersenyum


"Pagi Stu..duduk nak.." jawab nyonya Delores seraya menghampiri Stu


"Oh iya Dan..tolong kamu panggil Imah suruh menghadap saya disini.." pinta nyonya Delores ke pak Dan


"Baik nyonya..saya permisi"


Sepeninggal pak Dan yang masuk ke dalam..Stu memeluk hangat nyonya Delores dan tak lupa memeluk tuan Stephano yang menyusul di belakang nyonya Delores


"Ada apa kamu pagi-pagi datang ke tempat uncle Stu?.." tanya tuan Stephano setelah duduk di kursi teras belakang


"Iya uncle..saya kesini mau melatih Naya dasar-dasar tehnik beladiri.." jawab Stu


Kening nyonya Delores dan tuan Stephano tampak berkerut bingung. Nyonya Delores melihat ke arah suaminya untuk mencari jawaban atas ucapan Stu barusan..tuan Stephano hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahunya


"Maksud kamu apa Stu?..kok aunty belum paham maksudmu yang ingin mengajari Kassandra beladiri?.." tanya nyonya Delores


Stu sesaat menyunggingkan senyumannya sebelum menjawab pertanyaan nyonya Delores. Stu lalu menceritakan obrolan dia dengan Kanaya semalam..tentang keberatan Kanaya yang ingin diberikan dua orang Bodyguard oleh opa Enzo untuk mengawal Kanaya kemana pun Kanaya pergi. Hingga Stu memberikan solusi ke Kanaya yang tidak mau diberikan pengawalan oleh opa Enzo dengan mengajari Kanaya beladiri


Omongan Stu terputus dengan kemunculan Rohimah di teras belakang


"Permisi nyonya besar..tuan besar..nyonya besar memanggil saya?.." tanya Rohimah sambil membungkukkan badannya sesaat


"Iya Imah..tolong kamu panggilkan Kassandra di kamarnya yaah?..ada Stu yang mencarinya.." jawab nyonya Delores


"Baik nyonya besar..saya permisi dulu.."


Rohimah kembali masuk ke dalam mansion


"Jadi ini alasannya..kenapa kamu datang pagi-pagi karena kamu mau mengajari Kassandra beladiri?.." tanya nyonya Delores setelah Rohimah masuk ke dalam mansion


"Iya aunty..soalnya Naya tidak mau diberikan pengawalan oleh opa Enzo selama dia kuliah nanti.." jawab Stu

__ADS_1


"Apa kamu beritahu juga..perihal Rara dan Lusi ke Kassandra?.." tanya tuan Stephano


"Tidak uncle..saya nggak mau membongkar rencana uncle dan saya ke Naya.." jawab Stu


"Lusi?..Lusi itu siapa Yaah?..kalau Rara ibu tahu..dia kan Bodyguard yang ayah hire untuk ngawal Kassandra selama kuliah nanti.." tanya nyonya Delores


"Lusi itu tugasnya sama seperti Rara bu..mengawal Kassandra dalam bayangan..cuma kalau Lusi..Stu yang meng hire dirinya.." jawab tuan Stephano


"Betul Stu?.." tanya nyonya Delores ke Stu


"Betul aunty..dan mereka berdua dibawah pengawasan Ambar.." jawab Stu


"Terima kasih Stu" ucap nyonya Delores yang dibalas dengan anggukan Stu


"Iya aunty..walaupun Naya bersikeras tidak mau diberikan pengawalan..saya dan uncle serta juga opa Enzo tetap akan memberikan beberapa Bodyguard yang bertugas secara diam-diam..tanpa sepengetahuan Naya.." kata Stu


"Iya Stu..opa Enzo juga menyusupkan beberapa orang anak buahnya ke dalam kampus Kassandra nantinya..opa Enzo terutama oma Izel..tidak mau kejadian penculikan Kassandra kemarin dan saat Kassandra waktu masih bayi dulu..terulang lagi.." kata nyonya Delores


"Oh iya aunty..opa Enzo sudah bangun?.." tanya Stu


"Opa Enzo tinggal di mansion pribadinya Stu.." jawab nyonya Delores


Tak lama kemudian Kanaya muncul di teras belakang


"Selamat pagi ibu..ayah..kak Stu.." sapa Kanaya pada semua yang ada di teras belakang


Tak lupa Kanaya mencium kedua pipi nyonya Delores


"Pagi sayang.." jawab nyonya Delores


"Kakak jadi ngajarin aku latihan beladiri?.." tanya Kanaya


"Jadi dong.." jawab Stu


"Kita latihannya dimana kak?.."


"Di mansion daddy..uncle..aunty.." ucap Stu sambil mengalihkan pandangannya ke arah tuan Stephano dan nyonya Delores


"Saya mohon ijin mau mengajak Naya latihan di mansion daddy..karena kebetulan disana alat-alat untuk latihan Naya beladiri cukup lengkap.." ucap Stu meminta ijin


"Silahkan Stu..kau bisa ajak Kassandra ke sana.." jawab tuan Stephano


Kanaya dan Stu pamit kepada kedua orangtua Kanaya.


.


***


.


Disinilah mereka sekarang..Stu mengajak Kanaya ke halaman belakang mansion daddy Toni untuk melakukan pemanasan dengan melakukan jogging ringan mengelilingi halaman belakang mansion.


Kanaya yang termasuk gadis yang malas dalam berolahraga..tampak kepayahan mengimbangi lari Stu yang berlari di sisinya. Walau baru 1 putaran..nafas Kanaya sudah tampak memburu kembang-kempis


"Kak..haaah..stop kak..haah..haaah.." pinta Kanaya yang menghentikan larinya..dia pun membungkuk sambil memegang kedua lututnya


Nafas Kanaya memburu menghirup oksigent agar memenuhi rongga paru-parunya yang dirasa akan habis


"Ayo Nay..baru juga 1 putaran.." jawab Stu yang memilih berlari ditempat dari pada berhenti seperti Kanaya


"Nafas aku...mau habis kak..haaah..haaah.." ucap Kanaya


Tiba-tiba Kanaya duduk dan meluruskan kedua kakinya


"Udahan ya kak..capek akunya nih.." rengek Kanaya sambil mengurut kedua kakinya


Stu lalu berhenti dan menghela nafasnya


"Sabar Stu..sabaaaaaar..." batin Stu


"Selamat pagi!!..."


Tiba-tiba Ambar lari melintas disamping Kanaya sambil menyapa Kanaya yang masih duduk di jogging track


"Ayo Nay..lari lagi.." ajak Ambar yang terus berlari meninggalkan Kanaya


"Kamu nggak malu sama Ambar Nay?.." ledek Stu

__ADS_1


"Kak Ambar kan tentara kak..wajar ajah kalau kak Ambar kuat larinya.." jawab Kanaya kesal sambil bibirnya mengerucut sebal


"Ayo Nay..kamu harus lari lagi..biar otot-otot kamu lemes nantinya.."


"Berapa putaran kak?.." tanya Kanaya


"10 putaran.." jawab Stu


"Ya Alloooooh!!...bisa mati lemes aku kak!!.." pekik Kanaya


Stu hanya bisa menahan tawanya


"Ya udah deh..1 putaran lagi..habis itu kita ke ruangan gym.." tawar Stu


Dengan merajuk Kanaya bangun dan berusaha untuk lari lagi..walau dengan tidak bersemangat. Ambar melintas lagi melewati Kanaya


"Ayo Nay..kejar kakak.." ledek Ambar sambil melambaikan tangannya ke Kanaya


"Kakak maaaah!!..." rajuk Kanaya


Akhirnya setelah melewati drama yang panjang..Kanaya sukses menyelesaikan 2 putaran larinya di jogging track halaman belakang mansion daddy Toni. Itu pun dengan di overlap oleh Ambar sebanyak 7 kali dan beberapa kali Kanaya berhenti untuk istirahat. Stu pun dengan sabar mengikuti Kanaya selama dia berlari


"Nih..kamu minum dulu.." kata Stu sambil memberikan sebotol minuman isotonik ke tangan Kanaya yang terkapar di jogging track


Ambar yang masih berlari..hanya bisa menahan seyumannya melihat Kanaya yang kelelahan


"Terima kasih kak.." jawab Kanaya yang seperti tidak punya tenaga lagi untuk membuka tutup botol minumannya


"Bukain kak..keras banget sih!!.."


Stu pun membuka tutup minuman kepunyaan Kanaya..setelah itu di berikan kembali ke Kanaya. Stu juga melemparkan botol minuman isotonik yang lainnya ke Ambar yang melintas di depannya..Ambar dengan sigap menangkapnya sambil melanjutkan larinya


"Istirahatnya udah belom?.." tanya Stu yang berjongkok disisi Kanaya


"Dikit lagi kak..kaki aku masih pegal ini.." jawab Kanaya


Ambar pun berhenti didekat Stu dan Kanaya. Dia ambil handuk yang ada di tangan seorang pelayan mansion untuk menyeka keringatnya yang sudah mengucur di muka dan lehernya. Ambar ikut duduk di sebelah Kanaya


"Gimana Nay?..capek yaah?.." tanya Ambar sambil meminum minumannya


"Capek banget kak..kakak kok kayaknya biasa ajah sih?.." tanya Kanaya heran


Ambar hanya menyunggingkan senyumannya


"Kita ke dalam aja yuk.." ajak Stu sambil berjalan meninggalkan Ambar dan Kanaya


"Kak.." panggil Kanaya ke Stu


"Ya?.."


"Gendong.." pinta Kanaya sambil merentangkan kedua tangannya


"Haaah??.."


Sesaat otak Stu blank mendengar Kanaya minta di gendong oleh dirinya. Ambar hanya bisa menahan tawanya..dia lalu bangun dan berjalan di samping Stu


"Yang sabar kak sama calon istri..orang sabar tuh..pantatnya lebar.." ledek Ambar yang berbisik di telinga Stu


Stu yang kesal akan memukul Ambar..tapi Ambar segera berlari ke dalam mansion meninggalkan Stu yang menggerutu


"Kak!.."


Stu menghela nafasnya..dia mengalihkan pandangannya ke Kanaya


"Gendong..."


"Kamu jalan sendiri memangnya nggak bisa Nay?.." tanya Stu


"Kaki aku kram kak..gara-gara kakak ajak lari tadi sih.." jawab Kanaya merajuk


Akhirnya..mau tak mau Stu menuruti kemauan Kanaya. Dia lalu jongkok membelakangi Kanaya


"Ayo.."


Dengan mata yang berbinar..Kanaya bangun dan menghampiri Stu untuk naik ke punggungnya. Setelah memastikan Kanaya naik ke punggungnya..Stu bangun dan menggendong Kanaya ke dalam mansion


.

__ADS_1


.


...****************...


__ADS_2