
Sebuah pintu unit apartement terbuka dan keluar dari dalam Sita sambil membawa tas keranjang plastik untuk membawa Rempeyek dagangannya. Sita menggunakan tangga darurat untuk turun menuju ke lantai dasar. Dia tidak mau menjadi perhatian penghuni apartement lainnya kalau dia menggunakan lift khusus tenant. Tempo hari seorang penghuni apartement yang berbarengan dengan Sita di lift complaint ke pihak pengelola apartement karena dia mengira Sita seorang penjual liar yang bisa masuk ke dalam apartement dan menjajakan dagangannya di sekitar apartement. Walau Sita sudah menjelaskan kalau dia juga penghuni salah satu unit di apartement ini..tapi penghuni itu tidak percaya dan tetap menyuruh Security untuk mengusir Sita keluar dari apartement
Akhirnya dengan cara sembunyi-sembunyi setiap pagi Sita keluar membawa dagangannya lewat tangga darurat. Hanya dengan menjajakan Rempeyek yang bisa Sita lakukan sekarang untuk mencari nafkah guna kelangsungan hidupnya. Bukannya Sita malas bekerja..tapi dia sudah berusaha untuk melamar perkerjaan di berbagai perusahaan yang ada di ibukota..tapi penolakan demi penolakan yang dia terima..mungkin ini karena dia sudah diblacklist oleh Stu di semua perusahaan yang ada di tanah air
Di pertengahan tangga darurat..Sita merasa ponselnya berdering
"Bu Ambar?.." guman Sita yang melihat Ambar menelponnya
"Halo bu Ambar?..selamat pagi?.." sapa Sita setelah menggeser icon hijau di layar ponselnya
"Selamat pagi Sita..apa kabar?"
"Kabar saya baik bu..ada apa ya bu?..pagi-pagi ibu sudah menelpon saya?..mau pesan Rempeyek?.." tanya Sita basa-basi
"Tidak Sita..saya hanya mau bertanya sama kamu..kamu ada waktu untuk ketemu dengan saya?.."
"Kapan ya bu?.."
"Pagi ini..bisa?.."
"Bi..bisa bu..kalau boleh tahu..ada keperluan apa ya bu?..sampai ibu mau bertemu dengan saya.." tanya Sita bingung
"Kantor saya lagi mencari Sekretaris baru..saya mau mengajak Sita bergabung di kantor saya sebagai Sekretaris..bagaimana?..Sita mau?.."
Kedua mata Sita sontak mengembun..dirinya tidak percaya kalau Ambar menawari dirinya pekerjaan sebagai Sekretaris. Bibirnya bergetar menahan tangisnya
"Halo Sita?..halo?.."
"Iii..iya bu..maaf..jam berapa ya bu saya bisa ketemu dengan ibu?.."
"Bagaimana kalau jam 10?.."
"Baik bu..saya akan datang..tempatnya dimana ya bu?.." tanya Sita
"Nanti saya sharelok tempatnya ke nomor kamu.."
"Baik bu..saya akan datang..terima kasih bu atas kesempatan yang ibu berikan.."
"Oke Sita..jangan sampai tidak datang yaah?.."
"Baik bu..saya pasti akan datang.."
"Sampai ketemu nanti yaah?..selamat pagi.."
"Selamat pagi bu.." jawab Sita
Sita langsung luruh berjongkok di lantai dengan bersandar ke tembok di belakangnya..Sita menelungkupkan wajahnya di lipatan tangannya..tangisnya pecah setelah dia diberikan kesempatan bekerja oleh Ambar untuk menjadi Sekretaris. Sita tersentak sambil melihat jam di layar ponselnya
"Ya Alloh..sudah jam 9!!.." pekik Sita di batinnya
Sita segera bergegas menaiki lagi tangga darurat menuju ke lantai dimana unitnya berada
"Terima kasih ya Alloh..terima kasih bu Ambar..atas kesempatan yang telah diberikan..aku akan berjanji akan berubah.."
Dengan linangan airmata..Sita menapaki satu persatu tangga darurat untuk sampai dilantai 25 tempat unit apartementnya berada
.
***
.
Sebuah taksi online berhenti di sebuah gedung pencakar langit yang berjumlah sekitar 45 lantai
"Kita sudah sampai bu.." ucap Driver taksi online sambil menoleh ke belakang
"Disini tempatnya pak?.." tanya Sita memastikan sambil melihat ke arah loby gedung
"Iya bu..sesuai alamat yang ibu berikan" jawab Driver itu
Setelah membayar ongkos taksinya..Sita keluar dan masuk ke dalam loby. Sesampainya di loby Sita menuju ke meja Receptionist untuk melapor diri
"Selamat pagi mbak?.." sapa Sita
__ADS_1
"Selamat pag mbak..ada yang bisa saya bantu?" jawab Receptionist itu
"Saya mau bertemu dengan ibu Ambar. " ucap Sita
"Mbak ini..mbak Sita?" tanya Receptionist itu memastikan
"Iya mbak..saya Sita.." jawab Sita
"Mbak sudah ditunggu oleh ibu Ambar di ruangannya..mbak silahkan naik lift ke lantai 45..ruangan ibu Ambar ada disana.." pinta Receptionist itu
"Baik mbak..terima kasih..saya perlu ninggalin KTP saya?.." tanya Sita
"Tidak perlu mbak.." jawab Receptionist itu sambil menggeleng
"Terima kasih ya mbak..permisi.."
"Silahkan mbak Sita.."
Sita lalu menuju ke selasar lift dan menunggu lift yang akan membawanya ke lantai 45
Ting
Pintu lift terbuka di lantai 45. Sita keluar dan mengedarkan pandangannya..menelisik suasana di lantai 45. Dia melihat ada meja Receptionist lagi..tapi lebih kecil dari pada yang di loby. Sita melihat ada plang nama IAR Corp di belakang meja Receptionost..Sita pun menghampirinya
"Selamat pagi?.." sapa Sita
"Pagi..mbak Sita yaah?.." tanya staff Receptionist itu langsung
"Iya mbak.." jawab Sita sambil menganggukan kepalanya
"Mari mbak..ikut saya..mbak sudah di tunggu oleh ibu Ambar.." ajak staff itu sambil bangun
Sita mengikuti staff wanita itu ke dalam kantor..yang sebelumnya dia membuka sebuah pintu dengan kartu aksesnya. Sita masih mengikuti wanita itu lebih masuk lagi ke dalam kantor..dia melihat hanya ada beberapa ruangan yang besar saat dia berjalan bersama staff wanita itu. Sepertinya lantai ini memang khusus untuk lantai pimpinan saja..tanpa ada seorang staff yang bekerja
"Mari mbak..silahkan masuk.." pinta staff wanita itu
Sita lalu masuk ke dalam sebuah ruangan metting dan dia juga di persilahkan duduk
"Mbak Sita tunggu disini yaah?..nanti ibu Ambar yang akan menemui mbak Sita.."
Staff wanita itu lalu keluar dan meninggalkan Sita sendiri di ruang metting. Sepeninggal staff wanita itu..Sita melihat sekeliling ruang metiing yang dia tempati..yang dindingnya di dominasi dengan kaca transparan..jadi dia bisa melihat keluar dari ruang metting. Tak lama kemudian dia mendengar suara sepatu melangkah mendekati ruang metting
Ceklek
"Halo?..selamat pagi?.." sapa Ambar yang masuk ke dalam ruang metting diikuti dengan Soni di belakangnya
Ternyata Ambar mengajak Soni bekas anak buahnya di MI6 untuk bergabung dengan dirinya di IAR Corp
"Selamat pagi bu.." jawab Sita sambil menganggukan kepalanya
"Apa kabarnya Sita?.." tanya Ambar sambil mengulurkan tangan kanannya
Sita bangun dari duduknya dan menyambut uluran tangan Ambar
"Kabar saya baik bu.." jawab Sita
"Silahkan duduk.." pinta Ambar sambil duduk di kursinya yang berseberangan dengan Sita
"Baik bu.." jawab Sita sambil duduk kembali
"Gimana?..Sita mau kan nerima tawaran kerja dari saya?.." tanya Ambar
"Iya bu..saya terima tawaran kerja dari ibu..dan ini..CV saya kalau ibu mau melihat resume saya.." jawab Sita sambil memberikan amplop coklat yang berisi CV dia ke depan Ambar
Ambar lalu membuka amplop itu dan membaca CV Sita. Ambar terenyuh melihat CV Sita..disitu dia tulis terakhir dia bekerja sebagai staff Akuntan di Wijaya Holding. Yang tahun terakhir dia bekerja..sama dengan tahun kematian keluarganya yang di bunuh oleh Heru. Berarti sudah cukup lama Sita menganggur tidak bekerja
"Oke.."
Ambar menaruh CV Sita di meja
"Disini saya membutuhkan seorang Sekretaris untuk saya sendiri..apa Sita bersedia?.." tanya Ambar
"Bersedia bu..tapi saya minta waktu untuk belajar kedepannya bu..soalnya baru kali ini saya menjadi Sekretaris.." jawab Sita
__ADS_1
"Oke..tak masalah bagi saya..toh kita semua disini juga dalam tahap belajar kok.." ucap Ambar sambil tersenyum
"Baik bu..terima kasih atas kesediaan ibu meluangkan waktu untuk saya.."
Ambar menganggukan kepalanya. Tiba-tiba ponsel Ambar berdering
"Sekarang kamu ikut Soni yaah?..biar dia yang akan tunjukan meja kamu nanti.." kata Ambar sambil berdiri dan keluar dari ruang metting untuk menjawab teleponnya
Sita lalu memperkenalkan dirinya ke Soni
"Kenalkan pak..nama saya Sita.." kata Sita sambil menjulurkan tangannya..Soni menyambut uluran tangan Sita
"Saya Soni..mari..ikut saya.." ajak Soni
Sita lalu mengikuti Soni untuk melihat meja kerjanya. Sita melihat Ambar tengah berteleponan dengan seseorang di depan sebuah jendela kaca yang besar
.
***
.
Di sebuah meja restauran yang cukup mewah..tampak Maxwel sedang duduk menunggu sambil memutar-mutar gelas yang berisikan wine. Tak lama kemudian matanya berbinar sambil melambaikan tangannya ke Ambar yang baru masuk ke dalam restaurant
"Hai Max?..sudah lama?.." tanya Ambar sambil duduk di kursinya
"Sudah..sudah dua hari.." jawab Max
Ambar pun mencebik kesal mendengar jawaban Maxwel..Maxwel hanya terkekeh geli
"Ada apa Ambar..sampai mengajak kita bertemu disini?.." tanya Maxwel sambil memanggil pelayan
"Aku membawa sebuah undangan untukmu.." jawab Ambar
Pelayan sampai di meja Maxwel dan Ambar
"Ya tuan?..nyonya?..sudah mau pesan?" tanya pelayan
Ambar dan Maxwel menyebutkan pesanan mereka masing-masing. Setelah itu pelayan meninggalkan meja mereka berdua
"Undangan?..undangan apa?.." tanya Maxwel memastikan lagi
"Undangan makan malam.." jawab Ambar sambil tersenyum
"Dinner?.."
"Yup.."
"From whom?"
"My parent.."
Kedua mata Maxwel membulat mendengar kalau kedua orang tua Ambar mengundangnya untuk makan malam
"Are you sure Ambar?.."
"Yes Max..i'm sure.."
"When?.."
"Tonight.."
Maxwel mengendurkan dasinya untuk mengusir rasa grogi yang melanda dirinya
"Kenapa Max?..kau takut?.." ledek Ambar sambil tersenyum
"Absolutely not Ambar!!.." jawab Maxwel tegas
"Oke..aku akan datang memenuhi undangan makan malam dari orangtua kamu..dimana kita akan makan malam?.." tanya Maxwel
"Di kediaman orangtua ku Max..nanti aku sharelok alamatnya ke ponsel kamu.." jawab Ambar
"Oh God..this must be nervous to me.." keluh Maxwel di dalam hatinya
__ADS_1
.
.